Benner Naga

Fashion Street

Bukit Bangkiray

Seni

Lapion

Statistik

Hit hari ini : 462
Total Hits : 317,046
Pengunjung Hari Ini : 118
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 74,699

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

PELANTIKAN PRAMUKA SAKA PARIWISATA KWARTIR CABANG KUTAI KARTANEGARA

 Bertempat di Hotel Grand Fatma Tenggarong Pada hari Rabu 1 Oktober 2014 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kutai Kartanegara melantik serta mengukuhkan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya (Saka) Pariwisata Kwarcab Kukar masa bakti 2014-2017.

Saka yang berada dibawah naungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini merupakan hasil Keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka 2013 yang dilaksanakan pada tanggal 2 – 5 Desember 2013.

Acara yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) HM. Aswin yang sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Provinsi Kaltim ini menetapkan Kepala Dinas Pariwisata Kukar Sri Wahyuni. MPP selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Kwarcab Kukar.

 Dalam Sambutannya, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kukar, Edi Damansyah berharap bahwasanya ada eksistensi dasar yang harus dimaknai dari prosesi ini yaitu majelis pembimbing dan pimpinan saka adalah bagian dari Kwarcab Gerakan Pramuka Kukar yang secara khusus harus saling bergandengan tangan bersama untuk memajukan gerakan pramuka di Kukar. ”Dari Prosesi seremonial tadi bagaimana terbangunnya jiwa sukarela, rela untuk mengabdikan diri dan waktu kita bersama-sama untuk memajukan gerakan pramuka di Kabupaten Kutai Kartanegara,

 Saka Pariwisata sendiri dituntut untuk bersama-sama memajukan pariwisata Kukar, Sejumlah agenda kegiatan sudah disiapkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Kepariwisataan sendiri merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, provinsi hingga ke pemerintah kabupaten yang penyelenggaraannya dilakukan secara terencana, terpadu, berkelanjutan, dan tanggung jawab dengan tetap menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya, memelihara kelestarian alam dan lingkungan hidup serta memberdayakan masyarakat setempat.

Selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Provinsi Kaltim. Aswin mengucapkan selamat kepada Kwarcab Kukar yang sudah mendapatkan tambahan satu saka Saka pariwisata ini merupakan saka yang tidak menjadi beban untuk Kwacab bahkan banyak membantu kwarcab. Saka Pariwisata melakukan kegiatan berdasarkan program sendiri melalui seksi bimbingan masyarakat yang ada di Dinas Pariwisata,

Semantara itu, Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Kwarcab Kukar yang baru dilanti, Sri Wahyuni. MPP mengungkapkan rasa syukur karena pada hari tersebut menjadi sejarah bari Dinas Pariwisata Kukar karena dikukuhkannya Saka Pariwisata di Kukar bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila.

 ”Pada hari yang sama ini kita telah dikukuhkan menjadi pengurus Saka Pariwisata Kaupaten Kutai Kartanegara. Mudah-mudahan dihari yang bersejarah ini, ketika Saka Pariwisata dikukuhkan di Kukar ini menjadi langkah yang baru dan awalan yang baik bagi kita sekalian untuk terus meningkatkan dan memajukan pembangunan pariwisata di Kukar,

Dengan terbentuknya Saka Pariwisata ini, akan  mendapatkan energi dan agen-agen baru untuk mengembangkan pembangunan kepariwisataan di daerah karena spirit dari anggota pramuka adalah Spirit pengabdian, disiplin dan kerja keras. Juga dikatakan dalam sektor Pariwisata sangat membutuhkan tenaga-tenaga seperti ini dalam melakukan pembangunan-pembangunan pariwisata di daerah.

