Erau 2012

Fashion Street

Erau

Bukit Bangkiray

Tari Topeng

Lapion

Statistik

Hit hari ini : 369
Total Hits : 233,175
Pengunjung Hari Ini : 102
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 52,219

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 14 Next > Last >>

PENGUMUMAN PERPANJANGAN WAKTU DESAIN LOGO

Panitia Sayembara Desain Logo EIFAF, FKR dan TKC

Kabupaten Kutai Kartanegara

PENGUMUMAN



 Berdasarkan hasil musyawarah tim penilai sayembara Desain logo EIFAF, FKR dan TKC  pada Tanggal  20 April 2014 , dari desain logo yang diterima oleh panitia belum memenuhi kreteria  sebagai berikut :

Belum memunculkan unsur filosofis yang menjadi ciri khas logo

Desain logo cenderung masih rumit untuk di aplikasikan



     Berdasarka rekomendasi tim penilai maka panitia menetapkan hal- hal sebagai berikut :

1.Sayembara desain logo EIFAF, FKR dan TKC diperpanjang sampai dengan Tanggal 27 April 2014 dikirim melalui alamat email syabilawwalsyakirin@gmail.com dan budparkukar@gmail.comdengan format JPG atau TIF

2.Adapun penilaian akan dilaksanakan pada Tanggal 28 April 2014 dan Pemenang akan dimumkan pada Tanggal 29 April 2014di www. visitingkutaikartanegara.com serta di media cetak lokal.

3.Khusus  Sayembara Desain Logo EIFAFkreterianya disederhanakan sebagai berikut :

   -Meniadakan lambang naga ERAU pada desain logo EIFAF

   -Hanya menyertakan tulisan EIFAF (Erau  International Folklore and Art Festival)

4.Bagi peserta yang telah mengirimkan Desain logo dapat mengirimkan desain logo yang baru dengan memperhatikan ketentuan diatas.



Tenggarong, 20 April 2014



PANITIA

Hari Ke Dua Diskusi Seni Musik Tradisional





Hari ke dua  dalam kegiatan acara Diskusi Seni Musik Tradisional yang di laksanakan di gedung Pondok Jajak Tenggarong 11 April 2014, bapak Anusirwan membuka diskusi dengan menceritakan. Bagaimana beliau sampai di tunjuk menjadi narasumber pada kegiatan Diskusi Seni Musik Tradisional ini, beliau mengatakan bahwa pada waktu itu beliau di rekomendasikan oleh CIOFF pada saat rapat bersama CIOFF dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, idenya untuk membuat sesuatu yang lain dari yang lain pada acara Erau, dan beliau mengusulkan bagaimana kalau kita mengangkat musik tradisi, dan musik tradisi ini memerluka tempat dan pertama yang harus dilakukan ialah mengadakan Diskusi Seni Musik Tradisional bersama seluruh kesenian yang ada di Kutai Kartanegara.

Anusirwan mengatakan Tujuan Diskusi Seni Musik Tradisional ini bukan untuk merusak tradisi artinya apaun yang bapak ibu lakukan untuk tradisi janga di bawa untuk kebutuhan ini, seperti musik untuk upacara yang sakral, karna yang repot kita semua, tetapi kembali lagi kalu masih bisa di bawa kesini apa - apa yang bisa dihilangkan supaya tidak menjadi sakral.

Di jelaskan tentang nilai – nilai religi yanga terdapat di dalam adat, Peranan alat musik tradisi sesungguhnya berperan sebagai kelengkapan dari suatu upacara adat fungsinya adalah alat komunikasi di dalam ritual yang memiliki dua dimensi, pertama sifat dimensi vertical dengan yang maha kuasa ataupun dengan para leluhur dan dimensi antara sesama kita manusia sedangkan fungsi – fungsi lainnya yang berhubungan sesuai dengan penggunaan pada lingkungan komunitasnya masing – masing. Ketika suatu bunyi atau suatu alat digunakan dalam suara yang sama, pukulan yang sama, dengan keperluan tertentu yang nuansanya adalah ritual dan upacara adat.





