Benner Naga

Fashion Street

Bukit Bangkiray

TOPENG KEMINDU

Lapion

Statistik

Hit hari ini : 68
Total Hits : 363,247
Pengunjung Hari Ini : 26
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 85,963

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

Press Conference Tenggarong Kutai Carnival 2014


Press Conference Tenggarong Kutai carnival (TKC) kembali diadakan untuk ketiga kalinya.Acara ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan gelaran Carnival pada tanggal 18 Oktober 2014 Pukul 13.00 hari minggu. Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Dra SriWahyuni.,MPP menggelar acara ini bersama ketua Tenggarong Kutai Carnival (TKC) Nor Fajri.








Pada Show Time TKC 18 Oktober nanti sebanyak lebih kurang 91 Talent Dewasa dan 40 Talent Anak-anak akan tampil ambil bagian dalam carnaval ini.Konsep carnaval tahun ini agak berbeda daripada tahun tahun sebelumnya karena perlu mendapat penguatan penguatan guna menjadikannya sebagai evenmt wisata khusus yang unik dan berciri khas daerah.








Tahun ini konsep runway TKC terlebih dahulu para talent akan melintasi runway sepanmjang 125 meter dihadapan sekitar 1300 undangan VVIP, para orangtua talent, undangan-undangan dari dalam dan luar daerah maupun para wartawan dan photografer yang sudah disiapkan tenda khusus untuk mereka. para undangan maupun pers akan mendapatkan ID khusus dengan kodifikasi sesuai dengan lokasi masing-masing tenda yang telah disiapkan.








Tema TKC tahun ini The Nature of Borneo, dengan tiga tema yaitu Mangrove, Purun dan Burung Enggang. Dalam carnaval ini selain para talent para penari tyradisional juga akan tampil mengawali setiap tema, yaitu sebanyak 22 penari tradisional akan ikut serta pada parade varnival pada tanggal 18 Pktober mendatang.







Melalui gelaran TKC, diharapkan Tenggarong sebagai Kota Wisata makin dikenal luas melalui berbagai publikasi event maupun kunjungan wisatawan yang menyaksikan TKC. Disamping itu, event TKC ini diharapkan menjadi pendorong bahi tumbuhnya seni kreatif, produktifitas kreatif dan ekonmoni kreatif di Kutai Kartanegara.


Peduli Dan Kreatif Sapta Pesona 2014


Dinas Kebudayaan dan Fariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara akan kembali mengadakan Festival Kota Raja yang ke 232 dan dalam memeriahkannya kembali akan mengadakan lomba Peduli dan Kreatif Sapta Pesona 2014. Lomba ini bertujuan agar masyarakat lebih kreatif mengolah sampah yang masih bisa dipakai dan di daur ulang. seperti pada tahun 2013 yang lalu Pemanfaatan daur ulang sampah menjadi barang berguna, seperti kantong plastik dan bonggol jagung, Kantong plastik yang bisa dijadikan sebagai hiasan bunga maupun tas cantik, sedangkan bonggol jagung bisa kita jadikan sebagai vas bunga.












Pada tahun ini di buka pendaftaran dan pengumpulan hasil karya mulai dibuka pada tanggal 30 September s/d 31 Oktober 2014. Karya bisa dikumpulkan melalui Desa/ Kecamatan masing - masing peserta, Pengumuman finalis akan diumumkan pada tanggal 3 November 2014, dan Penjurian finalis pada tanggal 4 dan 5 November 2014. Hasil karya harus dilampirkan foto proses pembuatan karya dari pertama proses 0% s/d 50%.





Pendaftaran peserta melalui SMS dengan format : Nama peserta, Nama kelompok, Alamat kelompok, Bahan daur ulang yang digunakan, Karya yang dihasilkan. SMS dikirim ke Salendro (085856060734) atau Yani (08125366191). Segera daftarkan kelompok Anda, piala dan uang pembinaan menanti Anda.


RAPAT PERSIAPAN RAKERNAS ASITA III

 Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) ke-3 akan dilaksanakan di Kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, pada tanggal 16 – 18 Oktober 2014 mendatang. Hal ini telah ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) ASITA, dengan menunjuk Dewan Pengurus Daerah (DPD) ASITA Kalimantan Timur sebagai Tuan Rumah Penyelenggara RAKERNAS ASITA 2014 di Kabupaten Kutai Kartanegara.

