Benner Naga

Fashion Street

Bukit Bangkiray

TOPENG KEMINDU

Lapion

Statistik

Hit hari ini : 301
Total Hits : 407,149
Pengunjung Hari Ini : 78
Pengunjung Online : 3
Total pengunjung : 97,568

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

PEMBUKAAN FESTIVAL KAMPOENG KOETAI 2014


 Dalam rangka menyemarakkan HUT Kota Raja Tenggarong ke-232,  Pemkab Kutai Kartanegara menyelenggarakan Festival Kampoeng Kutai, Bertempat di halaman parkir taman Skate Park, Sekkab Kukar Edy Damansyah yang mewakili Bupati kukar membuka acara Festival Kampoeng  Kutai yang dihadiri oleh seluruh Kepala SKPD, Kapolres, dan paguyuban yang ada di kota Tenggarong.

 “Dalam waktu sepekan Festival Kampung Kutai, kami ingin mengangkat spirit kehidupan Kutai tempo dulu. Mulai dari menampilkan arsitektur rumah Kutai dari waktu tempo dulu hingga perkrmbangan jaman lebih modern, kehidupan dalam rumah, penggunaan perabotan rumah tangganya, pakaiannya hingga kuliner tradisonal,” kata Kepala Dinas Budaya Pariwisata (Disbudpar) Kutai Kartanegara, Sri Wahyuni

Dra. Sri Wahyuni. MPP. menambahkan, Setelah acara pembukaan, akan digelar dialog seni yang dihadiri oleh komunitas seni, generasi muda dan pelajar yang membahas bagaimana harapan dan kendala terkait issu yang mengangkat budaya Kutai dengan menampilkan tokoh- tokoh Kutai.





 Semantara Edy Damansyah dalam sambutannya menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Budaya dan Pariwisata akan menggelar Festival Kampung Kutai yang dikemas dengan nuansa Kutai tempo dulu, seperti arsitektur rumah budaya Kutai dari waktu ke waktu, yang diselenggarakan dari tanggal 13-19 Oktober 2014. Ia berhara agar tumbuh kesadaran pada diri masing-masing untuk terus memelihara adat istiadat dan Tradisi budaya yang positif sebagai warisan anak cucu yang akan datang, dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mensukseskan acara Festival Kampung Kutai.

Festival Kampung Kutai dirangkai juga dengan panggung pentas seni budaya Kutai dan hadir paguyuban-paguyuban suku yang ada di Kutai dan lomba-lomba. Selain itu, digelar pula lomba story telling atau bekesah (cerita, red) anak yang sekaligus memeringati Hari Anak Nasional.

Lomba ini menunjukan bagaimana peserta mengungkapkan gagasannya tentang cerita dongeng dengan bahasa daerah Kutai. Selain itu, ada pula lomba mewarnai untuk anak-anak yang akan diberikan informasi dongeng sejarah Kutai dan diakhiri doorprize.

Dalam sepekan festival, kami juga menggelar sehari penampilan dari sanggar untuk mengenalkan apa itu Jepen, apa itu Tingkilan, apa itu Tarsul dan Bedandeng. Kita ingin generasi muda punya kebanggan dan spirit dengan budaya Kutai,” tuturnya.

Secara resmi, Sekda Kab. Kukar edy Damansyah membuka acara Festival Kampung Kutai 2014 dengan di tandai pemukulan kentongan dan dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba Foto Beautiful Erau 2014


Sejarah Manik


Manik – manik adalah benda kecil, indah dan rumit yang biasanya berbentuk bulat, dilubangi dan dironce menjadi suatu perhiasan atau menghiasi suatu benda. Manik – manik dalam bahasa Inggris disebut ‘’bead’’, berasal dari bahasa Inggris Tengah ‘’bede’’, yang artinya ‘’prayer’’ (objevt of worship = benda untuk memuja). Awalnya manik – manik dikaitkan dengan amulet atau talisman (benda berkekuatan gaib/jimat) sesuatau yang berhubungan dengan religi dan upacara (Envyclopedia Americana Vol, 3 1967 : 394 – 395). 


