Bos

Tabang

Dondang

Tari Kesultanan

Beluluh

Pulau Kumala

Bukit Bangkiray

BEKANTAN

Kaltim Park

Kaltim Park

Statistik

Hit hari ini : 429
Total Hits : 1,700,457
Pengunjung Hari Ini : 59
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 460,452

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 71 Next > Last >>

 Pendaftaran Teruna Dara 2021 Resmi Dibuka

Pendaftaran Teruna Dara Kutai Kartanegara 2021 Resmi dibuka untuk umum. Mari segera daftarkan dirimu, dan jadilah promotor penggerak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Kutai Kartanegara. Unduh formulir dan cari tahu informasi pendaftaran lainnya di tautan (bit.ly/DAFTARTERAKUKAR2021). Pendaftaran dibuka 02-19 Agustus 2021. Lengkapi seluruh persyaratan dan persiapkan dirimu dengan maksimal.Kutai Kartanegara mencari pemuda pemudi lokal yang berwawasan luas serta siap menjadi ujung tombak pariwisata melalui pemilihan Teruna Dara ini.
dimasa pandemi seperti saat ini bukan menjadi penghalang untuk terus berprestasi terutama di bidang pariwisata. Ayo segera daftarkan dirimu!
Apabila ada pertanyaan seputar pendaftaran, silakan hubungi narahubung:
- Teruna Feri (+62 896 9049 1424)
- Dara Vira (+62 813 5242 8595)
- Dara Alvi (+62 853 4998 2594)

 Tari Jepen Ikut Dalam Partisipasi Pagelaran Kesenian Di HUT RI

Ditengah masa pandemi covid-19 yang masih belum stabil, tidak mengurangi semangat budaya yang dimiliki berbagai daerah khususnya Kalimantan Timur dalam hal ini Kabupaten Kutai Kartanegara nantinya akan ikut dalam rangkaian acara pagelaran kesenian nusantara secara virtual atau melalui video penayangan saat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia nanti.
Tarian Jepen Begenangan yang akan ikut andil dalam penanyakan secara nasional tergabung dalam kesenian-kesian daerah lainnya yang ada di seluruh nusantara.Sedikit mengulik Jepen Begenangan, yaitu tari dengan sebuah cerita tentang cinta sepasang kekasih yang saling merindu, tervisualkan dengan gerak mewakili rasa kecamuk mendayu dalam lara serta simbol cahaya lentera, mengantarkan begenangan (merindukan) makin terasa.
Biarkan denting meresap pada desiran darah, menguntai nada, menyatukan karsa diantara kegelisahan merindu, bersinergi dengan cinta yang berlabuh pada ketetapan cahaya illahi.


 Sejumlah Objek Wisata Mulai Menutup Tempat Wisatanya

Dengan diberlakukannya surat edaran Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara tanggal 12 Juli 2021 yang menindaklanjuti edaran dari Bupati sehari sebelumnya sampai batas waktu yang tidak ditentukan sembari melihat kondisi nantinya, sejumlah objek wisata swasta mulai menutup tempat wisatanya. Terlihat dari spanduk-spanduk yang dibentangkan depan objek wisata tersebut memberitahukan tentang menutupan sementara tempat wisata mereka sampai batas waktu yang belum ditentukan. Seluruh objek wisata mulai tanggal diterbitkannya surat edaran tersebut telah menutup objek wisatanya seperti Kaltim Park Samboja, Wisata Pantai Biru Kersik Marangkayu, Wisata Alam Bukit Bengkirai, Pantai Ambalat Samboja, Pantai Duta Pemedas Samboja, dan objek wisata lainnya telah mengikuti intruksi dari surat edaran tersebut.
Diharapkan nantinya setelah masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berakhir, seluruh kegiatan kepariwisataan yang ada di Kutai Kartanegara akan pulih kembali dengan penerapan protokol kesehatan yang terus dilakukan.

 Surat Edaran Agar Objek Wisata Ditutup Sementara Di Masa PPKM

Terhitung diterbitkannya surat edaran Bupati Kutai Kartanegara pada 11 Juli 2021 tentang pemberlakuan PPKM di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, maka diintruksikan juga untuk seluruh sektor wisata baik itu yang dikelola pemerintah maupun yang dikelola swasta untuk mematuhi edaran yang diberlakukan untuk terus menekan perkembangan dan penyebaran virus corona di kawasan Kutai Kartanegara. Selain dilarangnya aktivitas wisata disemua sektor kawasan Kutai Kartanegara, penerapan protokol kesehatan terus di gaungkan kepada seluruh elemen masyarakat khususnya bidang pariwisata. Penutupan seluruh objek wisata sendiri terhitung mulai edaran Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara tanggal 12 Juli 2021 yang menindaklanjuti edaran dari Bupati sehari sebelumnya sampai batas waktu yang tidak ditentukan sembari melihat kondisi nantinya.
Dengan adanya surat edaran ini, diharapkan seluruh kompenen masyarakat khususnya yang berhubungan dengan pariwisata seperti objek wisata, cafe hiburan berbasis wisata, maupun tempat-tempat yang berkaitan dengan dunia pariwisata agar memahami dengan baik maksud dan tujuan dari diberlakukannya edaran tersebut demi kebaikan bersama sehingga nantinya pariwisata khususnya di Kutai Kartanegara akan kembali pulih dari pandemi ini.