RAKERNAS ini akan dihadiri oleh pengurus dan anggota ASITA dari seluruh Indonesia yang diperkirakan akan mencapai 500-an orang. Acara ini memiliki nilai strategis untuk promosi pariwisata Provinsi Kalimantan Timur pada umumnya serta Kabupaten Kutai Kartanegara pada khususnya, karena akan dihadiri secara langsung oleh pimpinan biro-biro perjalanan dari 33 provinsi yang ada di Indonesia. Keistimewaan RAKERNAS kali ini adalah karena dalam waktu yang bersamaan juga akan digelar Travel Fair yang akan menghadirkan potensial buyers dari dalam dan luar negeri serta di akhir acara nanti akan dilaksanakan Post Tour mengunjungi objek-objek wisata unggulan yang ada di Kutai Kartanegara.

 Agar kegiatan berjalan lancar, pada hari Kamis 9 Oktober 2014 Panitia Pelaksana Rakernas Asita menggelar rapat Koordinasi di Ruang Rapat Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata, yang dihadiri Ketua DPD Asita Kaltim. H Eddy Yusuf Assainar, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP serta Panitia Pelaksana yang terdiri dari pihak Asita dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai persiapan masing-masing seksi di kepanitian Rakernas, dan meminta laporan kesiapan atau kendala masing-masing seksi, mulai dari seksi akomodasi dan Transportasi, acara, serta konsumsi, dalam laporannya bagian akomodasi melaporkan bahwa hotel tempat menginap peserta telah disiapkan dan menjelaskan proses penjemputan peserta dari bandara di Balikpapan sampai penempatan peserta di hotel.

 semantara itu seksi acara menyampaikan adanya penambahan meja regestrasi untuk menghindari antrian dan memudahkan peserta, semua peserta akan melakukan regestrasi di hotel grand Fatma, serta adanya pembagian piket untuk petugas regestrasi mengingat kedatangan peserta yang bertahap, serta penunjukan MC, Pembaca Doa untuk acara pembukaan nantinya.  Diakhir rapat juga dibahas tentang City Tour yaitu membawa perserta berkeliling mengunjungi objek wisata di Tenggarong diantaranya Meseum Mulawarman serta Planetarium, serta partisipasi peserta Asita untuk mengikuti kegiatan Pesta Malam atau pelepasan 10.000 Lampion untuk pemecahan MURI

 Dra. Sri Wahyuni MPP., mengharapkan kepada seluruh kepanitiaan untuk terus berkoordinasi demi lancarnya kegiatan ini, sebab dengan suksesnya pelaksanaan Rakernas ini diharapkan menjadikan Kutai Kartanegara menjadi Destinasi Wisata dari dalam maupun Luar Negeri.





Pendaftaran Pelepasan 10.000 Lampion


Dalam rangka memperingati hari jadi Kota Tenggarong ke 232, Dinas Kebudayan Dan Pariwisata akan melaksanakan kegiatan Festival Kota Raja (FKR) ke III. Dari tanggal 28 September 2014 s/d 28 Oktober 2014. Salah satu dari rangkaian kegiatan tersebut, terdapat kegiatan Pesta Langit Malam dengan menerbangkan Lampion sebanyak 10.000. Sekaligus memecahkan rekor MURI penerbangan Lampion terbanyak.






Diharapkan dalam kegiatan tersebut masyarakat Tenggarong dan sekitarnya, paguyuban - paguyuban, komunitas - komunitas, serta organisasi yang ada, bisa ikut berpartisifasi sebagai peserta Pelepasan Lampion sebanyak 10.000, setiap utusan  sebanyak 10 orang. Untuk pendaftaran dibuka dari tanggal 7 Oktober 2014, bisa langsung ke Planetarium Jagad Raya Tenggarong, pendaftaran dibuka selama jam kerja, setiap hari dan pendaftaran ditutup pada tanggal 15 Oktober 2014. Bagi peserta yang berada diluar Tenggarong, bisa mendaftar atau menghubungi :



1. Dahlia    : 0812 - 91362472



2. Dyna      : 0853 - 10289944



3. Iin         : 0821 - 58000633



4. Heny      : 0852 - 50399579



Kegiatan Pelepasan 10.000 Lampion, akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 18 Oktober 2014, pukul 17.00 Wita sampai selesai. Di halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara. diharapkan seluruh peserta mengenakan pakaian/baju organisasi/paguyuban/komunitas.