Anusirwan juga mengatakan bahwa Saya di undang kesini untuk mencoba sesuatu yang baru dan bukan saya sendiri yang bekerja, yang bekerja disini adalah kita semua, saya disini hanya mencoba menyusun potensi yang ada disini, jadi potensi itu kalau saya dari Jakarta membawakan musik untuk para peserta, maka akhirnya tidak mengerti apa yang saya buat. Maka dari pengalaman para pelaku seni yang ada kita bisa menimbulkan ide, konsep baru tentang musik, tidak terbatas pada apa yang kita mainkan. Karna musik ini ialah expresi manusia dan fungsi musik ini sangat banyak sekali diantaranya untuk ritual adat, hiburan, dan lain - lain. bahkan sekarang musik itu di gunakan untuk pengobatan. Padahal musik untuk pengobatan itu sudah lama dan sekarang baru muncul yang namanya musik rilexsasi, tetapi untuk pengobatan musik itu sudah di lakukan sejak dulu, seperti belian yang menggunakan musik untuk pengobatan

Salah seorang peserta Diskusi Seni Musik Tradisional memberikan masukan dan pendapatnya, Menurut bapak Cio dari pelaku seni dan dari suku dayak ini perlu adanya inisiatif terlebih dahulu agar itu tidak memiliki pengaruh dampak yang bisa mempengaruhi suasana kita untuk kebutuhan tontonan umum atau hiburan. Masing – masing komunitas memiliki cara untu membuat semacam ritual pelepasan yang ada melekat pada alat musik tersebut. Artinya pada saat pukulan – pukulan itu di buat yang arahnya ke acara adat dan untuk menjaga kemungkina tersebut.

Usai pemaparan singkatnya bapak Anusirwan langsung mengajak seluruh peserta untuk mecoba alat musik tradisional yang telah di bawa oleh masing – masing peserta, dengan melalui arahan bapak anusirwan agar tercipta musik yang baru dengan menggabungkan seluruh alat musik daerah yang ada seperti gambus, sampek, gong, kelentangan, gendang dan lain – lain.

Dari hasil kolaborasi seluruh alat musik dan latihan dalam waktu yang singkat melalui arahan bapak Anusirwan yang di kembangkan oleh para pemain alat – alat tradisional tersebut maka terciptalah alunan musik yang indah untuk di dengar.Hasil kolaborasi musik tersebut di tampilkan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP., dan para penonton yang hadir untuk menyaksikan penutupan dan hasil dari Diskusi Seni Musik Tradisional tersebut, dan kolaborasi semua musik tradisional tersebut mendapat apresiasi dan tepuk tangan yang meriah karna keindahan dari alat musik yang di mainkan secara bersama oleh semua seniman Kutai Kartanegara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP. Mengatakan bahwa para pelaku seni yang hadir dan mengikuti Diskusi Seni Musik Tradisional saat ini akan tampil pada acara Pembukaan EFAF, Festival Perahu Naga International, dan setiap acara kegiatan seni yang ada di Kutai Kartanegara. Dan pada Akhir mei bapak Anusirwan akan datang kembali untuk melakukan latihan secara rutin selama 2 minggu, untuk penampilan pada kegitan Pembukaan Erau.










Pembukaan Diskusi Seni Musik Tradisional


 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara telah mengadakan Diskusi Seni Musik Tradisional, yang berlangsung di gedung Podok Jajak Tenggarong, pada tanggal 10 – 11 April 2014, Acara tersebut di hadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP, dan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata beserta seluruh Kepala bidang dan Kepal Seksi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.






 Diskusi Seni Musik Tradisional ini menghadirkan pembicara dan narasumber dari IKJ yaitu Dosen Etno Musikologi, Bapak Anusirwan. Kegiatan Diskusi Seni Musik Tradisional ini di buka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni, MPP.

Dalam sambutannya Dra. Sri Wahyuni, MPP., mengapresiasi semua tamu dan peserta yang hadir karna menghadirkan kelompok – kelompok kesenian yang ada di Kutai Kartanegara, diantaranya dari Suku Dayak dan Kutai, Beliau mengatakan Kelompok Seni yang hadir ini telah memiliki modal dalam berseni dan sudah punya penglaman, maka akan di kombinasikan  pada diskusi seni selam dua hari ini, bapak dan ibu akan di tambah kemapuannya, supaya pengalaman dan modal dasar yang sudah dimiliki bisa lebih menggugah pendengar yang bisa mendengarkan music yang di mainkan, tentu akan berbeda ketika musik itu di bawakan dengan irama yang tidak di bawakan dari dalam hati dengan music yang datang dari dalam jiwa, kita sering mendengar sjian music itu terdengar biasa, tetapi ketika orang yang membawakan tau bagaimana cara menyajikan music  maka dia bisa menghipnotis pengunjungnya untuk mengapresiasi music yang di mainkan, kita juga ingin seperti itu music tradisional bukan sekedar di kenal music pengiring lagu tari , sebagai music pengiring kegiatan religius, tetapi kita ingin mengedukasi masyarakat bahwa music tradisional ini layak di apresiasi kalau cara bermusiknya itu benar , cara musiknya itu sesuai dan bisa membaca potensi pasar, tidak jarang kita melihat bagaimana music tradisional berkolaborasi dengan music modern, tujuannya tidak sedikitpun ingin mengurangi peran music tradisional, tetapi yang diinginkan sebenarnya adalah ingin mengangkat music tradisional melalui media konfigurasi, dan supaya sodara – sodara kita yang selama ini memandang sebelah mata terhadap music tradisional mereka tergugah ternyata music tradisional itu bisa sejajar dan memang yang namanya music itu universal siapapun bisa memainkan music itu siapaun boleh mendengar dan sebagai pemilik seni budaya justru kita memiliki tanggung jawab moral kita yang harus lebih dulu, orang yang di depan untuk melestarikan seni music tradisional yang kita miliki.

