Bos

Tabang

Dondang

Tari Kesultanan

Beluluh

Pulau Kumala

Bukit Bangkiray

BEKANTAN

Kaltim Park

Kaltim Park

Statistik

Hit hari ini : 1,048
Total Hits : 1,671,270
Pengunjung Hari Ini : 91
Pengunjung Online : 7
Total pengunjung : 453,734

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 70 Next > Last >>

 Penampilan Yayasan Sangkoh Piatu Di IMF 2021

International Mask Festival tahun 2021 dilaksanakan selama 2 hari mulai dari tanggal 11 – 12 Juni secara streaming di Channel YouTube SIPA Festival. Acara ini menampilkan penari-penari topeng nasional dan internasional seperti Olivia Machon Sublime Theatre (Perancis), Anak Seni Asia (Malaysia), Asoka Art (Sumenep, Indonesia), Darmawan Dadiyono (Yogyakarta, Indonesia), Yayasan Sabngkoh Piatu (Kutai Kartanegara, Indonesia), dan masih banyak lagi. Yayasan Sangkoh Piatu ikut ambil bagian dalam festival skala internasional ini dengan menampilkan tarian Tari Topeng Gunung Sari yang dibawakan oleh Aji Maya Melati sebagai penari pada hari pertama IMF 2021.Singkat penjelasan mengenai Tari Topeng Gunung Sari yang menggambarkan seorang pemuda lelaki yang dinamakan Raden Gunung Sari.
Raden Gunung Sari mempunyai sifat yang lemah gemulai tetapi tegas. Kesehariannya didalam keraton yaitu dia gemar bersolek dan merias diri untuk menghibur dirinya. Raden Gunung Sari juga sering ke hutan untuk berburu. Pada saat ke sungai, Raden Gunung Sari melihat ikan lalu segera bersiap untuk menjala ikan. Setelah mendapatkan ikan, Raden Gunung Sari kembali pulang ke keraton dengan hati senang dan gembira.

 Festival Rakyat Nelayan Samboja Dimasa Pandemi Covid-19

Festival Rakyat Samboja tahun ini dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi yang berbeda namun tetap dengan kemeriahan yang sama. Dengan penerapan protokol kesehatan disetiap sesi acaranya, diharapkan Festival Rakyat Nelayan Samboja tetap mengangkat budaya dan adat istiadat serta meningkatkan ekonomi kreatif selama kondisi covid-19 yang masih belum stabil. Festival ini dilaksanakan pada hari Senin pagi (7/6) di Pantai Duta Pemedas Samboja. Acara berlangsung dari jam 09.00 sampai selesai. Dalam susunan acara yang sudah terjadwal, kegiatan ini dimulai dari pembukaan, pembacaan do’a, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan-pembacaan sambutan dari pejabat setempat mulai dari Lurah Teluk Pemedas, Kapolsek, hingga dari Dinas Pariwisata Provinsi atau yang mewakili dalam festival ini.
Setelah pembukaan dilaksanakan & waktu isoma juga sudah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan lomba balap perahu yang dilaksanakan di Pantai Duta Pemedas. Terlihat penonton cukup ramai datang ke festival dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan yang diimbau.

 Festival Topeng IMF 2021 Menampilkan Seni Topeng Kutai

Acara Festival Topeng IMF International Mask Festival 2021 nantinya akan disiarkan secara langsung di YouTube Channel SIPA Festival yang diadakan di Surakarta. Festival ini ditayangkan pada hari Jum’at dan Sabtu 11 dan 12 Juni 2021 dimulai pukul 15.00 WIB. IMF (International Mask Festival) 2021 dijadwalkan akan diawali dengan penayangan video pertunjukan delegasi Indonesia dan mancanegara yang tidak bisa hadir di lokasi. Delegasi Indonesia akan tampil secara live dan ditonton oleh penonton terbatas di Ndalem Purwohamijayan, Solo. Penampilan live delegasi Indonesia dengan penonton terbatas dimulai pukul 19.30 WIB.
Hadir juga perwakilan dari Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu Yayasan Sangkoh Piatu yang akan membawakan Tari Topeng Gunung Sari (Pangeran Gunung Sari) yang lolos nominasi kurasi (berhubungan dengan memelihara dan menjaga kelestarian seni rupa) pada Event International Mask Festival (IMF) 2021 “Road To Jalan Rempah”. Keikut sertaan Yayasan Sangkoh Piatu Kutai Kartanegara bertujuan untuk melestarikan dan mengenalkan seni topeng Kutai di kancah Nasional dan Internasional.