 Museum Mulawarman Kembali Tutup Sementara

Sesuai dengan surat edaran PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dalam upaya pencegahan dan pengendalian lonjakan kasus Covid-19 gelombang kedua di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan hasil koordinasi dengan Tim Satgas Covid-19 Kukar, terhitung mulai 26 Juni 2021 sampai 14 hari ke depan Museum Mulawarman Tenggarong kembali ditutup untuk umum. Kepala UPTD Museum Mulawarman Jaka mengatakan pihaknya harus memberlakukan kebijakan ini demi upaya bersama pencegahan Covid-19 di Kukar dan akan kembali dibuka setelah angka penyebaran Covid-19 mengalami penurunan.“Museum akan dibuka kembali setelah mendapatkan rekomendasi dari Tim Satgas Covid-19, setelah adanya evaluasi PPKM dan akan diinformasikan lebih lanjut,” ujarnya belum lama ini ditanya media lokal setempat.
Pihaknya dan pengelola Museum Mulawarman tetap mengikuti aturan dan hasil koordinasi dari Tim Satgas Covid-19 di Kukar dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).  Perlu diketahui, kasus Covid-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara cukup tinggi akhir-akhir ini, sehingga diberlakukannya PPKM untuk seluruh wilayah Kutai Kartanegara dengan tingkat kasus yang cukup tinggi perharinya. Seluruh objek wisata juga ditutup sementara sampai situasi kembali stabil.

 Reaktivasi Masyarakat Berwisata Di Kutai Kartanegara

Suasana terasa berbeda saat pandemi covid-19 ini mulai ada. Bulan Maret 2020 awal mula virus ini terdeteksi di Indonesia, hingga saat ini kasusnya belum usai. Semua sektor ikut terdampak akibat pandemi ini, terutama pariwisata se Indonesia khususnya Kabupaten Kutai Kartanegara. Semua sektor pariwisata ditutup lebih dari setahun kecuali sektor wisata yang dikelola swasta namun tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Nuansa New Normal mulai di gaungkan agar masyarakat maupun pelaku ekonomi pariwisata bisa pulih kembali dari pandemi ini. Dalam video berdurasi 02.47 menit ini, sudah diupload di YouTube Channel Kukar Asia Wonders dan dibagikan untuk seluruh masyarakat maupun pengunjung agar selalu mentaati protokol kesehatan khususnya dalam berwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Mulai dari bandara kedatangan pengunjung, hotel, akomodasi, hingga objek wisatanya selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat tetapi tetap tidak mengurangi nilai berwisata itu sendiri. Dengan adanya video ini diharapkan kesadaran masyarakat atau pengunjung guna mentaati protokol kesehatan sepaya pandemi ini cepat berakhir dan kepariwisataan Kutai Kartanegara kembali bangkit lagi.

 Membatik Di Desa Semayang

Batik merupakan budaya bangsa dan warisan dunia asli Indonesia, hampir setiap daerah memiliki motif khas batik masing-masing dengan ukiran yang berbeda-beda namun tetap dengan kearifan lokal batik itu sendiri. Tidak terkecuali di Kabupaten Kutai Kartanegara, tepatnya di Desa Semayang, Kecamatan Kota Bangun. Disini juga menyediakan tempat belajar membatik khas Kutai dengan peralatan yang masih tradisional sehingga bagi para pengunjung bisa langsung mempraktekan bagaimana tata cara pembuatan maupun bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan batik. Proses membatik dimulai dengan penggarisan pola-polanya, setelah tahap ini selesai, dilanjutkan dengan pewarnaan batik. Setelah melewati proses-proses pembuatan, maka diakhiri dengan menjemur hasilnya hingga kering dan siap untuk digunakan.
Dalam artikel ini, dimasa pandemi covid-19, membatik khas Kutai di desa Semayang ini juga sering membuat masker dengan motif batik Kutai. Peluang ini cukup baik mengingat masker selalu digunakan masyarakat dalam beraktifitas ditengah pandemi virus covid-19.