FESTIVAL KOTA RAJA 2014


Workshop Pengemasan Produk Wisata Tahun 2014

 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur telah bekerjasam dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara dalam melaksanakan Workshop yang bertema Melalui kegiatan pelaksanaan workshop pengemasan produk wisata kita wujudkan citra dan image positif Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Indonesia menuju Kaltim Bangkit 2018, yang di laksanakan di gedung Pondok Jajak Tenggarong pada hari selasa tanggal 30 September 2014.

Acara Workshop Pengemasan Produk Wisata tersebut di hadiri oleh seluruh pengrajin yang ada di Tenggarong, ibu rumah tangga, dan masyarakat. Hadir sebagai tamu undangan diantaranya Kepala Dinas Kebudayan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni, MPP., Asisten. IV Kabupaten Kutai Kartanegara H. Bachroel, S.Sos., MM., Kepala Seksi Produk Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur Hj. Nurul Hayani, SE., Kepala Seksi Obyek Wisata Drs. Ashari, M. Sidan seluruh eselon III dan IV Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara.

Acara Workshop Pengemasan Produk Wisata ini di awali dengan menyayikan lagu Nasional Indonesia Raya dan di buka secara resmi oleh Asisten IV Kabupaten Kutai Kartanegara H. Bachroel.S.Sos. MM. Melalui kegiatan pelaksanaan workshop "Pengemasan Produk Wisata" mari kita wujudkan citra dan image positive Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Indonesia menuju bangkit bersama "Kaltim Bangkit 2018". beliau berharap dengan kegiatan Workshop ini dapat terwud peningkatan kemampuan, pemahaman dan wawasan masyarakat tentang bagaimana pengemasan produk wisata yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam pemaparannya Drs. Achmad Herwansyah, M.Si., yang juga Kepala Bidang Bina Pengembangan Destinasi Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Untuk mendorong dan memotivasi dalam pengembangan sumber daya manusia, maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan pengembangan pengrajin kepada masyarakat setempat melalui workshop "Pengemasan Produk Wisata" yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara. Adapun maksud dari pelaksanaan workshop ini  untuk mendukung pembangunan di bidang pariwisata khususnya Kalimantan Timur, selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produk yang akan dikemas untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produk - produk  yang akan dikemas, mendukung peningkatan perekonomian masyarakat tentang produkwisata, dan memberikan motivasi kepada masyarakat tentang produk yang dikemas.

FINALIS TERUNA DARA 2014, MEMASUKI TAHAP PRA KARANTINA

Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, kembali melaksanakan Pemilihan Teruna Dara tahun 2014, setelah melakukan seleksi yang ketat maka terpilih lah 20 Finalis yang terdiri dari 10 orang Teruna dan 10 orang Dara, 20 orang Finalis tersebut akan mengikuti Pra Karantina selama 3 hari, di mulai dari tanggal 25-27 September 2014 yang dilaksanakan di Pendopo Wakil Bupati.

 Selama 3 (tiga) hari mengikuti Pra Karantina para Finalis Teruna Dara mendapatkan pembekalan materi dari para Narasumber, untuk hari pertama para Finalis diberikan pengatahuan tentang tata rias Modern dengan Pemateri dari La Tulief, dan tata rias Kutai serta tata cara membuat sanggul dengan pemateri dari Harpe Melati.

Di hari yang kedua para Finalis di beri pembekalan tentang Kepariwisataan dengan menghadirkan dua orang pemateri yaitu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., dan Dosen Politeknik Samarinda M. Fauzan Noor, dalam sesi ini dijelaskan tentang pengertian Pariwisata, serta potensi objek wisata yang ada di Kutai Kartanegara, para Finalis antusias mengikuti acara ini dengan diselingi Tanya jawab dengan para pemateri,

Pada hari yang sama para Finalis Teruna dan Dara diberikan materi Catwalk untuk persiapan malam Grand Final nantinya, yang di pandu oleh para senior mereka yang tergabung dalam Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO). Untuk hari yang ketiga para Finalis melakukan sesi Pemotretan yang dilaksanakan di Kedaton Kutai Kartanegara dengan menggunakan busana batik khas Kutai Melayu