Ulang Tahun Komunitas Pecinta Astronomi Kutai Kartanegara Di Planetarium Jagad Raya


Rabu, 8 Oktober 2014. Dalam rangka Hari Ulang Tahun Komunitas Pecinta Astronomi Kutai Kartanegara yang ke 1 dan memperingati Hari Astronomi Internasional, KOMPAS mengadakan acara syukuran sekaligus pengamatan Gerhana Bulan Total di halaman parkir Planetarium Jagad Raya Tenggarong. Acara ini berlangsung dari pukul 18.00 sore diisi dengan pengamatan gerhana, sholat Maghrib berjama'ah, dilanjutkan lagi dengan mengamati gerhana.





Disebut juga dengan Gerhana Bulan Merah Darah, gerhana ini dapat dilihat juga secara langsung maupun menggunakan teropong. Peristiwa ini diiringi juga dengan hujan metero yang sangat terang. Fenomena alam ini pernah terjadi pada April 2014 lalu. Komunitas Pecinta Astronomi Kutai Kartanegara mengadakan acara syukuran dan pengamatan gerhana dengan mengundang sejumlah komunitas, seperti Oi (Orang Indonesia), ADWINDO, dan masih banyak lagi. Serta anak - anak sekolah juga ikut memeriahkan acara ini, seperti SMP 2 dan SMU 2.





Tidak ketinggalan para siswa Akademi Kebidanan Kutai Kartanegara juga ikut berpartisipasi dalam acara ini. Masyarakat umum juga tidak mau ketinggalan untuk menyaksikan gerhana bulan ini. Kelompok Penyanyi Jalanan diundang untuk ikut serta memeriahkan acara ini. Acara ini di sponsori oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kutai Kartanegara, Radio SBK, HUMAS Kutai Kartanegara,dan masih banyak lagi.


Gerhana Bulan Total Di Kutai Kartanegara


Gerhana bulan total akan terjadi di Indonesia pada tanggal 8 Oktober 2014, kecuali di Banda Aceh. Di Kutai Kartanegara dapat dilihat mulai dari pukul 17.59 sore. Gerhana bulan terjadi karena saat bulan purnama terbit di ufuk timur di seluruh Indonesia sudah mengalami gerhana. sehingga purnama ini menjadi langka. Bulan diperkirakan akan berwarna lebih gelap di bandingkan purnama - purnama lainnya.







Sehubungan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Komunitas Pecinta Astronomi (KOMPAS) Kutai Kartanegara yang ke 1 dan bertepatan dengan peringatan Hari Astronomi Internasional (HAI), Komunitas Pecinta Astronomi Kutai Kartanegara mengadakan acara pengamatan Gerhana Bulan Total, yang dilaksanakan di halaman parkir Planetarium Jagad Raya Tenggarong.







Acara ini dilaksanakan dari pukul 18.00 sore, dimulai dengan pengamatan gerhana bulan total, dilanjutkan sholat Maghrib berjamaah, syukuran Hari Ulang Tahun Komunitas Pecinta Astronomi Kutai Kartanegara, hingga pengamatan bulan purnama. Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) diundang untuk mengisi hiburan dalam acara ini.


Penayangan Festival Erau Di Explore Indonesia Kompastv

Penayangan Film Exotic acara Explore Indonesia episode Erau di Kompastv, yang akan di tayangkan pada malam ini Rabu Tanggal 8 Oktober 2014, pada pukul 20.00 WITA. Penayangan ini akan di bagi kedalam tiga episode antara lain Pesut mahakam, Festival Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival seta upacara Desa Budaya Mecak Undat.

adapun kru - kru yang terlibat di dalam pembuatan film tersebut ialah Fitri Oktarini sebagai Produser, Devita Adelia sebagai Staf Produksi, Salman Fariz sebagai Kameramen, Dayu Hatmanti sebagai Presenter.

Penayangan film ini akan menceritakan daya tarik Kutai Kartanegara tak hanya pada hasil tambangnya,  tapi juga di pergelaran budaya yang dilaksanakan rutin setiap tahun.  Pergelaran yang digelar marathon 7 hari 7 malam ini tak lepas dari sejarah Kutai Kartanegara yang disebut-sebut sebagai kerajaan tertua di bumi Indonesia. di dalam film ini akan menayangkan rangkaian peristiwa selama Erau berlangsung. seperti beluluh, bepelas, beseprah, street performance, festival dragoon boat, dan lain - lain.

