Erau 2012

Fashion Street

Erau

Bukit Bangkiray

Tari Topeng

Lapion

Statistik

Hit hari ini : 241
Total Hits : 232,073
Pengunjung Hari Ini : 63
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 51,895

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

Koetai Tempoe Doeloe 2013


Festival Kota Raja ( FKR ) ke 2 memiliki berbagai kegiatan, di antaranya Kutai Tempoe Doelu yang di laksanakan pada hari minggu 20 oktober 2013 di pasar seni Tenggarong. Acara yang di hadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP., beserta para Kepala Bidang dan Kepala Seksi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, serta perwakilan dari Total E & P Indonesia Edi Mulyadi. 






Acara yang di mulai pukul 19.30 WITA di awali pembacaan doa dan sambutan dari Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, Acara ini di meriahkan penampilan beberapa Grup Seni Jepen di Tenggarong di antaranya Sanggar Seni Karya Darma, dari SD 05 dan SD 09 Tenggarong, dan dilanjutkan dengan penampilan Grup kesenian Mamanda, Panji Berseri, yang menampilkan sandiwara berjudul " Gaibnya Kerajaan Sadewi", yang melibatkan 30 personel termasuk pemain musik.






Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP mengatakan dalam sambutannya Kotai Tempoe Doelu yang terlaksana atas kerjasama dengan Total dan E & P Indonesia ini merupakan rangkaian FKR ke -2 guna memeriahkan hari jadi ke - 231 Tenggarong. Menurut Dra. Sri Wahyuni. MPP, event tersebut di gelar dengan harapan masyarakat Kutai Kartanegara semakin mengenal dan melestarikan mamanda yang sudah mulai jarang keberadaanya, serta tentunya untuk menghibur pengunjung Tenggarong dengan menyaksikan salah satu budaya asli Kutai.



Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP berharap Dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Total akan merekontruksi ulang sejarah bagaimana mamanda itu dimainkan zaman dul. baik lakon maupun propertinya, sehingga bagaimana manjemen pengelolaan grup mamanda tersebut. " Hasil riset akan di buat kedalam dokumen tertulis, lalu akan di berikan ke sekolah - sekolah agar bisa di aplikasikan dan melahirkan grup mamanda baru.



Dalam kesempatannya Edi Mulyadi dati Total E & P Indonesia mengaku merasa terharu saat melihat kesenian mamanda yang masih di pelihara oleh sanggar seni Panji Berseri, di tengah jaman serba modern ini kesenian mamanda asli Kutai masih bertahan, mereka harus di apresiasi dan di dukung. Total akan terus berupaya membantu melestarikan seni budaya tradisional bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwiasata.






Seperti di ketahui, mamanda adalah seni drama tradisional Kutai, yang
pada zaman Kesultanan dahulu di tonton langsung oleh Sultan bersama
jajaran dan kerabatnya, sehingga mamanda merupakan pertunjukan yang
sangat populer pada masa itu. Acara berlangsung meriah, para penonton yang hadir begitu antusias menyaksikan di karnakan penampilan dari anak asuh Tabri Joni dan kawan - kawan, mamanda Panji Berseri, dalam lakonnya kerap di bumbui dialog humor maupun gaya - gaya lucu dari pemainnya dan diiringi tetabuhan gendang dan irama khas musik tingkilan dari gambus tradisional Kutai.   



 



 


Pesta Langit Malam Akan Mencetak Rekor MURI ( Museum Rekor Indonesia )





Hari Sabtu tanggal 26 Oktober 2013, sekitar pukul 20.00 WITA, Pesta Langit malam akan kembali di gelar di halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara sebagai rangkaian dari acara Festival Kota Raja ( FKR ) untuk meramaikan HUT ke 231 Kota Tenggarong.






Dra. Sri Wahyuni. MPP, selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara mengatakan " Pesta Lampion ini bakal di catat dan mencetak rekor MURI ( Museum Rekor Indonesia ). Karna untuk mematahkan rekor sebelumnya, kita harus melepaskan lebih dari 5.000 lampion". dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kab. Kutai Kartanegara menggandeng Event Organizer ( EO ) untuk terselenggaranya acara pesta lampion ini. Acara Pesta Langit Malam kali ini berbeda dengan Pesta Langit malam pada tahun lalu, pada tahun sebelumnya pesta lampion di gelar di Pulau Kumala dengan melepas 1500, maka pada tahun ini akan di pusatkan di halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara, agar warga bisa berbondong - bondong datang untuk melihat langsung pelepasan ribuan lampion ke udara. Untuk lampion sendiri Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyediakan 2.500 lampion, dari BPD Kalimantan Timur cabang Tenggarong menyiapkan 3000 Lampion yang nantinya akan ada logo Bankaltim tersendiri.






