Kirab Budaya

Kirab Budaya

Kirab Budaya

Kirab Budaya

Mendirikan Ayu

Seremoni Pembukaan Erau Adat Kutai And International Folk Arts Festival 2016

Street Perform

Sultan Bapelas

Tarian Dewa Erau

Bukit Bangkiray

Statistik

Hit hari ini : 850
Total Hits : 719,663
Pengunjung Hari Ini : 166
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 158,302

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 36 Next > Last >>

GROUP MARTISORUL ENSEMBLE Dan GROUP YITZY FOLK DANCE THEATRE






Penampilan yang disuguhkan di Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang pada selasa malam tanggal 23 Agustus 2016 di tampilkan oleh Group Martisol Ensemble dari Negara Romania dan Group Yitzy Folk Dance Theatre dari Negara Taiwan A.




Penampilan dari group tari Martisol Ensemble dari Negara Romania menampilkan tarian berpasangan, tarian ini biasanya ditarikan setiap hari minggu setelah pulang gereja, acara pernikahan dan acara tertentu. Pada tarian ini pakaian yang digunakan bisanya baju yang berwarna hitam dan putih, sementara untuk penampilan berikutnya yaitu Dance From Ordu yang berasal dari Urtara Timur tarian ini pada intinya memperebutkan perempuan dengan gerakan laki – laki yang mengangkat tinggi kakinya, dua terakhir di belakang harus menyelip mereka yang jahat dan utusan dengan wajah yang jahat. Tarian  ini di bawah koreografer Lone Kasien.




Tampilan berikutnya dari kelompok Yitzy Folk Dance Theatre dari Negara Taiwan A. Tarian asal Taiwan ini menceritakan utusan dewa dengan keyakinan Taulisme yaitu yang menciptakan bentuk upacara melalui tari, masing – masing dari dewa atau yang bertanggung jawab dengan berbagai tugas, yang berikutnya didepan atau utusan yang memberi pesan dari para dewa berikut dua menangkap penari yang harus menyelip yang jahat dan utusan dengan wajah yang ganas bermaksud untuk menakut – nakuti para hantu/setan yang jahat. Kelompok ini tahun depan akan merakan hari jadi yang ke-60.



Sanggar Tari Runtiq Bulau Dan Pelajar SMUN2





Penampilan yang disuguhkan di Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang pada selasa malam tanggal 23 Agustus 2016 di tampilkan oleh Sanggar Tari Runtiq Bulau yang menampilka tari yang berjudul tari persembahan. Tari persembahan ini menggambarkan rasa kegembiraan pada saat pesta dan mendadak ada yang sakit, maka datanglah pawang belian yang memohon kepada para leluhur untuk meminta bantuan dalam penyembuhan. Dengan media tepung tawar pawang belian tersebut mengobati orang  yang sakit sehingga tadi, dan yang sakit tadi pun sembuh dan dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.





Penampilan berikutnya di tampilkan dari adik – adik pelajar SMU Negeri 2 Tenggarong yang menampilkan tari Jepen Kreasi, yang berjudul tari jepen Behuma. Tari jepen behuma ini adalah tarian yang memvisualisasikan dari aktivitas masyarakat yang ramai bergotong royong dalam menggarp sawah/ladang/behuma yang dilakukan bersama – sama menanam padi.






Hal ini  merupakan rutinnitas yang sering mereka lakukan dan mereka  senangi. Atas segala rasa syukur dan molah kesabaran panen padi biasanya dilakukan bersama – sama pula, mereka melakukannya dengan rasa gembira dengan gerakan ragam bersama merupakan gambaran kekompakkan masyarakat Kutai serta saling bahu membahu dlam segala hal.





TARI JEPEN JAGAI HUMA Dan TARIAN AKAR LANGIT





Group Kesenian Adilla tampil pada acara Pagelaran Pesta Erau Adat  Kutai and Festival Folk Art Internasional ( EIFAF), bertempat di Lapangan Basket Turapan Sungai Mahakam Tenggarong Kutai Kartanegara, pada hari selasa  tanggal 23 di mulai jam 18.30,Group kesenian Adilla menampilkan tari jepen jagai huma merupakan karya tari garapan yang dikembangkan dengan tidak meninggalkan unsur dari jepen kutai. Tarian ini menggambarkan tentang ungkapan kegembiraan saat jagai huma. Huma dalam makna bahasa Kutai berarti sawah. Jagai Huma berarti menjaga sawah (tanaman padi) yang ditanam agar terhindar dari segala macam hama yang menyerang. Simbol “orang-orangan sawah” mengandung makna atau pesan yang ingin disampaikan agar menjaga keseimbangan alam dan pengelolaan sawah yang selaras dengan tradisi masyarakat Kutai. Tari ini menampilkan gerakan-gerakan jepen jagai huma yang atraktif dan dinamis, dibalik tanaman padi menyimpan suatu kebudayaan yang hidup dan menghidupi, padi telah menghidupi masyarakat kutai sejak dulu hingga sekarang.





