Foto 1

Foto 2

Kirab Budaya

Kirab Budaya

Mendirikan Ayu

Seremoni Pembukaan Erau Adat Kutai And International Folk Arts Festival 2016

Foto 3

Closing

Tarian Dewa Erau

Bukit Bangkiray

Statistik

Hit hari ini : 323
Total Hits : 773,333
Pengunjung Hari Ini : 68
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 171,733

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 41 Next > Last >>

Tim Penilai Panji Keberhasilan Pembangunan Pariwisata Sambangi Disbudpar


Tim penilai Panji-Panji keberhasilan Pembangunan Bidang Kebudayaan dan Pariwisata  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur turun melakukan penilaian di Kutai Kartanegara (Kukar),  Rabu (26/10). Tim penilai tersebut terdiri dari para akademisi di antaranya Prof Dr. FL. Sudiran. M.Si Guru Besar Budaya Universitas 17 Agustus Samarinda , M. Fauzan Noor. SE., S Par Dosen Pariwisata Polnes Samarinda dan  Ashari dari Disbudpar Kaltim.





Kegiatan tim penilai di Kukar diawali dengan mendengarkan presentasi Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kukar  Dra. Sri Wahyuni MPP tentang  pengembangan Pariwisata dan Kebudayaan Kukar Tahun 2016. Ketua tim penilai Prof Dr. FL. Sudiran. M.Si mengatakan bahwa secara umum penjelasan dari Kadis Disbudpar sangat jelas dan sesuai dengan kondisi dilapangan dan dikatakannya bahwa Kutai Kartanegara memiliki potensi Pariwisata yang bagus ditambah lagi disini terdapat Kerajaan Kutai Ing Martadipura  yang sampai sekarang masih memelihara Adat dan kebudayaan Kutai.




Semantara itu M. Fauzan Noor salah satu tim Penilai mengatakan apa yang ada dalam pikiran tim penilai terjawab semua dari presentasi yang, dan mengapresiasi apa yang selama ini dilakukan oleh Disbudpar dalam pengembangan dunia Pariwisata, seperti Erau adat Kutai dan International Folk Arts Festival serta Festival Kota Raja yang menghadirkan TKC serta Festival Lampion.yang terlaksana dengan baik.



Setelah pemaparan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa objek wisata di Tenggarong, antara lain Museum Kayu dan Rumah Kayu Suku Kutai . Didampingi Dra. Sri Wahyuni MPP dan Kasi Pengembangan dan Pembinaan Permuseuman Drs. Triyatma  , tim antusias melihat Rumah Kayu Suku Kutai apalagi ditempat ini tim disuguhi Kue Khas Kutai.

 

Setelah mengunjungi Museum Kayu dan Rumah Kayu Suku Kutai melanjutkan kunjungan ke Pulau Kumala Tenggarong untuk mengunjungi Dayak Experience Center (DEC) di Lamin Biok disini tim melihat berbagai macam perabotan suku Dayak serta melihat secara langsung pengarajin Penenun Ulap Doyo dari Suku Dayak Benuaq.





Disela-sela penilaian, Ashari mengatakan bahwa Disbudpar Kaltim sebagai pelaksana program kegiatan penilaian akan memberikan penghargaan kepada Kabupaten/Kota yang telah melaksanakan pembangunan dibidang Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2016, yaitu sebagai pemenang dan penerima Panji-Panji Keberhasilan Pembangunan Bidang Kebudayaan dan Pariwisata untuk kategori kabupaten / Kota. "Dalam melakukan penilaian keberhasilan pembangunan yang melibatkan para Akademisi, penilaian dilakukan secara menyuluruh baik wisata maupun budaya," ujar Ashari







Pelepasan 5000 Lampion, Puncak Festival Kota Raja (FKR) V.


Malam Puncak Festival Kota Raja V dalam rangkaian HUT Kota Tenggarong ke 234 ditandai dengan penerbangan 5000 lampion yang dilakukan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. PhD diikuti ribuan Masyarakat Tenggarong yang berasal dari berbagai komunitas, Kelompok, serta Instansi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara pada selasa malam 25/10/2016 bertempat di Plaza Pulau Kumala Tenggarong.

