Foto 2

Foto 1

DEC

Tarian Dewa Erau

Pembukaan

Bukit Bangkiray

Kirab Budaya

Merebahkan Ayu

Streat Performan

Statistik

Hit hari ini : 49
Total Hits : 1,000,111
Pengunjung Hari Ini : 13
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 227,370

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

Hari Ketiga Pentas Seni EIFAF 2017




Pentas
seni EIFAF 2017 sampai hari ke-3 masih berlangsung meriah. Terlihat dari antusias para
penonton yang masih ramai mendatangi dua panggung pentas seni yaitu Stadion
Utama Lapangan Basket Timbau dan panggung kedua yaitu panggung Stadion Rondong
Demang.




Panggung
Utama Lapangan Basket Timbau menghadirkan peserta dari Tabang, China Taipei,
Slowakia, Tonyoi Bennuaq dan Polandia dan di panggung Stadion Rondong Demang
menghadirkan Ngelawai, Thailand, Malang, India dan Jepang.




Group
seni tari dari Tonyoi Benuaq membawakan tari yang bercerita tentang pengobatan
yang diberikan kepada orang yang sedang sakit dan membayar makan semengat
ucapan syukur orang yang sembuh dari sakit. Tari ini di sebut dengan tari
Belian Bawo. Group seni tari Polandia hadir dengan costum yang sangat menonjol
dari rompi bersulam, puluhan manik-manik, bulu burung burung merak  dan sabuk yang dihiasi.




Group
seni tari dari India membawakan tari GHoomar yaitu tari yang berasal dari salah
satu daerah di India yaitu Rajasthan. Para penari berputar-putar di atas kaki
sembari bergerak masuk dan keluar dari sebuah lingkaran besar.



Keseruan Street Performance


Penampilan Street Performance pada tanggal 26 Juli 2017 tidak kalah menariknya dengan street performance sesudahnya. Street Performance kali ini menampilkan dua (2) perwakilan dari Indonesia yaitu SD 028 Tenggarong dan Sanggar Tari Benaong, dan dua (2) perwakilan dari peserta Folklore yaitu Negara Korea dan Negara Bulgaria.




Penampilan pertama di tampilkan oleh adik – adik dari SD 028 Tenggarong, yang menampilkan tarian dengan judul jepen kanaka tau jepen keroan kanan. Tarian ini menceritakan keseharian anak – anak yang bermain dengan suka cita, permainan yang dimainkan mulai dari asen naga, lompat tali, kabat sampai sandal kelom. Tampilan ke dua dilakukan oleh peserta dari Korea. Mereka menampilkan 3 macam tarian yaitu yang pertama dengan judul tarian sarangiao, tarian kedua berjudul peace dance dan tarian ketiga berjudul gangga sule.




Tampilan berikutnya dari tuan rumah lagi yaitu dari sanggar tari benaong yang menampilkan  tari Datun Julut Remaja Kreasi. Tarian ini menceritakan kebersamaan remajaputri suku dayak kenyah yang saling membantu antar sesame dan mempererat tali persaudaraan demi mewariskan dan mempertahankan adat kebudayaan leluhur. Penampilan tarakhir ditutup dengan tarian dari Bulgaria yang menampilkan tarian yang sederhana tetapi ringan, lincah dan garang.





 

Lomba Taruna Dara Cilik Di EIFAF 2017


Acara Pemilihan Teruna Dara Cilik dalam rangka Erau Adat Kutai & International Folk Art Festival ke-5 2017 berlangsung meriah. Melalui staf yang mewakili membacakan teks sambutan Bupati Kutai Kartanegara menandakan awal mula acara dimulai. Dalam teks sambutan yang dibacakan, Bupati Kutai Kartanegara mengapresiasi atas nama pemerintah daerah menyambut baik dan sangat mendukung diselenggarakannya kegiatan ini melalui momentum Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival untuk melestarikan dan memperkenalkan pakaian khas adat Kutai.