Kelompok Kesenian asal Panajam Paser Utara Pada penampilan sesi pertama menampilkan Akar Langit dan Solong, wadah tempat dan penghubung yang  menceritakan bahwa langit selalu punya akar kebaikan dan kejahatan selalu berdampingan, kehalusan budi dan keserakahan akan selalu berhadapan.





Kemudian penampilan di sesi kedua menceritakan Karma Dunia, ruang tempat hidup manusia selalu penuh hiruk-pikuk dengan hitam dan putih. Berdampingan, selaras dan sejalan Manusia dan alam semesta, penampilan yang sangat gemulai di bawakan para penari dari Panajam Paser Utara.





Silaturrahmi Peserta EIFAF Dengan Sultan Kutai Kartanegara


9 Negara dengan 10 Group delegasi berkunjung ke Kedaton Kutai Kartanegara pada hari selasa (23/8), kedatangan para peserta di sambut oleh Aji Pangeran Ario Adjuar Poegar didepan kedaton Kutai, setelah semua peserta hadir, sebagai pembuka acara peserta disuguhi tarian Sakral Keraton Kutai Kartanegara yakni Topeng Kemindu yang dibawakan oleh Aji Ayu Riski Maylida dan Aji Syifa Nur Rahma yang merupakan cucu dan cicit Sultan Kutai Kartanegara.







Sultan Kutai Kartanegara melalui Sekretaris Keraton HAPM Pangeran Gondo Prawiro  dalam sambutan singkat nya berharap agar seluruh peserta bisa menikmati  seluruh rangkaian kegiatan Erau ini.





acara ini juga dihadiri Putra Mahkota Kutai Kartanegara dan para Kerabat Kesultanan, setelah itu dilanjutkan dengan pertunjukan seni tari dari seluruh delegasi negara, di hadapan Sultan dan Putra Mahkota serta para Official dari masing-masing negara partisipan, adapun negara yang menampilkan tarian adalah negara, Lithuania, polandia, Bulgaria, estonia, USA, Taiwan, Rusia, dan Rumania, Ukraina.


 



 







dipuncak acara pihak Kesultanan dan para peserta dari seluruh delegasi saling tukar menukar  cinderamata. sebelum meninggalkan Kedaton Para peserta menyempatkan untuk berfoto bersama Sultan kutai Kartanegara dan Putra Mahkota.




 


Group The National Cultural Ensamble Kirmas Dan Ensamble Zhar





Estonia dan Bulgaria tampil pada perhelatan Pesta Erau Adat  Kutai and Festival Folk Art Internasional ( EIFAF), bertempat di Lapangan Basket Turapan Sungai Mahakam Tenggarong Kutai Kartanegara, pada hari selasa  tanggal 23 di mulai jam 18.30

Tarian Ukuaru Valss  menggambarkan tentang malam musim panas di Estonia yang misterius di mana dua orang yang saling bertemu.





Vanaviisi Valss,Tarian ini diciptakkan oleh pengarang Estoniia pada tahun 2001 musik ini merupakan musik rakyat yang berasal dari Swedia.

Vanaisa Polka,Tarian ini menceritakan tentang seorang pekerja keras yang bahagia dia sangat bersemangat ketika mendengar musik dan langsung ikut menari namun sang istri sangat keras kepala dan terheran-heran dengan suaminya.

Mul Pole Moisa,Tarian ini menceritakan tentang kehidupan suami isteri sehari-hari, Kuhaanushka,Sebuah tarian yang berasal dari Estonia Tenggara.



Bulgaria menapilkan tarian  yang menceritakan konflik cinta dari tiga orang yang terlibat cinta segitiga. Karena kecintaan terhadap teman, maka sang teman yang lain merelakan kekasihnya untuk sang teman, tarian ini dari bulgaria utara. Ditampilkan oleh laki-laki dan perempuan berasal dari daerah,tampilan ini di bawakan oleh para wanita dan pria Bulgaria.





