Banner 0

Beluluh Awal

Banner 2

Banner 3

Desa Budaya

Banner 5

Buka Erau

Banner 7

Banner 8

Statistik

Hit hari ini : 43
Total Hits : 1,529,325
Pengunjung Hari Ini : 9
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 416,424

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 62 Next > Last >>

 Wisata Taman Gubang Di Desa Loa Ulung

Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara menjadikan lahan bekas kolam tambang batu bara PT Fajar Bumi Sakti (FBS) menjadi tempat wisata baru di Kukar, terkhusus di Tenggarong Seberang bernama Taman Gubang. Untuk memasuki area Taman Gubang, per orang dikenakan biaya Rp. 5.000. Selanjutnya dengan membayar Rp. 20.000, pengunjung sudah bisa berwisata dikolam selama 1 jam dengan kapasitas 2 orang per gubang.

Jika diperuntukkan untuk memancing, pengunjung akan dikenakan biaya Rp. 30.000 dengan waktu dan kapasitas yang sama.“Itu lahan eks kolam tambang PT FBS, baru di buka pada Sabtu kemarin,” kata Camat Tenggarong Seberang, Bapak Suparman, Minggu (28/6/2020).Suparman mengatakan, adanya tempat wisata gubang tersebut bisa memperkenalkan Kecamatan Tenggarong Seberang, khusunya Desa Loa Ulung lebih luas lagi oleh masyarakat Kukar.
Apalagi di Tenggarong seberang sendiri terdapat 18 Desa.Selain kolam bekas tambang, pengunjung juga bisa bermain dikolam tersebut dengan menggunakan perahu dan kapal. Nantinya, Camat Tenggarong Seberang, Bapak Suparman akan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kukar untuk mempromosikan tempat wisata tersebut secara luas sehingga bisa menarik minat pengunjung datang ke Taman Gubang.

 Webinar Kuliner Kutai Melalui Daring

Sebagai salah satu sub-sektor ekonomi kreatif, kuliner adalah bidang yang harus dikembangkan bersama untuk mendukung potensi daerah. Webinar “Bebaya Etam Lestarikan Kuliner Kutai”mengajak pelaku dan pegiat kuliner Kutai Kartanegara untuk berdiskusi dan memberikan ide dalam mengembangkan kreasi kuliner khas Kutai Kartanegara.Webinar dilaksanakan pada hari Jumat, 22 Mei 2020 pukul 14.00 – 16.00 WITA melalui aplikasi Zoom. Bersama Chef Ari Galih dan dipandu oleh Kandi Windoe (Interface Indonesia), webinar kali ini diharapkan mampu menjadi penggerak masyarakat di sektor UKM dan entrepreneur bagi kalangan generasi muda.
Dengan adanya webinar yang membahas tentang kuliner khas kutai, diharapkan juga pada saat masa pendemi ini, orang-orang tetap bisa produktif dirumah dengan mengikuti dan mendapat ilmu kuliner khas kutai walaupun diharuskannya Stay At Home untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

 Road To Kutai Kartanegara City Branding

Hari Senin (16/3/2020) di Kecamatan Sangasanga, bertempat di Guest House Putra Ramli, kegiatan Workshop Penyusunan Branding Daerah Kutai Kartanegara khusus Wilayah Pesisir dilaksanakan pemerintah Kutai Kartanagara melalui Dinas Pariwisata dengan bekerjasama dengan pihak terkait.
Workshop ini merupakan upaya untuk menghasilkan City Branding dengan cara menggali informasi dari setiap kecamatan di Kutai Kartanegara yang berjumlah 18 Kecamatan di wilayah pesisir agar nantinya ada koordinasi antar wilayah dalam penyampaian informasi sehingga nantinya akan berdampak pada kemajuan daerah pesisir di Kutai Kartanegara khususnya pada kepariwisataannya.Hari pertama Workshop berlangsung di Zona Pesisir yang dihadiri oleh perwakilan dari Kecamatan Sangasanga, Muara Jawa, Samboja, Muara Badak, Anggana dan Marangkayu yang merupakan daerah dengan wisata pantai maupun wisata pesisir laut.
Setiap masing-masing Kecamatan mengirim 5 peserta dari kalangan Akademisi, Pengusaha, Komunitas dan Aparat Pemerintah yang berhubungan langsung dengan kegiatan tersebut yaitu pembahasan mengenai penyusunan branding daerah Kutai Kartanegara yang pada acara ini khusus wilayah pesisir.