Dalam sambutannya juga menjelaskan bahwa dengan diselenggarakannya Fashion Adat Kanak Kutai ini akan memperkenalkan pakaian khas Kutai Kartanegara yang saat ini telah berkembang dengan baik, berbagai macam desain serta produksi dari bahan-bahan yang utamanya berasal dari tanaman khas daerah Kutai. Hal ini juga diterangkan Bupati Kutai Kartanegara sebagai cara memperkenalkan aneka pakaian khas Kutai secara luas dimata masyarakat Internasional. Kemudian dalam sambutannya juga menjelaskan tentang adanya pemilihan Teruna Dara Cilik 2017 ini diharapkan dapat menambah rasa percaya diri anak dalam meningkatkan bakat maupun potensi yang dimiliki dengan tujuan memberikan anak edukasi serta pemahaman supaya nantinya bisa terus melestarikan budaya lokal di Kutai Kartanegara.




Acara ini memiliki kategori-kategori yang dilombakan, mulai dari Fashion Adat Kanak Kutai Kategori A (usia 4 – 7 tahun), Fashion Adat Kanak Kutai Kategori B (usia 8 – 10 tahun), dan sampai pada pemilihan Teruna Dara Cilik 2017. Pemenang Fashion Adat Kanak Kutai terbagi menjadi 5 pemenang, mulai dari Best Dress, Juara Harapan I, Juara III, Juara II, & Juara I. Untuk pemenang Fashion Adat Kanak Kutai Kategori A yaitu Kania Renata Susanto (Best Dress), Salsabila Dwi Ramadhani (Juara Harapan I), Divanna Putrilia Hidayat (Juara III), Haikal Gading (Juara II), dan Aqila Yumi Yulian Putri (Juara I). Sedangkan untuk Fashion Adat Kanak Kutai Kategori B yaitu Yustika Nur Ramadhana (Best Dress), Tirza Amanda Risya (Juara Harapan I), Aisya Nurul Azkiya (Juara III), Destilaydi Nurmaya Mardwi (Juara II), dan Keizia Shareefa Hidayah (Juara I).




Adapun pemenang Teruna Dara Cilik 2017 juga memiliki kategori yang dimenangkan, pemenangnya yaitu Muhammad Rizky Raihansyah (Teruna Best Catwalk) & Nabila Dinda Azzahra (Dara Best Catwalk), Raditya Kemal Thooriq (Teruna Berbakat Kukar) & Syahrika Fadia Hamizah (Dara Berbakat Kukar), M. N. A Amrullah (Teruna Favorit) & Monica Massayu Widi Wicaksana (Dara Favorit), Mahdi Jannata (Teruna Wakil II) & Mawar Nur Kamila (Dara Wakil II), Christian Joe (Teruna Wakil I) & Diah Pitaloka (Dara Wakil I), dan Muhammad Rizky Raihansyah (Teruna Cilik Kukar) & Monica Massayu Widi Wicaksana (Dara Cilik Kukar).




Harapan diselenggarakannya acara ini yaitu memunculkan minat kepada anak-anak usia dini agar selalu mencintai budaya lokal dan melestarikannya sehingga nantinya budaya lokal akan tetap ada pada generasi-generasi berikutnya.


Ayo Beseprah Di EIFAF 2017


Beseprah adalah makan bersama ala masyarakat Kutai sambil duduk bersila di atas tikar. Kegiatan ini telah rutin dilakukan pada event Erau. Pada Erau Adat Kutai dan 5th International Folk Art Festival (EIFAF) tahun ini, beseprah dilakukan pada hari Rabu (26/7) pukul 09.00 Wita. Acara ini dihadiri oleh Kerabat Kesultanan, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, P beserta Wakil Bupati Drs. Edi Damanyah, M. Si., Sekretaris Daerah, Muspida Kutai Kartanegara , peserta EIFAF dan masyarakat.


  


Beseprah menjadi istemawa dan paling dinanti pada setiap event Erau karena makanan yang disajikan bermacam-macam dan gratis. Makanan ini disediakan oleh Instansi Pemerintah maupun swasta. Acara ini dilaksanakan di sepanjang jalan mulai dari jembatan besi – Jl. Monumen Timur – Jl. Mulawarman Tenggarong.