Pada tahun ini di lampion akan tertera stiker logo Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, logo FKR, dan tulisan Tenggarong 231. Pelepasan 5.500 ini akan melibatkan 50 komunitas, kepala SKPD dan elemen masyarakat. Satu Komunitas beranggotakan sekitar 20 orang. jadi lebih lebih dari 1000 orang akan menerbangkan lampion - lampion ke udara. 



 


TRANSFORMASI NAMA KFAC MENJADI TKC


Tahun ini memasuki tahun kedua Tenggarong melaksanakan karnaval yang masih dalam bimbingan Jember Fashion Carnival (JFC). Pertama kali diselenggarakan karnaval ini mendapat sambutan baik dari masyarakat Kutai Kartangera dan sekitarnya. Awalnya karnaval ini bernama Kukar Fashion Art Carnival.  Namun setelah berjalan setahun menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Priwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni.,MPP bahwa dirasa perlu untuk mengganti nama tersebut. Hal ini dilakukan setelah evaluasi dan masukan serta studi komparasi di Jember yang merupakan kota pusat karnaval bahwa ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan terutama soal nama karnaval.

KFAC 2012


Kendala mengenai nama Kukar Fashion Art Carnival adalah karena sulit untuk dikenal dan ada kemiripan dengan Jember Fashion Carnival, yang menggunakan kata “fashion”. Karnaval seharusnya memiliki keunikan dan ciri khas dimana tempat karnaval itu berlangsung. Oleh karena itulah setelah evaluasi dan masukan tersebut maka Kukar Fashion Art Carnival (KFAC) berganti nama menjadi Tenggarong Kutai Carnival (TKC).

KFAC 2012


Alasan dipilihnya Tenggarong Kutai Carnaval sebagai nama karnaval yang dilaksanakan di Tenggarong ini adalah karena Tenggarong sebagai Kota Wisata yang berciri khas daerah/Kutai. Tenggarong adalah Ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, pusat pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang disebut juga sebagai Kota Raja dan Kota wisata. Sementara kata Kutai digunakan karena Kutai merupakan tempat kerajaan Hindu tertua di Indonesia dan merupakan spesifik nama daerah di Kalimantan. TKC juga lebih simple dan mudah diingat serta merujuk langsung pada nama tempat / kota di Kalimantan yaitu Tenggarong. Karnaval di Tenggarong adalah karnavalnya Kutai karena elemen-elemen yang dikarnavalkan menyangkut budaya dan kekayaan alam Kutai.  Seperti tahun lalu tema kostum yang diangkat adalah hudoq, perisai dan burung enggang. Sedangkan tahun ini tema yang diangkat adalah belian, seraung dan anggrek.

TKC 2013


Sri Wahyuni sebagai penggagas nama Tenggarong Kutai Carnival (TKC) menyampaikan bahwa Tenggarong Kutai Carnival (TKC) merupakan event unik dan menarik sebagai ikon dari Festival Kota Raja yang berkarakter budaya daerah dan karya seni kreatif yang mengangkat dan mendorong produktifitas di Kabupaten Kutai Kartanegara.

TKC 2013


Semoga saja Tenggarong Kutai Carnival akan menjadi lebih baik dari tahun ke tahun dan turut memajukan pariwisata di Kutai Kartanegara dengan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan yang pastinya akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjadi pendorong kreatifitas dan produktifitas masyarakat di Kutai Kartanegara. (AWN)



FESTIVAL FILM PENDEK "KAWA HAQ" AKAN KEMBALI DI GELAR


Pada tanggal 23 - 25 Oktober 2013 Festival Film Pendek bertajuk " Kawa Haq Movie Fest II 2013" akan di gelar kembali, kegiatan ini sebagai rangkaian dari kegiatan Festival Kota Raja ( FKR ) II.