Resepsi Peserta EIFAF Dengan Bupati Kukar



Seluruh delegasi asing Erau Adat Kutai International Folk Arts Festival (EIFAF) berkumpul di Pendopo Odah Etam guna memenuhi undangan resepsi dengan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Selasa (23/8) pukul 11 Wita. Setelah delegasi silaturrahmi dengan Sultan Kutai

Suasana terasa makin akrab dengan hiburan dari Orkes Sekar Kedaton Tenggarong yang membawakan lagu-lagu internasional yang familiar ditelinga para tamu. Sontak seluruh tim kesenian dari sembilan negara ikut menari.






Beberapa menit kemudian, Bupati Kukar Rita Widya Sari  tiba di Pendopo Odah Etam dan langsung mengajak partisipan EIFAF 2016 tersebut untuk makan bersama. Berbagai hidangan khas Indonesia disajikan dalam jamuan makan siang tersebut. Selain itu, disediakan juga aneka jajanan, seperti kue basah dan es cendol.










Semua hidangan tampak dicoba delegasi asing, khususnya sate yang menjadi perhatian khusus mereka.  Sementara, es cendol, saat ditanya mereka umumnya senang dengan rasa manis dari gula merah dan gurihnya santan kelapa yang dipadukan dengan lembutnya butiran cendol hijau.

Sebelum makan bersama, Rita dan delegasi masing-masing bertukar buah tangan. Rita memberikan miniatur Bening atau alat penggendong bayi khas dayak Kenyah.

Setelah makan bersama, Rita juga membawakan lagu irama Rockn Roll dan lagu dangdut Cucak Rowo. Tak kalah dengan lagu dari negeri eropa, lagu bahasa Jawa berirama dangdut tersebut juga mampu membuat semua yang hadir berjoget. Suasana pun menjadi santai dan penuh canda, dan membaur jadi satu menghilangkan kelompok-kelompok negara.










Dalam sambutannya, Rita mengapresiasi kedatangan tim kesenian negara CIOFF tersebut. Dikatakannya, Erau merupakan pesta adat seni dan budaya selain untuk melestarikan peninggalan leluhur, juga sebagai upaya mempromosikan Kukar sebagai tujuan wisata.

“Dengan hadirnya anda-anda sekalian (negara CIOFF), bisa memperkenalkan Kukar ke internasional. Saya mengakui kunjungan wisata meningkat dengan kemasan Erau berskala internasional ini,” ujarnya.

Hadir juga pada resepsi itu Said Rachmat Presiden CIOFF Indonesia, pimpinan CIOFF perwakilan sembilan negara, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar Sri Wahyuni.






Sebelum pelaksanaan resepsi dengan Bupati, para delegasi peserta EIFAF terlebih dahulu melaksanakan resepsi bersama Sultan Kutai Ing Martadipura H Aji Muhammad Salehudin II beserta kerabat di Kedaton Kutai Kartanegara








Meriuh Pulau Kumala Dalam Acara Street Performance







Street Performance dalam rangka EIFAF 2016 yang di laksanakan di area Plaza Utama Pulau Kumala ramai di padati pengunjung. Sebanyak Sembilan delegasi Negara asing tampil secara bergantian dari tanggal 22-27 Agustus pada pukul 16.00-18 Wita. 




Tanggal 23 agutus 2016, sebanyak dua group dari mancanegara yaitu Lithuania dan Ukraina serta satu Group lokal yaitu SD Muhammadiyah  berkesempatan tampil membawakan tarian  masing-masing.  




Penampilan pertama yaitu dari SD Muhammadiyah tampil dengan membawakan tari  Jepen Bekana’an yang bercerita tentang kekanaan Kutai Tepian Mahakam sedang bermain lewang dengan kelincahan yang energik diiringi  music tingkilan yang dinamis, tarian ini juga berdasarkan dari gerak gerak pakem jepen tradisi yang  dikembangkan dalam bentuk garapan menyesuaikan dunia kekanakan.











Penampilan yang kedua yaitu dari Lithuania yang membawakan 4 sesi tari yaitu Pasiut Ploke (langkah tari yang gila) yaitu tarian yang lucu dan cepat dari langkah tari anak laki-laki dan perempuan.  Sesi yang kedua adalah Tranaveras yaitu tarian yang ditarikan di musim semi. Yang ketiga yaitu Nasnilis Jonkelis -satu terlalu banyak  (tarian jenaka dari empat pasangan dan satu pasangan tanpa pasangan dan sesi terakhir adalah Geguziniu Polka (langkah tarian jerami) tarian tradisional untuk menyelesaikan penampilan.











