Bos

Tabang

Dondang

Tari Kesultanan

Beluluh

Pulau Kumala

Bukit Bangkiray

BEKANTAN

Kaltim Park

Kaltim Park

Statistik

Hit hari ini : 262
Total Hits : 1,646,935
Pengunjung Hari Ini : 68
Pengunjung Online : 3
Total pengunjung : 448,028

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

 Beragam Kegiatan Di Ulang Tahun Desa Wisata Pela

Menyusuri sungai Mahakam dengan kapal wisata tentu saja asik terlebih lagi yang dikunjungi adalah desa wisata Pela, yang memang memiliki keunikan tersendiri, karna diwilayahnya terdapat hewan yang sudah langka yaitu pesut. Keramahtamahan masrakat desa pela, Alimin sebagai ketua Pokdarwis terus mengembangkan desa wisatanya melalui berbagai hal, seperti medsos, ataupun even tahun yang digelarnya.
Perlombaan yang digelar pada Festival ke-III seperti lomba menjala, kuliner, mendanau seperti menangkap ikan dengan tangan kosong dan mendayung. Festival ini, menurutnya, dari tahun ke tahun pelaksanaan festival Danau Semayang semakin baik. Jadi event tersebut akan terus dilaksanakan setiap tahunnya dengan keberagaman kesenian dan kebudayaan yang akan digelar. Namun kedepannya memungkinkan jadwal kegiatan bisa berubah-ubah karena kondisi dan situasi dilapangan nanti.
Keterlibatan masyarakat dalam berpartisipasi di festival ini semakin baik dan mereka sangat mendukung sekali. Hal ini dibuktikan keikutsertaan mereka di setiap kegiatan yang dilaksanakan di Desa wisata Pela.

 Berwisata Ke Desa Lekaq Kidau

Kegiatan Famtrip susur Sungai Mahakam menggunakan kapal wisata Queen Orca menuju Desa Budaya Lekaq Kidau, tetap dengan protokol kesehatan. Kegiatan ini dilakanakan pegawai Dispar Kukar beserta Lintas OPD juga diikuti oleh Duta Wisata, komunitas, dan mahasiswa yang akan melakukan survey.
Dengan tujuan Desa Lekaq Kidau, saat sampai di desa para tamu di suguhi sambutan berupa tarian, dan di ajak untuk ikut menari bersama. Untuk di ketahui bahwa Desa Lekaq Kidau adalah sebuah desa yang didiami oleh suku dayak etnis Kenyah yang terletak di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Jarak yang ditempuh untuk menuju lokasi ini sekitar + 33km , sekitar 1 jam perjalanan dari Ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kampung Desa Budaya Lekaq Kidau merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur dan mempunyai wilayah seluas +189,81 km2, yang terbagi menjadi 5 Rukun Tetangga (RT) Dengan posisi jarak dengan ibu kota Kecamatan + 16 Km.  
Di Desa Buadaya Lekaq Kidau ini kita dapat melihat keindahan lingkungan suku dayak etnis kenyah yang masih terjaga tradisi dan keasliannya seperti Lamin (Rumah panjang), Patung nenek moyang, dan rumah - rumah tinggal penduduk yang masih tradisional. Untuk mencapai Desa Budaya Lekaq Kidau yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Sebulu ini, bisa ditempuh dengan jalur Darat kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal ferry penyebrangan atau menggunakan kapal motor menyusuri aliran Sungai Mahakam