 Penutupan Sekaligus Penyampaian Hasil Rapat

Rapat kordinasi pariwisata se Kalimantan Timur resmi ditutup pada Jum’at pagi (4/6). Acara berlangsung pada pagi hari pukul 08.00 dengan agenda penyampaian hasil rapat pimpinan dan rapat perbidangan yang berlangsung pada malam sebelumnya. Hasil rapat masing-masing dibacakan pimpinan rapat dan pimpinan bidang masing-masing kepada para peserta dengan menampilkan teks rapat di layar besar sehingga bisa dilihat oleh semua peserta yang hadir dalam jumlah terbatas tersebut. Setelah menyampaikan hasil rapat kepada seluruh peserta yang hadir, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi yang dilakukan dengan cara survey online.
Hal ini cukup efektif dan efisien karena menggunakan link atau bard code yang di scan para peserta untuk memberikan masukan, kritik, dan saran kepada panitia maupun penyelenggara rapat kordinasi pariwisata yang sudah berlangsung dari tanggal 2 sampai tanggal 4 Juni 2021. Banyak masukan-masukan dari para peserta yang ditampilakan dilayar utama, salah satunya seperti ingin agar acara terus ada setiap tahunnya sehingga bisa menggairahkan pariwisata yang ada di Kalimantan Timur dengan penyusunan rencana melalui rapat kordinasi selain juga menjadi ajang silaturahmi bagi Dinas terkait se Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Timur termasuk Kutai Kartanegara.Setelah dilakukannya evaluasi bersama, acara dilanjutkan dengan pemberitahuan tempat rapat kordinasi untuk tahun depan (2022) yaitu di kota Samarinda.
Perwakilan kota Samarinda juga sudah menyatakan siap untuk menjadi tuan rumah rakor tahun depan. Setelah itu dilakukan penanda tanganan kesimpulan dan hasil rapat oleh seluruh Dinas Pariwisata se Kalimantan Timur serta ditutup dengan foto bersama. Selanjutnya para peserta dipersilahkan kembali ke daerah masing-masing dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang diimbau.

 Sesi Inti Rapat Kordinasi Pariwisata

Setelah rehat sore mendengarkan pemateri menyampaikan materinya kepada para peserta, malam harinya (3/6) dilanjutkan kegiatan inti yaitu rapat kordinasi pariwisata yang diadakan di ruang rapat berbeda dengan bidangnya masing-masing. Ruang rapat pertama ialah rapat pimpinan, dipimpin oleh kepala dinas pariwisata provinsi yang membahas tentang sinkronisasi program pariwisata di masa pandemi. Selanjutnya ruang rapat antar pembidangan mulai dari komisi I bidang pengembangan destinasi pariwisata dengan pembahasan produk wisata unggulan Kabupaten/Kota.
Ruang rapat Komisi II bidang pemasaran pariwisata dengan tema sinkronisasi data statistik pariwisata, penyediaan dokumentasi dan pemasaran produk wisata termasuk event unggulan desa wisata. Ruang rapat Komisi III bidang pengendali usaha jasa pariwisata membahas tentang pola perjalanan wisata untuk produk wisata unggulan Kabupaten/Kota dan sinkronisasi data klasifikasi desa wisata. Ruang rapat Komisi IV bidang pengembangan karya seni budaya dengan tema rekomendasi dan penguatan konten event untuk pengajuan dukungan ke Kemenparekraf dan update data sub sektor ekraf di Kabupaten/Kota termasuk di desa wisata.
Hasil rapat masing-masing ruangan akan dirumuskan tim perumus masing-masing bidang sehingga besoknya (4/6) pagi akan langsung dibacakan hasil dari rapat yang telah dilaksanakan.

