Bos

Tabang

Dondang

Tari Kesultanan

Beluluh

Pulau Kumala

Bukit Bangkiray

BEKANTAN

Kaltim Park

Kaltim Park

Statistik

Hit hari ini : 159
Total Hits : 1,646,832
Pengunjung Hari Ini : 52
Pengunjung Online : 4
Total pengunjung : 448,012

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

 Kunjungan Perwakilan Desa Wisata Pela Ke POLNES

Wisata Desa Pela juga menjadi destinasi wisata yang meraih Juara 2 Nasional Kelompok Sadar Wisata 2019, kategori pendampingan akademisi, PADesnya masuk ke desa melalui BUMDes, Kota Bangun Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki banyak tempat wisata alam yang eksotis, salah satunya di Tanjung Tamannoh, Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun. Tanjung Tamanoh juga salah satu tempat wisata yang pernah menjadi viral karena pengunjung bisa menikmati panorama sunset dan Pesut yang sungguh menakjubkan. Tak heran jika Kukar menjadi salah satu surga wisata alam di bumi Kalimantan Timur (Kaltim). 
Dengan adanya kunjungan kerjasama ini Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) pada Februari belum lama ini, khusususnya Kerjasama Prodi Pariwisata dan Desain Produk melalui kunjungan yang dilakukan Desa Pela, nantnya akan lebih fokus untuk membantu menjadikan Desa Pela menjadi Desa Wisata yang lebih Inovatif sehingga pada akhirnya akan memberi nilai tambah ekonomi dan edukasi untuk semua pihak khususnya untuk masyarakat sekitar Desa Pela itu sendiri.

 Wisata Pantai Muara Badak Gelar Komunitas Berkemah

Dalam acara HUT ke-8 Persatuan Pemuda Muara Badak (PPMB), organisasi tersebut akan menggelar acara camping community pada 20 – 21 Maret 2021 ini. Rudi Herawan selaku penasehat PPMB mengatakan, tema yang diusung ialah wisata bahari atau pantai sebagai penggerak ekonomi pesisir. “Camping Komunitas ini terbuka diikuti oleh seluruh komunitas yang ada di Kalimantan Timur dan Utara,” kata Rudi kepada beberapa harian surat kabar lokal (17/1/2021)Jika mendaftar pada 11 Januari hingga 20 Februari, per orang cukup membayar Rp 30 ribu. Jika mendaftar pada 21 Februari hingga 20 Maret, biayanya sebesar Rp 40 ribu.
Jika ingin daftar, bisa menghubungi panitia di nomor 081250806352 dan 085388778777. “Sebelum pandemi Virus Corona atau covid-19, rata-rata pengunjung Pantai Panrita Lopi selama sebulan sekitar 3 ribu orang.  Jadi kami sempat tidak menerima pengunjung selama 3 bulan," kata Daeng Lompo yang merupakan salah satu pengelola pantai. Ia menjelaskan, pantai yang dikelolanya tutup sejak Februari dan baru kembali dibuka untuk umum pada akhir Mei tahun lalu."Sebelum lebaran tahun lalu, kami memang meminta kepastian kepada pemerintah. 
Akhirnya boleh buka lagi dan kami harus menjalankan protokol kesehatan pencegahan covid-19," kata Daeng Lompo. Kini, setelah buka sekitar 8 hari. Jumlah pengunjung telah mencapai di atas 1.500 orang. "Paling banyak akhir pekan, kalau hari biasa Senin sampai Jumat rata-rata 300 orang," kata Daeng Lompo.

 Wisata Air Terjun Suka Alam Yang Selalu Disukai Pengunjung

Objek wisata alam seperti pantai dan air terjun selalu ramai dikunjungi. Terutama saat akhir pekan. Untuk objek wisata yang dikelola pemerintah tutup total, seperti Pulau Kumala, planetarium jagat raya, waduk panji Sukarame, dan Pantai Tanah Merah Samboja.
Diketahui, objek wisata yang dikelola swasta termasuk Air Terjun Suka Bumi tetap dibuka di masa pandemi. Tetapi harus menerapkan standar protokol pencegahan Covid-19. Bapak Thauhid  yang merupakan Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara mengatakan, 
“Tingkat kunjungan harus dibatasi, hanya 30 persen dari tingkat kunjungan normal,” ucapnya.Lebih lanjut Bapak Thauhid berterima kasih kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang ada di desa-desa. Lantaran mau mempromosikan dan memajukan objek wisata di daerahnya. Hal ini menurutnya sangat penting.

