Bos

Tabang

Dondang

Tari Kesultanan

Beluluh

Pulau Kumala

Bukit Bangkiray

BEKANTAN

Kaltim Park

Kaltim Park

Statistik

Hit hari ini : 38
Total Hits : 1,605,798
Pengunjung Hari Ini : 27
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 437,719

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

 Desa Pela Menjadi Lokasi Survei Dan Roadmap

Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara bersama Pusat Pengkajian Kepariwisataan Politeknik Negeri Samarinda (P2K-Polnes), bekerjasama dalam melakukan survey pengamabilan data serta penyusunan roadmap . kegiatan ini telah berlangsung di aula Planetarium Jagad Raya Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara yang dihadiri sejumlah penggiat ekonomi kreatif sesuai bidangnya masing-masing.
Dalam kegiatan yang telah berlangsung sebelumnya di Planetarium Jagad Raya Tenggarong, saat itu kegiatn diisi pemateri oleh Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara. Drs. Heri Rusnadi. Bahwa beliau berharap nanti mendapatkan arah strategi dengan menetapkan program kegiatan ini, untuk dilakukan di tahun-tahun berikutnya dengan melihat peta yang tersebar di 18 kecamatan, apa yang akan yang kita lakukan dengan survey ini.
Selama Kegiatan ini akan bekerja sama dengan Politeknik Negeri Samarinda dalam hal ini P2K-Polnes untuk mengolah data yang kita ambil termasuk pemetaan yang lakukan nanti, dengan melibatkan kawan-kawan komunitas, komite ekonomi kreatif turun ke lapangan untuk mencari responden yang bisa mewakili di masing-masing kecamatan.
Pada hal ini survey pengamabilan data serta penyusunan roadmap di laksanakan di Desa Pela Kab Kutai Kartanegara, bertepatan dengan hari ulang tahun Desa Wisata Pela ke 103 dan Festival Danau ke 3 berlangsung dari tanggal 12 – 13 Desember 2020. Keterlibatan responden di Kecamatan ini sendii dari berbagai kalangan di antaranya, pendidik, pemerhati ekonomi kreatif, komunitas hingga pelaku ekonomi kreatif sebanyak 20 orang.

 Susur Sungai Desa Wisata Pela

Bagi para pengunjung atau traveler yang akan berkunjung ke desa wisata Pela dapat melalui susur sungai ataupun darat, untuk menelusuri sungai mahakam menuju desa wisata pela. Untuk diketahui bahwa selama di perjalanan dari Tenggarong, selama susur sungai diberitahukan kepada para pengunjung bahwa desa wisata Pela yang dikunjungi memiliki berbagai keindahan alamnya, dan pesona Pesut yang hanya berada di desa Pela. Selama perjalanan sisi kiri kanan di hadapkan dengan pesona alam yang sangat indah, begitu pula hewan asli Kalimantan seperti burung berwarna putih pemakan ikan kecil.
Pesona pesut inilah yang membuat para peserta dan traveler berantusias untuk mengunjungi desa Pela. Bagi peserta yang ingin menempuh jalur darat bisa melalui perjalanan dari tenggarong ke Kota Bangun dan dilanjutkan dengan menyebrang menggunakan kapal kecil sekitar 10 menit, menuju desa Pela.
Setelah sampai di Desa Wisata Pela yang menjadi pintu masuk ke Danau Semayang, rombongan akan langsung di sambut bapak Alimin dan pokdarwis desa wisata Pela, untuk diantar ke penginapan terdahulu sambil menikmati makanan yang telah dibuat oleh ibu – ibu desa Wisata Pela.
Untuk menyaksikan keindahan Pesut bisa disaksikan langsung pada sore hari, pesut ini biasa hilir mudik di jam – jam tertentu pagi dan sore harinya. Para wisatawan bisa menyaksikan cukup duduk di deretan rumah apung atau keramba ikan milik warga desa pela, kita bisa melihat rombongan kecil pesut Mahakam yang keluar masuk antara danau semayang dan sungai Mahakam. Jika ingin melihat lebih dekat dan mengabadikan foto pesut Mahakam yang langka bisa menyewa kapal Pokdarwis Desa Pela.  Karna mereka sudah memiliki pengetahuan mengenai lokasi dan jamnya kemunculan pesut mahakam, serta jarak aman untuk melihat pesut, agar pesut tetap mau muncul dan berenang di sekitar kapal.