 Rakornis Pariwisata Mengusung Tema Pengembangan Desa Wisata

Setelah dibuka secara resmi hari Rabu malam (2/4), pada hari Kamis (3/4) pagi, acara inti rakornis dimulai. Setelah seluruh peserta melakukan registrasi dan memasuki ruangan dengan protokol kesehatan yang ketat, acara dimulai dengan pemateri-pemateri yang memang sudah dijadwalkan akan mengisi acara di setiap sesi yang diberikan. Pada sesi pertama, Kementerian PPN/Bappenas memberikan materi tentang pengembangan pariwisata di kawasan IKN (Ibu Kota Negara) dan Pra Kondisi Pariwisata di Daerah penyangga IKN. Pemateri sesi selanjutnya dari Kemenparakraf yang membahas tentang pengembangan desa wisata. Dalam acara tersebut, Kementrian Kominfo melalui perwakilannya menyampaikan tentang Desa Wisata dan Desa Digital yang dikenal dengan singkatan Dewi dan Dedi. Desa wisata akan berkembang serta semakin maju dengan teknologi digital sebagai penunjangnya yaitu desa digital.
Perkembangan teknologi semakin maju sehingga setiap desa harus segera bisa mengimbangi perkembangan teknologi supaya setiap desa wisata kedepannya akan terus mempunyai nilai jual lebih bagi wisatawan yang berkunjung. Dinas Pariwisata Provinsi melalui Kepala Dinas, Dra. Sri Wahyuni MPP juga menyampaikan materi tentang pemberdayaan pokdariws (kelompok sadar wisata) untuk penguatan desa wisata di Kalimantan Timur sebelum rehat menjelang siang.Setelah rehat, acara dilanjutkan lagi pukul 13.30 siang dengan pemateri yang telah dijadwalkan per sesi nya. Sesi pertama setelah rehat disampaikan oleh Bappeda Provinsi Kalimantan Timur dengan tema arah kebijakan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif bagi pemulihan pandemi di Kalimantan Timur.
Sesi selanjutnya disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa yang membahas tentang kebijakan pengembangan desa wisata di Kalimantan Timur. Dinas PU juga mengisi materi selanjutnya mengenai dukungan pengembangan infrastruktur di kawasan pariwisata Kaltim untuk menunjang aksesibilitas menuju desa wisata. Selanjutnya sesi yang berhubungan dengan akses jalan melalui Dinas Perhubungan tentang dukungan sarana prasarana perhubungan di kawasan pariwisata untuk menunjang aksesibilitas menuju desa wisata. Sesi terakhir jelang rehat sore disampaikan oleh Dinas Kehutanan dengan tema dukungan pengelolaan hutan untuk kawasan pariwisata dan desa wisata. Acara selanjutnya akan dilaksanakan pada malam hari setelah rehat sore menjelang malam.

 Pembukaan Rakornis Pariwisata Kalimantan Timur 2021

Pada tahun ini, kembali digelar Rakornis (Rapat Kordinasi) Pariwisata se Kalimantan Timur, melibatkan seluruh Dinas Pariwisata yang ada di seluruh Kabupaten/Kota. Acara dilaksakan di Kabupaten Kutai Timur tepatnya di Kantor ruang rapat bupati Kutai Timur selama 3 hari mulai dari tanggal 2 Juni sampai 4 Juni 2021. Bertemakan Pengembangan Desa Wisata pada Masa Pandemi di Kalimantan Timur, rakornis kali ini merupakan yang pertama di masa pandemi covid-19, sehingga seluruh acara dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat mulai dari mencuci tangan, menjaga jarak antar peserta, & selalu menggunakan masker selama acara berlangsung baik didalam maupun saat diluar ruang rapat.Acara yang berlangsung pada malam hari (2/6) ini dimulai saat semua para tamu sudah berdatangan hadir di ruang rapat. Yang hadir dalam rapat kali ini yaitu Bupati Kutai Timur, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi, & seluruh perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten / Kota se Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Timur, Dra. Sri Wahyuni MPP memulai acara dengan sambutannya, setelah itu, Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman M. Si menyampaikan sambutan Gubernur yang berhalangan hadir, tetapi tetap memberikan pesan dan arahannya sekaligus membuka secara resmi Rakornis Pariwisata secara resmi di Kabupaten Kutai Timur.Setelah dibuka secara resmi dengan pemukulan Gong yang langsung dilakukan oleh Bupati Kutai Timur.
Acara dilanjutkan dengan sesi penukaran cinderamata antar Kabupaten/Kota dengan tuan rumah rakornis pariwisata. Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Plt Kepala Dinas Pariwisata, Thauhid Alfian Noor S.P M.Si dan seluruh perwakilan Kabupaten/Kota saling bertukar cinderamata dengan Bupati Kutai Timur & Kepala Dinas Pariwisata Provinsi sebagai tanda persatuan antar daerah melalui rakornis. Acara pembukaan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama.

 Penyusunan Renstra Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara

Pendampingan penyusunan dokumen Renstra (Rencana Strategis) Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2021 – 2026 dilaksanakan di kota Balikpapan selama 2 hari yaitu 28-29 Mei 2021. Rencana Strategis atau yang biasa dikenal dengan Renstra ini disusun berdasarkan pada pedoman perencanaan. Acara ini berlangsung di Jatra Hotel Balikpapan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat seperti selalu menggunakan masker saat acara berlangsung maupun sesudah acara,  mencuci tangan, & menjaga jarak antar peserta.Acara ini dipimpin oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara Thauhid Alfilian Noor S.P M.Si beserta kepala bidang masing-masing.
Rencana Strategis ini disusun setelah renstra sebelumnya tahun 2016 - 2021 berakhir sehingga penyusunan selanjutnya yaitu Renstra tahun 2021 – 2026 kembali disusun untuk melanjutkan renstra yang sudah disusun sebelumnya. Dengan adanya Rencana Strategis ini, diharapkan kedepannya akan memajukan pariwisata khususnya yang ada di Kutai Kartanegara. Kegiatan ini diakhiri dengan pembacaan hasil penyusunan renstra dan foto bersama serta tetap memperhatikan protokol kesehatan yang diterapkan saat acara berlangsung.

