Benner Naga

Fashion Street

Erau

Bukit Bangkiray

Tari Topeng

Lapion

Statistik

Hit hari ini : 81
Total Hits : 277,927
Pengunjung Hari Ini : 39
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 64,211

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

Rapat Persiapan Erau 2014 Dalam Pelaksanaan Kirab Budaya


 Planetarium Jagad Raya Tenggarong yang menjadi sekretariat Erau, juga menjadi tempat dilaksanakannya Rapat bersama dengan seluruh Paguyuban atau kelompok seni yang ada di Tenggarong dengan membahas mengenai pelaksanaan Pawai atau Kirab Budaya, yang di laksanakan di Planetarium jagad raya Tenggarong, menghadirkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., dan Kepala Seksi Pengembangan dan Pembinaan Permuseuman Drs. Triyatma, acara tersebut telah di laksanakan pada tanggal 03 Juni 2014.

Dra. Sri Wahyuni. MPP selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, mengharapkan agar Kirab Budaya dapat berjalan baik, tertib, dan tepat waktu saat tampil nanti, beliau mengatakan dengan menyaksikan kirab budaya ini mereka sangat beruntung karna dapat menyaksikan Indonesia mini di Kutai Kartanegara.





Karna adat erau adalah moment international, maka saat tamu dari dari 11 negara datang pertama kali akan menuju Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. dan kita mengenalkan Indonesia mini melalui Kirab Budaya, mengenal Kutai Kartanegara saat Erau berlangsung, dan bagaimana nanti kita menampilkan yang terbaik saat kirab budaya, ini menunjukkan bahwa kita memiliki kekayaan budaya yang sangat banyak, maka kita harus explor melaui kirab budaya ini agar tamu dari 11 negara mengetahui akan banyaknya dan indahnya kebudayaan yang kita miliki.



 Drs. Triyatma, selaku Kepala Seksi Pengembangan dan Pembinaan Permuseuman menyampaikan kepada seluruh peserta paguyuban agar setiap tahunnya selalu ada perubahan baik dari kostumnya, gerakannya, supaya tidak monoton yang di tampilkan setiap tahunnya hanya seperti itu saja atau sama dengan tahun - tahun yang lalu, karna pada saat kirab budaya nanti sudah kedatangan tamu dari dua negara yaitu Australia dan filifina, dengan paguyuban di Kutai Kartanegara ini para tamu dari mancanegara mengagumi dan mengetahui kalau di Kutai Kartanegara bukan hanya kebudayaan Kutai saja tapi ada berbagai kebudayaan yang ada di Kutai Kartanegara, seperti Jawa, Sulawesi, Sumatra, Bali, dan lain - lain dan Drs. Triyatma juga mengharapkan agar kirab budaya yang sudah di rencanakan pada tanggal 14 Juni 2014 dapat berjalan sesuai rencana.

Pembahasan berlanjut mengenai hal - hal yang berkaitan saat pelaksanaan Kirab Budaya, secara teknis kirab budaya di laksanakan tanggal 14 Juni 2014, pukul 13. 30 WITA. sudah di mulai, maka di harapkan kepada seluruh peserta Kirab Budaya untuk hadir sebulum waktu yang di tetapkan, di halaman masjid agung tenggarong.       

Untuk Rute Kirab Budaya ialah dari depan Kedaton Kutai Kartanegara, sampai ke arah utara menuju gunung pendidik, terus ke timur, dan berbalik lagi ke arah selatan yaitu menuju panggung kehormatan di Planetarium Tenggarong dan finish di depan pasar seni tenggarong.

Untuk penampilan di depan panggung kehormatan, setiap kelompok atau setiap regu di beri waktu maksimal lima menit untuk menampilkan kesenian atau kebudayaannnya di depan panggung kehormatan.

Untuk kostum agar menunjukkan dan mencerminkan daerahnya masing - masing, untuk sinopsis yang menceritakan atau penjelasan tentang penampilan tari yang akan d atraksikan pada panggung kehormatan di serahkan ke pada panitia pada tanggal 12 Juni 2014, dan terakhir membahas nomor urut peserta kirab akan di tentukan oleh panitia dan di umumkan saat menyerahkan sinopsis.