Grup Arkan Dance Company dari Ukraina tampil paling akhir dengan  tampilan yang meriah dengan pakaian cerah. Penari  wanita tampil dengan memakai bluse yang memiliki bordir di bawah lengan dan rok yang disebut plahta yang disulam dengan pola geometris, topi baja bunga dan pita yang disebut  Vinoka  sedangkan penari pria tampil dengan memakai kostum yang disebut Kozak , sepatu boot, kemeja bordir, dan sabuk atau dalam bahasa Ukraina disebut Poyas. Arkan Dance Company bercerita tentang seorang gadis muda yang mencoba untuk mendapatkan Kozaky malas bekerja. Gadis ini akhirnya berhasil menarik perhatian merreka dengan panci besar yang mengepulkan sup.








Tampilan Dari Ensemble Idaho-USA


  






Tak kalah apiknya penampilan dari kelompok tari Ensemble peserat Folklore dari Negara Idaho-USA, tampilan mereka mampu memukau penonton yang berada di Taman Ulin Tenggarong pada selasa malam tanggal 23 Agustus 2016. Group tari dari Negara Idaho-USA menampilkan beberapa tarian dan lagu yaitu tarian Running Set, sepanjang abad ke-19, orang yang tinggal terisolir di pegunungan Kentucky mengadaptasi tarian popular “persegi” dengan ketepatan yang disiapkan. Tari yang mencerminkan eksresi muda, kesatuan dan menyenagkan. Kemudian mereka menampilkan lagu dengan Wizard Walk adalah instrumental yang memperlihatkan keahlian dari biola yang dimainkan oleh salah satu peserta dari Idaho-USA.  Lalu dilanjutkan denga tarian lagi yang berjudul Cajun yaitu tarian dari pinggir sungai Mississippi dai Southern Louisiana di mana music Blues dikembangkan dan menggunakan gaya yang unik dari suara yang terbuat dari kaki. Tampilan terakhir meraka menampilkan Rocky Top yaitu tarian dari tengah Tennessee di mana tarian ini menyambut sangat popular dan lagu ini menampilkan bahwa mereka bahagia dan karakter yang kasar.








Kemudian tampilan dari Negara Rusia dengan kelompok tari Crystal ini
melibatkan anak – anak SMA dan para pekerja muda. Kelompok tari pernah
menjuarai beberapa perlombaan dan ikut serta lebih dari 50 festival
diantaranya di Macedonia, india, cina, finlandia, turki, hungaria,
maroko, Taiwan, Italy, yunani, repoblik ceko dan lainnya. Kelompok
tariini dalam tariannya menceritakan tentang Budaya, Persahabatan dan
perayaan bersejarah di Negara mereka. Tarian yang mereka tampilkan
adalah gabungan dari tiga tarian yaitu, “Varen’ka dance, Lineinei,
Kujurski, Zavlenkalke, Kazalchi” dance. Tarian ini membentuk lingkaran,
semua pasangan (laki – laki dan perempuan) memperagakan gerakan masing –
masing. Laki – laki melakukan beberapa trik dan perempuannya melakukan
gerakan memutar dan terjatuh.








Tampilan berikutnya dari Negara Taiwan B dengan nama groupnya Luna Rhythm, tarian yang pertama mereka tampilkan yang bertema Ketergesaan Alam Semesta yang menceritakan padang meteor, tongkat dan tombak dengan dram yang kuat menunjukkan yang indah. Lalu mereka menampilkan tarian yang bertema Anggrek  Yang Indah merupakan bunga yang indah dan elegan, yang selalu penuh warna dn menunjukkan nilai seni yang tinggidan ideal. Lalu penampila terkahir mereka yang bertema Kesenangan, mereke yang tampil sebagian memukul dram dan gong yang menggambarkan kesenangan dan mereka bersorak mari kita merayakan Festival.






Tarian Belian Sentiu








Kelompok Sanggar Seni dan Budaya Pokant Solay, Mulia Harapan, Desa Tanjung Harapan Kec.Sebulu Kukar mendapat kesempatan untuk tampil pada acara Pagelaran Pesta Erau Adat  Kutai and Festival Folk Art Internasional ( EIFAF) tahun ini, bertempat di Taman Ulin lapangan Pemuda Tenggarong Kutai Kartanegara, kelompok seni  Pokant Solay membawakan tarian  Belian Sentiu dengan menceritakan tentang  Budaya Adat Dayak Benuaq yang sangat turun-remurun, Belian Sentiu merupakan  upacara adat ritual pengobatan orang sakit, dimana pada zaman dahulu kala, tarian belian sentiu ini sangat sakral bagi masyarakat dayak benuaq . Tarian belian sentiu inilah yang dipakai untuk upacara ritual pengobatan orang sakit baik itu anak-anak maupun orang tua yang sudah lanjut usia dengan tujuan untuk mengusir roh jahat guna mendapatkan perlindungan dan kesehatan.