Seperti yang di ketehui bahwa pada tahun lalu panitia mendatangkan Juri sekaligus narasumber dari Jakarta yaitu John De Rantau, Sutradara film Denias, serta bintang iklan dan aktor film serta sinetron Mario Maulana Nazar, dalam workshop tersebut John De Rantau dan Mario Maulana Nazar, secara bergantian memaparkan materi yag berkaitan dengan perkembangan film, akting, kamera, hingga teknik pembuatan film pendek. Pada tahun lalu ada sekitar 61 judul yang masuk masuk dalam kategori pelajar dan umum, setelah di seleksi terpilihlah 30 karya yang masuk nominator. terpilihlah sebagai kategori terbaik I kategori Pelajar dengan judul film Unspoken dari SMA Negeri I Samarinda, terbaik ke II dan III, di raih dengan judul film Bunga Titipan dari SMK YPK Bontang, dan judul film Finky Doll dari SMAN 2 Tenggarong, dan terpilih dengan kategori terpaforit dengan judul film Sprit of UAN dari SMA Vidtra Bontang.






Dra. Sri Wahyuni MPP, selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengatakan pada tahun ini ke dua narasumber tersebut kembali hadir yaitu John De Rantau dan Mario Maulana Nazar bersama Artis Poppy Sephia. Festival Film pendek terbuka untuk dua kategori peserta, yaitu pelajar SMP atau SMA dan Umum. Sedangkan tema film bebas, bisa apa saja yang penting tidak menyinggung SARA ( Suku Agama Ras dan Antar Golongan ) dengan durasi maksimal 15 menit termasuk judul". Beliau memberitahukan bahwa pendaftaran tidak di pungut biaya, dan berharap melalui lomba film pendek se Kalimantan Timu, para pecinta film di Kutai Kartanegara dan daerah di sekitarnya di Kalimantan Timur memiliki ruang untuk berapresiasi, dan acara ini juga merupakan ajang silaturahmi dan berbagi pengalaman sesama pecinta vidiografi. Selain itu juga para pecinta film yang mengikuti kegiatan tersebut akan mendapat materi workshop tentang penyutradaraan dan standar pembuatan film oleh narasumber ahli yaitu Jhon de rantau dan kawan - kawan.



Tempat Pendaftaran dan pengumpulan karya peserta Festival Film Pendek  dan peserta Wokshop pada tanggal 16 - 21 Oktober 2013 pukul 10.00 - 17.00 WITA di ruang Kepala Seksi Promosi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Mengenai persyaratan pendaptaran dan informasi lebih lanjut dapat mengunjungi akun Facebook : kawahaqmovie, Twitter : @kawahaqmovie, serta www. kawahaqmoviefest.com atau dapat menghubungi Panitia Muhammad Raysha Daud di nomor HP 0853676799/082323555454 dan Ejas Setiawan HP 082158530901. 


AKHIR PEKAN INI, TENGGARONG KUTAI CARNIVAL (TKC) 2013


Event yang merupakan ikon dari Festival Kota Raja (FKR) yaitu Kukar Fashion Art Carnival yang tahun ini telah berganti nama menjadi Tenggarong Kutai Carnival akan segera diselenggarakan dalam minggu ini pada hari Sabtu, 26 Oktober 2013. Event yang ini ditunggu – tunggu ini tidak hanya telah berganti nama tetapi juga telah mengalami perubahan konsep yang lebih baik dan professional sesuai arahan dari konsultan TKC yaitu Jember Fashion Carnaval (JFC).

Press Conference TKC 2013



Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Sri Wahyuni dalam Konferensi Pers TKC mengatakan bahwa pada pelaksanaannya nanti peserta carnival (talent) mencapai 101 orang talent yang akan unjuk penampilan dan kebolehan koreografi yang energik di sepanjang jalan raya di Tepian Mahakam mulai di halaman Kantor bupati hingga sekretariat Gerbang Raja yang akan dijadikan "catwalk".

Press Conference TKC 2013   



“Terhadap perubahan konsep runway atau jalur perjalanan utama talent dihadapan para undangan tahun ini mencapai 900 orang. Untuk undangan akan disiapkan 12 buah tenda yang saling berhadapan serta adanya panggung yang diperuntukkan untuk pers disiapkan khusus”. ucap Sri. “Nantinya talent akan didampingi oleh penari-penari tradisional sesuai tema TKC tahun ini yatu Belian, Seraung dan Anggrek, mereka akan berparade bersama. Serta untuk mengantisipasi masyarakat yang ingin mengambil foto bersama talent, panitia akan menyiapakan photo booth di garis finish yaitu di depan Gerbang Raja”. Lanjut Sri.