 Pokdarwis Desa Mulawarman Melakukan Survey Lokasi Patok Belanda

Ekspedisi pencarian patok Belanda di Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara ini dilaksanakan pada hari Rabu (3-2-2021). Dalam ekspedisi ini, dilakukan oleh pemerintah Desa Mulawarman, Pokdawris (kelompok sadar wisata) Desa Mulawarman yang juga bernama Pokdarwis Patok Belanda, serta masyarakat setempat yang peduli terhadap cagar budaya ikut meramaikan survey pada hari itu.Perjalanan dimulai dari pusat Desa Mulawarman yang merupakan titik berkumpul tim ekspedisi. Selanjutnya dengan menggunakan kendaraan roda empat terbuka, langsung menuju titik lokasi terdekat ke arah patok belanda yang dituju. 
Jalan yang dijajal para tim ekspedisi cukup sulit, masih perlu memasuki jalan setapak dengan berjalan kaki kedalam hutan yang cukup banyak terdapat semak-semak namun masih ada jalurnya sehingga untuk pejalan kaki masih bisa memungkinkan untuk masuk kedalam. Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang, akhirnya tim menemukan patok belanda yang dicari. Usmansyah, ketua Pokdarwis Patok Belanda mengatakan, “Nama Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) ini juga diambil dari Patok Belanda yang terdapat di Desa Mulawarman”.

 Wisata Family Trip Politeknik Negeri Samarinda Di Objek Wisata Jembayan

Keseruan Wisata Family Trip (Famtrip) Mahasiswa/i Dan Dosen Politeknik Negeri Samarinda saat mengunjungi Objek Wisata Edukasi di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Januari 2021). Mengawali Family Trip, rombongan berkumpul di aula depan Grand Elty Hotel Singgasana Tenggarong untuk memulai persiapan. Setelah semuanya selesai, rombongan langsung berangkat bersama-sama ke Desa Jembayan. Setelah itu rombongan berangkat ke Balai Pertemuan Desa untuk memulai agenda. 
Di balai pertemuan, rombongan disambut perangkat desa setempat dengan ramah. Dalam pertemuan tersebut, protokol kesehatan tetap diutamakan mengingat fase virus corona yang belum stabil. Berangkat dari balai pertemuan, rombongan langsung mengawali agenda dengan menuju kampong singkong selingkuh, kampong bawang rambut & bawang perai, kampung kambing, jajanan kuliner khas desa setempat, makan nasi bekepor untuk mengawali makan siang, sedot madu kelulut, dan pergi ke kampong seraong Desa Jembayan melihat pembuatan seraong secara tradisional, mengunjungi outlet Pokdarwis Jembayan Tengah.
Dalam kegiatan ini, Ketua Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda, I Wayan Lanang Nala mengatakan. “Kegiatan ini menrupakan kerjasama antara polnes dengan pihak Desa Jembayan Tengah sebagai pengabdian kami dalam bidang pariwisata di Desa.” Pihak Dinas Pariwisata melalui kasi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, Airin Susanti mengatakan. “Kegiatan ini merupakan wisata edukasi bagi anak-anak mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda melalui pokdarwisnya Desa Jembayan Tengah.”

 Wisata Gua Batu Gelap Di Desa Separi Akan Segera Dibuka

Dalam waktu dekat, objek wisata Gua Batu Gelap di Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang rencananya akan dibuka pada 2021. Meskipun belum dibuka untuk umum, sudah beberapa kali wisatawan mengunjungi gua tersebut, walaupun jumlahnya tidak banyak.Kepala Desa Separi, Bapak Sugianto belum lama ini mengatakan “Paling cepat tahun depan (2021), sudah kami buka secara umum objek wisata tersebut”. Dia mengatakan bahwa jalan menuju objek wisata tersebut masih susah untuk dilewati. Sebab, pengunjung yang datang ke gua harus mengambil jalan memutar melalui desa sebelah yakni Desa Suka Maju yang agak jauh. “Ini mau kami proses pembukaan jalan baru menuju objek wisata gua tersebut sepanjang 4 km. Melalui kegiatan yang anggarannya dari alokasi dana desa (ADD).”
Selain itu, Desa Separi memiliki tiga objek destinasi wisata seperti Gua Batu Gelap, Waduk serta Air Terjun. Jika ini, lanjut Sugianto, dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan baik, maka destinasi tersebut sangat menjanjikan untuk pendapatan desa. 
Dengan hadirnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdaswis) dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Separi sangat membantu pihak desa untuk mempromosikan destinasi wisata di Separi. “Kalau mau ke Gua Batu Gelap, di lokasi ada anggota Pokdarwis yang siap membantu dan mengarahkan para pengunjung,” kata Bapak Sugianto.