Kegiatan Festival lampion seperti tahun – tahun sebelumnya di dukung oleh Pihak Bankaltim yang merupakan sponsor tunggal dalam acara ini, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari melepas Lampion secara simbolis bersama Duta Besar Republik Seychelles untuk Indonesia Nico Barito, serta para pejabat lainnya,

Sesaat kemudian penerbangan lampion dilakukan serentak oleh ribuan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini, dan Nampak langit di kota tenggarong menjadi gemerlap oleh ribuan Lampion yang beterbangan.



  

Menurut Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kukar Dra. Sri Wahyuni. MPP, sampai batas akhir pendaftaran untuk peserta lampion terdaftar sebanyak 225 Kelompok Komunitas, paguyuban, serta organisasi dari 225 kelompok ini terdiri 2250 orang selain itu juga terdapat 700 undangan termasuk Atlet peserta International Mahakam Dragon Boat dari Brunei Darussalam, Australia, dan Filipina.

Dalam sambutannya Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari mengatakan “ agar yang memegang lampion itu mari kita bersama berharap melalui lampion dan kekuasaan Allah SWT kita menerbangkan harapan kita agar Kutai Kartanegara mampu bermartabat, bagi Kalimantan Timur, Indonesia, bahkan di Dunia International dan itulah harapan kita semua, dan mudahan  kota tenggarong dicintai rakyatnya dan meningkatkan Kepariwisataan Kota Tenggarong dan Kutai Kartanegara.



FKR V Dimeriahkan Dengan Kumala Color Run


Ribuan peserta  memadati Halaman Sky Tower  Pulau Kumala Tenggarong  pada minggu pagi (23/10) untuk melaksanakan Kumala Color Run acara ini  dalam rangka Festival Kota Raja (FKR) V memperingati HUT Ke 234 Kota Tenggarong dalam suasana fun, exercise & party.

Meskipun Colour Run adalah sebuah ajang lari 5 km, akan tetapi peserta yang mengikutinya tidak diharuskan beradu cepat lari seperti saat mengikuti lari maraton. colour run sendiri dilakukan untuk bersenang-senang dan melepas stres. Di acara ini siapa pun boleh bergabung dan ikut berlari.





peserta mengenakan pakaian berwarna putih panitia juga memberikan sekantung bubuk warna-warni pada peserta, tampak para peserta berjalan santai mengitari pulau kumala sebab dalam acara ini tidak ada perhitungan waktu Dan sesekali para peserta melempar  bubuk warna-warni yang akan membuat pakaian peserta menjadi penuh warna.



Peserta yang mengikuti acara tak perlu khawatir dengan bubuk warna-warni yang mengenai mereka, karena bubuk warna-warni ini dijamin aman. Bubuk warna yang digunakan adalah tepung maizena yang berlabel food grade. Setelah  acara color run dimulai para peserta mengikuti senam Zumba yang dipandu instruktur senam, color run dimulai dengan dilepas oleh kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar Dra. Sri wahyuni. MPP.





Yang membuat Color Run tahun ini istimewa yakni selain dilaksanakan di Pulau Kumala, juga dihibur langsung oleh tiga Dj Performance dan adanya tambahan splash color. “Iya kalau tahun lalu kan cuma hanya color pack saja yakni serbuk warna, kalau tahun ini lebih seru lagi karena adanya splash color atau semprotan air warna yakni warna pink, kuning dan biru,” kata ketua panitia, Yulia Rusmadhani. Adapun tiga Dj yang menambah keseruan acara Kumala Color Run tahun ini yakni didatangkan langsung dari Bali dan Yogyakarta.



Acara dimulai dengan berkumpul di halaman sky tower Pulau Kumala, kemudian berlari gembira bersama, kemudian senam Zumba dan terakhir acara inti yakni menebar serbuk warna sambil dihibur dengan Dj Perform. “Dj Sastra kita datangkan dari Bali, Dj Maria dari Jogja dan Dj Ari dari lokal kita sendiri. Acara ditutup dengan pembagian door prize yang bernilai jutaan rupiah,” tegas Lya sapaan akrabnya. “Mari kita semua support wisata lokal Kukar, karena acara ini bertujuan sangat mulia yakni untuk lebih mempromosikan lagi wisata Kukar khususnya Pulau Kumala,” tambahnya