Press Conference TKC 2013



Presiden Direktur JFC Dynan Fariz selaku konsultan TKC yang hadir pada konferensi pers itu mengatakan, kegiatan TKC tahun ini mengalami peningkatan baik dari segi kostum maupun koreografinya. Dijelaskannya dengan kostum bertema Belian, Anggrek dan Serong, para talent lebih fokus mengkreasikan desain busana sehingga menghasilkan

kostum yang unik dan menarik dilihat.

Pada saat show time nanti, seperti juga tahun lalu JFC akan menjadi opening bagi TKC, mereka akan tampil lebih dulu sebelum TKC dan pasti akan turut meramaikan kemeriahan dari Tenggarong Kutai Carnival tahun ini.



GRAND FINAL TERUNA DARA KUTAI KARTANEGARA 2013


Grand Final Teruna Dara Kutai Kartanegara Tahun 2013 telah dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara (19/10). Untuk pertama kalinya event ini diadakan secara outdoor, setelah tahun-tahun sebelumnya biasanya dilaksanakan indoor.  Event yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini disponsori oleh Bank Kaltim, Hotel Grand Elty Singgasana, BNI, La Tulip, KONI Kutai Kartanegara, Efet Decoration, Rumah Kreasi, Dinas Bina Marga dan SDA Kutai Kartanegara serta Arjuna Digital Printing. Tema dari Grand Final Teruna dari tahun ini adalah “Mari Etam Kerangahkan pariwisata dan budaya melalui generasi muda yang kreatif dan inovatif”.



Teruna Dara Kutai Kartanegara 2013

Ibu Dra. Sri Wahyuni.,MPP membuka acara ini dengan sambutan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada para sponsor dan Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) yang turut memeriahkan acara. “Mari kita berupaya untuk melengkapi dan menyempurnakan kegiatan Teruna Dara untuk membantu mempromosikan pariwisata. Teruna Dara harus menjadi teladan dan panutan sebagai generasi yang berbudaya”. lanjutnya.



Teruna Dara Kutai Kartanegara 2013

Acara Grand Final ini juga diramaikan dengan tampilnya band akustik “Angin Sore” dan fashion show Batik rancangan desainer Imam Pranawa Utama serta Akustik Merlina dari Sanggar Tari Gub ang.

Agung Fahriadi, pelajar SMAN 1 Tenggarong dan Aulia Wira Utami, pelajar SMAN 3 Unggulan Tenggarong akhirnya terpilih sebagai Teruna dan Dara Kutai Kartanegara (Kukar) 2013. Agung dan Aulia berhasil menyisihkan 18 finalis lainnya setelah mendapatkan penilaian tertinggi dari dewan juri yang terdiri dari Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata (Disbudpar) Kukar Sri Wahyuni, Angelina Linda Hartani dan M Fauzan Noor. Dengan hasil ini, Agung Fahriadi dan Aulia Wira Utami masing-masing berhak mendapatkan piala bergilir Bupati Kukar, piala tetap, piagam penghargaan serta uang tunai Rp 5 juta. Nanti keduanya akan menjadi wakil Kukar di ajang pemilihan Duta Wisata Provinsi Kalimantan Timur tahun depan.



Teruna Dara Kutai Kartanegara 2013

Sementara itu, predikat Wakil I Teruna Dara Kukar 2013 diraih Yonaz Firnando dan Dina Noviyanti. Sedangkan Wakil II Teruna Dara Kukar 2013 disabet Raynhard Kadmaer bersama Hafsiyah. Selain mendapatkan trofi tetap dan piagam, Wakil I Teruna Dara Kukar 2013 Yonas dan Dina masing-masing berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 4 juta. Sedangkan Raynhard dan Hafsiyah sebagai Wakil II masing-masing memperoleh uang Rp 3,5 juta.



Teruna Dara Kutai Kartanegara 2013

Untuk teruna lain yang mendapat penghargaan adalah Teruna & Dara Berbakat Agung Fahriadi & Novita Theresia Lawing, Teruna & Dara Fotogenik Al Priyadi & Tanika Oktavia. Teruna & Dara Persahabatan M. Yosa Glistafranda & Eva Nursanti. Teruna & Dara Berbusana Terbaik M. Muliyadi &  Nindi Elvira Fitriani serta Teruna & Dara Favorit Patrick Nackok & Jayanti Wahyu Mandasari.