LOMBA FOTO BEAUTIFUL ERAU 2014

 Kabar gembira bagi seluruh penggemar dan pecinta fotografi. Anda dapat menyaksikan wisata budaya sekaligus menyalurkan hobby untuk memotret dan menunjukkan kemampuan hasil karya, dengan mengikuti Lomba Foto Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) tahun 2014.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, Sri Wahyuni mengatakan bahwa “ Penyelenggaraan Lomba Foto  Pariwisata  adalah bentuk dari kepedulian dan pembinaan industri kreatif ( Bidang industri video, film  dan fotografi ) yang dilakukan Pemerintah. Selain menjadi ajang kreatifitas bagi pecinta dan komunitas fotografi juga melalui lomba foto diharapkan dapat memberikan informasi daya tarik wisata budaya kepada wisatawan dan lebih mengenalkan atau memperluas publikasi Potensi Wisata Budaya ini dengan Event Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) ’’.  Lomba foto tahun ini akan berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya. “ Salah satu penilaian pemenang foto favorit  akan ditentukan oleh banyaknya polling masyarakat yang mendukung foto peserta. Hal ini dimaksudkan untuk lebih mendorong partisipasi dan menumbuhkan minat para komunitas maupun masyarakat dalam memajukan bidang fotografi di Kabupaten Kutai Kartanegara ’’.

Penyelenggara Lomba Foto Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) tahun 2014 yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara bekerjasama dengan Bank Kaltim Cabang Tenggarong dengan menggandeng komunitas – komunitas fotografi yang ada di Kutai Kartanegara seperti Insta Kukar, Miniwalk Borneo, Rana Smansa dan Lensa Kukar.

Lomba Foto Beautiful Erau 2014

Ketentuan Lomba :

1.    Lomba foto ini terbuka untuk umum.

2.    Foto di ambil pada saat kegiatan EIFAF dari tanggal 14 Juni sampai dengan  23 Juni  2014.

3.    Peserta boleh mengirimkan hasil karya foto maksimal 5 foto dengan ukuran sisi panjang  1.500 pixel ( foto horizontal ) dan 1.000 pixel ( foto vertical ) atau maksimal 1 Mb. Format file dalam bentuk JPEG dengan resolusi 300 dpi. Penulisan nama file sebagai berikut :     Nama peserta_Judul foto_HP Peserta.JPG.

contoh: fandi_belimbur_085250000.   

4.    Pengiriman  Foto melalui email   lombafotoeifaf@gmail.com

5.    Peserta lomba tidak di perkenankan mengirim foto karya orang lain.

6.    Peserta di larang mengirim foto dengan menggunakan nama atau alamat orang lain.

7.    Keputusan Dewan Juri adalah mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat. Panitia tidak  melayani segala bentuk korespondensi dengan peserta perihal keputusan dewan juri.

8.    Jadwal Lomba:

      a.    Pemasukan foto             : 24 Juni s/d 8 Juli 2014

      b.    Penentuan Nominasi       : 9 Juli s/d 15 Juli 2014

      c.    Pemasukan polling Foto Favorit : 15 Juli s/d 15 Agustus 2014

      d.    Penjurian                      : 18 Agustus s/d 23 Agustus 2014

      e.    Pengumuman                : 25 Agustus 2014

      f.    Penyerahan hadiah         : 28 September 2014

9.    Nominasi  foto  dan pemenang lomba foto akan diberitahukan melalui email peserta, dan ditayangkan dalam  website www.visitingkutaikartanegara.com dan Facebook Visiting Kutai Kartanegara.

10.  Pengiriman dukungan atau poling foto favorit dilakukan dengan menyatakan tanda suka pada foto finalis melalui facebook Visiting Kutai Kartanegara .  