 Dinas Pariwisata Kukar Harapkan Pokdarwis Bisa Kembangkan Produk Lokal

Dinas pariwisata Kab Kukar yang di wakili Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata M Ridha Fatrianta. SSTP. M. Si., beliau mengatakan “Dengan adanya pokdarwis itu diharapkan terus inovasi seperti pembuatan ciri khas souvenir, kuliner dan budaya, sehingga pengunjung objek wisata tidak terpaku hanya wisata alam namun juga wisata dikunjungi ini memiliki ciri khas wilayah itu sendiri,”
M Ridha Fatrianta. SSTP. M. Si., menyebutkan salah satu upaya Dispar Kukar dalam membina yakni mengadakan rakor pokdarwis beberapa waktu lalu dengan bertujuan memberikan pemahaman Pemerintah Desa (Pemdes), karena Pemdes mempunyai peranan penting guna meningkatkan kreatifitas dari pokdarwis. “Diharapkan Pemdes bisa mengintervensi program pokdarwis dan membantu dalam anggaran dan Kami juga menyarankan pihak Bumdes bisa bekerjasama dengan pokdarwis misalnya Bumdes punya asset dan pokdarwis sebagai pengelolanya.
Ada beberapa wisata yang dikembangkan oleh pokdarwis yakni Desa Pela yang memiliki observasi ikan pesut dan Kedang Ifil yang memiliki air terjun dan budaya lawas (Kutai Lawas) yang keduanya berada di Kecamatan Kota Bangun,” paparnya. Menurutnya itu tadi di wilayah hulu dan di daerah pesisir juga seperti Kecamatan Muara Badak Desa Pangempang yakni pantai Panrita Lopi, juga kelola oleh pokdarwis. “Tahun ini kami sudah melakukan pelatihan tata kelola destinasi di desa Pela, ini menjadi tugas berat Dispar adalah bagaimana kesadaran masyarakat dalam berinovasi dan kreatif dalam mengelola wadah wisata di daerahnya masing-masing secara berkelanjutan.

 Mendanau Di Desa Pela

Salah satu kegiatan yang di tunggu oleh masyarakat yaitu lomba yang disebut mendanau yaitu menceburkan diri ke sungai Pela, bukan untuk mandi, berenang atau main ski dengan papan kayu buatan sendiri tapi untuk bersenang senang menangkap ikan dengan tangan kosong. Mendanau, itu sebutannya.
Mendanau biasanya dilakukan di danau saat air surut dan meninggalkan kubangan kubangan yang berisi ikan. Karena tak bisa lari kemana-mana maka ikan bisa ditangkap dengan tangan kosong. Tapi tak perlu menunggu danau surut, mendanau bisa juga dilakukan di sungai atau dirawa. Dengan cara memasang jaring berkeliling sebagai batas dan kemudian diisi ikan. Di dalam ruang itulah kemudian kita berlomba menangkap ikan dengan tangan kosong. Tentu saja sulit pada awalnya, tapi lama kelamaan air yang teraduk - aduk akan membuat ikan pusing dan diam di pinggiran, didekat jaring dan pada saat itulah ikan akan mudah ditangkap. Begitu bisa menangkap salah satu ikan.
Untuk saat ini panitia memang sudah menyiapkan kubangan yang memang sengaja di gali untuk peserta yang ingin mencoba sekaligus mengikuti lomba mendanau di Desa wisata Pela.

 Menikmati Kuliner Khas Desa Wisata Pela

Setiap kali berkunjung kesuatu daerah pasti yang akan di buru para wisatan adalah salah satunya kuliner khas daerahnya, apalagi di Desa Wisata Pela yang memang terkenal dengan masakannya, serta olahan makanannya dari ikan, karna peraian di desa ini memang terkenal dengan ikannya yang melimpah.
Jangan khawatir dengan para wisnus ataupun wisman yang akan berkunjung, karna setiap wisatawan yang datang dan menginap di rumah warga, pasti akan di suguhkan makanan khasnya Desa Wisata Pela. Seperti sayur gangan labu, gence ruan, pepes ikan, dan olahan yang terbuat dari ikan lainnya, di tambah lagi olahan sambelnya yang memang akan sangat mengguagah selera makan siapapun yang melihatnya.
Saat ulang tahun desa wisata Pela, juga selalu diadakan lomba masak untuk setiap RT dari warga pela, dan setiap pengunjung yang datang bisa langsung menikmati makanan tersebut di rumah – rumah warga yang mengikuti lomba masak dari festival danau ke 3 di desa wisata Pela.