PESTA PANEN MECAQ UNDAT DI DESA LEKAQ KIDAU, KECAMATAN SEBULU



Upacara Mecaq Undat kembali dilaksanakan di Desa Lekaq Kidau Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari menghadiri dan membuka acara syukuran adat pesta panen ini.  Acara digelar di lapangan bola Desa Lekaq Kidau, Sabtu (12/10). Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kukar HM Guhfron Yusuf, Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan H Chairil Anwar dan beberapa Kepala SKPD terkait. Turut hadir pula Majelis Adat Desa Gianyar Bali Ngurah Oka Ratmadi yang kebetulan sedang mengadakan kunjungan kerja ke Kutai Kartanegara, Kepala Adat Dayak Besar Dayak Kenyah 1 Raden Nering SH, anggota DPRD Provinsi Kaltim Martin Apuy, Ketua BPKT  Kukar, Ubang Hardianto, Ketua 3 Desa Arpan Nau, tokoh – tokoh adat serta masyarakat Desa Lekaq Kidau.





mecaq undat lekaq kidau 2013

Dalam sambutannya, Rita mengatakan pemerintah sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memiliki nilai – nilai budaya.  Sebagai warisan leluhur, tradisi turun temurun ini jangan sampai punah. Lebih lanjut Rita mengatakan, pendapatan asli daerah dapat dicapai melalui sektor pariwisata, pertanian dalam arti luas dan industri yang seluas – luasnya. “Mudah – mudahan secara bertahap melalui Program Gerbang terwujud masyarakat sejahtera dan berkeadilan. Pembangunan pertanian dalam arti luas dalam misi Gerbang Raja yaitu peningkatan pendapatan asli daerah adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pertanian,” ujarnya.





mecaq undat lekaq kidau 2013

Rita berharap potensi seperti ini agar bisa terus ditingkatkan dengan berkoordinasi dengan bidang – bidang lainnya.  Karena pariwisata tidak bisa berdiri dengan sendirinya, pariwisata itu harus melakukan kerja sama dengan stekholder lain yang ada di Kab Kukar serta seluruh SKPD. Khusus untuk kepala suku dan kepala Desa agar mampu membuat rancangan bangaimana untuk meningkatkan lebih pariwisata di sini, karena yang tahu keadaan di sini adalah kepalaDesa dan Ketua adat. “Dan yang namanya budaya itu tidak bisa dibuat – buat, kerena turun temurun lahir dari perut bumi yang diciptakan dari nenek moyang kita. Sehingga dari turun temurun inilah budaya ini kita lestarikan,” Jelasnya. Diakhir sambutannya Rita mengucapkan selamat berpesta Panen Mencaq Undat untuk masyarakat Desa Budaya Lekaq Kidau, dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan dengan kerjasama dan kekompakan.  ”Agar budaya seperti ini mampu kita pertahankan dan lestarikan tanpa terkikis dengan budaya modernisasi,”





mecaq undat lekaq kidau 2013

Pesta panen diawali dengan upacara penyembelihan babi. Darahnya akan dipersembahkan bagi dewa-dewa yang sudah berjasa memberikan perlindungan dan tanah yang subur bagi mereka untuk berladang, darah babi yang ditampung dalam wadah kemudian dipercikkan ke tanah. Ritual ini menjadi pembuka pesta panen (Mecaq Undat) yang dilakukan oleh warga Desa Lekaq Kidau. Mayoritas warga desa ini adalah Suku Dayak Kenyah Lepoq Bem.

Peserta Mecaq Undat tahun ini terdiri dari tiga desa yakni Lung Anai, Sungai Bawang, dan Lekaq Kidau sebagai tuan rumah. Saat kaum laki-laki menyiapkan perahu untuk perlombaan, perempuan Desa Lekaq Kidau menempatkan bambu muda yang sudah di isi tepung beras di perapian.  Ini merupakan bagian dari Mecaq Undat yang dilakukan warga Desa Lekaq Kidau, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara.  Puncak acara dari pesta panen ini adalah menumbuk beras yang sudah dimasukkan ke dalam lesung sepanjang sepuluh meter. Menggunakan elu, kayu sepanjang dua meter, masyarakat menumbuk beras hingga menjadi tepung. Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara berkesempatan untuk turut serta menumbuk beras bersama-sama dengan warga masyarakat Lekaq Kidau.





