Foto 1

Foto 2

Kirab Budaya

Kirab Budaya

Mendirikan Ayu

Seremoni Pembukaan Erau Adat Kutai And International Folk Arts Festival 2016

Foto 3

Closing

Tarian Dewa Erau

Bukit Bangkiray

Statistik

Hit hari ini : 169
Total Hits : 740,299
Pengunjung Hari Ini : 55
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 163,250

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

Meriuh Pulau Kumala Dalam Acara Street Performance







Street Performance dalam rangka EIFAF 2016 yang di laksanakan di area Plaza Utama Pulau Kumala ramai di padati pengunjung. Sebanyak Sembilan delegasi Negara asing tampil secara bergantian dari tanggal 22-27 Agustus pada pukul 16.00-18 Wita. 




Tanggal 23 agutus 2016, sebanyak dua group dari mancanegara yaitu Lithuania dan Ukraina serta satu Group lokal yaitu SD Muhammadiyah  berkesempatan tampil membawakan tarian  masing-masing.  




Penampilan pertama yaitu dari SD Muhammadiyah tampil dengan membawakan tari  Jepen Bekana’an yang bercerita tentang kekanaan Kutai Tepian Mahakam sedang bermain lewang dengan kelincahan yang energik diiringi  music tingkilan yang dinamis, tarian ini juga berdasarkan dari gerak gerak pakem jepen tradisi yang  dikembangkan dalam bentuk garapan menyesuaikan dunia kekanakan.











Penampilan yang kedua yaitu dari Lithuania yang membawakan 4 sesi tari yaitu Pasiut Ploke (langkah tari yang gila) yaitu tarian yang lucu dan cepat dari langkah tari anak laki-laki dan perempuan.  Sesi yang kedua adalah Tranaveras yaitu tarian yang ditarikan di musim semi. Yang ketiga yaitu Nasnilis Jonkelis -satu terlalu banyak  (tarian jenaka dari empat pasangan dan satu pasangan tanpa pasangan dan sesi terakhir adalah Geguziniu Polka (langkah tarian jerami) tarian tradisional untuk menyelesaikan penampilan.











Grup Arkan Dance Company dari Ukraina tampil paling akhir dengan  tampilan yang meriah dengan pakaian cerah. Penari  wanita tampil dengan memakai bluse yang memiliki bordir di bawah lengan dan rok yang disebut plahta yang disulam dengan pola geometris, topi baja bunga dan pita yang disebut  Vinoka  sedangkan penari pria tampil dengan memakai kostum yang disebut Kozak , sepatu boot, kemeja bordir, dan sabuk atau dalam bahasa Ukraina disebut Poyas. Arkan Dance Company bercerita tentang seorang gadis muda yang mencoba untuk mendapatkan Kozaky malas bekerja. Gadis ini akhirnya berhasil menarik perhatian merreka dengan panci besar yang mengepulkan sup.








Tampilan Dari Ensemble Idaho-USA


  






Tak kalah apiknya penampilan dari kelompok tari Ensemble peserat Folklore dari Negara Idaho-USA, tampilan mereka mampu memukau penonton yang berada di Taman Ulin Tenggarong pada selasa malam tanggal 23 Agustus 2016. Group tari dari Negara Idaho-USA menampilkan beberapa tarian dan lagu yaitu tarian Running Set, sepanjang abad ke-19, orang yang tinggal terisolir di pegunungan Kentucky mengadaptasi tarian popular “persegi” dengan ketepatan yang disiapkan. Tari yang mencerminkan eksresi muda, kesatuan dan menyenagkan. Kemudian mereka menampilkan lagu dengan Wizard Walk adalah instrumental yang memperlihatkan keahlian dari biola yang dimainkan oleh salah satu peserta dari Idaho-USA.  Lalu dilanjutkan denga tarian lagi yang berjudul Cajun yaitu tarian dari pinggir sungai Mississippi dai Southern Louisiana di mana music Blues dikembangkan dan menggunakan gaya yang unik dari suara yang terbuat dari kaki. Tampilan terakhir meraka menampilkan Rocky Top yaitu tarian dari tengah Tennessee di mana tarian ini menyambut sangat popular dan lagu ini menampilkan bahwa mereka bahagia dan karakter yang kasar.