 Pokdarwis Kembangkan Produk Lokal

Dinas Pariwasata Kab Kukar terus berupaya meningkatkan atau Mengoptimalkan kunjungan wisnus dan wisman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) telah meluncurkan program “Jonok ngan Kukar” yang artinya rindu dengan Kutai Kartanegara. Program tersebut dilaksanakan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar dan dikembangkan masing – masing bidang dalam Dinas Pariwisata Kab Kukar. Terlebih lagi pembangunan kepariwisataan ini sangat diperlukan dukungan dari berbagai kalangan yang menggeluti dunia wisata.
Dalam kesempatannya, saat membuka kegiatan Kelompok Sadar Wisata( Pokdarwis ), Plt Kepala Dispar Kukar Tauhid Afrilian Noor. SP. M.Si., melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata M Ridha Fatrianta. SSTP. M. Si., mengatakan dengan melalui pemberdayaan masyarakat dalam membentuk suatu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). “Saat ini ada 44 Pokdarwis yang ada di kukar dibentuk oleh Dispar dan ada juga atas dasar inisiatif masyarakat itu sendiri yang sadar adanya potensi wisata di daerahnya,”
Beliau menambahkan bahwa Pokdarwis salah satu komponen dalam masyarakat yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam pengembangan kepariwisataan di daerah masing-masing. “Kegiatan mereka berdasarkan sukarela, mereka bergerak dan mengembangkan wisata di daerahnya,”. Menurut beliau Pokdarwis lebih banyak bergerak di objek wisata alam, kuliner, dan tahun ini Dispar Kukar akan mencoba untuk lebih mengembangkannya lagi.

 Sektor Pariwisata Turun Selama Wabah Pandemi

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Tauhid Afrilian Noor. SP. M. Si mengatakan penurunan jumlah kunjungan wisatawan terutama objek pariwisata yang dikelola oleh Pemkab Kukar. "Selama pandemi, objek wisata pemerintah praktis hanya buka pada bulan Januari dan Februari, dan pada Maret telah ditutup hingga masa relaksasi pertama di bulan Juli, namun setelah itu tutup lagi sampai sekarang," kata Tauhid di Tenggarong, Selasa.
Penutupan objek wisata pemerintah seperti Pulau Kumala tersebut dikarenakan telah ada intruksi tegas dari Satgas COVID-19 Kukar, dengan adanya peningakatan kasus virus Corona di sejumlah wilayah di Kaltim. Namun demikian, pihaknya masih memberikan kebijakan kepada tempat wisata milik swasta untuk tetap membuka destinasinya dengan catatan mematuhi protokol kesehatan dengan membatasi kunjungan hanya 30 persen pengunjung.
Kebijakan ini dilakukan supaya sektor yang berkaitan dengan pariwisata seperti UMKM tidak mati, dan roda perekonomian masyarakat masih bisa berjalan disaat kondisi sulit akibat pandemi," bebernya. Diluar dugaan, justru pariwisata milik swasta ini banyak diminati oleh masyarakat, karena mungkin kondisi jenuh dan masyakat ingin berkreasi. Dengan harapan pandemi segera berakhir, sehingga sejumlah agenda dan kegiatan Dispar Kukar bisa kembali dilaksanakan. Minimal sejumlah objek wisata bisa dibuka lagi, sehingga ekonomi masyakarat bisa bergerak dan pendapatan daerah dari sektor pariwisata pun kembali mengalir.

 Desa Pela Menjadi Lokasi Survei Dan Roadmap

Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara bersama Pusat Pengkajian Kepariwisataan Politeknik Negeri Samarinda (P2K-Polnes), bekerjasama dalam melakukan survey pengamabilan data serta penyusunan roadmap . kegiatan ini telah berlangsung di aula Planetarium Jagad Raya Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara yang dihadiri sejumlah penggiat ekonomi kreatif sesuai bidangnya masing-masing.
Dalam kegiatan yang telah berlangsung sebelumnya di Planetarium Jagad Raya Tenggarong, saat itu kegiatn diisi pemateri oleh Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara. Drs. Heri Rusnadi. Bahwa beliau berharap nanti mendapatkan arah strategi dengan menetapkan program kegiatan ini, untuk dilakukan di tahun-tahun berikutnya dengan melihat peta yang tersebar di 18 kecamatan, apa yang akan yang kita lakukan dengan survey ini.
Selama Kegiatan ini akan bekerja sama dengan Politeknik Negeri Samarinda dalam hal ini P2K-Polnes untuk mengolah data yang kita ambil termasuk pemetaan yang lakukan nanti, dengan melibatkan kawan-kawan komunitas, komite ekonomi kreatif turun ke lapangan untuk mencari responden yang bisa mewakili di masing-masing kecamatan.
Pada hal ini survey pengamabilan data serta penyusunan roadmap di laksanakan di Desa Pela Kab Kutai Kartanegara, bertepatan dengan hari ulang tahun Desa Wisata Pela ke 103 dan Festival Danau ke 3 berlangsung dari tanggal 12 – 13 Desember 2020. Keterlibatan responden di Kecamatan ini sendii dari berbagai kalangan di antaranya, pendidik, pemerhati ekonomi kreatif, komunitas hingga pelaku ekonomi kreatif sebanyak 20 orang.