 Tim Penilai Panji Kunjungi Kab Kukar

Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara, mendapatkan kunjungan dari Tim penilai Panji keberhasilan pariwisata provinsi Kaltim, untuk menilai sektor pariwisata, Rabu (18/11).  Diawali dengan pemaparan sektor pariwisata Kukar tahun 2020, kemudian rombongan menilai 3 destinasi wisata Kukar yang direkomendasikan Dinas Pariwisata Kukar untuk dinilai, yakni melihat Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tenun Ulap Doto Pokan Takaq, wisata Ladaya dan terakhir wisata rekreasi dan edukasi Kembang Jaong.  
Menurut Ketua tim penilai Panji keberhasilan wisata dan budaya provinsi Kaltim profesor DR. H. Abdul Rahim, kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan provinsi Kaltim yang dipelopori Dinas Pariwisata Kaltim, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk memotivasi dan memberikan pemikiran-pemikiran baru berkaitan dengan pengembangan kepariwisataan dan budaya yang ada di Kaltim "Dan hari ini kita kunjungi Kabupaten Kukar untuk menilai tiga lokasi destinasi wisata yang diajukan Dinas Pariwisata Kukar yakni, kerajinan ulap doyo, Ladaya dan Kembang Jaong, saya sangat berkesan dengan pengelolaan pariwisata di Kukar apalagi lokasi yang kami datangi merupakan destinasi wisata yang dikelola swasta dan kami juga menilai peran pemerintah daerah di sektor pariwisata, karena wisata yang dikelola pemerintah daerah masih ditutup karena dalam masa pandemi covid-19.

 Penilaian Panji Keberhasilan Pariwisata Kukar

Tim Penilaian ini lanjutnya, nantinya akan mendapatkan penghargaan Panji keberhasilan dibidang pariwisata dan budaya saat ulang tahun provinsi Kaltim pada Januari mendatang.  "Dan saya berpesan penghargaan ini jangan dijadikan ukuran, tetapi dijadikan motivasi untuk membangun pariwisata kedepan lebih baik, " harapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar Thauhid Alfriliannoor mengaku, untuk tiga destinasi wisata yang kita rekomendasikan untuk dinilai ini pengelolanya dari swasta, karenaa wisata yang dikelola pemerintah daerah saat ini masih tutup karena pandemi covid-19.  "Kita upayakan tahun ini Kukar dapat Panji keberhasilan dibidang pariwisata, karena tahun lalu kita kalah dengan Berau, kita juga telah menyiapkan penilaian ini selama dua minggu agar hasilnya maksimal dan dapat kembali meraih predikat pertama untuk panji keberhasilan dibidang pariwisata dan budaya.
Diharapkan dengan dikembangkannya serta melakukan pembaharuan terhadap objek objek wisata yang dikelola pemerintah bisa menjadi nilai tambah untuk penilaian panji – panji keberhasilan wisata untuk Kab Kutai Kartanegara.

 Tim Penilai Panji Kunjungi Kab Kukar

Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara, mendapatkan kunjungan dari Tim penilai Panji keberhasilan pariwisata provinsi Kaltim, untuk menilai sektor pariwisata, Rabu (18/11).  Diawali dengan pemaparan sektor pariwisata Kukar tahun 2020, kemudian rombongan menilai 3 destinasi wisata Kukar yang direkomendasikan Dinas Pariwisata Kukar untuk dinilai, yakni melihat Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tenun Ulap Doto Pokan Takaq, wisata Ladaya dan terakhir wisata rekreasi dan edukasi Kembang Jaong.  
Menurut Ketua tim penilai Panji keberhasilan wisata dan budaya provinsi Kaltim profesor DR. H. Abdul Rahim, kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan provinsi Kaltim yang dipelopori Dinas Pariwisata Kaltim, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk memotivasi dan memberikan pemikiran-pemikiran baru berkaitan dengan pengembangan kepariwisataan dan budaya yang ada di Kaltim "Dan hari ini kita kunjungi Kabupaten Kukar untuk menilai tiga lokasi destinasi wisata yang diajukan Dinas Pariwisata Kukar.
yakni, kerajinan ulap doyo, Ladaya dan Kembang Jaong, saya sangat berkesan dengan pengelolaan pariwisata di Kukar apalagi lokasi yang kami datangi merupakan destinasi wisata yang dikelola swasta dan kami juga menilai peran pemerintah daerah di sektor pariwisata, karena wisata yang dikelola pemerintah daerah masih ditutup karena dalam masa pandemi covid-19, "

