Bos

Tabang

Dondang

Tari Kesultanan

Beluluh

Pulau Kumala

Bukit Bangkiray

BEKANTAN

Kaltim Park

Kaltim Park

Statistik

Hit hari ini : 166
Total Hits : 1,687,372
Pengunjung Hari Ini : 55
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 457,747

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

 Pantai Malabar Cukup Ramai Pasca Libur Lebaran

Disaat libur pasca lebaran Idul  Fitri 1442 H seperti saat ini, sektor pariwisata khususnya wisata pantai menjadi tempat favorit pengunjung berlibur. Disaat pandemi covid-19 yang masih melanda, bukan berarti tak ada geliat wisata di tengah pembatasan. Walaupun sebagian objek wisata yang dikelola Dinas Pariwisata masih belum buka, pariwisata Kutai Kartanegara tetap eksis ditengah pandemi khususnya pada sektor swasta dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.Pantai Malabar, pantai yang masih tergolong baru ini letaknya tak jauh dari pusat Kecamatan Muara Badak,
Desa Tanjung Limau cukup ramai saat libur lebaran, terlihat pengunjung berdatangan ke pantai untuk berlibur bersama sanak keluarga dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Objek wisata ini menyuguhkan pemandangan pesisir yang asri & indah. Di atas pasir, pengunjung dapat menikmati olahraga seperti voli pantai dan senam. Selain itu, terdapat hutan mangrove yang masih asri di bibir pantai. Fasilitas wisata di Pantai Malabar tak perlu diragukan. Tersedia jembatan kayu dari halaman parkir kendaraan sampai menuju pasir pantai sehingga sangat direkomendasikan untuk berlibur khususnya pada saat libur lebaran.

 Pengamanan Protokol Kesehatan Di Objek Wisata Saat Libur Lebaran

Berbagai antisipasi dari potensi membludaknya wisatawan di Tenggarong khususnya saat masa-masa lebaran usai sudah dilakukan. Bahkan berkoordinasi dengan pihak pengelola tempat wisata yang dijalankan swasta. Karena memang sejauh ini, baru sektor swasta yang diizinkan buka. Milik pemerintah kabupaten (Pemkab) Kukar belum buka sama sekali. Hasilnya, komunikasi berjalan dengan baik. Pengelola siap dan memastikan penerapan protokol kesehatan (Prokes) dijalankan sesuai aturan yang dibuat. Karena memang demi kebaikan mereka sendiri. Karena sanksi cukup tegas bagi pengelola yang enggan memperhatikan penerapan prokes. “Pelan-pelan usaha UKM dan pariwisata bangkit kembali,” ujar Fida Hurasani, yang merupakan Kasatpol PP Kukar belum lama ini.Dengan artian, ini menjadi solusi terbaik bagi pemerintah maupun pengelola tempat wisata. Pengelola harus turut aktif jika memang terjadi penumpukan pengunjung, agar bisa terkontrol kunjungannya.
Langkah lainnya yaitu memastikan pengunjung tidak lebih dari 50 persen kapasitas maksimal. Dengan melakukan sterilisasi tempat-tempat yang terindikasi sering terjadi sentuhan pengunjung, pengelola diharapkan sesering mungkin melakukan penyemprotan cairan disinfektan di tempat wisata miliknya. Namun sejauh pantauan dan hasil laporan yang diterima, tempat wisata di Tenggarong tampak sepi dibanding sebelum pandemi. “Memang (sudah) ada kesadaran masyarakat untuk mengurangi mobilisasinya juga ada,” ujar Fida

 Ladaya Mulai Buka Setelah Libur Hari Raya Idul Fitri

Objek wisata Ladaya Tenggarong di Hari kedua Lebaran idul Fitri masih ditutup.  Hal itu terlihat dari pintu masuk Ladaya, yang mana di depan pintu masuk objek wisata ladaya tersebut terpampang pengumuman bertulis “Mohon Maaf Ladaya Ditutup”.  Melalui Marketing Ladang Budaya, Nesa mengatakan masih ditutupnya objek wisata Ladaya Tenggarong di hari kedua lebaran Idul Fitri ini. Hal tersebut ucap dia, guna membantu pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mengendalikan penyebaran covid-19 di Kukar. Padahal untuk objek wisata sendiri, pemkab Kukar masih memperbolehkan buka khususnya milik swasta dengan catatan penerapat potokol kesehatan yang ketat.“Sebenarnya bisa aja buka, tapi takut membludak betul, itu sih pertimbangannya,” ujarnya kepada awak media. Jumat, (14/5/2021).
Ia menambahkan, objek wisata Ladaya Tenggarong akan dibuka pada Sabtu, (15/5/2021), walaupun pada rencana awal pihak pengelola baru ingin membuka wisata tersebut pada Senin mendatang. “Rencana senin nanti baru open, tapi setelah dipertimbangkan, kita akan buka Sabtu besok,” ungkapnya. Nesa juga menerangkan, untuk harga tiket masuk masih seperti harga biasa. Untuk anak-anak dikenakan tarif Rp 10 ribu dan dewasa Rp 15 ribu. Di Ladaya ini juga menyediakan tempat rehat untuk keluarga dengan tarif berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. “Kami juga akan melaunching wahana baru, yakni wahana sepeda air dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.