 Asa Pariwisata Desa Pela Di Acara Kick Andy Metro TV

Dalam acara Kick Andy di Metro TV, episode Asa Pariwisata Kita, tayang hari Minggu (3-1-2021) menceritakan tentang Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang memublikasikan citra pariwisata yang ramah lingkungan. Desa yang berjarak sekitar 88 km dari Tenggarong yang merupakan ibu kota Kutai Kartanegara itu memang memiliki kekayaan alam yang unik. Selain berada di tepi Danau Semayang dan dilalui anak Sungai Mahakam, Desa Pela juga didominasi kawasan berawa. Geografi tersebut menghasilkan bentuk permukiman berupa rumah panggung dan jalanan desa yang dibuat dari susunan kayu ulin. Keindahan desa itulah yang disadari salah satu warganya, potensial untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata. Alimin, sebagai warga lokal setempat, menjadi semakin terpacu melihat desa yang berada di seberang mereka telah lebih dulu mengembangkan pariwisata. Untuk mencapai Desa Pela, pengunjung yang datang dari Tenggarong hanya dapat menempuh perjalanan darat hingga Desa Liang Ulu. Selanjutnya, pengunjung harus menyeberangi Sungai Mahakam. Namun, lamanya perjalanan akan terbayar dengan alam yang indah. “Saat itu kami melihat desa seberang yang berbeda kecamatan dengan kami saja bisa mengembangkan desa mereka, kenapa kami tidak bisa?” kenang Alimin mengenai kondisi pada 2016 itu kepada host Andy Noya, pria berusia 43 tahun itu mengungkapkan jika Desa Pela memiliki keunggulan pesona keindahan matahari terbenam dan juga sebagai tempat untuk melihat atraksi pesut mahakam. 
Alimin pun mengajak anak-anak muda desa untuk mempromosikan pariwisata desa. Pada 2007, keindahan desa itu sempat viral setelah diabadikan dalam bentuk video.Di sisi lain, Alimin mengaku jika ia tidak ingin pariwisata desa berkembang sekadar seperti umumnya. Ia menyadari jika pariwisata dapat juga berdampak buruk pada lingkungan, salah satunya dari meningkatnya volume sampah. Dari situlah, ia yakin jika pariwisata yang cocok bagi tanah kelahirannya haruslah yang ramah lingkungan. Lebih spesifik lagi, pariwisata desa itu harus berbarengan dengan konservasi pesut. Pada 2017, Alimin membuat usulan kepada Pemerintah Kutai Kartanegara agar membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Pela. Tujuannya mengatur kedatangan dan pola wisata turis serta menjaga Sungai Pela yang merupakan habitat alami pesut dari sampah-sampah yang dihasilkan para wisatawan. Selain menginisiasi terbentuknya Pokdarwis di Desa Pela, Alimin juga membuat sebuah museum sederhana untuk memperkenalkan seluk-beluk Desa Pela kepada para pengunjung.
Museum itu didirikan di dekat dermaga dan memiliki dua lantai. Lantai dasar difungsikan untuk museum, sementara lantai dua berfungsi sebagai tempat bersantai. Dengan begitu, turis bisa menggali informasi mengenai Desa Pela dan alamnya sekaligus menikmati suasana sekitar. “Ini yang desa kami punya, kami tidak ada minyak, batu bara, atau sawit, tapi kami punya alam yang indah,” tegas Alimin yang sekarang menjadi Ketua Pokdarwis Kalimantan Timur.

 Maksimalkan Potensi Wisata Di 18 Kecamatan Dengan Permudah Izin Usaha

Staf ahli pembangunan dan perekonomian Kutai Kartanegara (Kukar), Wicaksono Soebagio mewakili Plt Bupati Kukar melantik Ahmad sebagai Ketua DPC Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kukar periode 2020-2025. Kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi dari pelaku usaha taman rekreasi yang ada di Kukar. Wicaksono memberikan apresiasi dan penghargaan dan ucapan selamat atas terbentuknya DPC PUTRI Kukar.
Menurutnya ini bisa membuka potensi taman rekreasi di setiap kecamatan Kukar. Ia  berharap hadirnya PUTRI bisa menjalin kerja sama untuk memaksimalkan potensi yang ada di 18 kecamatan di Kukar. Wisaksono mengatakan Pemkab Kukar akan memberikan kemudahan kepada penanam modal untuk mengurus izin usaha di bidang pariwisata.
“Kaltim akan ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru. Kukar harus siap apalagi di sektor wisata, akan banyak orang yang datang dan membutuhkan tempat liburan,” kata Wicaksono. Sementara itu Ketua DPC PUTRI Kukar, Ahmad mengatakan, di Kukar ada 18 destinasi wisata yang resmi tergabung di PUTRI.
“Jadi, Kukar punya segalanya. Mulai dari wisata hutan, sungai, dan pantai. Intinya, kita akan sampaikan ke publik dan dunia, bahwa Kukar adalah surga wisata,” kata Ahmad. Ahmad meminta kepada pengurus DPC PUTRI Kukar harus bekerja keras untuk menyampaikan potensi destinasi wisata di Kukar. Sebab, masih banyak yang belum diketahui. Ia pun berharap agar perizinan sektor wisata dipermudah, sehingga dapat berkontribusi bagi daerah.
“Jadi, pariwisata adalah bentuk transformasi ekonomi Kukar. Ada banyak budaya, adat dan wisata yang bisa di perlihatkan kepada dunia. Kukar harus jadi leading sector pariwisata di Kaltim. Kami meminta dukungan dan kerja sama semua pihak, agar wisata Kukar bisa jaya,” tutupnya.