Seperti alat music gitar tradisional sampek sudah berkolaborasi dengan orkhestra atau musik  jas di kenal dari panggung ke panggung, orang yang tadinya hanya penggemar music jas, tetapi begitu ada alat musik sampek, orang akhirnya mengenal , ternyata masyarakat dayak itu memiliki alat music yang namanya sampek dan alat musiknya ternyata bisa bermain bersama dengan alat music modern. Secara tidak langsung kita sudah mengedukasi masyarakat yang tidak mengenal sampek akhirnya mengenal sampek, mengenal masyarakat dayak dan juga mengenal helai dawai yang tidak sama dengan gitar biasa, cara memainkannya juga berbeda, tidak semua orang bisa memainkannya harus belajar. Kalau gitar bisa di pelajari dengan membeli buku dan bisa belajar dengan teman, bisa main music dan ritmenya di pelajari, tetapi sampek, gambus harus belajar langsung dengan orang yang sudah bisa memainkan alat musik tradisional seperti sampek tersebut.

apabila nanti mengkolaborasi music tradisional dan modern dan juga tidak kalah penting, bagaimana kita mengajak generasi muda bisa bangga dengan music tradisionalnya bukan dengan unsur modernnya, sebenarnya pesan kita adalah inilah music tradisional tetapi bisa eksis di panggung nasional bahkan di panggung international. Kita harus mengikuti pola baimana caranya kita supaya bisa di terima semua kalangan.

Adapun Output dari diskusi seni music tradisional ini adalah kita ingin membentuk sebuah kegiatan yang namanya pagelaran music tradisional yang akan kita tampilkan pada saat Erau International Folklore and Art Festival pada tanggal 15 Juni 2014. Dan di harapkan akan tampil 2 kali, yang pertama saat pembukaan EIFAF tanggal 15 Juni 2014 dan 19 Juni 2014 pada pembukaan turnamen Perahu Naga International. Disampaikan bahwa tahun ini akan di hadiri 10 negra, 250 seniman asing yang akan datang, dan turnamen Perahu Naga yang akan diikuti oleh empat Negara. Jadi dua kelompok Negara yang berbeda akan menyaksikan bagaimana sajian music tradisional yang dimiliki oleh Kutai Kartanegara.

Pak Anusirwan menyarankan tidak bisa langsung latihan kalau tidak di mulai dengan diskusi seni ini, dengan membuat satu persepsi dan bermusik secara umum, sebelum sampai pada pagelaran semua harus punya satu pemahaman bagaimana pagelaran music itu berjalan  supaya ketika nanti latihan kita sudah saling mengenal satu sama lain. Dan ini juga salah asatu bentuk silaturahmi seni kita.

Semua peserta membawa alat musiknya sehingga ketika diskusi bisa langsung berinteraksi dengan pak nusirwan sebagai pembimbing dan pembicara. Di harapkan peserta diskusi ini akan menjadi peserta yang akan menampilkan pagelaran music tradisional nanti dan akan di tambah lagi beberapa music pendukung.

Anusirwan juga memberikan saran bisa saja pagelaran musik itu konsef musik instrument atau konsef musik pengiring ada paduan suara, jadi kolaborasi antara paduan suara dan musik pengiring, dan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memiliki tim paduan suara jadi bisa di kombinasikan. Dan ini belum pernah di tampilkan pembukaan EIFAF dan akan sangat baik sehingga pengunjung akan sangat apresier, apalagi peserta dari luar mereka harus mengetahui inilah musik tradisional Kutai Kartanegara.