Kemudian tampilan dari Negara Rusia dengan kelompok tari Crystal ini
melibatkan anak – anak SMA dan para pekerja muda. Kelompok tari pernah
menjuarai beberapa perlombaan dan ikut serta lebih dari 50 festival
diantaranya di Macedonia, india, cina, finlandia, turki, hungaria,
maroko, Taiwan, Italy, yunani, repoblik ceko dan lainnya. Kelompok
tariini dalam tariannya menceritakan tentang Budaya, Persahabatan dan
perayaan bersejarah di Negara mereka. Tarian yang mereka tampilkan
adalah gabungan dari tiga tarian yaitu, “Varen’ka dance, Lineinei,
Kujurski, Zavlenkalke, Kazalchi” dance. Tarian ini membentuk lingkaran,
semua pasangan (laki – laki dan perempuan) memperagakan gerakan masing –
masing. Laki – laki melakukan beberapa trik dan perempuannya melakukan
gerakan memutar dan terjatuh.








Tampilan berikutnya dari Negara Taiwan B dengan nama groupnya Luna Rhythm, tarian yang pertama mereka tampilkan yang bertema Ketergesaan Alam Semesta yang menceritakan padang meteor, tongkat dan tombak dengan dram yang kuat menunjukkan yang indah. Lalu mereka menampilkan tarian yang bertema Anggrek  Yang Indah merupakan bunga yang indah dan elegan, yang selalu penuh warna dn menunjukkan nilai seni yang tinggidan ideal. Lalu penampila terkahir mereka yang bertema Kesenangan, mereke yang tampil sebagian memukul dram dan gong yang menggambarkan kesenangan dan mereka bersorak mari kita merayakan Festival.






Tarian Belian Sentiu








Kelompok Sanggar Seni dan Budaya Pokant Solay, Mulia Harapan, Desa Tanjung Harapan Kec.Sebulu Kukar mendapat kesempatan untuk tampil pada acara Pagelaran Pesta Erau Adat  Kutai and Festival Folk Art Internasional ( EIFAF) tahun ini, bertempat di Taman Ulin lapangan Pemuda Tenggarong Kutai Kartanegara, kelompok seni  Pokant Solay membawakan tarian  Belian Sentiu dengan menceritakan tentang  Budaya Adat Dayak Benuaq yang sangat turun-remurun, Belian Sentiu merupakan  upacara adat ritual pengobatan orang sakit, dimana pada zaman dahulu kala, tarian belian sentiu ini sangat sakral bagi masyarakat dayak benuaq . Tarian belian sentiu inilah yang dipakai untuk upacara ritual pengobatan orang sakit baik itu anak-anak maupun orang tua yang sudah lanjut usia dengan tujuan untuk mengusir roh jahat guna mendapatkan perlindungan dan kesehatan.











Lenggang Dara Desa

Pada sesi berikut nya Group kesenian SANGGAR KUMALA TARI BLORO SEBULU  juga ikut menyemarakan pagelaran pesta erau kali ini dengan menyuguhkan TARIAN LENGGANG DARA DESA yang bercerita tentang para gadis desa pada saat musim panen huma tiba, para gadis desa yang sudah meningkat remaja, beramai-ramai membantu orang tuanya untuk bekerja di ladang (ngetam padi) mereka bekerja sambil memakai bedak dingin untuk melindungi muka dari sinar mata hari, untuk penutup kepala mereka menggunakan tengkolok yang berasal dari kain batik, baik itu berupa sarung maupun selendang.







Kegembiraan saat panen padi ini terlihat di wajah para gadis desa mereka bercengkrama dengan gembira bahu – membahu dan saling membantu antar keluarga serta teman-teman, sehingga tak terasa senja telah tiba dan pekerjaan pun telah usai. Acara ini biasa nya di lakukan setiap tahun saat panen padi.









Tari Endanau Dan Temengang Madang





Senin malam, tanggal 22 Agustus 2016 bertempat di arena EXPO Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang. Kelompok kesenian  Sekar Kedaton berkesempatan menampilkan tari  Endanau. Synopsis cerita Tari Endanau adalah menangkap ikan dengan cara tradisional dan cerita ini diangkat dari perkumpulan orang Kutai  dalam menangkap ikan, secara khusus orang pedalaman Sungai Mahakam yang menggambarkan tari ini berasal, di mana ketika Sungai Mahakam melimpah dan melanda desa. Mereka merasa senang dan gembira karena banjir memberi berkah pada orang Kutai. Karena ketika banjir surut, mereka diberi  berkah dengan banyaknya ikan yang bisa mereka panen.