Menurut ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Teruna Dara tahun 2014. Airin Susanti. SE.,MM yang juga menjabat Kasi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, mengatakan bahwa kegiatan Pra Karantina baru pertama dilaksanakan, untuk tahun sebelumnya para Finalis langsung masuk Karantina untuk diberi materi / Pembekalan. Para Finalis Teruna Dara 2014, akan memasuki masa Karantina mulai 9 Oktober mendatang di hotel Grand Elty Singgana, untuk mempersiapkan pada malam Grand Final yang dilaksanakan pada 11 Okober 2014 di halaman Kedaton Kutai Kartanegara.

Finalis Teruna Dara 2014

NO   NAMA TERUNA              NO  NAMA DARA

1.    M. Taufik As’arie           2.  Diah Saraswati

3.    Ari Anggara                  4.  Windi Alisha Agustine

5.    Eko Susanto                 6.  Desya Shalfira Rizkyani

7.    M. Arie Pratama            8.  Tiara Verdiana Putri

9.    Ageng Rinda Barra        10. Yuli Winda Sari

11.  M. Noor Kholik              12. Herliyanoor Pebriyanti

13.  Wildanu Mukholadun     14. Ersa Rahmawati.

15.  Afif Nur Azhari               16  Hayyu Susani Putri

17.  M. Rahmat                   18. Norbaiti

19.  Sudirman                     20. Farah Yiuzzunisa Rahayu

RAPAT PARIPURNA ISTIMEWA, DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT KE 232 KOTA TENGGARONG

 Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara dan DPRD Kutai Kartanegara, Senin 29 September 2014 mendengarkan Pidato Bupati Kutai Kartanegara pada HUT Kota Tenggarong yang ke 232

Rapat paripurna Istimewa dipimpin oleh Ketua Semantara DPRD Kutai Kartanegara H. Salehuddin.diisi dengan penyampaian Pidato Bupati Kutai Kartanegara yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Edi Damansyah. Terkait dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Tenggarong yang ke 323.

Bupati Dalam Pidatonya  mengatakan, setiap tanggal 28 September Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara, selalu memperingati hari jadi Kota Tenggarong, peringatan ini penting untuk mengenang jasa-jasa para pendahulu .

 Dalam pidatonya yang dibacakan Sekkab Kutai Kartanegara Edi Damansyah bupati Kukar mengucapan selamat hari jadi Kota Tenggarong yang ke 232, “ semoga momentum ini menjadi pemacu semangat dan Motivasi guna mewujudkan keberhasilan Pembangunan secara menyeluruh di Kukar,

Dalam peringatan Hut Kota Tenggarong ini juga merupakan momentum yang sangat penting untuk introspeksi  dan perencanaan kedepannya yang lebih baik, dengan telah diselenggarakannya agenda demokrasi Pileng pada 9 April 2014 dan Pilpres 9 Juli yang lalu, yang berjalan aman dan damai dan “sebagai kepala daerah Bupati Kutai Kartanegara mengharapkan dukungan dan kerjasama pada seluruh anggota DPRD Kukar dan segenap komponen Masyarakat yang ada di Kutai Kartanegara.

 Hari Ulang Tahun Kota Tenggarong yang ke 232, tahun ini mengambil tema “ Wujudkan Kualitas Kehidupan Masyarakat Yang berbudaya dan Produktif  menuju Kutai Kartanegara yang Sejahtera dan berkeadilan, tema ini menurut Bupati berkenaan dengan Visi Kukar 2010-2015 yaitu mendorong Pemkab dan Dunia Usaha dan Masyarakat untuk mengarahkan Potensi yang dimiliki,

Di akhir pidatonya Bupati Kutai Kartanegara mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan dan mewujudkan visi dan Misi Pembangunan Gerbang Raja, “ Insya Allah apa yang kita cita-citakan akan tercapai yakni untuk kemajuan, Kesejahteraan, dan Kejayaan Kutai Kartanegara,” Pungkasnya