mecaq undat lekaq kidau 2013

Dibutuhkan waktu hingga 15 menit untuk menumbuk beras hingga menjadi tepung. Proses selanjutnya adalah Meko Undat, beberapa orang wanita mengayak tepung lalu dimasukkan ke dalam bambu muda berisi tepung yang nantinya dibakar hingga matang. Masyarakat yang datang akan mendapat bagiannya masing-masing. Begitu pula dengan babi yang disembelih, semua bagian tubuh babi akan dibagikan kepada masyarakat.

Mecaq undat tak hanya sebagai ungkapan rasa sukur masayarakat Dayak kepada para pemberi rezeki, namun kebersamaan dan gotong royong dalam pelaksanaan pesta ini memberikan makna yang dalam dari sekedar pesta panen.




PEMBUKAAN KARANTINA TERUNA DARA KUTAI KARTANEGARA 2013


Karantina bagi 20 finalis Teruna Dara (Duta Wisata) Kutai Kartanegara tahun 2013 telah dimulai kemarin (16/10). Para finalis ini adalah hasil seleksi dari 63 peserta seleksi teruna dara yang telah dilaksanakan di Aula Disbudpar tanggal 19 Oktober lalu. Mereka mewakili 5 (lima) kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sebelum karantina dimulai, diadakan acara pembukaan karantina Teruna Dara Kutai Kartanegara 2013. Ibu Airin selaku Ketua Panitia menyampaikan dalam laporannya bahwa narasumber untuk pembekalan teruna dara tahun ini Ibu Dra. Sri Wahyuni/.MPP, Budi Warga, Hariansyah, SE, M. Fauzan Noor.,SE.,M.Par,  Dr. Angelina Linda Hartani serta dari Asosiasi Duta Wisata Indonesia, Kutai Kartanegara.


Opening Teruna Dara

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni.,MPP dalam sambutannya sebelum membuka karantina menyampaikan ucapan selamat datang kepada para finalis Teruna Dara Kutai Kartanegara Tahun 2013. “Teruna Dara akan menerima pembekalan dengan berbagai sisi pembekalan yang perlu dimiliki oleh seorang duta wisata. Tiga hari tidaklah cukup untuk membentuk teruna dara, tetapi melalui pembekalan teruna dara akan memiliki dasar pijakan untuk apa dan bagaiamana mengembangkan diri dari informasi yang didapatkan pada saat pembekalan”. Ujarnya “Pada saat seleksi sudah ditekankan bahwa Teruna Dara bukan sekedar model atau nampang tapi harus dikembangkan pemahaman bahwa teruna dara adalah ujung tombak pariwisata Kutai Kartanegara, maka harus bersikap aktif. Aksi yang utama adalah Public Speaking atau komunikasi, bagaimana persentasi dan persuasive, jati diri harus meyakinkan, penampilan harus baik sebagai duta wisata, tutur kata serta konten substansi yang disampaikan kepada public” lanjutnya.


Opening Teruna Dara

Sri Wahyuni menekankan bahwa dari sekarang Teruna Dara harus menjadikan public speaking sebagai tema sentral dari karantina ini, karena itu harus dilatih dalam pembekalan ini karena Teruna Dara identic dengan kemampuan public speaking dalam menginformasikan dan menguasai pariwisata daerah atau masalah-masalah pariwisata daerah. Tidak harus bergantung pada materi-materi yang disampaikan dalam pembekalan, tetapi juga perlunya update informasi pariwisata yang ada sekarang.

Setelah menyampaikan sambutannya Sri Wahyuni langsung membuka kegiatan pembekalan yang ditandai dengan pemasangan selempang kepada 2 orang perwakilan finalis Teruna Dara Kutai Kartanegara 2013.


Opening Teruna Dara

Hari pertama pembekalan para teruna dara menerima materi pertama langsung dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni.,MPP yang menyampaikan pembekalan kepariwisataan. Narasumber kedua adalah Budi Warga yang menyampaikan materi mengenai pembekelan Seni Budaya Daerah. Kemudian Public Speaking yang juga di sampaikan oleh Ibu Sri Wahyuni dan malam harinya peserta akan mendapatkan teori/praktek koreografi dari Hariansyah, SE.