11.  Foto finalis dan pemenang lomba menjadi milik panitia.

12.  Pemenang mendapatkan hadiah uang tunai :

       a.    Juara I  Rp. 7.000.000,-

       b.    Juara II Rp. 6.000.000,-

       c.    Juara III Rp. 4.000.000,-

       d.    Foto terfavorit Rp. 2.000.000.-

       e.    Foto paling unik  Rp. 2.000.000,-

13.    Penjurian akan dilakukan oleh fotografer profesional dan juga pendiri Kamera Lubang Jarum Indonesia Ray Bahtiar Dradjad, Bank Kaltim Cabang Tenggarong  dan  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

14.    Informasi lomba foto Beautiful Erau 2014 dapat diperoleh di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, Jl. Wolter mongunsidi Komplek Perkantoran Bupati Gedung B Lantai 3, Cq. Seksi Data dan Informasi,  Sekretariat EIFAF/TIC Jl. Diponegoro / Planetarium Jagad Raya Tenggarong CP. Baldi Hp (085250132223), Erwin Komunitas Lensa Kukar  HP (082154227074), Aditya Komunitas InstaKukar HP ( 081350000108 ), Syamsu Alam Komunitas Miniwalk Borneo HP ( 085652228938 ), Gilang Prabu Komunitas Rana Smansa HP ( 082357978476 ).

  Untuk diketahui bahwa  Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2014 segera digelar pada tanggal 15 Juni sampai dengan  22 Juni 2014,  yang  akan  dimeriahkan dengan menghadirkan dari 11 peserta negara anggota CIOFF yaitu NETHERLANDS dengan nama group Folkloristische Dansgroep Twentsche Leu, EGYPT dengan nama group  AL Minya Folk Art, ITALY dengan nama group Accademia Tradizioni Popolari Città di Tempio, BANGLADESH dengan nama group Nitto Rong Org, HUNGARY dengan nama group Hajdú Folk Dance Ensemble of Debrecen, COLOMBIA dengan nama group DÉJAME SER, SOUTH KOREA dengan nama group GOSEONG OGANGDAE, LATVIA dengan nama group  ZELTA SIETINS, PHILIPPINES dengan nama group  GINTONG ANI - CLSU / NEUST FOLKLORIC GROUP, CROATIA dengan nama group TENA FOLK ENSEMBLE, TATARSTAN-RUSSIA dengan nama group HAPPY CHILDHOOD.

Fokus pengambilan gambar atau lomba foto pada  Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2014, yaitu sehari sebelum pembukaan akan di laksanakan Kirab Budaya yang di ikuti oleh 30 paguyuban atau kelompok seni yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara, yang bertempat di kedaton Kutai Kartanegara. Welcome party di laksanakan di halaman Kantor Bupati kutai Kartanegara. Seremoni Pembukaan Erau di laksanakan tanggal 15 Juni 2014 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Mendirikan Tiang Ayu di Keraton Kutai Kartanegara, Eksebisi Permainan Tradisional dan  Pameran di lapangan parkir stadion Rondong Demang, Jamuan Makan Siang di Pendopo Odah Etam, Beluluh di Keraton Kutai Kartanegara, Bepelas I – VII di Keraton Kutai Kartanegara, dan Pagelaran Seni di Panggung utama depan skretariat gerbang raja, pentas pameran dan taman ulin, Permainan olahraga tradisional di tepi turap mahakam, Resepsi ke sultan di Kedaton Kutai Kartanegara, Resepsi ke Bupati Kutai Kartanegara di Pendopo Odah Etam, Festival Kuliner di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang, Countries Night di Lapangan Futsal Hotel Grand Fatma, Festival Adat Anak Kutai di Kedaton, Festival Jepen Tingkat Pelajar, Festival ngapeh dan lomba tulis baca tarsul di Panggung utama depan gerbang raja, Pembukaan Mahakam International Dragon Boat di tepi turap mahakam, upacara adat dayak kenyah dan benuaq, Farewell Party di pondok jajak Indah, merebahkan tiang ayu di Keraton Kutai Kartanegara.

Workshop Hak Kekayaan Intelektual ( HKI ) 2014


 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Menyelenggarakan Workshop Hak Kekayaan Intelektual ( HKI ) pada tanggal 22 mei 2014 bertempat di Pondok Jajak Indah Tenggarong dengan tema “ Pentingnya perlindungan dan pemanfaatan Hak Kekayaan Intelektual ( HKI ).

Workshop Hak Kekayaan Intelektual ( HKI ) ini di hadiri seluruh pejabat struktural Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dari pelaku seni, pelajar, seniman, budayawan dan sanggar – sanggar seni yang ada ditenggarong dengan menghadirkan narasumber dari kementrian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kalimantan Timur yaitu Agus Sartono, SH dan Konco Retno Handayani SH.