 Investasi Pariwisata Menurun, Investor Masih Tertarik Dengan SDA Di Kukar

Investasi skala besar di sektor pariwisata di Kutai Kartanegara masih suram di tahun 2020. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar mengakui pariwisata tidak dilirik calon investor. Sedangkan investasi sektor eksplorasi sumber daya alam (SDA) masih bergeliat. “Tahun ini, tidak ada investasi sektor pariwisata yang masuk ke Kukar alias nol persen, ” ucap Kepala DPMPTSP Kukar, Bambang Arwanto, baru-baru ini melalui beberapa media-media lokal.
Bambang menambahkan, investasi yang masuk ke Kukar didominasi sektor primer eksplorasi SDA sebesar 53 persen, industri tersier mencapai 26,5 persen, sedangkan industri manufaktur sebesar 20 persen.
Total investasi yang masuk berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang mencapai 84 persen. “Untuk penanaman modal asing (PMA) yang masuk mencapai 16 persen, ” jelasnya. Mengetahui sektor pariwisata tidak diminati para investor, Bupati Edi Damansyah menanggapi santai. Alasannya, pandemi COVID-19 yang berkepanjangan jadi pertimbangan investor.
“Bukan hanya di Kukar, daerah lain juga mengalami hal serupa, ” ujarnya. Edi meyakini, sektor pariwisata semakin meningkat setelah pandemi COVID-19 berakhir. Bupati terpilih hasil Pilkada Kukar 9 Desember 2020 lalu berjanji akan menggiatkan promosi potensi pariwisata. “Infrastruktur pariwisata juga akan dibenahi perlahan-lahan, yang diyakini dapat menjadi daya tarik para investor, ” ujarnya. Edi bersyukur, geliat pariwisata di tingkat desa malah semakin maju dan berkembang meskipun hanya dikelola masyarakat atau komunitas seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat desa. “Wisata alam di desa-desa semakin maju, ini sudah terbukti, ” terang Bapak Edi Damansyah, optimis.

 Dispar Kukar Mulai Lakukan Survei Dan Penyusunan Roadmap

Genjot ekonomi dari berbagai sektor terus dilakukan pihak Pemkab Kukar. Kali ini dilakukan Dinas Pariwisata Kukar. Kegiatan dilakukan dengan lakukan survei pengambilan data serta penyusunan Roadmap bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Kepariwisataan Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda (P2K-Polnes). Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung di Kecamatan-kecamatan yang ada di Kutai Kartanegara.
“Kita berharap nanti mendapatkan arah strategi dengan menetapkan program kegiatan ini, untuk dilakukan di tahun-tahun berikutnya dengan melihat peta yang tersebar di 18 kecamatan,” kata Bapak Heri Kusnadi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara.
Tak hanya itu, pihak Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara juga memetakan dan mengambil langkah kebijakan untuk pengembangan ekonomi kreatif di seluruh kecamatan di Kukar. “Kegiatan ini juga nantinya akan melibatkan kawan-kawan komunitas, komite ekonomi kreatif turun ke lapangan untuk mencari responden yang bisa mewakili di masing-masing kecamatan,” jelas Bapak Heri Kusnadi.
Keterlibatan responden di Kecamatan ini sendii dari berbagai kalangan di antaranya, pendidik, pemerhati ekonomi kreatif, komunitas hingga pelaku ekonomi kreatif sebanyak 20 orang “Responden yang kita ambil dari kalangan pendidik, pemerhati ekonomi kreatif, komunitas pelaku ekonomi kreatif di masing-masing kecamatan” ujar Bapak Heri Kusnadi.

Even Tahunan

Even