 Museum Mulawarman Kembali Dibuka Untuk Umum

Hari libur tanggal merah dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga serta refreshing, salah satunya dengan mengunjungi Museum Mulawarman yang berada di Kecamatan Tenggarong. Kasubag Tata Usaha UPTD Museum Mulawarman, Sugiyono Ideal mengatakan, sekira pukul 13.00 tercatat 98 pengunjung dewasa dan 25 anak-anak. Hal ini sesuai dengan harapan dan rekomendasi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kukar agar tidak terjadi penumpukan di Museum. “Memang seperti inilah yang kami harapkan supaya bisa bekerja dengan maksimal,” kata Sugiyono kepada beberapa media lokal belum lama ini.
Data pengunjung terakhir hingga pukul 15.00 WITA tercatat sekitar 180 orang dewasa dan 40 anak-anak. Kasubag TU menuturkan, jumlah pengunjung tersebut masih wajar karena yang masuk ke dalam tidak satu waktu yang sama melainkan berbeda-beda. Terpenting, pihaknya juga memastikan pelaksanaan protokol kesehatan telah dilaksanakan dengan ketat. Bahkan ada petugas yang memantau di dalam ruangan dan menyediakan pengeras suara untuk mengingatkan wajib mematuhi prokes. Dia menambahkan, pengunjung yang datang kebanyakan dari luar Tenggarong, seperti Samarinda, Balikpapan bahkan luar provinsi seperti dari Sulawesi.
Ditanya mengenai petugas yang mendampingi pengunjung yang rombongan, Sugiyono menjelaskan, pengunjung harus mengonfirmasi terlebih dahulu sebelumnya untuk minta dipandu.

 Museum Mulawarman Direncanakan Kembali Buka

Museum Mulawarman Tenggarong kembali membuka pelayanan kunjungan pada hari Senin, 24 Mei mendatang. Keputusan ini berdasarkan hasil kesepakatan tim satgas beberapa waktu yang lalu. Koordinator Satgas penanganan Covid-19 Kukar Fida Hurasani menjelaskan rapat mengenai hal ini telah dilakukan sebelum menginjak bulan Ramadan. “Sudah ada suratnya sudah dirapatkan, ada wacana mau dibuka,” jelasnya kepada media lokal setempat belum lama ini. Menurutnya, kebijakan itu menjadi ranah provinsi. Tentunya Satgas Kabupaten Kukar akan menyesuikan dengan ketentuan yang ada jika memang nanti museum akan kembali dibuka. Kepala UPTD Museum Negeri Mulawarman Jaka Budiana menuturkan, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar telah mengunjungi museum guna memeriksa prokes yang sudah disiapkan. 
“Berdasarkan hasil kesepakatan rapat Tim Satgas, museum diperkenankan buka setelah Idulfitri, dan 24 Mei mendatang sudah dibuka,” katanya. Ia juga menegaskan, setiap pengunjung yang ingin masuk harus selalu mematuhi prokes. Jika kedapatan tak menggunakan masker, maka petugas tidak akan mengizinkan pengunjung untuk masuk. “Bagi pengunjung yang tidak memakai masker, kami mohon maaf untuk tidak melayani. Tapi dari pihak museum menyediakan masker,” tegasnya. Museum Mulawarman juga akan melakukan pembatasan jumlah pengunjung yang masuk, yakni sebanyak 50 persen dari kapasitas tampung. Serta menurunkan tim yang akan melihat kondisi di lapangan. Sehingga untuk bus yang datang dapat mendatangi destinasi wisata lainnya yang ada di Tenggarong. Untuk jam operasional Museum Mulawarman terbaru yakni mulai hari Senin sampai Minggu pukul 09.00 – 15.00 wita.
“Jika terjadi penumpukkan, maka akan kami stop terlebih dahulu untuk mencegah hal itu. Semisalnya ada rombongan bus yang datang, ada 40 penumpang, maka kita batasi tiga bus terdahulu,” jelasnya.

Even Tahunan

Even