  


Manik – manik dibuat tidak hanya untuk keperluan sendiri juga sebagai komoditi perdagangan. Pusat awal pembuatan manik – manik berada di Mesopotamia dan Mesir. Sejak 6500 SM, manik – manik batu telah menjadi barang dagangan utama bagi pedagang Laut Tengah dan Asia Barat (Jazirah Arab, Rusia, dan Pakistan). Perkembangan selanjutnya terjadi dibeberapa bangsa di Asia dalam beberapa periode dimana masyarakatnya sudah terbiasa membuat berbagai bentuk manik – manik. Bangsa tersebut diantaranya Srilanka, Klong Thom (Thailand), Sungai Endah (Malaysia), dan beberapa tempat di Indonesia.


Di Indonesia manik – manik ditemukan sejak masa prasejarah, yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut (Mesolitik) berupa manik – manik kerang yang ditemukan dalam goa di Sampung (Jawa Timur) (Soejono, 1984 : 285 – 287). Pada masa akhir prasejarah (perundingan), manik – manik ditemukan pada penggalian di gunung Wingko, Matesih, Bojonegoro, Besuki, Bondowoso, Solo, Kudus, Madiun dan sebagainya. Temuan terdapat di situs kubur dengan wadah seperti peti kubur, sarko fagus, Dolmen, dan Tempayan.





Salah satu kegunaan manik – manik yang berhubungan dengan unsur religi ditemukan di situs – situs kubur maupun pemujaan seperti di Pasemah, Jawa Barat, Pasir Angin, Gunung Kidul, Baseki, Sintang, Sanggau, Kutai, Samarinda, Banjarmasin, Gilimanuk dan Gunung Rabur. Pada masa klasik (Hindu – Budha), manik – manik ditemukan dan dibuat dari bahan setengah mulia, kaca, tanah lempung, kuarsa, kornelian dan kalsedon. Manik tersebut digunakan dalam upacara keagamaan, perhiasan dan komoditi perdagangan, seperti digunakan pada Arca Dewa Avalokitesqo (Jateng) abad ke-8, Was Rapani abad ke-9. Pada masa Islam manik ditemukan di Tri Donorejo (Demak, Jateng), Bukit Patunggung (Subang), dan Banten dibuat dari tanah liat, kaca, kornelian, dan kuarsa.





Kampong Koetai


Rangkaian acara Festival Kota Raja III (FKR) dalam rangka memeriahkan HUT Tenggarong ke-232 salah satunya adalah menampilkan Kampong Koetai yang didalamnya terdapat bangunan rumah kutai tempo dulu dan kehidupan masyarakat asli Kutai. Kegiatan Kompong Kutai ini akan dilaksanakan sepakan lamanya dari tanggal 13 sampai dengan 19 Oktober 2014 yang berlokasi di area parkir Skate Park Timbau, bangunan rumah yang dibangun ada 9 jenis rumah berdasarkan beradapan masyarakat pada saat itu.


  


Rumah Kulit Kayu  adalah lanjutan mata rantai dari priode masa pra sejarah dimana manusia tinggal digoa – goa. Kehidupan di goa berangsur – angsur mulai ditinggalkan, pada abad ke I M kehidupan masyarakat mengalami perkembangan zaman, dengan berbekal pengetahuan seadanya dan peralatan yang terbatas terciptalah sebuah bangunan khas dengan memanfaatakan bahan  yang ada dialam sekitar mereka, seperti kayu sungkai, haur (petung) dan daun nipah.


  


Rumah Daun merupakan babak kedua cikal bakal rumah kutai. Pada masa ini masyarakat sudah tau akan buruknya jika menebang kayu untuk mangambil kulitnya, masyarakat dikutai mulai mencari alternatif bahan yang mudah diperoleh dari segi pemanfaatannya lebih praktis dibandingkan dengan kulit kayu. Rumah Daun mulai berkembang diperkirakan sekitar abad 16 M dengan jumlah lebih banyak dari sebelumnya. Rumah ini berfungsi sebagai tempat tinggal serta mengelola hasil pertanian, perikanan, dan hutan dalam upaya mencukupi kebutuhan sehari – hari.