Pembukaan Internasional Mahakam Dragon Boat 2016


Sebanyak 570 peserta dari 20 tim berasal dari empat negara mengikuti Festival Perahu Naga Internasional ke-3 atau Mahakam International Dragon Boat Festival (MIDBF) 2016, di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar)  yang berlangsung  22 – 24 Oktober 2016, Empat Negara yang terlibat dalam MIDBF 2016 tersebut yaitu Australia, Filipina, Brunei Darussalam dan Indonesia. Tuan rumah diwakili beberapa tim dari beberapa Provinsi yaitu Jakarta, Makassar, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, serta beberapa tim dari kabupaten/kota di Kaltim, termasuk Kukar.



Pelaksanaan lomba MIDBF 2016 yang dilaksanakan guna memeriahkan hari jadi Kota Tenggarong yang ke-234 itu, kegiatannya dipusatkan di Pualu Kumala, dengan lintasan lomba alur sungai Mahakam antara pulau wisata tersebut dengan jalan Wolter Monginsidi Timbau, Tenggarong.



Ketua Panitia MIDBF 2016, Tajuddin mengatakan ada delapan nomor yang dilombakan pada tahun ini, yaitu pada kategori 22 kru ada 500 meter mix (campuran), 500 meter putera, kemudian mix 250 meter dan 250 meter putera.  Kemudian pada kategori 12 kru, dipertandingkan nomor 250 meter putera, 250 meter puteri, dan mix 250 meter. “Serta pada puncaknya lomba nanti (24/10) dipertandingkan nomor bergengsi International Challange Trophy atau piala antar bangsa pada nomor 500 meter dalam laporannya pada pembukaan MIDBF 2016, Sabtu (22/10) di Pulau Kumala, tenggarong. Menurutnya, selain memacu perkembangan olahraga Perahu Naga daerah, MIDBF sekaligus dapat memperkenalkan Kukar di mata Internasional.

Sementara, Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah saat membuka MIDBF 2016, mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan official, baik yang berasal dari klub beberapa negara dan klub-klub dayung di Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Indonesia. Dikatakannya, Kukar patut berbangga karena MIDBF merupakan agenda tetap skala Internasional di Kota Raja, yaitu sejak Kukar tercatat sebagai anggota International Dragon Boat Federation (IDBF).





Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan salah satu cara untuk menjaga tradisi dan budaya bangsa, karena event ini dapat menjadi momentum bagi generasi muda bangsa, dalam mengingat tradisi bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa yang besar karena potensi bahari. dengan dilaksanakannya MIDBF, maka secara tidak langsung akan semakin meningkatkan prestasi olahraga khususnya cabang dayung. “Selain itu, even ini diharapkan akan meningkatkan sektor pariwisata melalui kedatangan para peserta yang tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari negara tetangga,” ujarnya.







Pembukaan MIDBF 2016 ditandai dengan menabuh perkusi oleh Wabup Edi Damansyah didampingi delegasi IDBF. Acara pembukaan itu dihadiri pengurus dan delegasi IDBF, pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh indonesia (PODSI), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan Sekda Kukar H Marli, serta seluruh atlet peserta lomba.  





Tenggarong Kutai Carnival Hadirkan The Colour Of Borneo


Meski cuaca terik tak menyurutkan penonton menyaksikan talent Tenggarong Kutai Carnival (TKC) bercarnaval ria memperagakan busana dengan tema "The Colour Of Borneo", Sabtu (22/10) mulai Lapangan Basket Timbau Tenggarong  hingga finis di Depan Planetarium Jagad Raya Tenggarong.



sebanyak 46 Talen TKC menghadirkan Kostum-ksotum pilihan yang pernah tampil dalam 4 tahun TKC terakhir adapun Tema Kostum yang ditampilkan adalah Sumpit, Pesut, Buah Bolok, Purun, Mangrove, Enggang, Belian, Hudoq, Tameng, dan Kirip. Tenggarong Kutai Carnival (TKC) merupakan rangkaian Festival Kota Raja (FKR)  V memeriahkan hari jadi Tenggarong ke 234, yang dilaksanakan olah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kukar.





 Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar  Dra. Sri Wahyuni. MPP mengatakan  meskipun saat ini Pemerintah sedang mengalami Defisit anggran  termasuk Workshop untuk TKC ditiadakan namun hal ini tidak bearti mematikan semangat para talent TKC. Kendati demikan semangat para anggota TKC mempertahankan eksistensi Tenggarong  sebagai Carnaval Jalanan terbaik se Kalimantan Timur  masih tetap terpelihara.

Tepat pukul 14.00 wita acara Show TKC ini dimulai tampak para penonton mulai memadati lapangan Basket Timbau Tenggarong Hadir dalam acara ini Wakil Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, Sekda Kukar H. Marli, Tokoh Masyarakat Syahrial Setia serta para undangan lainnya.

Acara ini di Mulai dengaan penyalaan Kampeti setelah itu satu persatu talent TKC turun dari Panggung untuk melakukan perform kepada para undangan para telent TKC  tampak enerjik mampu memberi susana meriah ditengah hari yang terik itu.  Dan acara show time ini  di pandu oleh MC rudi.   





Pembukaan Festival Jepen Tingkat Sekolah Dasar


Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Tenggarong ke 234 serta dalam rangkaian Agenda Festival Kota Raja V Tahun 2016, ,  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara bekerjasama dengan Yayasan TOTAL Indonesie melaksanakan Festival Jepen Kreasi Tingkat Sekolah Dasar Tahun 2016. Acara pembukaan Festival ini berlangsung di Arena gelar Produk Kreatif pentas seni dan Komunitas pada hari sabtu (22/10).

Menurut ketua Panitia Pelaksana H.M Saidar melalui Festival ini diharapkan menjadi ajang untuk mempromosikan Seni Budaya serta Pariwisata Kutai Kartanegara, sebagai wadah bagi Generasi Muda khususnya Pelajar Tingkat Sekolah Dasar untuk mengekspresikan karya seni budaya lokal yang mampu mengangkat dan menghidupkan kembali seni budaya bahari untuk memperkaya khazanah budaya Kutai Kartanegara. Festival Jepen tingkat sekolah dasar se Kabupaten Kutai Kartanegara akan berlangsung selama 2 hari yaitu pada tanggal 22-23 Oktober 2016,dan yang mendaftar ada 9 sekolah dasar yang ada di Tenggarong.





Sedangkan yang mewakili dari yayasan Total Indonesia Paulus Kadok mengatakan mengapresiasi kegiatan ini dengan turut bersama mendukung acara festival Jepen ini, dan beberapa waktu lalu juga beberapa kali bekerjasama dengan menggelar acara yang sama, dan diharapkan ini bisa terus ditingkatkan, apa lagi beberapa waktu yang menggelar  worksop tentang tari jepen dengan mengumpulkan para seniman jepen untuk menyeragamkan tari ini. Ia berharap agar gerak dasar tari jepen bisa menjadi panduan dalam mengembangkan tari jepen ini dan peserta diharapkan jangan terpaku dengan kompitisi saja tapi dengan semangat sebagai orang kutai untuk melestarikan seni dan budaya kita.

Semantara itu Bupati Kutai Kartanegara dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Bupati Bidang Pembangunan mengatakan  pemerintah menyambut baik atas terselenggaranya Festival Jepen ini diharapkan akan tumbuh generasi baru dalam bidang seni khususnya tari jepen, selain itu festival Jepen ini juga untuk mengukur perkembangan seni di masyarakat kita, diharapkan dengan adanya Festival ini dapat memberikan pengaruh Positif bagi generasi muda dan menanamkan nilai-nilai asli budaya daerah.  





Malam Grand Final Teruna Dara 2016.


Malam puncak pemilihan Teruna Dara 2016 yang berlangsung di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong diruang Balroom  Mulawarman, pada Jum’at (21/10) berlangsung meriah, Hadir pada acara ini ketua Darmawanita Kukar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta para pendukung masing-masing Finalis.




Bupati Kukar dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP mengatakan selaku pimpinan daerah saya memberikan apresiasi dan Ucapan terimakasih kepada semua pihak utamanya kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar yang telah menggelar secara rutin event pemilihan Teruna Dara setiap tahunnya. Melalui acara inilah saya mengharapkan akan terpilih Duta-Duta Pariwisata Kutai Kartanegara yang tidak hanya rupawan tetapi juga Smart/cakap, yang mampu menjelaskan bagaimana Kutai Kartanegara dari sisi sejarah dan Keragaman adat serta budaya.





