Statistik

Hit hari ini : 197
Total Hits : 1,257,137
Pengunjung Hari Ini : 91
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 308,626

Flag Counter

Home Even

Even

Peringatan Peristiwa Merah Putih Sanga Sanga


26 Januari 2019 - 31 Januari 2019


Sanga Sanga - Peringatan Peristiwa Merah Putih merupakan peringatan untuk mengenang jasa para pejuang di Sanga Sanga. Diketahui, dalam sejarahnya para pejuang kemerdekaan Sanga-sanga tergabung dalam Badan Pembela Republik Indonesia (BPRI) yang bahu membahu bersama rakyat untuk mempertahankan Sanga-sanga dari gempuran penjajah Belanda, yang ingin menguasai kembali Sanga-sanga dan kekayaan yang ada didalamnya. Peristiwa heroic yang terjadi pada tanggal 27 Januari 1947 tersebut telah banyak memakan korban jiwa dan harta dari rakyat Sanga-sanga. Peristiwa ini setiap tahun selalu diperingati sampai sekarang yang dikenal dengan Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sanga-sanga. 




* sanga2.jpg

Nutuk Baham Kedang Ipil Kota Bangun


27 April 2019 - 28 April 2019


Kedang Ipil - Nutuk Beham yang artinya adalah menumbuk Beham, merupakan ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat desa Kedang Ipil pada saat permulaan musim panen raya. Ritual ini dilaksanakan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, Prosesi adat Nutuk Beham berlangsung Pelataran yang dibangun sebelah balai desa selama 3 hari 3 malam tanpa henti dengan jumlah padi yang ditumbuk sebesar 2,5 Ton,  Di awali dengan memanen padi ketan hitam dan putih, padi atau gabah tersebut kemudian direndam dalam air selama tiga malam. Kemudian padi yang telah direndam diangkat dan disangrai dalam wajan berukuran besar diatas tungku yang digali pada permukaan tanah yang disebut ngehantuhui.



Padi atau gabah yang telah disangrai itulah yang disebut dengan istilah
beham. Beham kemudian didinginkan dan dilanjutkan dengan menumbuk untuk
melepaskan kulit ari pada beham. Prosesi menumbuk beham inilah yang
kemudian menjadi asal muasal nama ritual nutuk beham. 



Keunikan yang ada pada proses nutuk beham adalah menggunakan lesung yang
dibuat dari batang pohon cempedak dan diatur sedemikian rupa diatas
panggung. Warga secara bergantian dan berkelompok mulai menumbuk atau
menutuk beham dan pada saat alu di tumbukkan, lesung mengeluarkan bunyi
khas dan berirama sesuai kekuatan yang menumbukkan alu pada lesung. 



Beham yang telah ditumbuk kemudian di tampi untuk membuang sisa-sisa
kotoran dan kemudian langsung diolah menjadi kue, yaitu dengan
menyiramkan air panas atau merang, lalu dicampur dengan parutan kelapa
dan gula habang (merah) dan di aduk sampai merata dan disebut dengan
bungkal beham. Bungkal beham yang telah jadi diletakan pada wadah dan
baru boleh disantap setelah para dewa (dukun) bememang (membaca mantra)
memanggil para leluhur untuk ikut bersantap sebagai wujud rasa syukur
warga karena hasil panen yang melimpah.

Festival Budaya Loa Kulu


27 Desember 2019 - 31 Desember 2019
Loa Kulu

Jelajah Desa Kutai Lama (JEDAK)


28 April 2019

Anggana


Blusukan Alam Kukar 3 (BLUKAR)


28 September 2019
Tenggarong

Festival Kutai Adat Lawas Kedang Ipil


29 Juni 2019 - 30 Juni 2019
Kedang Ipil

Mapak Suro


30 Agustus 2019 - 30 Agustus 2019


Suasana ramai di Dusun Sukasari, Desa Bukit Pariaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Di sepanjang pinggir jalan masyarakat berbaris dan berkumpul untuk menyaksikan acara Mapak Suro Kirab Grebek Tumpeng ini digelar dengan tujuan memeringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H. acara ini tidak hanya di hadiri masyarakat Dusun Sukasari, namun yang berada di Tenggarong dan sekitarnya pun ikut menyaksikan dan meramaikan Mapak Suro tersebut. Dalam kesempatannya Bapak Sugeng Riadi sebagai kordinator acara Mapak Suro mengatakan, sebanyak 15 orang dilibatkan untuk menyusun tumpeng raksasa dari 40 jenis buah dan sayur hasil sedekah bumi warga sekitar.

"Tumpeng raksasa ini dibuat dengan swadaya masyarakat. Kami membuat tumpeng raksasa ini 3 hari 3 malam," tuturnya. Lewat Mapak Satu Suro, ia ingin melestarikan budaya tradisional sekaligus meramaikan Tahun Baru Islam dan kami juga melibatkan semua suku yang ada di dusun kami. Ketinggian Tumpeng sekitar 3 meter di bawa menggunakan mobil pikup, terdiri 40 jenis sayuran dan buah, seperti wortel, timun, sawi, kacang panjang, bawang bombay, bawang putih, cabai merah, cabai hijau, petai, jengkol, pare, jagung, jeruk, buah naga, apel dan masih banyak lainnya.

Sedangkan 5 tumpeng lainnya digotong warga ada tumpeng jajanan pasar, jajanan dan minuman kemasan, tumpeng nasi beras merah, nasi kuning dan nasi putih. Tumpeng pun di bawa keliling dusun sejauh 3 kilometer. Selain arakan tumpeng, barisan depan terdiri ibu-ibu yang membawa sajian makanan atau kue dalam wadah segi empat terbuat dari batang pohon pisang, seniman reog lengkap dengan penari jatilannya menjadi pengiringnya



Festival Budaya Maluhu


30 April 2019 - 3 Mei 2019
Tenggarong

Haul Akbar Habib Tunggang Parangan


30 Oktober 2019
Kutai Lama Anggana

Pekan Kampung Handil 4


4 Oktober 2019 - 12 Oktober 2019
Muara jawa

Even Tahunan

Even

Unduh Gratis