Endanau berarti : aktivitas menangkap ikan di danau. Kata endanau berasal dari kata danau yang berarti berkubang di atas tanah yang luas. Di mana awalan EN menunjukkan tempat atau tempat aktivitas atau apa yang mereka kerjakan. Jadi, arti endanau adalah aktifitas menangkap ikan dengan memakai tangan atau dengan cara sederhana/dengan memakai  peralatan tradisional dalam bahasa Kutai seperti Tanggok atau Sodok. Dan mereka turun ke danau laki-laki atau perempuan, tua dan muda. Tari tradisional ini terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan dan menggambarkan cara menangkap ikan dengan iringan music perkusi yang dimainkan oleh tujuh pemain. Tari kreasi ini dari Sanggar Tari Sekar Kedaton Kutai Kartanegara. 


- Koreografer : Nueng Ibrahim


- Penata Tari : 1. Din Kafin


               2. Aditya


               3. Ayu Rahmiita


-   Aransemen : 1. Roberto Situmorang  


   2.  Agus Rismansyah


   3. Hendra






Selain kelompok Sekar Kedaton, ada beberapa kelompok lain yang berkesempatan tampil yaitu Kab. Bantul Prov.  Jogja yang menampilkan tari kolosal Sugriwa Subali ,Idaho-USA menampilkan tari American Footworks Folk Dance Ensemble, dan kemudian Estonia dengan tampilan tari The National Cultural Ensemble Kirmas, dan selanjutnya tampilan dari Negara Polandia yaitu Folk Group Szamotuly dan terakhir adalah tari Temengang Madang yang merupakan tarian suku Dayak Kenya. Berikut  syinopsis  tari Temengang Madang.


Tarian Temengang Madang /Tarian Datun Julut merupakan tarian atau kesenian masyarakat dayak Kenya pedalaman, tarian ini biasanya ditampilkan pada saat setelah selesai masa panen sebagai tanda ucapan syukur, selain itu tarian ini juga ditampilkan pada upacara perkawinan dan acara bersih desa.


Tarian ini ditarikan oleh para gadis Suku Dayak Kenya dengan berbaris ke belakang dengan formasi tarian berjajar disertai dengan gerakan-gerakan tangan yang lemah lembut dan dihiasi dengan bulu burung enggang dan diiringi oleh alat music petik dan pukul yaitu berupa sampek dan jatung utang. 




Folklore Ensemble “ Zhar “ From Bulgaria



Negara Bulgaria dan Lithuania merupakan peserta yang turut memeriahkan  pagelaran Pesta Erau Adat Kutai and International Fokl art Festival ( EIFAF)  di Kutai kartanegara yang berlangsung mulai tanggal  21 Agustus s/d 28 Agustus 2016.

Kedua Group Kesenian yang berbeda Negara ini tampil di Pentas seni Taman ulin Lapangan Pemuda Tenggarong Kutai Kartanegara,  pada sesi pertama Bulgaria menampilkan tarian DZHINOVSKY dan sesi kedua menampikan tarian TRAKISKI SMENSE TANTS.

Kedua Tarian ini berasal dari daerah THRACE, sebuah daerah dengan populasi masyarakat terbesar di Bulgaria. Di THRACE, kami menemukan pencipa lagu-lagu rakyat dengan kualitas yang terbaik. Lagu-lagu untuk tariannya pun tak terhitung  THRACE “ PRAVO HORO “ adalah salah satunya. Orang-orang menari dengan lagu tersebut hingga berjam-jam , untuk mempraktikkannya merekapun berputar-putar di tempat yang sangat luas. Pada Akhirnya, seorang wanita yang tidak pernah lelah bernyayi setelah lagu selesai.




Lithuania

Sedangkan Lithuania pada sesi pertama menampilkan tarian Padukelis (Topi Gila) tarian salam dan selamat datang yang di tarikan oleh anak laki-laki dan perempuan dengan topi.

Sesi kedua menampilkan “PO SODELY” lagu rakyat tradisional Lithuania tentang seorang anak laki-laki yang menawarkan cincin emas kepada anak perempuan dan memintanya untuk menikah, “PERLUTI RYTATO” alat musik pipa di mainkan dengan alat musik Instrumental Lithuania SKUDUCIAL, “ DUOSIU PETRUI” lagu humor tradisional Lithuania tentang Instrument pipa, ditutup dengan tari Paskutine Polka (langkah tari Terakhir). Masing-masing negara mendapat sambutan hangat dari penonton yang hadir  pada acara pentas Seni Taman Ulin, selain Bulgaria dan Lihuania ada juga group kesenian Indonesia dari Kabupaten Gunung Kidul dan Kutai Kartanegara sebagai Tuan Rumah menampikan group kesenian Temengang Lian.