 Objek Wisata Milik Swasta Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Melalui Kasi Promosi Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara Triyatma, menyampaikan bahwa tempat wisata yang dikelola pemerintah akan tetap ditutup saat libur lebaran Idulfitri, kecuali objek wisata yang dikelola oleh swasta. “Sepertinya (wisata milik pemerintah) enggak (dibuka), karena instruksi sampai sekarang enggak ada,” sebutnya.  Namun, lanjutnya, hal itu hanya berlaku pada pariwisata yang dikelola oleh pemerintah saja. Untuk pariwisata swasta yang dikelola secara pribadi masih diperkenankan untuk beroperasi. “Kalau swasta enggak apa-apa, yang dikelola pemerintah saja (yang tutup),” kata Bapak Triyatma kepada media lokal setempat belum lama ini perihal libur lebaran.Objek wisata dibawah pemerintah memang sudah lama ditutup karena pandemi Covid-19,
namun objek wisata swasta masih diperbolehkan buka dengan syarat melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Terkait hal itu, segala ketentuannya akan diserahkan kepada masing-masing pengelola wisata. Pembukaan pun tetap dilakukan layaknya hari-hari biasanya. Tetapi, memang semua halnya tetap harus disesuaikan dengan protokol kesehatan yang ketat. “Di pengelola masing-masing, tapi tetap disesuaikan dengan prokes yang ketat,” ujarnya.

 Mengenal Nasi Bekepor, Makanan Khas Kutai

Di Kutai Kartanegara hingga kini tak sulit menemukan nasi bekepor, hidangan ini seolah sudah menjadi sajian harian. Tapi tahukah Anda kalau dahulu nasi bekepor hanya bisa disantap para bangsawan kerajaan? Nasi ini berawal dari zaman Kerajaan Kutai Kartanegara. Nasi dengan berbagai lauk ini disajikan sebagai hidangan istimewa. Nasi bekepor juga dihidangkan saat Raja Kutai mendapat kunjungan tamu istimewa. Saat itu, rakyat biasa tidak bisa menyantapnya. Nasi bekepor diolah dari beras yang dimasak dengan minyak sayur, rempah dan potongan ikan asin. Semua bahan ini dimasak bersama dalam sebuah kuali besar / sekarang lebih sering menggunakan panci tradisional (kenceng).
Bahan bakar kayu membuat nasi ini lebih tanak dan terasa pulen dengan aroma harum dari asap kayu bakar.  Nasi bekepor juga dihidangkan dengan berbagai lauk pelengkap seperti daging hangus yakni daging bumbu kecap, sayur gangan asam serta sambal.  Ada juga beberapa lauk unik yang kerap disajikan dengan nasi bekepor ini. Misalnya sayur terong, ikan jelawat dan gence ruan yakni sambal goreng khas Kalimantan Timur.
Untuk membuat nasi bekepor, beras yang sudah dicampur minyak kemudian dimasak dalam kenceng atau wadah perunggu yang ditaruh di atas bara api. Wadah ini kemudian diputar-putar sambil dibacakan shalawat. Teknik memutar inilah yang disebut bekepor.  Saat nasi sudah hampir masak, ditambahkan daun kemangi, cabai, ikan goreng kering dan air jeruk nipis. Proses memasak secara tradisional ini setidaknya membutuhkan waktu minimal 45 menit.
Karena disajikan untuk Raja, dahulu nasi bekepor dimasak dalam kenceng logam yang terbuat dari emas. Konon katanya, nasi dalam logam emas ini akan tetap hangat dalam waktu lama.
Di Kutai sendiri nasi bekepor masih mudah ditemui, beberapa warung makan khas Kalimantan Timur menghadirkan nasi bekepor sebagai hidangan utama terutama saat bulan Ramadhan seperti saat ini.