Hari Ulang Tahun Tenggarong (HUT ) Diawali Dengan Ziarah Kemakam Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

 Peringatan Hari Ulang Tahun ( HUT )  Tenggarong  yang ke – 232 telah berlangsung pada tangal 28 September  2014, kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke -15, Aji imbut bergelar Aji Muhammad Muslihuddin kemudian makam A.M. Parikesit, AM. Salehuddin , Sayid M Bin Sayit saleh, Aji. Mohd Sulaiman. yang juga sebagai pendiri Kota Tenggarong.

 Ziarah   dilaksanakan dikompleks pemakaman Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang terletak di sebelah Museum Mulawarman, Tenggarong. Ziarah tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara ( Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara ), dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah, M.Si Bersama Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H. Aji Muhammad Salehuddin II beserta seluruh Kerabat Kesultanan.

 Kegitan berlangsung dengan mengawali pembacaan riwayat singkat berdirinya kota Tenggarong oleh Camat Tenggarong Mulyadi, yang di lanjutkan dengan pembacaan Doa. dan sambutan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, S.Sos. MM, yang di wakilkan oleh Sekretaris Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah, M.Si., beliau mengatakan, bahwa 232 tahun silam Aji Imbut telah memindahkan Ibu Kota Kesultanan Kutai dari Pamerangan ke Tepian Pandan kemudian disebut Tangga Arung atau rumah para raja. Hal tersebut menjadi perjalanan sejarah  panjang Kota Raja. Tangga Arung tumbuh dan berkembang  seiring perjalanan sejarah sehingga penduduknya  hidup dan berkarya di Kota yang Kini bernama Tenggarong.

Beliau juga mengatakan bahwa ziarah itu untuk menghargai dan mendoakan para pemimpin terdahulu yang telah mengawali pembangunan di Kutai dan juga mengingatkan terhadap kebesaran dan kejayaan Kerajaan Kutai  Kartanegara Ing Martadipura. ‘’ Kebesaran Kesultanan Kutai Kartanegara hendaknya tetap dipertahankan pada saat ini dan yang akan datang, yaitu dalam bentuk pembangunan yang tentunya melibatkan masyarakat,’’ . sementara itu Tenggarong sangat terbuka bagi pendatang, sehingga beragam etnis hidup berdampingan, kebersamaan ini harus kita jaga dan pelihara sebagai dasar pembangunan.

 Sultan H.Aji Muhammad Salehuddin II menyampaikan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Mentri Sekretaris Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Gondo Prawiro, mengapresiasi Kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atas perhatiannya terhadap kebudayaan asli, sehingga pesta adat seni dan Budaya Erau Tetap terjaga dan terkenal di mancanegara.

setelah pembacaan doa dan sambutan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kesultanan Ing Martadipura, seluruh peserta yang menghadiri bersama - sama menuju makam Sultan dengan mulai mengucur dan menabur bunga di atas Makam Aji Imbut olehSekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah, M.Si dan Sultan HAM Salehuddin II beserta kerabat Kesultanan Ing Martadipura, yang di lanjutkan dengan makam sultan - sultan lainnya yang berada di kompleks pemakaman tersebut.

kegiatan ziarah dilanjutkan pembacaan doa haul Jamak bagi para Sultan Kutai yang dilaksanakan dibalai Agung Panca Persada Kedaton Kesultanan yang berada di belakang Museum Mulawarman Tenggarong  dengan mengundang beberapa pondok pesantren yang ada di Tenggarong dan warga, serta tamu undangan lainnya.

Hari Kedua Workshop II Tenggarong Kutai Carnival 2014

Workshop Tenggarong Kutai Carnival (TKC) memasuki hari kedua (2/9). Pada hari ini beberapa peserta TKC telah membawa desain kostum mereka. Instruktur dari Jember Fashion Carnival (JFC) meminta mereka mengenakan kostum dan sekaligus memperagakannya di arena workshop. Setelah itu para instruktur  melakukan beberapa evaluasi terhadap beberapa kostum tersebut.








Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh para talent saat mereka mengenakan kostum diantaranya adalah kenyamanan pada saat mengenakan kostum. Jika mereka merasa tidak dengan nyaman dengan kostum yang mereka kenakan nantinya. maka mereka tidak akan bisa tampil maksimal pada saat pelaksanaan show time bulan depan.








Materi dan kegiatan yang dilaksanakan oleh para talent TKC dihari ini adalah Evaluasi kostum serta pengenalan make up carnival yang langsung dipraktekkan oleh peserta TKC. Selain itu adalah berlatih runway atau fashion on the street. seluruh talent khususnya anak-anak sangat antusias mengukuti workshop ini dan mereka bertekad untuk tampil maksimal dan sebaik-baiknya pada show time TKC tanggal 18 Oktober mendatang.




WORKSHOP II TENGGARONG KUTAI CARNIVAL 2014


Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali melaksanakan Workshop II bagi talent Tenggarong Kutai Catrnival (TKC) yang dimulai sejak tanggal 1 s/d 6 September 2014. Workshop ini dilaksanakan sebagai salah satu persiapan untuk pelaksanaan Show Time Tenggarong Kutai Carnival yang akan berlangsung pada tanggal 18 Oktober 2014 di Tenggarong.












Workshop II ini kembali mendatangkan instruktur dari Jember Fashion Carnival sebanyak 6 (enam) orang yakni Ivan beserta rekan-rekannya. Mereka khusus didatangkan untuk memberikan pembekalan tambahan bagi para peserta (talent) TKC yang saat ini sedang merancang dan membuat desain kostum mereka sendiri. Tahun ini lebih istimewa karena talent TKC tidak hanya diikuti oleh remaja dan dewasa tetapi juga anak-anak yang akan menjadi kid talent dan akan tampil juga pada Show Time Oktober bulan depan.










Tahun ini tema yang akan diangkat oleh TKC adalah Mangrove, Purun dan Enggang. ketiga tema ini sama dengan tema TKC tahn-tahun sebelumnya yaitu mengangkat budaya dan alam di Kutai Kartanegara. Karnaval ini diharapkan akan menjadi salah satu daya tarik yang mampu menyedot perhatian wisatawan nusantara maupun asing untuk datang dan mengunjungi Kutai Kartanegara sehingga dapat berdampak bagi peningkatan pendapatan bagi masyarakat serta pendapatan asli daerah.




Juara Lomba Foto Beautiful Erau 2014


Setelah melewati waktu yang cukup lama yaitu dari tanggal 15 Juli 2014 sampai dengan 15 Agustus 2014, akhirnya terpilih juara foto terfavorit yang mendapat dukungan paling banyak dari pecinta fotografi dan masyarakat. Tidak mudah untuk mendapatkan juara ini, persaingan untuk mendapat dukungan terus silih berganti dan saling menyusul agar mendapat simpatisan dari para pesbukers. Hasilnya foto Tari Tradisional Bangladesh karya Herdi Tanjong mendapatkan 704 dukungan keluar sebagai Juara Terfavorit Lomba Beautiful Erau 2014.



Pada tahap Penjurian yang di lakukan tanggal 20 Agustus 2014 bertempat di Ruang Serba guna Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, hadir sebagai juri fotografer profesional yaitu Ray Bachtiar Dradjad yang juga pendiri Kamera Lubang Jarum Indonesia, Bank Kaltim Cabang Tenggarong serta Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP. Hasil penjurian terpilihlah Pemenang Lomba Foto Beautiful Erau 2014 yaitu :



Juara I dengan judul foto Korsel Dance Perform karya M. Iqbal Dimar.