 Keindahan Bawah Laut Muara Badak

Kecamatan Muara Badak merupakan tempat yang dikenal memiliki pesisir yang indah, nuansa air laut yang indah, hingga biota bawah laut seperti terumbu karang yang masih terjaga dengan baik. Potensi terumbu karang di Muara Badak ini memang sudah mulai terlihat sebelumnya, setelah adanya monitoring dan pengembangan bersama dengan kelompok sadar wisata setempat, fokus para pengelola untuk melestarikan terumbu karang akhirnya membuahkan hasil sehingga sekarang sudah bisa dinikmati para pengunjung dengan menyewa peralatan menyelam khusus pemula dan langsung diberi arahan khusus oleh pengelola saat ingin menyelam.
Ketua Pokmaswas (kelompok masyarakat pengawas) mengatakan, terumbu karang ini mulai dikelola sekitar tiga tahun ini dengan pembentukan kelompok-kelompok maupun melakukan monitoring khusus sehingga terumbu karang ini bisa terjaga dengan baik. “berkat kita melakukan monitoring, kemudian transplantasi bersama komunitas-komunitas yang ada di Badak, maka kurun waktu tiga tahun ini (sekitar 2018-2021) sudah mengalami perkembangan baik terutama dampak yang dirasakan oleh masyarakat sekitar.” ujarnya belum lama ini. adapun biaya yang ditarifkan per orangnya untuk melihat keindahan bawah laut Muara Badak yaitu Rp. 750.000 per orang dengan kuota minimal 5 orang sudah termasuk sewa kapal maupun alat selam serta dibimbing langsung oleh pengelola.

 Suasana Asri Di Wisata Taman Kurma Cempaka Loa Tebu

Wisata yang terbilang baru di Kutai Kartanegara ini bernama Taman Kurma Cempaka. Terletak di Kecamatan Tenggarong, tepatnya di Kelurahan Loa Tebu, Taman Kurma Cempaka menjadi wisata andalan masyarakat lokal sekitar terlebih disaat masa pandemi covid-19 seperti saat ini. Nuansa asri dan alami menjadi nilai lebih yang dimiliki Taman Kurma Cempaka. Selain itu, disediakan juga kolam berenang bagi pengunjung yang ingin berenang ditengah suasana alami taman. Bapak Ahmad Gajali selaku pemilik Wisata Taman Kurma mengatakan “jarak yang dekat atau tidak terlalu jauh dari pusat kota Tenggarong menjadikan taman kurma cempaka menjadi favorit pengunjung.” ujarnya kepada salah satu media lokal setempat saat diwawancarai belum lama ini.
Alasan dipilihnya nama kurma juga dikarenakan Taman Kurma Cempaka ini memiliki tanaman kurma asli yang ditanam disekitar area wisata termasuk didalam kawasannya sehingga pengunjung yang datang bisa langsung melihat tanaman kurma asli disini. “kemudian kita menanam kurma, sehingga saja kita beri nama taman ini ada kurmanya.” Kata bapak pemilik wisata ini. Salah satu pengunjung Taman Kurma Cempaka, Arif mengatakan “pokoknya tempatnya bagus, untuk bersantai, refleksi bersama keluarga, apalagi ada permainan-permainan seperti kolam berenang untuk anak-anak bermain.” katanya.Bagi pengunjung atau wisatawan yang mau datang ke Taman Kurma Cempaka ini dibuka setiap hari mulai jam 07.00 sampai 18.00 waktu setempat.
Untuk biaya masuknya cukup terjangkau, yaitu Rp. 10.000. Dengan biaya masuk tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati alam sekitar yang masih asri dan bermain sepuasnya dengan fasilitas-fasilitas yang sudah disediakan pengelola Taman Kurma Cempaka.

 Kunjungan Kerja DPRD Kotabaru Kalsel Ke Dinas Pariwisata Kukar

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara menerima kunjungan dari DPRD Kotabaru Kalimantan Selatan pada Jum’at pagi bertempat di ruang rapat Dinas Pariwisata (18/6). Bersama unsur pimpinan, Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru, Syairi Mukhlis melakukan kunjungan kerjanya di Kutai Kartanegara dengan tujuan untuk saling berdiskusi dan sharing tentang Desa Wisata maupun program-program yang telah dilakukan Kutai Kartanegara untuk memajukan pariwisatanya terlebih disaat pandemi covid-19 seperti saat ini yang mana sangat berpengaruh besar terhadap ranah kepariwisataan.Turut hadir dari Dinas Pariwisata dalam pertemuan ini yaitu Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, M. Ridha Fatrianta, SSTP., M. Si, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Drs. Hery Rusnadi, dan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Drs. Witontro. Pertemuan ini berlangsung santai sembari diskusi-diskusi penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Slide presentasi ditampilkan dan dijelaskan terlebih dahulu mengenai program-program yang dilakukan Kutai Kartanegara tentang kepariwisataannya. Setelah itu, diskusi dilakukan guna terjalinnya komunikasi maupun interaksi dengan saling sharing pendapat maupun program-program yang ada dimasing-masing daerah. Protokol kesehatan selalu diutamakan dalam pertemuan ini sesuai dengan anjuran yang telah diimbau guna mencegah penularan virus covid-19.
Kunjungan kerja diakhiri dengan sesi penyerahan cendramata Dinas Pariwisata kepada DPRD Kotabaru dan berfoto bersama. Dengan adanya kunjungan kerja ini, menjadi sesuatu yang baik bagi kedua daerah untuk saling bersinegri dalam membangun pariwisata agar lebih maju dan modern kedepannya sehingga bisa menarik minat kunjungan khususnya di Kutai Kartanegara maupun Kotabaru Kalimantan Selatan.

Even Tahunan

Even