 Sektor Wisata Rekreasi Tetap Eksis Meski Ditengah Pandemi

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat banyak sektor ekonomi bertumbangan, termasuk pariwisata. Sejak penerapan adaptasi kebiasaan baru, sektor ekonomi paling menggeliat di Kabupaten Kutai Kartanegara adalah pariwisata. Sejumlah taman rekreasi bermunculan di banyak tempat terlebih saat pandemic ini ada hingga tahun 2021 saat ini. Tak hanya itu, selama masa pandemi, sejumlah tempat wisata punya waktu untuk mempercantik dan merenovasi fasilitas wisatanya. Salah satu contohnya adalah pantai Panrita Lopi di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Saat adaptasi kebiasaan baru mulai diterapkan, pantai ini tak pernah sepi pengunjung hingga pantai-pantai lain mulai bergeliat mengembangkan pariwisata pesisirnya dengan penerapan protokol kesehatan yang diterapkan.Saat pengetatan aktivitas sosial akibat pandemi, banyak pengelola taman rekreasi yang merenovasi dan melengkapi fasilitas di tempat usaha mereka. Sementara itu, taman rekreasi baru juga bermunculan.
Taman rekreasi itu dikelola oleh perseorangan, kelompok masyarakat, hingga pemerintah desa. Semuanya seolah menawarkan fasilitas hiburan yang menarik dan unik dengan tetap menjaga protokol kesehatan di masa pandemi. Plt Kepala Dinas Pariwisata Pariwisata Kab Kutai Kartanegara Tauhid Afrilian Noor. M. Si. menyebutkan pihaknya sangat mengapresiasi masyarakat yang membuka usaha di bidang wisata ini. “Memang kami catat selama pandemi Covid ini bermunculan beberapa tempat wisata baru seperti Taman Gubang maupun Kembang Jaong,” kata Tauhid belum lama ini.Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pariwisata membantu pengelola tempat wisata seperti taman rekreasi dalam bentuk konsep dan promosi. Selain itu, upaya menopang tempat wisata dengan aksesibilitas juga terus dikembangkan.
“Kalau pendanaan biasanya dalam bentuk hibah kita berikan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sudah terbentuk setahun, sudah menunjukkan kinerjanya,” tambah Plt Kepala Dinas Pariwisata Pariwisata Kab Kutai Kartanegara Tauhid Afrilian Noor. M. Si.. Pendampingan pemerintah kepada tempat wisata juga dibantu oleh sejumlah pihak seperti Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), dan kelompok masyarakat lainnya yang peduli terhadap pengembangan sektor pariwisata.

 Coconut Beach Jadi Tempat Favorit Berkemah

Coconut Beach merupakan pantai yang baru di kawasan Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara Sekitar awal tahun tempat ini baru mulai dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penularan covid-19. Tempatnya yang private dan sejuk menyuguhkan wisata pantai dengan Area Glamping, Water Camp, Villa, Container Villa dan area camping yang luas serta sudah tersedia tempat-tempat untuk menyalakan api unggun.Salah satu yang menjadi daya tarik pengunjung ialah adanya Water Camp di pantai ini. Water Camp disini merupakan satu-satunya dimiliki patai yang ada di Kutai Kartanegara yaitu dengan berkemah di atas air.
Jika pengunjung berminat memesan tempat, diharapkan memesan beberapa minggu sebelum berkunjung karena tempat ini selalu ramai dikunjungi terlebih diakhir pekan. Salah satu konsep unggulan lain yaitu dengan menyediakan konsep Glamping.
Gafur, kordinator Coconut Beach mengatakan “Kalau di jawa sana sudah lumayan banyak pantai dengan konsep glamping, tapi disini satu-satunya di pantai sekitar” ujarnya. Coconut Beach juga menyediakan Villa & Container Villa dengan pemesanan perkamar menjadikan wisata kali ini terasa mewah, sangat cocok untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga maupun teman. 