  


Rumah Papan berkembang sekitar abad ke-19. Rumah ini selain menurut fungsi sebelumnya seperti daktivitas sehari – hari juga menunjukkan status pemiliknya di masyarakat. Rumah papan ini terbuat dari bahan kayu yang sudah di olah dengan peralatan yang lebih lengkap dengan cara manual jika dilihat dari bentuk dan ukuran bermacam – macam sesuai dengan penempatannya. Untuk bangunan khas Kutai bahan yang dipakai biasanya bahan kayu telihan atau ulin tetapi dasarnya atau lantai biasanya menggunakan kayu kapur atau meranti dengan atap sirap.


  

Pembekalan Kepribadian Teruna Dara Kutai Kartanegara 2014


 Masih dalampemberian materi terhadap seluruh finalis Teruna Dara Kutai Kartanegara 2014 yang di selenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, yang saat mengajarkan mengenai Materi kepribadian yang disampaikan oleh bapak Yanuar yang juga Human Resouces Development Manager “MJ Hotel by Adonara Samarinda”. materi yang di bawakan sangat menarik bagi teruna dara, terlihat dari antusias paran terna dara dimana baru beberapa menit bapak yanuar menyampaikan meteri beliau mengatakan bahwa “ kalau begini sikap dan prilaku teruna dara maka tidak sampai 1 menit beliau sudah dapat memberikan nilai dan dinyatakan bahwa semuanya tidak lulus atau penilaiannya rendah “ .




 Dalam pemaparannya, bapak yanuar mencontohkan beberapa hal yang sangat mencerminkan kepribadian seseorang misalkan cara memperkenalkan diri, duduk, berjalan dan bersalaman. Dijelaskannya bahwa orang yang mempunyai sikap optimis adalah orang yang tegas dan tidak ragu-ragu dalam melakukan pergerakan sikap prilakunya. Teruna dara menyambut baik hal – hal yang dijelaskan sehingga banyak pertanyaan yang muncul dibenak peserta misalkan bagaimana cara meningkatkan kepercayaan diri pada saat ditonton orang dan lain – lain.

 Kepribadian adalah keseluruhan cara individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain Kepribadian paling sering di diskripsikan dalam istilah sifat yang bisa di ukur yang ditunjukkan oleh seseorang. Sikap, sifat, tempramen dan watak merupakan tolak ukurnya. Aspek – aspek kepribadian meliputi sifat kepribadian, intelejensi, pernyataan diri dan cara menerima kesan-kesan, kesehatan, bentuk tubuh, sikapnya terhadap orang lain, pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai,penguasaan dan kuat lemahnya perasaan, dan peranan. Kemudian penyampaian factor – factor yang mempengaruhi kepribadian baik di internal maupun eksternal serta membahas kepribadian yang sehat dan kepribadian tidak sehat.

Penyampaian materi ini sampai pukul 17.00 Wita kemudian disambung pada malam hari pukul 20.00 wita pada acara makan malam atau  praktek table manner dan penerapan materi yang telah di disampaikan pada siang harinya oleh bapak yanuar.


WILDAN DAN ERSA PEMENANG TERUNA DARA 2014

 Malam Grand Final Pemilihan Teruna Dara Kutai Kartanegara 2014 Meresmikan Pemenang Teruna Dara yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Halaman Kedaton Kutai Kartanegara Jumat Malam Tanggal 10 Oktober 2014, Yang dihadiri oleh Staf Ahli Drh. Suriansyah, Kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata beserta jajarannya, dan Perwakilan Duta Wisata  Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan yang di selenggarakan  setiap tahun ini berjalan dengan sukses dan meriah. Selain Menampilkan 19 Finalis Teruna Dara malam itu juga dimeriahkan tampilan tari jepen yang dibawakan teruna dara dewasa dan cilik serta peragaan busana Batik Melayu Paku Raja Rancangan Imam Pranawa.