 Susur Sungai Desa Wisata Pela

Bagi para pengunjung atau traveler yang akan berkunjung ke desa wisata Pela dapat melalui susur sungai ataupun darat, untuk menelusuri sungai mahakam menuju desa wisata pela. Untuk diketahui bahwa selama di perjalanan dari Tenggarong, selama susur sungai diberitahukan kepada para pengunjung bahwa desa wisata Pela yang dikunjungi memiliki berbagai keindahan alamnya, dan pesona Pesut yang hanya berada di desa Pela. Selama perjalanan sisi kiri kanan di hadapkan dengan pesona alam yang sangat indah, begitu pula hewan asli Kalimantan seperti burung berwarna putih pemakan ikan kecil.
Pesona pesut inilah yang membuat para peserta dan traveler berantusias untuk mengunjungi desa Pela. Bagi peserta yang ingin menempuh jalur darat bisa melalui perjalanan dari tenggarong ke Kota Bangun dan dilanjutkan dengan menyebrang menggunakan kapal kecil sekitar 10 menit, menuju desa Pela.
Setelah sampai di Desa Wisata Pela yang menjadi pintu masuk ke Danau Semayang, rombongan akan langsung di sambut bapak Alimin dan pokdarwis desa wisata Pela, untuk diantar ke penginapan terdahulu sambil menikmati makanan yang telah dibuat oleh ibu – ibu desa Wisata Pela.
Untuk menyaksikan keindahan Pesut bisa disaksikan langsung pada sore hari, pesut ini biasa hilir mudik di jam – jam tertentu pagi dan sore harinya. Para wisatawan bisa menyaksikan cukup duduk di deretan rumah apung atau keramba ikan milik warga desa pela, kita bisa melihat rombongan kecil pesut Mahakam yang keluar masuk antara danau semayang dan sungai Mahakam. Jika ingin melihat lebih dekat dan mengabadikan foto pesut Mahakam yang langka bisa menyewa kapal Pokdarwis Desa Pela.  Karna mereka sudah memiliki pengetahuan mengenai lokasi dan jamnya kemunculan pesut mahakam, serta jarak aman untuk melihat pesut, agar pesut tetap mau muncul dan berenang di sekitar kapal.

 Tim Penilai Panji Kunjungi Kab Kukar

Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara, mendapatkan kunjungan dari Tim penilai Panji keberhasilan pariwisata provinsi Kaltim, untuk menilai sektor pariwisata, Rabu (18/11).  Diawali dengan pemaparan sektor pariwisata Kukar tahun 2020, kemudian rombongan menilai 3 destinasi wisata Kukar yang direkomendasikan Dinas Pariwisata Kukar untuk dinilai, yakni melihat Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tenun Ulap Doto Pokan Takaq, wisata Ladaya dan terakhir wisata rekreasi dan edukasi Kembang Jaong.  
Menurut Ketua tim penilai Panji keberhasilan wisata dan budaya provinsi Kaltim profesor DR. H. Abdul Rahim, kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan provinsi Kaltim yang dipelopori Dinas Pariwisata Kaltim, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk memotivasi dan memberikan pemikiran-pemikiran baru berkaitan dengan pengembangan kepariwisataan dan budaya yang ada di Kaltim "Dan hari ini kita kunjungi Kabupaten Kukar untuk menilai tiga lokasi destinasi wisata yang diajukan Dinas Pariwisata Kukar yakni, kerajinan ulap doyo, Ladaya dan Kembang Jaong, saya sangat berkesan dengan pengelolaan pariwisata di Kukar apalagi lokasi yang kami datangi merupakan destinasi wisata yang dikelola swasta dan kami juga menilai peran pemerintah daerah di sektor pariwisata, karena wisata yang dikelola pemerintah daerah masih ditutup karena dalam masa pandemi covid-19.

Even Tahunan

Even