 Destinasi Wisata Di Kukar Penuh Fantasy Wisata Keluarga

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)  telah menerapkan program Sapta Pesona guna menunjang peningkatan kunjungan wisatawan. Namun ada hal yang perlu diketahui para wisatawan lokal dan interlokal, serta mancanegara. Kepala Pelaksana Tugas (Plt) Dispar Kukar Tauhid Afrilian Noor melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Ridha Fatrianta didampingi Kepala Seksi Pengembangan Daya Tarik Pariwisata Antoni menerangkan saat ini pihaknya juga sedang menjalankan Program Jonok Ngan (Rindu Dengan) Kukar 2015-2021.
Salah satunya adalah memperkuat Destinasi Pulau Kumala yakni Smart Island yang di dalam terdapat E-Ticketing, E-Parking, persiapan wadah atraksi/wahana yang baru, serta perbaikan sarana dan prasarana. “Realisasi program unggulan 2020 yakni Destinasi Pariwisata terdiri dari pembangunan Kios Souvenir Pulau Kumala, pembangunan Sundial Park Pulai Kumala (Taman Jam Matahari ), penerapan E-Ticketing dan E-Parking Pulau Kumala, revitalisasi wahana Merry Go Round dan Bumper Car Pulau Kumala, Pembangunan Taman Burung Pulau Kumala.
Menurutnya, Dibangunnya kios souvenir, guna menata dan menseragamkan para pedagang souvenir ini, yang sebelumnya tidak tertata, agar mempermudah para wisatawan mudah membeli souvenir sesuai keinganan mereka. “Dalam rangka penerapan kenyamanan wisatawan, pihak Dispar Kukar juga telah melakukan inovasi secara online dan kemudahannya dalam melakukan pembayaran dengan menfasilitasi melalui E-Ticketing dan E-Parking Antoni menambahkan, kreativitas dan inovasi memanfaatkan ruang dan zona di kawasan akan menjadikan Pulau Kumala sebagai salah satu daya tarik wisata yang berdaya saing tinggi. “Disamping itu pula, di beberapa titik tempat wisata saat ini dalam tahap pembangunan seperti pembangunan wahana Outbond Anak Waduk Panji Sukarame, Pembuatan dan Rehab Gazebo Waduk Panji Sukarame, pengadaan Perahu Wisata Danau, Pembangunan Air Mancur Waduk Panji Sukarame, Pembangunan taman Labirin Waduk Panji Sukarame, pembangunan taman replica kerajaan nusantara dan monument dunia, pembuatan Studio Virtual (VR) Planetarium Jagat Raya, revitalisasi pemancingan loa kulu, dan pasar terapung.