Juara ke II dengan judul foto Obsesi Orang Mesir karya Salehuddin Muhammad

Juara ke III dengan judul foto Tarian Perang Suku Dayak Benuaq

Juara Foto Unik dengan judul foto Di Balik Lensa Sultan karya Taqien Hw   



Juara Foto Favorit dengan JudulTari Tradisional Bangladesh karya Herdi Tanjong



Juri fotografer profesional yaitu Ray Bachtiar Dradjad mengtakan alasannya dalam memilih pemenang foto yaitu mengacu pada ketentuan lomba, peristiwa dan tema lomba Foto Beautiful Erau 2014.

Judul Foto Korsel Dance Perform karya M. Iqbal Dimar yaitu penampilan seorang penari Korsel pada saat kegiatan Street Performance Folklore International. Foto ini mencerminkan bahwa sebuah budaya dapat di sampaikan secara universal dan melalui tarian budaya itu terlihat bahwa terjadi interaksi penari dengan penonton sehingga dapat memahami isi pesan yang di sampaikan oleh si penari dengan kebudayaan yang di bawakannya, dan terlihat antusias penonton serta adanya keterkaitan dengan tema lomba foto yang menggambarkan keindahan dan keakraban.  

Judul Foto obsesi Orang Mesir, Yaitu tercermin kegembiraan peserta Folklore dari negara Mesir saat saling besimbur aer pada kegiatan belimbur. Secara hasil fotografi, foto ini memang bagus. Negara Mesir yang di ilustrasikan dengan cuaca yang sangat panas karena gurun pasir dan bahkan sulit untuk mendapatkan air serta tidak ada tradisi seperti belimbur.

Judul Foto Tarian Perang Suku Dayak Benuaq, tari perang yang Exsperimental ini menceritakan tentang seorang pahlawan yang sedang berperang melawan musuhnya. Dengan gerak yang penuh dinamis dan gambaran tradisi untuk sebuah budaya yang selalu bergerak. 

Bagi pemenang Lomba Foto Beautiful Erau 2014 agar mengirimkan file foto asli / ke panitia penyelenggara, melalui email lombafotoeifaf@gmail.com atau datang langsung ke kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara ( Seksi Data dan Informasi ). 


SHOW TIME WONDERFUL ARTCHIPELAGO CARNIVAL INDONESIA DAN LAUNCHING ASOSIASI KARNAVAL INDONESIA (AKARI)



Untuk pertama kalinya Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia dilaksanakan dan diikuti oleh 6 propinsi di Indonesia. Perhelatan ini dilaksanakan di Jember dan event ini digagas oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI), acara yang berlangsung kemarin (23/08) berlangsung meriah dan sukses. Start dari Alun-alun Jember sampai Lapangan PTPN XII, para peserta dari 6 propinsi tampil disaksikan oleh puluhan  ribu penonton dan diliput ribuan media massa dalam dan luar negeri.






    Acara WACi dilaksanakan sekaligus dengan launching atau peresmian AKARI oleh I Gde Pitana, Kepala Badan Professional Skill Development Kemenparekraf, selain itu hadir juga Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konventsi, Insentif dan Event Akhyaruddin beserta BUpati Jember M.Z.A Djalal dan Kapolres Jember. Dalam sambutannya Pitana mengatakan “Indonesia merupakan Negara yang kaya budaya namun kalah bersaing. Karena itu, kekayaan itu perlu dikenalkan dalam bentuk karnaval agar mampu menarik wisatawan”.






    Menurut Pitana berdirinya WACI tidak bermaksud menyaingi karnaval yang sudah ada dibeberapa daerah, tetapi justru sebaliknya, pemerintah ingin mengangkat setiap karnaval yang ada di daerah agar lebih dikenal di dalam maupun di luar negeri. Diharapkan dengan adanya WACI, semua propinsi bisa membentuk AKARI dan akhirnya bisa mengikuti WACI setiap tahunnya.