Digelarnya acara pemilihan teruna dara Kukar 2016 merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara perayaan Festival Kota Raja yang ke 5 dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kota Tenggarong yang ke 234. “saya meyakini semua peserta yang hadir pada malam ini telah banyak dibekali akan pengetahuan dan wawasan Pariwisata dan Budaya tentang Kutai Kartanegara, oleh karena itu saya menghimbau kepada anak-anakku sekalian memanfaatkan moment ini sebaik-baiknya dengan mengeksplor pengetahuan dan wawasan yang telah diperoleh selama masa persiapan, kepada Para Pemenang  Teruna dan Dara Nantinya  saya ucapkan selamat dan bangga menjadi Duta Pariwisata Kutai Kartanegara.

Ada beberapa rangkain acara pada malam Grand Final Pemilihan Teruna Dara 2016 ini yaitu penampilan 10 pasangan Finalis dengan menari Jepen setelah itu dilanjutkan dengan memberikan pertanyaan kepada masing-masing finalis tentang wawasan pariwisata yang di pandu oleh MC dari sini akan keluar 5 lima besar Finalis taruna dara, ke lima finalis ini kan menjawab pertanyaan pertanyaan yang sudah di siapkan oleh masing-masing juri.

Sebelum pengumuman Pemenang Teruan Dara 2016 terlebih dahulu diumumkan beberapa beberapa gelar yang akan diberikan kepada Peserta diantaranya Teruna Dara persahabatan diberikan pada Rahmat Hamdani dan Niluh Nyoman Mega Triratna sari, untuk Teruna Dara  Favorit diberikan kepada Fredy Prasetyo dan Irma Istiqomah,  untuk Teruna Dara  berbakat diberikan kepada Ary Haryadi dan Nada Selvia, untuk Teruna Dara  Best Presention  diberikan kepada Catur Septi Nanda dan Irma Istiqomah.

Sedangkan pasangan Taruna dara Wakil II diberikan kepada Fredy Prasetyo dan Bela Kesta dan pasangan Taruna dara Wakil I diberikan kepada Rahmad Hamdani S.Pd dan Irma Istiqomah. Dan Pemenang Teruna Dara 2016 diberikan kepada Ardy Maroni dan Niluh Nyoman Mega Triratna sari, kepada masing-masing pemenang akan diberikan hadiah Tropy penghargaan serta uang pembinaan.

Semantara itu kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar. Dra Sri Wahyuni. MPP mengatakan semua Taruna Dara mengemban misi  utama untuk melestarikan budaya dan mempromosikan Pariwisata Daerah, dari 20 Finalis ada satu yang terdepan mereka ini lah yang nantinya yang menjadi representasi generasi muda mewakili Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara didalam menyuarakan budaya daerah dan memajukan, mempromosikan potensi pariwisata Kukar, pungkasnya









Pembekalan Finalis Teruna Dara Kutai Kartanegara 2016


Sebanyak 20 finalis Teruna Dara 2016, mengikuti  pembekalan yang berlangsung pada kamis, 20/10/2016 bertempat diruang Mulawarman Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, acara ini dibuka langsung Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, hadir juga dalam kesempatan ini pejabat struktural dilingkungan Disbudpar, Manajemen Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong,



Pemilihan Teruna Dara 2016 terlaksana atas kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar dengan Asosiasi Duta Wisata Kukar hal ini disampaikan Airin susanti yang juga Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Wisata Disbudpar, ia mengatakan sebelum pembekalan ini dilaksanakan pihak panitia telah melakukan seleksi terhadap peserta yang berlangsung pada tanggal 10/10/2016 yang berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kukar, dari hasil seleksi tersebut terpilih sebanyak 20 Finalis yang terdiri dari 10 Putra dan 10 putri dan untuk  tahun ini ada 49 peserta yang mengikuti seleksi yang berasal dari beberapa Kecamatan yang ada di Kukar diantaranya, Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Sebulu, Kembang Janggut, Tabang, dan Marang kayu, peserta terdiri 19 Laki-Laki dan 29 Perempuan.