Harapan dari Dra. Sri Wahyuni. MPP., agar para peserta diskusi bisa aktif dalam mengikuti sampai selesai diskusi ini. Apa yang telah dilakukan hari ini adalah cikal bakal, peserta hari ini adalah pionirnya, karna kita ingin nanti pemain atau pemusik pagelaran musik tradisional ini tidak terhenti sampai di Erau saja tetapi berharap pembinaan akan berjalan terus sehingga bapak dan ibu sebuah tim konser musik tradisional Kutai Kartanegara.

Di informasikan bahwa saat ini disbudpar dengan PU sedang membuat DED yang namanya Pusat kebudayaan Kutai, sedang membuat rancangan desain rancangan bangunan pusat kebudayaan Kutai yang di dalamnya ada auditorium ada ruang galeri ini salah satunya diisi dengan alat – alat musik yang di mainkan oleh pemusik konser tradisional.

Usai pembukaan dari Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata, acara berlanjut dengan pemberian materi dari bapak Anusirwan dan praktek langsung dengan alat musik tradisional yang telag di bawa oleh masing – masing peserta atau kelompok seni yang hadir.      







 



 



 



 


Kunjungan Komisi IV DPR Provinsi Kalimantan Timur Ke Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata




Senin tanggal 7 April 2014, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara mendapat Kunjungan kerja dari Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur, yang Bertempat di Ruang rapat atau gedung serba guna Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, rombongan dari Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur di terima langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP, yang di dampingi Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Hj. Yuni Astuti.

Hadir dalam rapat kunjungan Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur diantaranya Ketua Komisi IV Ahmad Abdullah, Wakil Kepala Komisi IV Hj. Encik Widyani, Mudiyat Noor, H. Waris Husen, yakub usung, SE.





Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur memperkenalkan satu persatu peserta rombongan yang hadir, dan menyampaikan maksud dan tujuannya ialah ingin mendengarkan program kerja dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara dan memberikan dukungan terhadap program kerja tersebut.

Di jelaskan dalam rapat tersebut Dra. Sri Wahyuni. MPP, selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, mengucapkan terimakasih atas kunjungan dari Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, Dra. Sri Wahyuni. MPP menjelaskan mengenai ringkasan program kerja Dinas kebudayaan dan Pariwisata, 1. Pengayaan Event / pagelaran seni baik dalam skala regional, nasional, maupun International. 2. Pengembangan paket tujuan wisata. 3. Pengembangan desa wisata. 4. Peningkatan sarana dan prasarana obyek wisata. 5. Peningkatan Sumber Daya Manusia pariwisata. 6. Pembinaan kelompok kesenian. Lebih lanjut mengenai pengayaan Event / Pagelaran seni baik dalam skala local, nasional maupun internasional, adapun Event skala internasional seperti Erau International Folklore and Art Festival (EIFAF) yang di laksanakan tanggal 15 – 22 Juni 2014, diikuti 10 negara asing dengan jumlah 250 orang seniman tradisi mancanegra, bersama – sama dengan grup kesenian daerah se-Kalimantan Timur dan even yang berskala nasional Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ) dan Rakornas Asita III 2014, dan event yang berskala regional seperti Pagelaran seni semarak nusantara ( paguyuban dan etnis se- Kutai Kartanegara, Festival Lampion, Festival film pendek kawa haq, Festifal tari jepen se Kalimantan Timur ( bekerjasama dengan yayasan total E & P), Festival kampoeng koetai, pentas seni anak, Festival seni tradisi bagi desa – desa budaya.





Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP, telah mengusulkan atau menyampaikan kepada Komisi IV DPRD Provinsi, tentang kgiatan yang menunjang sector pariwisata diantaranya mengenai perbaikan jalan poros yang menuju objek – objek wisata yang ada di Kutai kartanegara, peningkatan prasarana obyek wisata seperti pemecah gelombang pantai samboja, pembangunan museum perjuangan Sangasanga, Dermaga penyebrangan pantai pangempang kecamatan Muara badak.

Dra. Sri Wahyuni. MPP., menyampaikan bahwa di kutai Kartanegara ada 9 desa wisata yang dapat di kunjungi, seperti Desa Kutai Lama, Kelurahan Sangasanga dalam, Desa lung anai, Desa betuah, Desa wisata sumber sari, Desa Wisata Sangkuliman, Desa wisata kersik, Desa muara Kaman ulu yang seluruh desa wisata tersebut memiliki daya tariknya masing – masing. Usai pemaparan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP., ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Abdullah  memberikan apresiasi dan dukungannya terhadap program kerja dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, khususnya mengenai desa wisata, dan tempat atau objek wisata yang ada di Kutai Kartanegara yang akses jalannya masih ada yang belum baik, dan Ahmad Abdullah akan menyampaikan masukan dan keluhan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ke Ketua DPR RI Provinsi Kalimantan Timur.