 Finalis Nomor urut 13 Wildanu Mukholadun dan Finalis Nomor urut 14 Ersa Rahmawati berhasil menyabet gelar Teruna Dara Kutai Kartanegara 2014. Sebagai juara keduanya berhak menerima piala bergilir Bupati Kutai Kartanegara, Piala Tetap, Piagam Penghargaan, serta uang pembinaan sebesar Rp. 5.000.000,-. Tak hanya itu, Wildan dan Ersa berhak menjadi wakil kukar untuk mengikuti Pemilihan Duta Wisata Kalimantan Timur.

Penyerahan hadiah serta pemasangan selempang Kepada teruna dara terpilih dilakukan Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HAP. Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat. Wildan Maupun Ersa tidak menyangka bakal terpilih sebagai pemenang teruna Dara Kutai Kartanegara 2014 . Apalagi mereka berdua merupakan pasangan finalis sejak masa pra karantina hingga karantina. Dalam perjalanannya Teruna Dara tidak hanya dinilai pada saat malam grand final tetapi penilaian juga terjadi pada saat karantina dimana tingkah laku cara berkomunikasi dan penyampaian pendapat juga di nilai.

 Dalam Pemilihan Masing – Masing Teruna Dara penyampaikan promosi daerah berupa wisata alam, pendidikan dan lain- lain . setelah itu juri memilih 10 besar yang terdiri dari 5 teruna dan 5 Dara dan masing – masing diberikan pertanyaan oleh salah satu Juri , beberapa juri antara lain M. Fauzan Nur, Budi Warga, Rina Juwita dan Juri Kehormatan Bapak Harianto Bahrul Sekretaris Keraton serta Harianto,Amd.Par.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni, MPP  dalam sambutannya mengatakan, pemilihan Teruna Dara Kutai Kartanegara 2014 diikuti 54 peserta. Selain untuk memeriahkan HUT kota Tenggarong ke- 232 juga sebagai  ajang mencari bakat.” Sekaligus untuk mendukung dunia kepariwisataan daerah”. Sementara Staf ahli Bupati Mengatakan mendukung kegiatan ini sebagai upaya terobosan dalam pemberdayaan kaula muda . diharapkan Teruna Dara Kutai Kartanegara 2014 tetap konsisten mempromosikan Kepariwisataan kutai Kartanegara, sebab jika sector kepariwisataan berkembang akan meningkatkan perekonomian masyarakat Kutai kartanegara.

TERUNA DARA 2014 DIBEKALI MATERI TABLE MANNER

 Setelah seremoni  pembukaan karantina  Teruna Dara 2014, peserta langsung menerima pembekalan materi Table Manner  yang di sampaikan oleh Bapak Harianto, Amd.Par  Manager  Grand Elty Singgasana  didampingi oleh Dara 2013.  Penyampaian pertama mengenai perhotelan baik dari fasilitas, kamar, menu makanan, dan lain – lain yang memenuhi standar. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Table manner atau cara makan atau jamuan makan yang berupa video penyambutan tamu undangan kenegaraan jamuan makan kenegaraan.

 Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada saat jamuan makan, misalnya berbicara pada saat makan dalam keadaan makanan masih dimulut. Tanya jawab dengan peserta teruna dara Kutai Kartanegara 2014, banyak menanyakan cara beretika dalam makan kemudian makanan minuman yang halal dimakan oleh umat muslim.

Materi Table manner selama ini meliputi penyiapan dan pengaturan meja dengan sebaik – baiknya, cara memenuhi undangan, berpakaian yang rapih untuk menghadiri undangan, cara duduk, cara makan, cara berbicara di tempat perjamuan, dan upaya mengatasi keadaan darurat dimeja makan. Dalam perkembangan materi table manner ini mencakup style dan kreativitas, terutama dalam set up, dekorasi dan penggunaan peralatan.