 Persiapan Dinas Pariwisata Kukar Dalam Membuka Objek Wisata

Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara terus melakukan persiapan. Sembari menunggu adanya instruksi relaksasi di bidang pariwisata dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kukar. Dalam kesempatan kali ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar mengatakan “Masih menyiapkan protokol kesehatannya,” ujar Bapak Thauhid Afriliannoor, Kamis (18/6/2020). Sejauh ini beberapa persiapan yang dilakukan ialah menyiapkan tempat cuci tangan, alat pengecek suhu tubuh. Pengadaan alat serta sarana protokol kesehatan tersebut terus berjalan.
Beberapa tempat wisata yang sedang dipersiapkan untuk dibuka kembali seperti Waduk Panji Sukarame, Museum Kayu, Pulau Kumala dan Pantai Merah Samboja.Berbeda dengan tempat wisata milik pemerintah daerah, objek wisata milik swasta malah terlebih dahulu beroperasi. Berdasarkan pantauan Dispar Kukar, beberapa tempat tersebut juga sudah menerapkan protokol kesehatan.“Yang pasti tempat wisata milik pemerintah daerah masih tunggu perintah tim gugus tugas. Dan apabila ada yang buka, itu bukan dari anjuran pemerintah.
Mungkin karena mereka sudah tidak tahan untuk buka lagi, ya silakan aja, tapi protokol kesehatannya betul-betul diperhatikan,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar. Selain itu, Bapak Thauhid Afriliannoor berpesan agar pengelola memastikan pengunjung yang datang dalam keadaan sehat di samping mengimbau masyarakat bersabar sampai keadaan memungkinkan untuk pemerintah membuka tempat wisata.

 Pembuatan Video Protokol Kesehatan Covid-19 Di Pulau Kumala

Objek wisata menjadi bagian yang paling terdampak virus corona atau yang kita kenal dengan covid-19. Tak terkecuali objek wisata Pulau Kumala yang berada ditengah kota Tenggarong. Protokol kesehatan menjadi syarat wajib bagi seluruh tempat yang memungkinkan terjadinya kerumunan massa, dalam hal ini Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara melakukan persiapan pembuatan video untuk memulai pola hidup baru yang biasa dikenal dengan “new normal” pada hari Rabu (10/6/2020) pagi.
Video ini menjelaskan tentang bagaimana masyarakat tetap bisa berwisata dengan aman tanpa kekhawatiran dengan adanya virus corona. Masyarakat di himbau & diharuskan untuk mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat memasuki objek wisata Pulau Kumala. Adapun protokol kesehatan yang diterapkan seperti wajib menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki Pulau Kumala, pengunjung wajib membawa handsanitizer, selalu mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan, hindari kerumunan dan selalu menjaga jarak (social distancing).Dimulai dari seorang pedangan yang biasanya berjualan disekitar area Pulau Kumala merasakan dampak dari virus corona karena penghasilannya menurun sejak ditutupnya objek wisata, namun harapan itu muncul ketika penerapan “new normal” dimulai. Perlahan Pulau Kumala mulai didatangi pengunjung sehingga roda ekonomi bagi pedagang sekitar juga mulai berjalan.Saat antri tiket, diperlihatkan pengunjung mengikuti aturan-aturan protokol kesehatan yang diterapkan untuk menjaga jarak saat mengantri tiket Pulau Kumala.
Video ini sudah ditayangkan di beberapa akun media sosial Dinas Pariwisata untuk terus mengedukasi masyarakat pentingnya menerapkan protokol kesehatan saat berwisata di Pulau Kumala maupun objek wisata lainnya yang juga mulai beradaptasi dengan penerapan “new normal”.

 Pembelajaran Daring Koreografi Tari Seni Pertunjukan

Melalui aplikasi zoom, dan disiarkan langsung melalui YouTube Kota Raja Channel, Dinas Pariwisata dan Yayasan Gubang melakukan perbincangan santai serta pembelajaran mengenai koreografi tari seni pertunjukan pada hari senin, tanggal 20 April 2020.Selama masa pandemi covid-19 ini yang juga diharuskan bekerja di rumah, beberapa agenda kegiatan dibatasi sehingga melalui aplikasi zoom dan siaran langsung di YouTube agenda ini bisa terlaksana dengan baik.
Yayasan Gubang melalui Randa Zunardy mengatakan “Kami sebagai seniman, melalui media daring ini sangat mendukung aktivitas kami dalam berinteraksi selama pandemi yangmengharuskan pelaku seni untuk stay at home.” Selain itu, Bapak Anchariyansa mengatakan “Media daring ini membantu pembelajaran disaat pandemic corona, berbicara tentang seni, kami mengemas kesenian dengan konsep tradisi dikemas sekarang itu membuat menarik dan bisa diterima semua kalangan.
”Dalam kesempatan kali ini, perwakilan Dinas Pariwisata melalui Bapak Hery ikut hadir dalam daring tersebut, Bapak Hery mengatakan “selama masa pandemi, kita selalu berkomunikasi dengan Yayasan Gubang untuk tetap aktif berkegiatan melalui daring dan memberikan pelajaran secara daring oleh kawan-kawan Gubang tentang kesenian dalam rangka untuk mendukung Kukar sebagai Kabupaten Kreatif Seni Pertunjukan Nasional”. pembelajaran mengenai koreografi tari seni pertunjukan berlangsung