Di akhir rapat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP menyerahkan cendramata ke ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Abdullah  sebagai kenang – kenangan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata karna telah berkunjung ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kartanegara.       



Persiapan Pembekalan LO Dan Helper EIFAF 2014


Diberitahukan kepada LO dan Helper Erau International Folklore and Art Festival (EIFAF) yang telah dinyatakan lulus seleksi bahwa akan diselenggarakan Pembekalan bagi LO dan Helper pada:

Tanggal : 28 April 2014

Tempat : Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kutai

Kartanegara (gedung Kembar B, Lt. 3)

Pukul : 08.00 WITA

untuk persiapan penyelenggaraan pembekalan ini, para LO dan Helper juga diharapkan hadir pada tanggal 26 April untuk acara pengarahan persiapan pembekalan bagi LO dan Helper, bertempat di Planetarium Jagad Raya, Tenggarong pada Pukul 10.00 Wita.

Demikian pemberitahuan ini disampaikan. untuk perhatiannya diucapkan terimakasih



Panitia EIFAF 2014


Sosialisasi Desa Wisata Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata


 Acara Sosialisasi Desa Wisata yang telah di laksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara di Hotel Liza Tenggarong, acara Sosialisasi tersebut berlangsung pada tanggal 24 Maret 2014, hadir sebagai Peserta Acara Sosialisasi ini diantaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP, yang di dampingi Skretaris, Kepala Bidang dan Kepala Seksi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dari Kecamatan Loa Kulu atau Lung Anai yang beranggotakan 14 orang, dari Kecamatan Loa Janan atau Batuah yang beranggotakan 14 orang, dari Kecamatan Sanga Sanga yang beranggotakan 15 orang, Kecamatan Anggana yang beranggotakan 14 orang, masing – masing kecamatan di wakili oleh Kepala Desa dan Tokoh Masyarat atau Tokoh Adat, Pelaku usaha, Kelompok Seni, serta Pemuda.



 Acara Sosialisasi Desa Wisata ini diawali dengan pembukaan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, S.Sos. MM, yang di wakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP membuka Acara Sosialisasi Desa Wisata Tersebut. Usai di buka oleh Dra. Sri Wahyuni. MPP. Acara berlanjut dengan dua kali pemberian materi yang di awali dengan pemateri Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenkraf ) Hari Ristanto, BBA. MSc dan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang langsung di berikan oleh Kepala Dinas Kebedayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP.  

Pemateri awal dalam acara Sosialisasi tersebut ialah Hari Ristanto, BBA. MSc dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenkraf ). Dalam pemaparannya kepada peserta Sosialisasi Desa Wisata, menerangkan banyak hal mengenai Pariwisata dan Perkembangannya, yang di dalamnya terdapat empat sub yaitu Pariwisata Berkelanjutan, Pariwisata Bertanggung Jawab, Ekowisata, dan Pariwisata Pro Rakyat.

Hari Ristanto, BBA. MSc menyampaikan Pariwisata Berbasis Masyarakat ialah pariwisata yang memperdulikan keberlangsungan lingkungan, sosial dan budaya dan menempatkan masyarakat sebagai perencana, pengelola dan pemilik, yang memberikan dampak positif pada peningkatan kesejahetraan masyarakat dan bertujuan sebagai aktifitas yang memberikan pengalaman lebih pada wisatawan dimana dapat meningkatkan kepedulian dan memberikan pelajaran mengenai keseharian masyarakat lokal di suatu desa. Lebih lanjut beliau mengatakan suatu Desa dapat memiliki daya tarik wisata diantaranya Aksebilitasnya baik, memiliki atraksi menari berupa alam, seni budaya, legenda, makanan lokal, dan sebagainya untuk di kembangkan sebagai daya tarik wisata, keamanan di desa tersebut terjamin, tersedia akomodasi, telekomunikasi dan tenaga kerja yang memadai, beriklim sejuk, nyaman, dan alami, berhubungan dengan obyek wisata lain yang sudah di kenal oleh masyarakat luas.