 Menikmati Jambu Segar Di Pondok Jambu Desa Bendang Raya

Suasana yang segar dan asri terasa disekitar wisata Pondok Jambu yang terletak di Desa Bendang Raya Kecamatan Tenggarong tepat disebelah kiri kantor Desa Bendang Raya. Berbagai macam jenis jambu ada di wisata ini, mulai dari jambu air, jambu biji, jambu madu deli hijau, jambu citra, jambu king rose, hingga jambu kristal ada di sekitar area Pondok Jambu. Tidak hanya jambu, pohon mangga juga terdapat disini meskipun jumlahnya tidak sebanyak pohon jambu. Terdapat kurang lebih 600 pohon jambu dan juga mangga hidup disini. Tempat ini sudah buka sekita tahun 2017 sampai sekarang.Di kawasan Pondok Jambu juga terdapat gazebo-gazebo tempat beristirahat pengunjung sembari menikmati pohon jambu dengan suasana yang sangat sejuk dan asri disekitar area.
Sepanjang jalan kita disuguhkan dengan pemandangan pohon jambu yang sudah panen dan pohon yang masih dirawat / kecil buahnya. Pondok Jambu juga menyediakan cafe / tempat pertemuan yang bisa disewa dengan tarif Rp. 100.000 per jam dengan fasilitas yang lengkap. Kita juga diperkenankan untuk memetik buah yang sudah siap panen, nantinya hasil petikan bisa dihitung beratnya untuk dibawa pulang. “Jika ingin membeli atau membawa pulang, 1 kg jambu dibandrol seharga 30 ribu”. ujar Sofyan, pemilik Pondok Jambu ini. Biaya tiket masuk ke pondok jambu  untuk anak-anak dibandrol sebesar Rp 5.000 dan dewasa Rp 10.000 tetapi mereka tidak bisa memetik. Jika wisatawan ingin memetik dan makan gratis jambu sepuasnya di tempat cukup membayar tiket 40 ribu.

 Wahana Seru Di Objek Wisata Tanjung Kayu Bunga

Objek wisata Tanjung Kayu Bunga merupakan wahana bermain keluarga yang terletak di Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun. Tempat ini sudah buka sekitar tahun 2020 hingga ramai seperti sekarang. Hampir setiap hari selalu dikunjungi pengunjung yang mayoritas warga lokal sekitar hingga kecamatan-kecamatan lain yang ada di Kutai Kartanegara. Letaknya yang tidak jauh dari Kecamatan Kota Bangun menjadikan objek wisata ini tempat favorit warga lokal. Berbagai macam wahana bermain keluarga menjadikan tempat ini sangat cocok untuk wisata keluarga. Salah satu pengunjung asal Kota Bangun,
Novi mengatakan “tempat yang seru untuk berlibur, hiburan sembari menghilangkan penat. Tempat ini cocok untuk liburan keluarga.” ujarnya. Mulai dari wahana bermain komedi putar, bebek-bebekan di kolam, hingga waterboom lengkap dengan seluncurannya menjadikan wisata ini ramah terhadap semua usia baik itu dewasa maupun anak-anak. Harga tiket yang ditarifkan setiap wahana bermain yaitu Rp. 10.000. Dengan membayar tiket wahana, kita bisa bermain dengan menikmati wahana yang ada.

 Wisata Kembang Jaong Selalu Menerapkan Protokol Kesehatan

Terletak di Desa Bensamar, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Wisata Kembang Jaong menjadi objek wisata yang mulai ramai dari tahun lalu. Hingga kini, wisata kembang jaong menjadi tempat favorit keluarga berlibur. Selama pandemi covid-19, seluruh objek wisata maupun mobilitas masyarakat dibatasi guna pencegahan menyebarnya virus. Wisata Kampong Jaong turut ikut menerapkan pembatasan pengunjung dan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan seperti menghimbau pemakaian masker saat berwisata, selalu cuci tangan pakai sabun dengan disiapkannya wadah cuci tangan tepat didepan pintu masuk objek wisata, dan juga pengecekan suhu badan setiap pengunjung yang datang. Sempat tutup tiga bulan pada tahun 2020 dikarenakan wabah corona yang cukup mengalami peningkatan, namun pada era New Normal, objek wisata ini mencoba membuka kembali di awal Agustus 2020 hingga sekarang pada tahun 2021.
Adapun wisata kembang jaong selalu diminati pengunjung terlebih disaat liburan karena ada nilai wisata budaya dan tradisi Kutai didalamnya seperti adanya peralatan memasak khas Kutai di sejumlah kazebo atau pondok. Selain itu, ada spot-spot foto yang menarik dengan suasana yang masih asri menjadikan wisata kembang jaong masih terus diminati pengunjung baik itu yang ada disekitar kota Tenggarong maupun yang berada diluar kecamatan.
Salah satu pengunjung asal Desa Perangat, Kecamatan Marangkayu, Ridwan mengatakan. “Disini tempatnya bagus, segar dengan kearifan lokal. Cocok untuk membawa keluarga besar liburan kesini. Terlebih wisata ini juga menjaga pengunjung dengan penerapan protokol kesehatannya” .

Even Tahunan

Even