 Objek Wisata Desa Pela Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Saat penyebaran covid-19 terus meluas, Kepala Desa Pela bertindak cepat terkait objek wisatanya. "Banyak yang kami siapkan dalam upaya mencegah masuknya virus corona ke desa kami, seperti menyiapkan cairan disinfektan, melakukan penyemprotan ke tempat-tempat tertentu, hingga menyiapkan tempat untuk mencuci tangan," ujar Kepala Desa Pela, Supyan Noor, Sabtu (4/4/2020).
Pihaknya bersama tim bahkan sepakat dan telah menutup sementara lokasi wisata yang selama ini dikunjungi oleh banyak wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal, yakni objek wisata Danau Semayang yang merupakan habitat Pesut Mahakam.Kemunculan pesut ke permukaan dana inilah yang kerap menarik perhatian para wisatawan untuk datang ke Desa Pela, namun saat ini ditutup sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Saat ini, untuk masuk ke Desa Pela pun harus melalui “hujan” disinfektan yang dipasang di pintu masuk dekat dermaga. Untuk masuk ke desa ini harus melalui Sungai Pela karena lokasi desa memang ada di bantaran Sungai Pela dan di bibir Danau Semayang.


 Menyapa Dari Tempat Wisata Pantai Panitra Lopi Di Era New Normal

YouTube Kota Raja Channel menyapa dari Pantai Panitra Lopi di Muara Badak untuk melihat situasi kondisi disana pada hari Minggu (28/6/2020). Melalui daring atau siaran langsung. Terlihat kondisi Pantai Panitra Lopi menggunakan protokol kesehatan pada setiap pengunjung yang datang.Bapak Arian memulai siaran langsung di Pantai Panitra Lopi dengan keliling pantai sembari memperlihatkan kondisi pantai. Selain mengelilingi pantai, Bapak Arian juga berbincang dengan pengelola Pantai Panitra Lopi, Bapak Ahmad mengenai situasi new normal di pantai.Terlihat beberapa pengunjung bersantai di pantai dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang diimbau pihak pengelola pantai seperti selalu memakai masker dan tetap jaga jarak antar pengunjung.
Protokol kesehatan ini terus dilakukan sampai situasi covid-19 susah terkendali secara nasional.Menyapa dari pantai Panitra Lopi melalui daring secara siaran langsung berakhir sekitar 6-7 menit. Info ini sangat membantu bagi pengunjung yang ingin mengetahui situasi objek wisata khususnyan wisata pantai di saat pandemi covid-19.

 Menikmati Air Terjun Suka Alam Di Desa Sukabumi, Kota Bangun

Kutai Kartanegara sangat kaya akan wisata alamnya, terlebih wisata air terjunnya yang tersebar di kecamatan-kecamatan. Salah satunya air terjun Suka Alam di Desa Sukabumi Kecamatan Kota Bangun ini menawarkan nuansa air terjun yang indah, Jum’at (3/7/2020). Lokasinya tidah jauh dengan wisata air terjun kendua raya di Desa Kedang Ipil, karena sama-sama satu jalur saat masuk jalan ke desa.
Pengunjung yang datang tetap harus melaksanakan protokol kesehatan.Tingginya wisata air terjun ini dari atas hingga aliran air turun kebawah sekitar 7-9 meter sangat cocok untuk yang ingin mencoba loncat dari atas ketinggian untuk turun dan berenang di kolam air terjun sembari menikmati suasana yang asri bersatu dengan alam sekitar.
Air terjun ini akan mengalir dengan deras saat musim hujan tiba, adapun saat musim kemarau datang, air terjun ini sedikit menurun volume airnya tetapi tidak membuat aliran air ini mengering ataupun berhenti.

 Kolaborasi Pembelajaran Daring, Koreografi Tari Seni Pertunjukan

Kolaborasi pembelajaran melalui daring terus dilaksanakan selama masa pandemi covid-19, kali ini hadir penggerak guru kukar, pelaku seni, penggiat seni, dan praktisi seni dalam kolaborasi pembelajaran melalui daring. Kali ini membahas mengenai koreografi tari seni pertunjukan yang dilaksanakan pada hari Rabu (22/4/2020).
Hadir kali ini sebagai narasumber dari Gubang, Randa & Bapak Anchariyansa yang menjelaskan mengenai seni pertunjukan itu seperti apa, bagaimana progressnya hingga siapa saja yang terlibat dalam seni dipaparkan dalam pembelajaran daring melalui aplikasi zoom dan siaran langsung YouTube Kota Raja Channel.
Bapak Anchariyansa mengatakan “seni itu bahasa universal, yang bersentuhan langsung dengan manusianya sehingga ketika bicara seni, kita akan bicara rasanya, jadi ketika kita berbicara seni pertunjukan, maka seni itu akan melibatkan semua kalangan khususnya yang ada di Kukar.”Kolaborasi pembelajaran daring berlangsung lancar, sehingga ada diskusi santai yang juga terdapat nilai edukasinya mengenai koreografi tari seni pertunjukan khususnya yang ada di Kutai Kartanegara. Pembelajaran daring tersebut berlangsung kurang lebih selama 1 jam 30 menit.

Even Tahunan

Even