Selama berada di Kutai Kartanegara tim Kompastv juga melakukan peliputan mengenai upacara desa budaya Mecak Undat, Lung Anai Kutai Kartanegara, sebuah desa adat Dayak Kenyah, Penyelenggaraan upacara Mecak Undat untuk mengucap syukur atas hasil panen yang mereka dapat. Upacara Mecak undat dibuka dengan pemukulan gong oleh tamu kehormatan dan penumbukan beras dalam sebuah lesung panjang menggunakan elu atau kayu sepanjang dua meter.  Masyarakat menumbuk beras hingga menjadi tepung. Tepung yang sudah halus kemudian dimasukkan ke dalam bambu muda, lalu dibakar hingga matang. Tepung yang sudah matang itulah yang disebut Undat. Panen raya Mecak Undat dimeriahkan dengan sejumlah pergelaran tari-tarian dan lomba ketangkasan melempar panah.

Explore Indonesia tidak hanya mengikuti perhelatan akbar Festival Erau. Dayu Hatmanti bersama komunitas "Save Pesut Mahakam" juga menyusuri Sungai Mahakam melalui Kota Bangun, bermaksud melihat secara langsung pesut mahakam yang semakin hari jumlahnya semakin sedikit. Saat ini jumlahnya sekitar 97 ekor saja. Pesut berkurang populasinya karena semakin tingginya utilitas Sungai Mahakam, tersangkut jaring nelayan sudah tidak di gunakan lagi oleh nelayan. Pesut mulai sulit bertahan di Sungai Mahakam lantaran ramainya lalu lintas sungai. Tak hanya perahu kayu bermotor tapi juga tug boat pembawa batubara ke laut lepas. Pesut Mahakam mirip dengan lumba-lumba - lumba di laut.

Pemaparan Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Kwarcab Kutai Kartanegara


 Acara saka pariwisata yang di laksanakan di Hotel Grand Fatma Tenggarong Pada hari Rabu 1 Oktober 2014 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kutai Kartanegara, yang di hadiri Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Kalimantan Timur, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cabang Kabupaten Kutai Kartanegara, Sekertaris Daerah beserta Pengurus, Anggota Majelis Saka Pariwisata, Kabupaten Kutai Kartanegara, Acara pada hari ini menjadi sejarah bagi seluruh Pengurus Saka Pariwisata cabang Kutai Kartanegra, karna bertepatan dengan 1 Oktober 2014 yang juga merupakan Hari kesaktian Pancasila yang juga pengukuhan Pengurus Saka Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara.



 Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP. yang juga telah di lantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Kwarcab Kutai Kartanegara, menyampaikan dalam pemaparannya kami sangat bahagia bahwa Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Kalimantan Timur, menjadi awal baru dan langkah yang baik untuk terus memajukan dan meningkatkan pembangunan pariwisata di kutai kartanegara. kami seperti mendapatkan energi baru, agen - agen baru untuk meningkatkan pembangunan kepariwisataan daerah. di ketahui bahwa spirit dari anggota pramuka adalah spirit pengabdian, intuisi dan kerja keras, dan kami sangat memerlukan tenaga seperti ini untuk membangun kepariwisataan daerah. seperti melakukan pemasaran pariwisata, grida penyuluh wisata, grida pemandu wisata, grida kuliner, dan dalam menginternalisasi seni budaya Kutai Kartanegara, maka grida penyuluh wisata ini sangat berarti untuk upaya kita menanamkan kembali, menginternalisasi sebanyak mungkin kepada generasi yang ada di Kutai Kartanegara, agar lebih kenal, menguasai, memahami, mencintai, budaya yang ada di daerahnya. untuk grida kuliner, beliau mengatakan bahwa Kutai Kartanegara juga memiliki potens karna jumlahnya sangat banyak, coraknya sangat beragam, tetapi kita masih belum mampu menumbus pasar nasional, namun jika itu di kemas dengan baik, walaupun hanya dari mulut - kemulut ini bisa menjadi ikon kunjungan ke Kutai Kartanegara.