  


Acara dimulai dengan bunyi kentungan oleh Bupati Kabupaten Kukar, Wakil Bupati, Sekda, Muspida Kukar dan perwakilan peserta EIFAF 2017. Berbagai macam sajian makanan tradisional yang menggugah selerapun boleh disantap setelah bunyi kentungan. Masyarakat yang hadirpun ikut makan bersama dengan kerabat kesultanan tanpa membedakan jabatan.


  


Tradisi beseprah diharapkan bisa dijaga dan dilestarikan secara turun temurun dan bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kutai Kartanegara sesuai dengan tema Beseprah pada event EIFAF  2017 “ Junjung Budaya Etam Hinggah Kancah Internasional “.





Kemeriahan Pentas Seni


Dalam rangka Erau Adat Kutai & 5Th International Folk Arts Festival Tahun 2017 yang dilaksanakan mulai tanggal 22 sampai dengan 30 Juni 2017, salah satu rangkaian acaranya yaitu pentas seni yang diadakan di dua (2) tempat yaitu di Lapangan Parkir Stadion Rondong Demang, dan Lapangan Basket Timbau, pertunjukan pentas seni ini dilaksanakan pada pukul 20.00 – 22.30 WITA.




Penampilan yang pertama di Lapangan Basket Timbau pentas seni pada selasa malam tanggal 25 Juli 2017 yaitu dimulai dari Peserta Indonesi yang menampilkan tarian dari sanggar tari Handil Borneo Etam dari Kecamatan Muara Jawa dengan judul tarian Tari Gantar, selanjutnya dari peserta Folklore Korea, Slovakia, dilanjut Polandia dan India.




Sedangkan untuk penampilan di Lapangan Parkir Rondong Demang penampilan yang pertama yaitu dari tuan rumah yang diwakilkan oleh kelompok Lentera Kutai Kartanegara yang menampilkan tarian yang berjudul Lauk Biyoyong, selanjutnya penampilan dari Negara China, lalu Negara Thailand, dilanjut lagi dari Peserta Indonesia yaitu dari Daerah Istimewa Yogyakarta Bantul yang menampilkan tarian yang berjudul Wowong Uwong yang mampu menghipnotis pengunjung yang ada disekitarnya, dan penampilan terakhr di tutup dengan penampilan Negara Bulgaria.




Antusias penonton yang menyaksikan penampilan pentas seni di dua (2) tempat tersebut mampu menyedot pengunjung baik dari dalam Kutai Kartanegara sendiri maupundari luar Kukar.





Lomba Olah Raga Tradisional Dalam Rangka Erau Adat Kutai 2017


Dalam rangka memeriahkan pesta Erau Adat Kutai International Folk arts Festival (EIFAF), berbagai jenis olah raga tradisional di perlombakan diantaranya Olah Raga Menyumpit, Lomba Asen Naga, Begasing, Lomba Ketinting, Lomba Gubang dan Asen Naga.





Lomba Gubang telah dilaksanakan sejak tanggal 23 Juli dan berakhir pada tanggal 25 Juli  perlombaan di mulai pada pukul 08.00 wita, dan di laksanakan di sungai mahakam Tenggarong yang memakai jalur antara jembatan bongkok dan jembatan besi dengan jarak tempuh 200m. Diikuti oleh peserta  dari Paser dan berbagai kecamatan di Kutai Kartanegara,  lomba gubang  ini memperlombakan 3 katagori Beregu Umum Putri berjumlah 6 regu, Putra 5 regu, Pelajar  Putra 5 regu dan pelajar putri 4 regu dan perorangan Putra  Putri, Umum dan Pelajar.


 



Sedangkan untuk Juara I di hari pertama perlombaan  minggu tanggal 23 juli di raih oleh Nordin peserta dari Paser, Juara II Abdul Jarum Tenggarong, Juara III Nasrullah Paser dan Juara IV Darsani Paser. Di hari kedua senin tanggal  24 Juli Untuk katagori Perorangan Putri Umum, Juara I diraih oleh Manarti dari Tenggarong, Juara II Dwi Kota Bangun, Jauara III Nurul Paser dan Juara IV Selvi Muara Kaman, katagori pelajar Putra Jauara I diraih Ade Riski Peserta dari Tenggarong, Juara II Ardian Kota Bangun, Juara III Baharuddin Kota Bangun dan Juara IV Hasanuddin Kota Bangun.