 Seluruh Destinasi Wisata Kukar Terus Melakukan Pembaruan

Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara dalam hal ini sebagai induk dari setiap destinasi yang ada di Kukar, terus melakukan pembaruan terhadap destinasi – destinasi yang ada atau dikelola pemkab Kukar, diantaranya Pulau Kumala di Tenggarong, Waduk Panji Sukarame Tenggarong,Planetarium Tenggarong, serta wisata Pantai yang saat ini sedang diminati oleh para wisatawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Thauhid Afrilian Noor mengatakan Dalam suasana pandemi Covid-19 pada bulan Maret lalu, dan ditambah dengan Surat Edaran Bupati yang menerangkan bahwa semua destinasi wisata yang dikelola pemerintah tidak diizinkan beroperasi dalam waktu yang tidak ditentukan.  Meskipun belum beroperasi, Pemkab Kukar melalui Dinas Pariwisata Kukar akan  terus melakukan pembaruan, yakni melakukan penambahan sarana dan prasarana di beberapa tempat wisata. Diantara penambahan sarana seperti di pulau kumala, waduk panji, pantai merah dan planetarium.
untuk di Pulau Kumala Tenggarong, Dispar menambah kios souvenir yang sebelumnya kayu sekarang jadi semen. Jadi, telah revitalisasi kios tersebut supaya lebih baik, aman dan berwarna. adapula penambahan wahana baru di pulau kumala yakni jam matahari. Jadi,  jam matahari seperti perhitungan jam zaman dulu dalam menentukan jam berapa sekarang dibawah sinar matahari. Begitupula dengan Waduk Panji Sukarame, untuk menambah kenyamanan dan keseruan saat liburan bersama kelurga maka akan di tambahkan serta dibangun labirin. Labirin seperti permainan memiliki jalur yang rumit, berliku-liku, serta memiliki banyak jalan buntu sehingga banyak orang yang tersesat disitu. Untuk pantai yang sekarang sedang diminati yaitu Pantai Tanah Merah dibangun atraksi jembatan dan menjadi sport foto menarik bagi wisatawan yang berkunjung.   

 Teruna Dara Siap Mempromosikan Destinasi Kukar

Setelah melalui tahapan demi tahapan yang di lakukan oleh Dinas Pariwisata Kab Kukar untuk pemilihan teruna dara Kukar dengan 3 juara terbaik dari 60 peserta, sehingga terpilihlah para pinalis yang siap untuk memajukan serta mempromosikan semua destinasi yang ada di wilayah Kutai Kartanegara.
Pemenang Teruna Dara diraih oleh Teruna Galan Dwi Frihanata dan Dara Alvionita Budiarus, kemudian Putri Pariwisata Kukar Tahun 2020 berhasil diraih Ratu Hester dari Tabang. Dalam kesempatannya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Thauhid Afrilian Noor SP. MSi,  mengatakan Peran Teruna Dara dan Putri Pariwisata yaitu untuk memperkenalkan dan mempromosikan semua destinasi wisata di Kukar. berharap Teruna Dara dan Putri pariwisata saling bersinergi untuk mengajak kaum milenial mengenal potensi pariwisata yang ada di Kukar. Apalagi jika ada destinasi wisata di daerah pelosok yang mungkin belum terekspos, agar kedepannya bisa dikenal luas.
Diharapkan untuk kepada para Duta agar terus menambah wawasan serta terus memperkenalkan destinasi wisata baik yang unggulan maupun yang baru tumbuh berkembang, apa lagi saat ini sedang diminati oleh wisatawan. Selain itu, tujuan utama duta pariwisata yang diadakan setiap tahunnya oleh Dispar Kukar yakni para pemenang akan diikutsertakan dalam ajang serupa di tingkat Provinsi.