 Dra. Sri Wahyuni. MPP, mengatakan bahwa peserta didik yang hadir pada saat ini Saka Pramuka Pariwisata, akan di libatkan dalam penyelenggaraan Festival Kota Raja Tenggarong.yang akan di laksanakan dan di awali dengan Ziarah Makam pada tanggal 28 September 2014, Pemilihan Teruna Dara 11 Oktober 2014, Pentas Seni Nusantara dan Festival Kampoeng Koetai 13 - 19 Oktober 2014, melibatkan seluruh paguyuban di kutai Kartanegara. Rakernas Asita 16 - 18 Oktober 2014, yang untuk pertama kalinya di laksanakan di Kabupaten Tenggarong. Tenggarong Travel Fair 16 - 19 Oktober 2014, Tenggarong Kutai Carnival 18 Oktober 2014, Festival Lampion 18 Oktober 2014 yang akan kembali memecahkan rekor MURI dengan melepas 10.000 lampion, dan Lomba Peduli Kreatif Sapta Pesona. 



 



 


PELANTIKAN PRAMUKA SAKA PARIWISATA KWARTIR CABANG KUTAI KARTANEGARA

 Bertempat di Hotel Grand Fatma Tenggarong Pada hari Rabu 1 Oktober 2014 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kutai Kartanegara melantik serta mengukuhkan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya (Saka) Pariwisata Kwarcab Kukar masa bakti 2014-2017.

Saka yang berada dibawah naungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini merupakan hasil Keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka 2013 yang dilaksanakan pada tanggal 2 – 5 Desember 2013.

Acara yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) HM. Aswin yang sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Provinsi Kaltim ini menetapkan Kepala Dinas Pariwisata Kukar Sri Wahyuni. MPP selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Kwarcab Kukar.

 Dalam Sambutannya, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kukar, Edi Damansyah berharap bahwasanya ada eksistensi dasar yang harus dimaknai dari prosesi ini yaitu majelis pembimbing dan pimpinan saka adalah bagian dari Kwarcab Gerakan Pramuka Kukar yang secara khusus harus saling bergandengan tangan bersama untuk memajukan gerakan pramuka di Kukar. ”Dari Prosesi seremonial tadi bagaimana terbangunnya jiwa sukarela, rela untuk mengabdikan diri dan waktu kita bersama-sama untuk memajukan gerakan pramuka di Kabupaten Kutai Kartanegara,

 Saka Pariwisata sendiri dituntut untuk bersama-sama memajukan pariwisata Kukar, Sejumlah agenda kegiatan sudah disiapkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Kepariwisataan sendiri merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, provinsi hingga ke pemerintah kabupaten yang penyelenggaraannya dilakukan secara terencana, terpadu, berkelanjutan, dan tanggung jawab dengan tetap menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya, memelihara kelestarian alam dan lingkungan hidup serta memberdayakan masyarakat setempat.

Selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Provinsi Kaltim. Aswin mengucapkan selamat kepada Kwarcab Kukar yang sudah mendapatkan tambahan satu saka Saka pariwisata ini merupakan saka yang tidak menjadi beban untuk Kwacab bahkan banyak membantu kwarcab. Saka Pariwisata melakukan kegiatan berdasarkan program sendiri melalui seksi bimbingan masyarakat yang ada di Dinas Pariwisata,

Semantara itu, Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Kwarcab Kukar yang baru dilanti, Sri Wahyuni. MPP mengungkapkan rasa syukur karena pada hari tersebut menjadi sejarah bari Dinas Pariwisata Kukar karena dikukuhkannya Saka Pariwisata di Kukar bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila.

 ”Pada hari yang sama ini kita telah dikukuhkan menjadi pengurus Saka Pariwisata Kaupaten Kutai Kartanegara. Mudah-mudahan dihari yang bersejarah ini, ketika Saka Pariwisata dikukuhkan di Kukar ini menjadi langkah yang baru dan awalan yang baik bagi kita sekalian untuk terus meningkatkan dan memajukan pembangunan pariwisata di Kukar,

Dengan terbentuknya Saka Pariwisata ini, akan  mendapatkan energi dan agen-agen baru untuk mengembangkan pembangunan kepariwisataan di daerah karena spirit dari anggota pramuka adalah Spirit pengabdian, disiplin dan kerja keras. Juga dikatakan dalam sektor Pariwisata sangat membutuhkan tenaga-tenaga seperti ini dalam melakukan pembangunan-pembangunan pariwisata di daerah.

FESTIVAL KOTA RAJA 2014