Adapun mengenai Desa Wisata ialah merupakan suatu bentuk lingkungan pemukiman yang sesuai dengan tuntutan wisatawan dalam menikmati, mengenal dan menghayati atau mempelajari kekhasan desa beserta segala daya tariknya. Desa Wisata  memilki kriteria diantaranya Memiliki Atraksi wisata yang mencakup alam, budaya, dan hasil ciptaan manusia. Memiliki jarak tempuh. Besaran desa yang menyangkut masalah – masalah jumlah rumah, jumlah penduduk, karakteristik dan luas wilayah desa. Memiliki system kepercayaan dan kemasyarakatan. Memiliki ketersedian infrastruktur yang meliputi fasilitas dan pelayanan transportasi, fasilitas listrik, air bersih, drainase, telpon, dan sebagainya.

Hari Ristanto, BBA. MSc juga memaparkan mengenai prinsip pengembangan Desa Wisata, Langkah Pengembangan Desa Wisata, Program – Program Desa Wisata dan tujuannya, Indikator keberhasilan Desa Wisata. Terkhir beliau menyampaikan mengenai PNPM Mandiri Pariwisata dari mekanismenya, kegiatan yang di larang PNPM Mandiri Pariwisata, Mekanisme Pengusulan Desa Wisata, pelaksanaan PNPM Mandiri Pariwisata dan Dana PNPM Pariwisata yang digunakan untuk peningkatan kemampuan atau kapasitas Masyarakat dalam hal pariwisata.



 Setelah pemaparan materi pertama dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenkraf ) Ristanto, BBA. MSc, di lanjutkan dengan pemaparan materi dari Dra Sri Wahyuni. MPP, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara. Beliau memaparkan mengenai Program Desa Wisata Kabupaten Kutai Kartanegara, yang isinya antara lain mengenai payung hukumnya, syarat menjadi desa wisata.

Dra. Sri Wahyuni, MPP mengatakan adapun tujuan dari program desa wisata ialah percepatan pembangunan desa ( sarana dan prasarana ). Peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan potensi dan karekteristik khas wisata desa. Dan Peningkatan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan pariwisata daerah. Ada lima pilar dalam pengembangan Desa Wisata yaitu pertama, Kualitas Sumber Daya Manusia. Kedua, Ketahanan atau kemandirian pangan. Ketiga, Kapabilitas pemerintahan dan aparatur desa ( kelembagaan ). Keempat, Daya saing, dan Kelima, Ketersedian Infrastruktur.



 Dra. Sri Wahyuni. MPP, menyampaikan bahwa baik masyarakat, Aparatur Pemdes dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memiliki peranannya masing - masing, seperti Aparatur Pemdes berperan Memfasilitasi data potensi desa, Mengalokasikan dukungan kegiatan pada ADD, Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang program Desa Wisata, Memfasilitasi Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwisa ). Sedangkan Peranan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ialah bisa berupa Bimbingan, pelatihan, pembinaan, dan supervise. Pengembangan fasilitas sarana dan dan prasarana penunjang atraksi wisata. Memfasilitasi kemitraan pengembangan produk wisata desa. Dan mempasilitasi lintas sektoral atas kebutuhan pengembangan Desa Wisata. Sedangkan masyarakat juga memiliki perananya antara lain Berpartisifasi dan mendukung pembentukan Pokdarwis. Memberikan masukan dan pemikiran tentang penggalian potensi desa. Mensosialisasikan program Desa Wisata di kalangan masyarakat. Bersama – sama aparat Pemdes merencanakan kebutuhan dan program pengembangan desa wisata. Dan Mendorong para tokoh masyarakat untuk aktif dalam kepentingan Pikdarwis. Dan Di akhir pemaparannya Dra. Sri Wahyuni. MPP, memperlihatkan potensi – potensi dan atraksi wisata yang terdapat di desa Kutai lama, Kelurahan Sangasanga,  Desa Lung Anai, dan Desa Batuah.





Haul Akbar Sultan Aji Muhammad Sulaiman





Acara haul tersebut di awali dengan solawat dan diisi tausiah oleh Habib Muhammad Al Habsy. Usai tausiah acara berlanjut dengan doa, zikir, tahlil, serta pembacaan manakib ( riwayat ) Sultan Aji Muhammad Sulaiman Al Adil Khalifatul Mu’minin Fibiladil Kutai,   dan berlanjut dengan ziarah ke makam Sultan Aji Muhammad Sulaiman Al Adil Khalifatul Mu’minin atau Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XVII, dan berlanjut ke makam pendiri kota Tenggarong yaitu Sultan Aji Imbut yang bergelar Sultan Mohammad Muslihuddin ( Sultan ke 15 ), acara ini juga sebagai syukuran atas peberian nama ‘Bandara International Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan’.