Opening Teruna Dara


COACHING CLINIC FASILITASI PENGEMBANGAN WISATA SPECIAL EVENT



Pada Tanggal 12 – 13 Oktober 2013 telah dilaksanakan kegiatan Coaching Clinic Fasilitasi Pengembangan Wisata Special Event di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan nara sumber yaitu Dinand Farris  Presiden Director dari Jember Fashion Carnaval yang sudah berpengalaman selama 12 tahun menyelenggarakan karnaval yang saat ini telah menduduki peringkat ke empat di dunia. Peserta yang mengikuti coaching clinic adalah beberapa perwakilan dari peserta carnival, pegawai dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta undangan dari pemerintah kota Bontang dan Samarinda.







coaching clinic

Acara ini dibuka oleh Bapak Dirjen Pengembangan Wisata Minat Khusus, Bapak Achyar. Beliau menyampaikan sekilas tentang perkembangan karnaval di beberapa wilayah di Indonesia dan pembentukan Formatur Asosiasi Karnaval Indonesia yang juga diharapkan akan dibentuk di Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyampaikan paparan mengenai perkembangan karnaval di Kutai Kartanegara. Beliau menyampaikan bahwa tahun ini Kukar Fashion ArtvCarnival (KFAC) telah bertransformasi atau mengganti namanya menjadi Tenggarong Kutai Carnival (TKC). Dengan penjelasan bahwa Tenggarong adalah Ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, pusat pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang disebut juga sebagai Kota Raja dan Kota wisata. Sementara kata Kutai digunakan karena Kutai merupakan tempat kerajaan Hindu tertua di Indonesia dan merupakan spesifik nama daerah di Kalimantan. TKC juga lebih simple dan mudah diingat serta merujuk langsung pada nama tempat / kota di Kalimantan yaitu Tenggarong.







coaching clinic

Sri Wahyuni memaparkan bahwa Tenggarong Kutai Carnival (TKC) merupakan event unik dan menarik sebagai ikon dari Festival Kota Raja yang berkarakter budaya daerah dan karya seni kreatif yang mengangkat dan mendorong produktifitas di Kabupaten Kutai Kartanegara. TKC ditahun ini akan digarap lebih baik daripada tahun sebelumnya khususnya dari segi konsep carnival.







cc




KUTAI TEMPOE DOELOE AKAN DIGELAR KEMBALI


Pada Tanggal 18 Oktober 2013, akan diadakan pagelaran Kutai Tempoe Doeloe yang berlangsung pada malam hari, pukul 20.00 - 22.30 WITA, dan akan dilaksanakan di pasar Seni Tenggarong, acara ini menampilkan tradisi kesenian Kutai seperti Tingkilan, Jepen Kutai, Mamanda, Tarsul Neroyong dan Bedendeng.





Seperti yang di ketahui bahwa Kutai Kartanegara memiliki berbagai macam komunitas seni dan budaya tradisi yang dapat menjadi salah satu pendukung dalam sektor Kepariwisataan. Pagelaran Kutai Tempoe Doeloe ini ditujukan kepada masyarakat umum Kutai Kartanegara untuk dapat mengingat kembali bahwa seni budaya Kutai Tempoe Doeloe perlu dibangkitkan kembali, dengan harapan bahwa pagelaran ini dapat menumbuhkan generasi baru dan komunitas seni sebagai generasi penerus dalam pengembangan dan pelestarian seni budaya Kutai Kartanegara.





Ada tiga kesenian yang biasa tampil dalam pagelaran hari - hari besar dan acara hiburan seperti perkawinan, sunatan, dan lain - lain. Komunitas Seni budaya ini terdapat di beberapa tempat, ada yang di muara muntai, muara wis, Kota Bangun dan Kecamatan Tenggarong. dan yang sampai dengan saat ini kesenian yang masih eksis berjalan terdapat di kecamatan Muara muntai yaitu Kesenian Damar Wulan, kesenian ini sudah berada di tengah masyarakat Kutai sejak tahun 1950.

Dua kesenian berikutnya ialah Band Pandan Ria 2 yang berada di kecamatan Muara Muntai, Band Pandan Ria 3 ( The Tree Panri ) di kecamatan Loa Kulu, pada ke tiga komunitas seni musik inilah tempat generasi muda dapat menyalurkan bakat seni musik maupun seni suara.