Ditambahkannya para finalis juga telah melalui proses Pra Karantina yang dilaksanakan pada 12-15 Oktober 2015 materi yang diberikan pada para peserta yaitu tentang Busana daerah kutai serta Budaya Kutai, serta City Tour ke objek wisata Museum Mulawarman dan Museum Kayu, serta latihan Koreo dan Photo shot 10 Objek wisata Kukar.



Semantara itu kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kukar Dra. Sri Wahyuni. MPP mengatakan mengucapkan semua pihak terumatam pihak sponsor seperti Bankaltim dan Hotel grand Elty Singgasana yang mensupport kegiatan ini sehingga  terselenggaranya pemilihan Taruna Dara ini yang saat ini memasuki masa pembekalan, ada 3 hal yang perlu diperhatikan oleh seorang Teruna dan Dara yaitu Brand, Beauty, Behauviour, ini harus dipadukan dengan baik agar menjadi Duta Wisata terlaksana dengan baik.

Pembekalan finalis Teruna Dara Kutai Kartanegara 2016 diberikan meteri-materi  tentang Kebijakan Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara dalam Bidang Kepariwisataan oleh Ibu Dra. Sri Wahyuni, MPP selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara. Serta materi tentang Kepariwisataan dan Public speaking. Ada juga materi pembekalan tentang Leadership & Tanggung Jawab oleh Letkol Ari Pramana Sakti (Dandim 0906 Tenggarong)





















 





Pembukaan Festival Kota Raja (FKR) V Tahun 2016


Tabuhan gendang menandai pembukaan Festival Kota Raja (FKR) V Tahun 2016 yang dilakukan oleh Setkab Kukar H. Marli, Kadisbudpar Sri Wahyuni, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan FKR ke V  ini digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar yang berlangsung dari tanggal 19 s/d 25 Oktober 2016 yang dipusatkan di lapangan basket Jalan KH Ahmad Muksin  Kelurahan Timbau Tenggarong. Setkab Kukar H. Marli memberikan apresiasi kepada seluruh panitia FKR 2016 yang telah mengerahkan seluruh kemampuan dan dedikasinya, sehingga FKR ini dapat terselenggara dengan baik, “Penyelenggaraan FKR Kukar ini merupakan salah satu upaya kita dalam melestarikan, mengembangkan serta memperkenalkan kesenian serta produk kerajinan lokal yang ada di wilayah Kabupaten Kukar kepada masyarakat luas, “ ungkapnya.






Selain itu kegiatan ini merupakan salah satu media bagi para seniman serta pengrajin lokal untuk menampilkan produk serta kreativitasnya, “ Saya berharap masyarakat juga diberi kesempatan untuk menikmati dan memberikan masukan kepada para seniman, “ katanya. Dengan upaya tersebut diharapkan kesenian yang ada di daerah Kukar akan mampu eksis dan berkembang ditengah – tengah gempuran budaya manca negara. “Jangan sampai, budaya dan kesenian lokal kita, tenggelam dibawah dominasi budaya asing,“ ungkap H. Marli.







FKR ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana menggali, mengenalkan, memasyarakatkan dan mengukuhkan eksistensi budaya dan kesenian di Bumi Etam Kutai Kartanegara, , budaya dan kesenian kita tetap eksis bahkan dapat lebih spektakuler, dengan menggabungkan seni tradisi dan kontemporer sehingga mampu menjadi daya tarik bagi bangsa lain untuk menikmatinya sekaligus juga akan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung di kota Raja Tenggarong Kutai Kartanegara.