Pada pentas seni taman ulin di hadiri oleh :

-    President Cioff  Of Bulgaria Mr.Emil Pavlov

-    The general Secretary of Cioff Bulgaria Mrs.Stiliyana

-    Kepala Disbudpar Gunung Kidul Bapak Saryanto,ST.

-    Kabid Destinasi Disbudpar Kukar Siswan Hermantoko





Kesenian Gunung Kidul










Dipimpin oleh Bapak Saryanto,ST Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul sebagai Penanggung Jawab Goup yang ikut berpartisipasi dalam Pelaksanaan  Pesta  Erau Adat kutai and International Folk Art Festifal (EIFAF) 2016. Pertunjukan yang bertempat di taman ulin Tenggarong pada hari senin malam tanggal 22 Agustus 2016. Group Kesenian asal Kabupaten Gunung kidul menampilkan cerita SANGGRITA ( adalah belalang perempuan) sebuah karya yang terinspirasi oleh seekor belalang.







Menceritakan belalang adalah salah satu ciri khas kebupaten gunung kidul. Serangga yang dikemas menjadi sebuah makanan, menjadi salah satu alternatif  buah tanggan. Tidak hanya itu belalang juga dijadikan salah satu ciri khas motif  batik Gunung Kidul. Canting yang digores dengan lemah gemulai, tangan yang lembut dalam setipa sentuhan, tarikan nafas yang teratur memunculkan motif rupa, seekor SANGGRITA terbalut dalam sebuah lembaran sinjang. Lemah gemulai nan elok rupa,wajah  ayu terpancar dalam setiap ekspresi geraknya, terpancar dalam indah nya sebuah  SANGGRITA.







Pada penampilan kedua Group kesenian dari Kabupaten Gunung Kidul menampikkan “KUMENDAM” karya yang di ilhami dari komandan prajurit Kraton Jogjakarta, yang menceritakan para prajurit yang berlatih dan belajar olah kanuragan menyatukan fisi dan tekad membangun Negeri. Teriknya Mata Hari,dinginnya hujan tak menyurutkkan semangat untuk tetap berlatih meski terkadang perserlisihan pun terjadi.







Dengan menggunakan kostum Kampuh  Putih Alit (kecil), penari bereksplorasi dengan gerak-gerak dasar tari Tradisi Gaya Jogjakarta sehingga terwujud gerak yang indah, Ritmis, Dinamis, dipadukan dengan iringan musik yang masih sangat kental kedaerahannya.  KUMENDAM ya komandan GOLONG GILIK NYAWIJI,GREGET, SENGGUH, ORA MINGKUH HAMBANGUN Ibu Pertiwi. Kebupaten Gunung Kidul juga memilki Seni Tari Reog dan Jantilan  yang sering hadir pada Event-event pariwisata untuk menarik minat wisatawan berkujung ke Kab.Gunung Kidul.





Tari Kolosal Sugriwa Subali Kabupaten Bantul






Kabupaten Bantul adalah salah satu Kebupaten yang di Undang untuk ikut menyemarakan agenda Budaya Pesta Erau Adat Kutai and International Fokl art Festival ( EIFAF) 2016 di Tenggarong Kutai Kartanegara.




Kisah Subali Sugriwa yang merupakan bagian dari epos Ramayana Karya Walmiki,berkembang sebagai legenda di Gua Kiskendo. Jatimulyo, Kulonprogo. Kisah tentang dua kakak beradik winara yang diutus  para dewa untuk menyelamatkan Dewi Tara dari cengkraman Mahesasura dan Lembusura, namun berujung pada perselisihan kedua bersaudara, kedua kakak beradik ini berperang dalam mempertahankan harga dirinya dan berebut seorang istri yang bernama Dewi  Tara, perselisihan terus terjadi namun berkat keadilan dari dewa akhirnya subali pun mati di tangan Rama Wijaya.