  Acara yang di mulai pada pukul 09.00 WITA, yang di awali pembacaan doa, di lanjutkan dengan laporan dari Ketua Panitia kegiatan Workshop Hak Kekayaan Intelektual ( HKI ) yang di sampaikan oleh Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata H. Syahliansyah.,S.Sos.,M.Si  mengatakan bahwa “ Kesenian merupakan sesuatu yang tidak ternilai harganya, menunjukkan jati diri kita sebagai bangsa. Kegiatan ini pula didasari dari kurangnya kepedulian kita akan kesenian sehingga diperlukan pengembangan, perlindungan dan pengamanan karya seni dari pemerintah daerah”. Kategori seni yang bisa didaftarkan HKI berupa seni tari, cipta lagu, seni ukir, pahat dan kebudayaan daerah yang ada dikabupaten kutai kartanegara.



 Tujuan Hak Kekayaan Intelektual ( HKI ) untuk memberikan kejelasan hukum bagi karya seni untuk kekayaan intelektual ( Hak Cipta, Paten, Merek dan Indikasi Geografis ). Dalam sambutan  Bupati Kutai Kartanegara yang di wakili oleh Bapak Drh. Suriansyah yang juga sebagai staf ahli pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara, kegiatan ini mengingatkan pentingnya dalam rangka menciptakan persamaan persepsi, meningkatkan wawasan tentang kekayaan intelektualitas serta memotivasi masyarakat untuk terus menciptakan karya – karya yang berkualitas.



 Acara berlanjut dengan penyampaian materi Workshop Hak Kekayaan Intelektual ( HKI ), yang di sampaikan oleh Agus Sartono, SH dan Konco Retno Handayani SH., banyak hal yang di sampaikan oleh pemateri diantaranya membahas mengenai Hak Cipta dan Paten dalam kaitannya menunjang penanaman modal atau investasi, yang ke dua materi tersebut di rangkum dalam modul yang telah di bagikan kepada seluruh peserta Workshop Hak Kekayaan Intelektual ( HKI ). Agus Sartono, SH juga menerangkan mengenai dasar Hukum dari Hak Cipta tersebut yaitu ada tiga, pertama, Undang – undang Nomor 19 tahun 2012 Tentang Hak Cipta ( disingkat UUHC ). Kedua, Berne Convention for the protection of literary and artistic ( Keppres No. 18 / 1987 ). Ketiga Peraturan menteri Kehakiman RI nomor M.01.hc.03.01 tahun 1987 Tentang pendaftaran penciptaan. 






 



 



 


Rapat Tenggarong Kutai Carnival ( TKC )





 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ) melaksanakan kegiatan breving yang di selenggarakan di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara, kegiatan tersebut di hadiri oleh peserta baik yang telah menjadi talent TKC maupun yang baru akan menjadi peserta talent TKC, breving di buka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni, MPP., yang juga sekaligus menjadi pemateri dalam acara breving tersebut.

Acara di awali dengan menyaksikan pemutaran film dari Workshop, persiapan show time, mek up, dan saat show time talen TKC pada tahun lalu. Setelah penayangan film TKC dilanjutkan dengan pembekalan terhadap para peserta yang telah mendaftar untuk menjadi talen TKC tahun ini.



 Dalam pemaparannya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP., mengtakan Kita memiliki Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ), organisasi inilah yang khusus menangani carnival yang ada di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Dalam penyelenggaraannya TKC bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, dan untuk bisa bergabung dengan TKC, TKC sudah melakukan seleksi untuk ikut di dalam kegiatan TKC teersebut. Adapun proses kegiatan dalam TKC bukan kegiatan yang singkat, tahun ini kita perbaiki prosesnya, tahun lalu kita sudah mulai dengan briving dan proses workshop selama dua kali, workshop pertama dan workshop ke dua masih sangat berdekatan dan dalam jangka waktu satu bulan membuat dan menghasilkan kostum. Dan tahun ini kita berusaha memperbaiki manajemen pelaksanaan TKC, Pertama breving kita lakukan jauh – jauh hari, pemberitahuan show timenya TKC tahun ini 18 Oktober 2014, ini pun termasuk persiapan yang singkat karna JFC, Solo Batik Carnival, mereka semua mempersiapkan minimal delapan bulan untuk Show Time.