 Dalam kesempatannya Dr. H. Awang Faroek Ishak mengatakan pembangunan dan kemajuan yang dilaksanakan saat ini tidak terlepas dari peran dan upaya yang dilakukan para pendahulu khususnya orang – orang yang telah memimpin daerah ini termasuk Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Kerajaan Kutai pernah mencapai puncak kejayaan sewaktu kepemimpinan Sultan Kutai ke 17 dan telah dirasakan hingga sekarang, bahkan Kerajaan Kutai Kartanegara ing martadipuratelah memiliki undang – undang yang di sebut panji selatan. Raja telah mengeluarkan kebijakan tentang pelarangan perbudakan dan perlindungan terhadap pelestarian alam sebelum Negara lain membuat aturan tentang hak asasi manusia dan aturan mengenai lingkungan hidup. Sutan Kutai telah menetapkan kawasan hutan konservasi seluas dua juta hectare yang sekarang dengan taman nasional Kutai, namun setelah jaman kemerdekaan telah di bagi – bagi untuki keperluan hak pengusahaan hutan hingga tinggal ratusan ribu hektar saja. Bahkan Kutai khusnya Tenggarong merupakan daerah pertama di Indonesia yang memiliki pembangkit listrik tenaga batu bara yang di bangun di Loa Kulu sehingga mampu menerangi Kota Tenggarong dan Samarinda.








PENGUMUMAN HASIL SELEKSI LO EIFAF DAN MAHAKAM INTERNATIONAL DRAGON BOAT FESTIVAL



Hari ini (26/03) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kartanegara mengumumkan hasil seleksi LO untuk Erau International Folklore and Art Festival serta LO untuk Mahakam International Dragon Boat Tournament 2014. Hasil seleksi ini merupakan hasil penjurian dari seleksi tertulis dan wawancara. Penyeleksi/juri dari kegiatan ini adalah Ibu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni.,MPP dan Kepala Bidang Pemasaran Wisata Drs. Witontro beserta Panitia seleksi LO EIFAF dan Mahakam International Dragon Boat Festival.
Dari seleksi ini terpilih 25 orang untuk menjadi LO kegiatan EIFAF 2014, serta 10 orang sebagai LO kegiatan Mahakam International Dragon BoatFestival, mereka tersaring dari 93 peserta yang mengikuti seleksi LO pada tanggal 18 Maret 2014, sepekan lalu. Berikut adalah nama-nama para LO yang terpilih: Hasil Seleksi Liaison Officer (LO) Erau International Folklore and Art Festival 2013 serta Mahakam International Dragon Boat Festival 2014.



NAMA-NAMA LO (LIAISON OFFICER) ERAU INTERNATIONAL FOLKLORE AND ART FESTIVAL (EIFAF) 2014       




NO    NO PESERTA    NAMA

01    1    Nia Marliani. S, S.Pd

02    7    Wahyu Aulia Wati

03    15    Hendri Fatkhul Munif

04    17    Sherlington Kalapadang

05    19    Heru Wahyu Prasetya

06    24    Martilova Filemon

07    27    Sinta Mustika Andryani

08    28    Febrina Gita G

09    29    Angga Reja Fadlie

10    35    Nurul Choti'ah

11    36    Akbarandi

12    40    Anisa Puspita Sari

13    44    Gamonant Yusuf E

14    48    Essy Novia Isfahan

15    49    Andika

16    52    Aldi Riandana

17    53    Rizki Mei Safitri

18    55    Sandy Mulya Cipta

19    57    Eko Yudinto

20    67    Riska Amalia

21    70    Dedy Purwa Nugraha

22    71    Rahmawati

23    74    Ayu Mulya Perdini

24    83    Tiara Verdiana Putri

25    91    Utari Citra Ihsani







NAMA-NAMA LO UNTUK       

MAHAKAM INTERNATIONAL DRAGON BOAT FESTIVAL 2014       
  

NO    NO PESERTA    NAMA

01    8      Agie Adhita Candra

02    11    Normalita

03    20    Ona Petrus

04    30    Gusti Zia Cristy

05    37    I Putu Budiana Putra

06    62    Emir Abdi Suhada

07    86    Muslianah

08    90    Rosalia

09    92    Wulan Sari

10    93    Dwi Ratna Sari



Kepada Para LO yang telah dinyatakan lulus untuk segera mendaftar ulang (konfirmasi) ke Sekretariat Panitia EIFAF 2014 pada tanggal 28 - 29 Maret 2014 di Planetarium Jagad Raya, Tenggarong.