Pentas  tari Sugriwa Subali  telah diaksanakan hari senin malam tanggal 22 Agustus 2016 di Lapangan Olah Raga Aji Imbut Tenggarong Seberang. Kelompok Kesenian lainnya yang tampil yaitu Kutai Kartanegara Sekar Kedaton, Temengang Madang, dan America Footworks Folk Dance Ensemble, The National Cultural Ensemble Kirmas dan Folk Group Szamotuly yang mampu menghipnotis para penonton yang datang untuk menyaksikannya.



Resepsi Peserta EIFAF, CIOFF Dan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata


 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai penyelenggara Erau Adat Kutai dan 4th International Folk Art Festival (EIFAF) 2016, dengan tujuan menjalin keakraban dan silaturahmi, maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengundang tamu dari 9 Negara anggota CIOFF (Internasio-nal Coincil of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts) yakni, Indonesia, Poland, USA, Estonia, Lithuania, Taiwan, Russia, Bulgaria, Canada, Rumania.  sebagai tamu dan pengisi acara selama kegiatan Erau Adat Kutai dan 4th International Folk Art Festival (EIFAF) 2016.


 Ke sembilan Negara Anggota CIOFF tersebut menghadiri undangan untuk bersilaturahmi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang bertempat di Gedung Serbaguna Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tenggarong. adapun kegiatan dalam acara resepsi tersebut diantaranya bertukar cendramata dan sambutan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP. cendramata yang di berikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP ialah berupa cinderamata boneka berpakaian baju khas kutai bernama kustim, kain batik dan tas terbuat dari ulap doyo kepada perwakilan  sembilan negara yang hadir begitu juga sebaliknya  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP., menerima cinderamata dari sembilan negara berupa sesuatu yang khas dari kesembilan negara tersebut.

 Dalam sambutannya menjelaskan mengenai Erau, Erau tidak saja dimaksudkan sebuah ungkapan  rasa syukur yang dilaksanakan setiap tahunnya tetapi berdimensi luas sebagai pelestarian pengembangan adat istiadat pariwisata. Erau mengandung makna pembersihan atau tolak bala. Erau adat tradisi di tanah Kutai dan akan menjadi adat yang dipatuhi, dipegang, dan dilaksanakan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. beliau juga menerangkan tempat objek - objek wisata yang ada seperti ikan mamalia Pesut, waduk panji sukarame, planetarium jagad raya tenggarong, dan lain - lain.






 setelah sambutan dari Dra. Sri Wahyuni. MPP., acara dirangkai makan bersama dan diisi dengan  diiringi lagu - lagu khas Kutai. setelah menikmati makanan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP. mengajak tamu undangan dari kesembilan negara untuk menyanyi bersama, dan acara pun semakin meriah ketika Dra. Sri Wahyuni. MPP. mengajak para tamu untuk menari poco – poco bersama.




 

Local And International Street Performance Di Pulau Kumala


Pulau Kumala Tenggarong semakin Ramai di penuhi pengunjung ketika sore hari, Keramaian ini di karnakan salah satunya karna pada saat Erau, selama sepekan akan tampil setiap sore harinya pada pukul 16.00., akan tampil para delegasi baik dari Indonesia sebagai tuan rumah maupun dari para tamu delegasi 9 negara yang datang ke Kutai Kartanegara.




Penampilan Street Performance mampu menghipnotis para wisatawan yang berkunjung kepulau kumala, yang tadinya menikmati wahana yang ada di pulau kumala dan menikmati suasana sore hari di Pulau Kumala, menjadi berkumpul dan membentuk lingkaran besar di halaman Pulau Kumala untuk menyaksikan para delegasi yang tampil dengan keseniannya masing – masing.








 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Tampil pertama Street Performance ialah group kesenian perwakilan Indonesia sebagai tuan rumah dengan menampilkan tari gantar, bahwa tarian ini yang sengaja di tampilkan oleh para seniman agar para delegasi dan wisatawan yang datang mengetahui tari khas Kutai. Berlanjut dengan penampilan delegasi Rusia dengan grup bernama Crystal yang menampilkan empat tarian sekaligus, pertunjukan ini membuat para penontonn yang hadir tak henti – hentinya memberikan tepuk tangan karna keindahan gerak dan ekspresi yang di bawakan para penari dari Rusia dan di ketahui bahwa grup cristal dari rusia ini telah pernah tampil di lebih dari 50 negara.