 “Materi table manner merupakan salah satu materi yang sangat penting untuk diketahui oleh teruna dara karena dapat membentuk etika, sikap, perilaku yang bermanfaat bagi pergaulan secara lebih luas “ dalam pemaparan Harianto selaku pemateri Table Manner.

Pembukaan Karantina Teruna Dara 2014





Masa karantina Pemilihan Taruna Dara 2014  Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2014 telah dimulai dari tanggal 8 sampai dengan 10 oktober 2014 bertempat di Hotel grend Elty Singgasana Tenggarong. Diiukuti oleh 19 Teruna Dara Peserta dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selama 3 hari dikarantina peserta di berikan pembekalan mengenai intelektual, kemampuan, dan pengembangan kepribadian sebagai teruna dara dimana kelak mereka akan mewakili daerahnya untuk memperkenalkan Budaya pariwisata yang ada di kutai kartanegara.

 Dalam sambutan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemasaran Wisata Drs. Witondro mngatakan bahwa “ dalam beberapa bulan ini kita akan mengadakan event salah satunya kegiatan HUT Kota Raja kemudian mengikuti Festival Kemilau di Samarinda diharapkan kesiapan Terana dara yang telah terpilih nanti dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, ditambahkannya pula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan membantu Teruna Dara untuk membuka peluang pekerjaan salah satunya telah bekerja sama dengan Bank Kaltim, Ketika para Teruna Dara Ingin bekerja diusahakan bisa masuk karena telah melalui tahap seleksi yang ketat ketika masuk di Teruna Dara  dan mempunyai kemampuan yang memadai.

 Malam Grand Final Teruna Dara Wisata Tahun 2014 akan di selenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2014 pukul 07.00 Wita di Halaman Kedaton Kutai Kartanegara, diharapkan seluruh warga yang ingin menonton ataupun sebagai supporter hadir pada malam acara tersebut.


Pameran Manik Se Borneo Akan Diadakan Di Museum Mulawarman, Tenggarong



Pameran manik-manik se-Borneo akan  diselenggarakan di Tenggarong, Kutai Kartanegara bertempat di Museum Mulawarman Tenggarong. Pameran ini akan berlangsung selama sepekan mulai tanggal 14 s/d 22 Oktober 2014. Pameran ini rencananya akan diikuti oleh Museum Kalimantan Barat, Museum Kalimantan Timur, Museum Kalimantan Tengah dan juga Museum Kalimantan Selatan. Selain itu pameran ini juga diikuti olej negara lain yaitu Museum Sabah, Museum Serawak dan Museum Brunei Darussalam, sehingga pamerannya disebut sebagai pameran manik se-Borneo.






Pameran manik ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk menyamakan visi antara museum Borneo juga untuk mengangkat citra budaya Kalimantan ke ajang Internasional.






Perhiasan manik-manik merupakan kerajinan tangan yang menjadi salah satu simbol perekat bagi budaya Kalimantan, karena hampir seluruh simbol daerah Kalimantan baik Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat, selalu memanfaatkan manik-manik sebagai perhiasan. Manik-manik tersebut biasanya dimanfaatkan sebagai pemanis baju adat, sebagai perhiasan wanita suku dayak, sebagai hiasan dinding, hiasan gerabah bahkan perkembangannya kini manik-manik juga dimanfaatkan untuk tas, dompet dan sarung telepon genggam maupun tempat pensil atau pulpen.


Manik adalah sejenis benda yang relatif sangat kecil yang berlubang di tengahnya sebagai tempat untuk dimasuki sejenis benang atau tali dan selanjutnya dirangkai sebagai untaian. Keindahan manik ini tergantung pada bahan yang dipakai, bentuknya zat warna yang ditambahkan keterampilan dan teknik pembuatannya.