SELEKSI LO EIFAF DAN LO INTERNATIONAL DRAGON BOAT TOURNAMENT 2014


Seleksi penerimaan Lo (Liaison Officer) untuk Erau International Folklore and Art Festival 2014 serta LO untuk International Dragon Boat Tournament telah berlangsung hari ini di Sekretariat EIFAF Planetarium Jagad Raya, Tenggarong(18/03). Acara ini berlangsung pada pukul 08.00 sampai selesai. Seleksi berupa tes tertulis dan tes wawancara.




Kegiatan seleksi ini dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dra. Sri Wahyuni.,MPP. Dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa bangganya bahwa jumlah peserta yang ikut seleksi diluar dari perkiraan karena ternyata banyak yang berminat untuk mengikuti seleksi LO. Jumlah peserta seleksi LO EIFAF dan LO International Dragon Boat Tournament ini mencapai 92 orang dengan peserta yang berasal dari Tenggarong dan luar Tenggarong yaitu dari Samarinda dan Loa Janan. Jumlah LO yang akan terpilih nantinya adalah 37 orang. 25 orang untuk LO EIFAF dan 12 orang untuk LO International Dragon Boat Tournament.




Ibu Sri Wahyuni menyampaikan bahwa LO merupakan orang terdepan yang mewakili Kutai Kartanegara dalam pemberian informasi maupun membantu para peserta EIFAF dan International Dragon Boat Tournament. Oleh karena itu, selain harus menguasai bahasa Inggris, LO juga harus memiliki pengetahuan yang luas mengenai Kutai Kartanegara serta adat istiadat, budaya, objek wisata serta makna Erau itu sendiri.




Tahun ini Erau Pelas Benua Etam kembali digabung dengan EIFAF (Erau International Folklore and Art Festival dan akan berlangsung pada tanggal 15 s/d 22 Juni 2014. Negara-negara anggota CIOFF yang berencana akan hadir diantaranya berasal dari India, Belanda, Taiwan, Sierra Lion, Italia, Korea Selatan, Bulgaria, Mesir dan Turki. Agar tahun ini LO bisa lebih professional dalam melaksanakan tugas, nantinya setelah terpilih para LO ini akan mendapatkan pembekalan (workshop) sebelum akhirnya terjun langsung menjadi LO dan mendampingi para peserta EIFAF.




PENDAFTARAN LO DAN HELPER EIFAF 2014



Dalam rangka mensukseskan Event Erau International Folklore And Art Festival yang berlangsung pada tanggal 15 Juni s/d 22 Juni 2014, dimana dalam kegiatan tersebut akan diikuti juga oleh peserta anggotan CIOFF ( International Council Of Organitations Of Folklore Festival And Folks Arts ) dari 10 Negara. Untuk memudahkan komunikasi peserta Folklore asing dengan panitia dan masyarakat maka sangat diperlukan tenaga LO ( Liaison Officer ) yang menguasai bahasa inggris aktif. Maka dengan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab Kutai Kartanegara mengadakan Seleksi Penerimaan LO ( Liaison Officer ).

Kriteria Pemilihan 

A. Persyaratan Peserta

1. Laki - laki dan Perempuan

2. Mahasiswa & Umum

3. Usia 18 - 30 Tahun ( Sertakan foto copy KTP dan pas foto 3x4, 2 

Lembar )

4. Berpenampilan menarik

5. Mampu Berbahasa Inggris Aktif

6. Berwawasan Luas dan menguasai pengetahuan mengenai 

pariwisata di Kutai Kartanegara 

7. Mampu Bekerja Dalam Tim 

8. Inisiatif dan Motivasi tinggi

9. Komitmen dan Bertanggung Jawab

10. Pendaftaran dimulai tgl. 03 - 14 Maret 2014

11. Mengisi Formulis Pendaftaran dan dikembalikan kepada : 

Panitia EIFAF 2014 

Planetarium Jagat Raya Tenggarong

Jl. Diponogoro Tenggarong, Kutai Kartanegara 

B. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

1. 03 - 14 maret 2014 : Pendaftaran LO ( Liaison Officer ) & 

Helper

2. Rabu, 19 Maret 2014

Pukul 09.00 Wita - Selesai : Seleksi Test Tertulis dan 

Wawancara.

3. Rabu, 26 Maret 2014 : Pengumuman Penerimaan Lo ( liaison 

Officer ) & Helper

Contact Persons :

1. Aji Ali : Hp. 0811.5849.42

2. Andi Widyaningsih : Hp. 0821.5290.2310

3. Dyna : Hp. 0853.1028.9944

4. Iin : Hp. 0851.5800.0633