Di katagori perorangan Pelajar Putri juara I diraih Dwi Novita peserta dari Kota Bangun Juara II Rizka Maulida Tenggarong, Juara III Irma Amanda Tenggarong dan Juara IV Sarmila Tenggarong. Katagori beregu putra dan putri Juara I Putra di raih peserta dari tenggarong, Juara I Putri juga diraih peserta dari tenggarong.

Hadiah di serahkan oleh ketua Podsi Pengda Prov.Kaltim Abdul Rasid, SE.,M.Si dan Kadis Pemuda dan Olah Raga Kab.Kutai Kartanegara serta beberapa unsur Muspida Lainnya.


Semarak Pentas Seni EIFAF 2017


Hari kedua pentas seni Erau Adat Kutai dan 5th International Folk Arts Festival (EIFAF) 2017 menampilkan enam group tari di Panggung utama Lapangan Basket Timbau  yaitu Shinjupen, Bulgaria, Thailand, Slowakia, Kulon Progo dan china Taipei sedang di panggung kedua, Stadion Rondong Demang menampilkan jumlah group yang sama yaitu  Gubang, Korea Selatan, Gunung Kidul, India, Jepang dan Kutai Barat.








Pentas Seni ini mendapat sambutan antusias penonton terbukti dengan tetap antusiasnya penonton yang menyaksikan meskipun tidak kebagian tempat duduk yang memang disediakan sangat terbatas.

Salah satu group yang tampil adalah Group seni dari Jepang menghadirkan Zi Pang yaitu drum Jepang yang terkenal “Taiko”. Pemain-pemain solo yang telah dikumpulkan secara resmi dan dikoordinir oleh Hiroyuki Hayashida seorang pemain solo drum Jepang. Kali ini Hiroyuki Hayasida berkolaborasi dengan Bunta Santo seorang pemain seruling Jepang “yokobue” yang memiliki semangat penuh dari Samurai.





Group seni lain yang tampil adalah dari Cina yang menampilkan empat tari, salah satu diantaranya adalah bercerita tentang Festival Lentera. Tarian ini adalah tarian yang paling dinanti kedatangannya pada saat festival lentera terutama para remaja. Biasanya tarian ini dirayakan di sekitar kuil, dimana di sana terdapat banyak orang yang menyaksikan kemeriahannya. Warna merah yang pada pakaian mereka meambangkan keberuntungan.





Pada setiap sesi penampilan group tari, masing-masing group bertukar cindera mata dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara.




Street Performance Pertama EIFAF 2017


Dalam rangka Erau Adat Kutai & 5Th International Folk Arts Festival Tahun 2017 yang dilaksanakan mulai tanggal 22 sampai dengan 30 Juni 2017, salah satu rangkaian acaranya yaitu Street Ferformance yang acaranya dilangsungkan mulai tanggal 24 sampai dengan 29 Juli 2017,  di Pulau Kumala Tenggarong setiap harinya pada jam 16.10 WITA.





Hadir pada acara Street Ferformance pada tanggal 24 Juli 2017, yaitu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, Presiden CIOFF Said Achmat beserta para pengunjung yang antusias ingin menyaksikan Street Ferformance.





Tampil pertama kali pada acara Street Ferformance adalah kelompok seni Sanggar Tari SMU 1, tampilan kedua dari peserta Folklore yaitu Negara Polandia yang menampilkan tarian yang berjudul tarian daerah Krakow dan tarian daerah Beskid. Tarian daerah Krakow adalah tarian yang paling dikenal di Negara Polandia. Puncak popularitas tarian daerah Krakow diperkirakan abad XIX dan XX. Tarian ini sanagt ceria dan lincah dengan banyak hentakan kaki, sorak sorai dan banyak perubahan arah. Sedangkan tarian daerah Beskit berasal dari pegunungan Polandia dibagian Selatan Polandia.