Lenggang Dara Desa

Pada sesi berikut nya Group kesenian SANGGAR KUMALA TARI BLORO SEBULU  juga ikut menyemarakan pagelaran pesta erau kali ini dengan menyuguhkan TARIAN LENGGANG DARA DESA yang bercerita tentang para gadis desa pada saat musim panen huma tiba, para gadis desa yang sudah meningkat remaja, beramai-ramai membantu orang tuanya untuk bekerja di ladang (ngetam padi) mereka bekerja sambil memakai bedak dingin untuk melindungi muka dari sinar mata hari, untuk penutup kepala mereka menggunakan tengkolok yang berasal dari kain batik, baik itu berupa sarung maupun selendang.







Kegembiraan saat panen padi ini terlihat di wajah para gadis desa mereka bercengkrama dengan gembira bahu – membahu dan saling membantu antar keluarga serta teman-teman, sehingga tak terasa senja telah tiba dan pekerjaan pun telah usai. Acara ini biasa nya di lakukan setiap tahun saat panen padi.









Tari Endanau Dan Temengang Madang





Senin malam, tanggal 22 Agustus 2016 bertempat di arena EXPO Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang. Kelompok kesenian  Sekar Kedaton berkesempatan menampilkan tari  Endanau. Synopsis cerita Tari Endanau adalah menangkap ikan dengan cara tradisional dan cerita ini diangkat dari perkumpulan orang Kutai  dalam menangkap ikan, secara khusus orang pedalaman Sungai Mahakam yang menggambarkan tari ini berasal, di mana ketika Sungai Mahakam melimpah dan melanda desa. Mereka merasa senang dan gembira karena banjir memberi berkah pada orang Kutai. Karena ketika banjir surut, mereka diberi  berkah dengan banyaknya ikan yang bisa mereka panen.






Endanau berarti : aktivitas menangkap ikan di danau. Kata endanau berasal dari kata danau yang berarti berkubang di atas tanah yang luas. Di mana awalan EN menunjukkan tempat atau tempat aktivitas atau apa yang mereka kerjakan. Jadi, arti endanau adalah aktifitas menangkap ikan dengan memakai tangan atau dengan cara sederhana/dengan memakai  peralatan tradisional dalam bahasa Kutai seperti Tanggok atau Sodok. Dan mereka turun ke danau laki-laki atau perempuan, tua dan muda. Tari tradisional ini terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan dan menggambarkan cara menangkap ikan dengan iringan music perkusi yang dimainkan oleh tujuh pemain. Tari kreasi ini dari Sanggar Tari Sekar Kedaton Kutai Kartanegara. 


- Koreografer : Nueng Ibrahim


- Penata Tari : 1. Din Kafin


               2. Aditya


               3. Ayu Rahmiita


-   Aransemen : 1. Roberto Situmorang  


   2.  Agus Rismansyah


   3. Hendra






Selain kelompok Sekar Kedaton, ada beberapa kelompok lain yang berkesempatan tampil yaitu Kab. Bantul Prov.  Jogja yang menampilkan tari kolosal Sugriwa Subali ,Idaho-USA menampilkan tari American Footworks Folk Dance Ensemble, dan kemudian Estonia dengan tampilan tari The National Cultural Ensemble Kirmas, dan selanjutnya tampilan dari Negara Polandia yaitu Folk Group Szamotuly dan terakhir adalah tari Temengang Madang yang merupakan tarian suku Dayak Kenya. Berikut  syinopsis  tari Temengang Madang.


Tarian Temengang Madang /Tarian Datun Julut merupakan tarian atau kesenian masyarakat dayak Kenya pedalaman, tarian ini biasanya ditampilkan pada saat setelah selesai masa panen sebagai tanda ucapan syukur, selain itu tarian ini juga ditampilkan pada upacara perkawinan dan acara bersih desa.


Tarian ini ditarikan oleh para gadis Suku Dayak Kenya dengan berbaris ke belakang dengan formasi tarian berjajar disertai dengan gerakan-gerakan tangan yang lemah lembut dan dihiasi dengan bulu burung enggang dan diiringi oleh alat music petik dan pukul yaitu berupa sampek dan jatung utang.