 Materi Ke Dua, Pengembangan Industri Ekonomi Kreatif Kab Kukar

Pada materi kedua ini menjelaskan materi alnjutan dari pengertian Sub sektor Kriya yaitu kerajinan ( Kriya ) merupakan bagian dari seni rupa yang merupakan bagian dari seni rupa terapan yang merupakan titik temu antara seni dan desain yang bersumber dari warisan tradisi atau ide kontempoerer yang hasilnya dapat berupa karya seni, produk fungsional, benda hias dan dekoratif, serta dapat dikelompokkan berdasarkan material dan eksplorasi alat teknik yang digunakan, dan juga dari tematik produknya. Subsektor Kuliner merupakan kegiatan persiapan, pengolahan, penyajian produk makanan, dan minuman yang menjadikan unsur kreativitas, estetika, tradisi, dan atau kearifan lokal, diakui oleh lembaga kuliner sebagai elemen terpenting dalam meningkatkan cita rasa dan menilai produk tersebut, menarik daya beli dan memberikan pengalaman bagi konsumen.
Untuk sektor musik yaitu segala jenis usaha dan kegiatan kreatif yang berkaitan dengan pendidikan kreasi /komposisi, rekaman promosi, distribusi, penjualan, dan pertunjukan karya seni musik. Subsektor Seni Pertunjukan ialah cabang kesenian yang melibatkan perancang, pekerja teknis, dan penampil, yang mengolah mewujudkan dan menyampaikan sesuatu gagasan kepada penonton, baik dalam bentuk lisan, musik, tata rupa, ekspresi, dan gerakan tubuh atau tarian yang terjadi secaralangsung ( live ) di dalam ruang dan waktu yang sama disini dan kini.
Berlanjut untuk Fotografi ialah sebuah industry yang mendorong penggunaan kreativitas individu dalam memproduksi citra dari suatu objek foto dengan menggunakan perangkat fotografi, termasuk di dalamnya media perekam cahaya, media penyimpanan berkas, serta media yang menampilkan informasi untuk menciptakan kesejahteraan dan juga kesempatan kerja. Film ialah karya seni gambar bergerak yang memuat berbagai ide atau gagasan dalam bentuk audio visual serta dalam proses pembuatannya menggunakan kaidah – kaidah sinematografi. Animasi ialah tampilan frame ke frame dalam urutan waktu untuk menciptakan ilusi gerakan yang berkelanjutan sehingga tampilan terlihat seolah – olah hidup atau mempunyai nyawa.
Dan video ialah sebuah aktifitas kreatif, berupa eksplorasi dan inovasi dalam cara merekam atau membuat gambar bergerak, yang ditampilkan melalui media presentasi yang mampu memberikan karya gambar bergerak alternative yang berdaya saing dan memberikan nilai tambah budaya, sosial, dan ekonomi.

 Materi Pengembangan Industri Ekonomi Kreatif Kab Kukar

Dalam rapat bersama yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kab Kukar, di berikan pemateri dari Pusat Pengkajian Kepariwisataan Politeknik Negeri Samarinda.  Mengenai industry ekonomi kreatif kekuatan baru Indonesia menuju 2025, perwujudan nilai tambah dari suatu ide atau gagasan kekayaan intelektual yang mengandung keorisinilan, lahir dari kreativitas intelektual manusia, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi keterampilan serta warisan budaya. Kab kutai Kartanegara telah di tetapkan sebagai kab Kreatif diluar Pulau Jawa, melalui Keputusan Kepala Beekra 84/2019 tanggal 19 Juni jo 83 / 2019 tanggal 18 juni 2019 teng Kabupaten / Kota Kreatif ( Kata Kreatif ) Indonesia Tahun 2019 menetapkan Kutai Kartanegara sebagai Kabupaten / Kota Kreatif bersama dengan 9 Kabupaten / Kota lainnya yakni Kota Malang, Kab Majalengka, Kota Palembang, Kota Semarang, Kota Balikpapan, Kota Denpasar, Kab Gianyar, dan Kab Rembang.
Pemateri menjelaskan mengenai peluang pembangunan sektor EKRAF di Kab. Kutai Kartanegara. Ada Kebijakan Pemindahan Ibukota Negara ke Provinsi Kalimantan Timur, bahwa dengan pemindahan ibukota Negara ini akan mendorong investasi di provinsi ibukota baru dan sekitarnya yang lebih luas pada wilayah lain serta meningkatkan otput beberapa sektor non tradisional terutama sektor jasa yang banyak mencakup sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kedua kebijakan transpormasi ekonomi Kalimantan Timur, untuk melakukan percepatan transformasi ekonomi ekonomi berbasis sumber daya alam tidak terbarukan ke sumber daya alam terbarukan secara vertical maupun horizontal. Di lanjutkan dengan revolusi indusrti 4.0 dan ekonomi digital, teknologi digital juga membantu proses pembangunan di berbagai bidang diantaranya pendidikan melalui pembelajaran jarak jauh ( distance learning ). Pemerintahan melalui e-government, inklusi keuangan melalui financial technology dan pengembangan UMKM seiring berkembangnya e-commerce.
ada 16 sub sektor ekonomi kreatif yang ada pada diri yang harus di kembangkan. Dari aplikasi, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi, video, fotografi, kuliner, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, kriya, seni rupa, musik televise dan radio.

Even Tahunan

Even