Gaya tarian ini sangat terhubung dengan kehidupan sehari – hari mereka. Tarian ini menceritakan orang yang berkumpul di muka perapian pada malam hari dan menari bersama untuk bersenang – senang dan bergembira setelah seharian bekerja. Yang laki – laki memamerkan kemampuan merak kepada para wanitanya dengan saling melompat kesatu dengan lainnya, tampilan terakhir yaitu dari  Sanggar Seni Pokan Takaq yang menampilkan tarian yang berjudul Tari Belian Sentiu. Tarian ini menggambarkan pengobatan tradisional dari suku dayak Benuaq, dari zaman dahulu sampai sekarang pengobatan tradisional ini masi digukanan untuk mengobati penyakit – penyakit orang yang di kampung.


Pembukaan Festival Kuliner Dalam Rangka Erau Adat Kutai Dan 5th International Folk Arts Festival (EIFAF) 2017


Salah satu perhelatan pesta rakyat terbesar di Indonesia yaitu EIFAF yang diselenggarakan di Kabupaten Kutai Kartanegara menghadirkan berbagai macam acara untuk meramaikan EIFAF 2017. Salah satu rangkaian acara tersebut  adalah Festival Kuliner. Event ini sangat tepat dilaksanakan pada momen Erau dimana setiap mata tertuju pada perayaan akbar ini, dengan demikian diharapkan masyarakat akan semakin mengerti bahwa kuliner lokalpun bias ditampilkan sebagai sajian yang nikmat pada perayaan besar.





Pembukaan Festival Kuliner ini diadakan pada hari Senin, 24 Juli 2017 bertempat di sebelah gedung bulutangkis Stadion Rondong Demang. Kegiatan ini dihadiri oleh Assisten III Bidang Umum drh, Suriansyah Haji Mawi, Direktur Bank Kaltim, Staf Dinas Pariwisata beserta undangan.Festival Kuliner ini diadakan dengan maksud untuk melestarikan makanan khas Kutai Kartanegara yang semakin hari semakin langka keberadaannya. Selain itu tujuan festival Kuliner ini juga dimaksudkan untuk mengenalkan kepada wisatawan dan mengajak msyarakat untuk semakin mencintai kuliner local.





Pada Akhir kesempatan Suriansyah Haji Mawi berharap agar dibentuk suatu wadah yang dapat menyatukan orang-orang yang mampu mengolah kuliner khas asli Kutai ini. Selain itu Suriansyah Haji Mawi juga berharap adanya pembinaan agar kemampuan mengolah kuliner khas Kutai dapat diturunkan, ditularkan dan disebarkan kepada orang lain khususnya generasi muda .






 


Bepelas Malam Pertama


Selesai Merangin oleh dewa dan Belian langsung menuju keraton/Istana dan berputar-putar 7 kali di area bepelas kemudian duduk bersila berjajar, Dewa sebelah kanan dan Belian sebelah kiri dengan dipimpin oleh PAWANG menghaturkan sembah hormat.







Tampilan Tari Selendang oleh dewa diiringi oleh alunan gamelan sambil mengelilingi area Bepelas  sebanyak satu kali, dan Pemangkon Dalam menyalakan lilin di empat sudut.

Tampilan Tari Kipas diiringi oleh alunan gemelan dengan satu kali putaran, sedangkan tampilan ketiga tari JUNG NJULUK oleh Dewa diiringi alunan gamelan juga dengan satu kali putaran dan menghatur hormat kepada hadirin .PAWANG.







DEWA Melakukan MEMANG di belakang TIANG AYU diiringi alunan Suara Seruling, MEMANG ini di tujukan untuk mengundang DEWA KARANG dan Pangeran SRI GANJUR guna menjaga “ POHON AYU “ dari gangguan roh-roh jaht dalam acara bepelas Sultan.

Acara Bepelas yang dilaksanakan setiap malam selama Erau Adat Kutai Internasional Fokl Arts Festival

Untuk Bepelas malam pertama  dihadiri langsung oleh Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II, Putra Mahkota, Sekretaris Daerah Ir.H.Marli, M.Si, Ketua DPRD Kab Kukar , kerabat kesultanan serta partisipan dari Korea selatan para undangan lainnya.