Para delegasi group cristal dan delegasi dari Indonesia yang telah usai melakukan pertunjukan dengan menampilkan tariannya, para delegasi ini dengan ramah menyapa masyarakat yang ingin berfoto bersama dengan masyarakat yang berada di Pulau Kumala yang telah menyaksikan Street Performance.





Suguhan Tari Udoq Kiba





Tampilan pentas seni pada tanggal 22 Agustus 2016 di Turapan Mahakam di tampilkan dari Kelempok Tari Bangen Tawai dari Sungai Bawang Kecamatan Muara Badang, Tingeang Madeng dari Kutai Timur, dari Negara Taiwan A, Negara Romania dan dari  Negara Canada (Ukrainian). Undangan yang hadir pada Pentas Seni di Turapan Mahakam ini adalah Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Yogyakarta Ibu DR. Endang Sri Widia Astuti.MPA sedangkan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu Kepala Bidang Pemasaran Wisata Drs. Witontro.





Tampilan disuguhkan dari sanggar tari Bangen Tawai yang menampilkan Tari Udoq Kiba. Tari Udoq Kiba adalah sebuah tarian yang menceritakan tentang pelaksanaan sebuah ritual adat suku dayak kenyah pada zaman dahulu yang bertujuan untuk mengusir roh – roh jahat, penyakit kutukan dan menolak bala dari pemukiman suku dayak kenyah. Semua penari udoq kiba adalah gadis belia yang harus bersih dan suci pikiran lahir dan bathin. Dalam penyajian ritual adat ini ternyata salah satu dari penari udoq kiba yang menari bersama teman – temannya menyimpan dendam dan iri hati kepada teman – temannya, sehingga jiwanya dirusak oleh roh kegelapan yang membuat dia menjadi udok kiba yang jahat dan ganas dan bahkan menjadi pengganggu. Melihat kondisi ini sangat memprihatinkan, teman – teman udok kiba yang lain melakukan ritual untuk memanggil dewa Bangun malan yang merupakan dewa pujaan suku dayak kenyah. Mendengar panggilan dari penari udok kiba yang baik, yang disampaikan melalui ritual, maka turunlah sang dewa Bangun malan dari langit untuk mengusir udok kiba yang jahat dan ganas ini dari muka bumi, ia pun menjadi katakutan dan lari dari bumi sehinggar bumi pun menjadi tentram, aman dan damai.





Kemudia gruop Yitzy Folk Dance Theater dari Negara Taiwan A yang menampilkan beberapa tarian.  Negara Taiwan merupakan sebuah Negara pecahan dari Repoblik Rakyat Tiongko (china) dan Taiwan juga dijuluki macan indutri dunia baru. Tarian yang di tampilkan dari Taiwan A  tarian pertama menceritakan seorang putri turun dari surge, para penari itu mengguncangkan warna warni halus dari pita yang menggambarkan ribuan bunga dan daun yang berjatuhan menaburi langit. Mereka menari dan berdoa untuk kedamaian semua makhluk yang hidup. Tarian kedua mencritakan tahun baru adalah liburan yang paling berharga bagi komonitas China di Taiwan. Legenda kuno yang kami pernah memberi tahu kami seekor binatang buas keluar sebelum malam tahun baru, dan ikut merayakannya. Orang yang membuat suara dengan membakar bamboo dan menempelkan ketras merah dipintu mereka untuk menakuti dan membuat binatang bias itu pergi. Suguhan berikutnya adalah Taiwan sebuah tanah yang dipenuhi dengan bunga yang cantik, kerena cuaca di Taiwan, kumpulan bunga – bunga yang berbeda di semua musim, mereka bilang bunga bertaburan karena dewi datang di setiap musim yang berbeda, dan menghiasi bumi dengan warna yang berbeda.





Tampilan berikutnya dari Negara Romania dari goup Martisorul from House of Culture of Stludens from Cluj-Napoca, mereka juga menampilan beberapa tarian yaitu tarian Moldova berasal dari Timur Utara, tarian ini ditarikan setelah pulang dari gereja di hari minggu, tarian ini sering di suguhkan pada acara pernikahan dan acara tertentu. Kemudia tarian Crihalma, tarian ini berasal dari pusat Rumania dan biasa ditarikan oleh perempuan yang ingin menunjukkan kepada laki – laki bahwa mereka bisa menari. Tampilan terakhir meraka yaitu tarian Fecioresc, tarian ini berasal dari Transil Uania. Ditarikan hanya oleh laki – laki. Mereka ingin menunjukkan siapa penari terhebat.