Sementara itu, menurut Kepala Disbudpar Kukar Sri Wahyuni, FKR V diisi dengan berbagai kegiatan pentas seni dari peguyuban dan berbagai komunitas serta gelar produk kreatif Kukar  yang diikuti para pengrajin terpilih,  dan para komunitas Untuk pentas seni berlangsung selama 3 (tiga) hari yang disponsori Bank Kaltim, sedangkan festival jepen yang disponsori Yayasan Total Indonesie, pentas komunitas. “serta penampilan Tenggarong Kutai Carnival pada tanggal 22 Oktober yaitu menampilkan  41 talent TKC,  star di pentas seni menuju Planetarium tema kostum TKC  yang akan ditampilkan sebanyak 11 tema sebagai berikut : Kirip, Tameng, Hudoq, Belian, Enggang, Mangruv, Purun, Buah Bolok, Pesut Mahakam dan Sumpit,Gelar produk kreatif daerah, yang terdiri Food stall 13 buah Fashion 8 buah Hyna Art 1 buah 5 buah boot untuk komunitas dan pengarajin atas kerjasama L Production dan Miracel Projek, pentas seni dan komunitas 20-23 oktober 2016 menampilkan 30 kelompok seni dan komunitas aksi band serta atraksi dance, stand up comedy dan para kelompok seni paguyuban, agenda selanjutnya adalah pemilihan Teruna Dara Kukar Tahun 2016, yang saat ini memasuki tahap pembekalan bagi para finalis.

Ditambahkan oleh Sri Wahyuni, untuk tahun ini diselenggarakan juga International Mahakam Dragon Boot yang diikuti para peserta dari mancanegara pada 22-24 Oktober 2016,yang dilaksanakan oleh DISPORA  Kukar, dan kegiatan kumala colour run pada tanggal 23 oktober di Pulau Kumala, acara puncak adalah Pelepasan 5000 Lampion yang berpusat di Pulau Kumala,yang didukung sepenuhnya bankaltim, dan saat ini sudah tercatat 225 grup yang terdiri dari Komunitas, dan kelompok seni dengan total 2250 orang. pungkasnya











Rapat Persiapan Festval Lampion Dan TKC 2016


 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara kembali melaksanakan Rapat dalam rangka untuk mesukseskan pelaksanaan Festival Kota Raja yang ke V tahun 2016, yang di laksanakan di ruang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

 Rapat ini dilaksanakan dengan tujuan pembahasan lebih lanjut mengenai Persian TKC dan Festival Lampion. Dalam rapat ini menghadirkan pihak terkait dalam penyelenggaraan kedua event tersebut, diantaranya yang hadir perwakilan dari Dinas Perhubungan, Dinas Cipta Karya bidang Pertamanan dan kebersihan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dari BPKAD kepala satgas Pulau Kumala, Kepala BPBD, seluruh Kabid dan Kasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Kukar.

 Rapat ini di pimpin langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Kukar Dra. Sri Wahyuni. MPP. Beliau menerangkan mulai dari pelaksanaan Festival Lampion, yang akan di laksanakan 26 Oktober 2016 pada malam hari pukul 19.30 wita s/d selesai. Lalu peserta yang akan hadir yaitu tamu dari Pemkab dan Peserta Dragon Boat yang berjumlah 750 orang, adapula dari komunitas, paguyuban, organisasi yang berjumlah 225 group atau skitar 2.250 orang. Jadi total yang akan hadir di pulau kumala saat Festival lampion adalah 3.000 orang.

Adapun mekanisme pelaksanaan, pendaptaran di laksanakan 17 Oktober 2016, Teknikal Meeting dilaksanakan 23 Oktober 2016 pukul 15.00 wita. Saat pelaksanaan pada pukul 17.00 wita seluruh komunitas sudah memasuki pulau kumala melalui Jembatan Repo – Repo dengan menunjukkan kupon peserta, pada pukul 19.15 wita, tamu Pemda memasuki pulau Kumala menggunakan Kapal Wisata melaui pelabuhan penyebrangan Pulau Kumala.

 Setelah pemaparan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Kukar Dra. Sri Wahyuni. MPP. Beliau memberikan kesempatan kepada tamu yang hadir untuk memberikan masukannya untuk kelancaran saat event ini di laksanakan. Dari BPKAD akan menyiapakan Area Baik di Pulau Kumala,seperti Palaza Pulau Kumala, Penggunaan Ruang Informasi, serta penerangan di sekitar plaza. Dari pihak kepolisian,dishub,Satpol PP, telah siap berkooardinasi baik untuk pengamanan, maupun mengatur lalu lintas saat event berlangsung. Dari perwakilan kesehatan juga telah menyatakan kesiapannya karna telah menyiapkan posko kesehatan di pulau kumala. Diharapkan dengan koordinasi yang baik antar lintas sector maka event ini dapat berjalan sesuai dengan baik.