Fungsi manik dalam masyarakat selain sebagai perhiasan juga sebagai sarana upacara keagamaan. Sebagai benda kuno manik juga sangat penting bagi penelitian arkeologi dan sejarah peradaban manusia. Berdasarkan bahannya manik terdiri atas manik kaca, batu, kerang, tulang, biji-bijian, kayu, merjan, mutiara, damar, lempung dan logam.



 



 



 



Press Conference Tenggarong Kutai Carnival 2014


Press Conference Tenggarong Kutai carnival (TKC) kembali diadakan untuk ketiga kalinya.Acara ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan gelaran Carnival pada tanggal 18 Oktober 2014 Pukul 13.00 hari minggu. Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Dra SriWahyuni.,MPP menggelar acara ini bersama ketua Tenggarong Kutai Carnival (TKC) Nor Fajri.








Pada Show Time TKC 18 Oktober nanti sebanyak lebih kurang 91 Talent Dewasa dan 40 Talent Anak-anak akan tampil ambil bagian dalam carnaval ini.Konsep carnaval tahun ini agak berbeda daripada tahun tahun sebelumnya karena perlu mendapat penguatan penguatan guna menjadikannya sebagai evenmt wisata khusus yang unik dan berciri khas daerah.








Tahun ini konsep runway TKC terlebih dahulu para talent akan melintasi runway sepanmjang 125 meter dihadapan sekitar 1300 undangan VVIP, para orangtua talent, undangan-undangan dari dalam dan luar daerah maupun para wartawan dan photografer yang sudah disiapkan tenda khusus untuk mereka. para undangan maupun pers akan mendapatkan ID khusus dengan kodifikasi sesuai dengan lokasi masing-masing tenda yang telah disiapkan.








Tema TKC tahun ini The Nature of Borneo, dengan tiga tema yaitu Mangrove, Purun dan Burung Enggang. Dalam carnaval ini selain para talent para penari tyradisional juga akan tampil mengawali setiap tema, yaitu sebanyak 22 penari tradisional akan ikut serta pada parade varnival pada tanggal 18 Pktober mendatang.







Melalui gelaran TKC, diharapkan Tenggarong sebagai Kota Wisata makin dikenal luas melalui berbagai publikasi event maupun kunjungan wisatawan yang menyaksikan TKC. Disamping itu, event TKC ini diharapkan menjadi pendorong bahi tumbuhnya seni kreatif, produktifitas kreatif dan ekonmoni kreatif di Kutai Kartanegara.


Peduli Dan Kreatif Sapta Pesona 2014


Dinas Kebudayaan dan Fariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara akan kembali mengadakan Festival Kota Raja yang ke 232 dan dalam memeriahkannya kembali akan mengadakan lomba Peduli dan Kreatif Sapta Pesona 2014. Lomba ini bertujuan agar masyarakat lebih kreatif mengolah sampah yang masih bisa dipakai dan di daur ulang. seperti pada tahun 2013 yang lalu Pemanfaatan daur ulang sampah menjadi barang berguna, seperti kantong plastik dan bonggol jagung, Kantong plastik yang bisa dijadikan sebagai hiasan bunga maupun tas cantik, sedangkan bonggol jagung bisa kita jadikan sebagai vas bunga.












Pada tahun ini di buka pendaftaran dan pengumpulan hasil karya mulai dibuka pada tanggal 30 September s/d 31 Oktober 2014. Karya bisa dikumpulkan melalui Desa/ Kecamatan masing - masing peserta, Pengumuman finalis akan diumumkan pada tanggal 3 November 2014, dan Penjurian finalis pada tanggal 4 dan 5 November 2014. Hasil karya harus dilampirkan foto proses pembuatan karya dari pertama proses 0% s/d 50%.





Pendaftaran peserta melalui SMS dengan format : Nama peserta, Nama kelompok, Alamat kelompok, Bahan daur ulang yang digunakan, Karya yang dihasilkan. SMS dikirim ke Salendro (085856060734) atau Yani (08125366191). Segera daftarkan kelompok Anda, piala dan uang pembinaan menanti Anda.