Kita mencoba memberikan breving lima bulan sebelum show time dan workshop pertama akan dilaksanakan pada bulan juni tanggal 19 – 24 mei 2014, seluruh peserta wajib hukumnya hadir di workshop pertama dan kedua, kalau tidak hadir maka yang rugi adalah talent itu sendiri dan kita akan evaluasi apakah akan di ganti dengan talent lainnya. Kemudian bulan September workshop kedua akan di laksanakan, ada waktu beberapa bulan untuk peserta workshop untuk benar – benar bisa focus dengan kostumnya. Pada tahun ini juga akan menampilkan junior atau anak – anak saat show time dan pada tahun ini tema kostumnya ialah Mangrove pohon yang menjaga pantai dari abrasi, tikar purun anyaman, dan enggang.

Mengenai jalur lintasan tahun ini star dari Kantor Bupati Kutai Kartanegara dan finis sampai di gerbang raja, dan untuk junior hanya sampai dengan Kantor DPR Kutai Kartanegara. Kuncinya adalah yang pertama tanggal pelaksanaan wokshop, tanggal showtime, presconfrence, gladi kotor, gladi bersih, itu semua harus di catat baik – baik, supaya bisa menyiapkan waktu agar tidak terlewatkan.

lembaga yang di gandeng disini adalah lembaga yang professional, Jember Fashion Carnival yang sering kita dengar ini adalah penyelenggara ke empat event karnaval di dunia, dari sisi media yang meliput dia urutan pertama, mengalahkan karnaval yang terkenal di dunia seperti Brazil. Oleh karna itu kita ingin komitmennya dari peserta yang hadir hari ini, karna tidak banyak orang di luar yang punya kesempatan untuk ikut TKC.

Diinformasikan bahwa selama worksop apa saja yang di persiapkan dan di berikan oleh panitia dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan TKC, panitia selama wokshop menyiapkan makan, minum, tempat, materi basic, bahan – bahan basic untuk kostum karnaval dan setiap orang nanti akan memiliki desain yang berbeda – beda pengembangannya akan di serahkan kepada talentnya masing – masing.

Kita berharap bukan sekedar event yang mendidik dan menghibur, tapi ada unsur edukasinya seperti tema TKC tentang alam dan budaya seraung, belum banyak orang yang tau seraung, setelah menjadi tema TKC, ternyata orang banyak mengetahui seraung yang sama seperti di jawa yang di sebut camping. Kita memperkenalkan seraung bahwa inilah kerajinan khas Kutai Kartanegara, dan informasi atau edukasi lainnya seperti Belian itu apa, di tarikannya kapan, kostumnya seperti apa, Ini adalah upaya edukasi terhadap masyarakat kita.



 Semua berangkat dari nol, karna semua peserta TKC tidak ada yang berprofesi model, tetapi semua akan di ajarkan dan semua akan menjadi model saat showtime. Di ketahui bahwa TKC pada tahun pertama TKC belum mempunyai marcin band belum di tonton secara berhadapan, tahun ke dua sudah di tonton secara berhadapan dan di ikuti dengan penari tradisi, tahun ke tiga sudah ada junior dari TKC, tahun ke empat kita lihat apa yang akan di lakukan untuk pengembangan TKC.

Kita berharap pada hari ini dengan penjelasan kita dengan informasi yang kita dapatkan kita tidak ingin jumlah peserta pada saat workshop dan showtime tidak sama, yang mendaftar ada 170 dan di harapkan saat showtime juga sama.          


Rapat Persiapan Erau Di Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata


 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara telah mengadakan rapat internal mengenai persiapan Erau pada hari Selasa tanggal 07 Mei 2014, yang isi dari pembahasan rapat tersebut mengenai penjadwalan setiap kegiatan yang akan di laksanakan saat Erau, rapat tersebut di laksanakan di Gedung Serbaguna Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, yang di pimpin langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP., dan di hadiri oleh seluruh Kepala Bidang dan Kepala Seksi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.



 Di awal rapat membahas mengenai penyambutan peserta EIFAF ( Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ), ketika para peserta EIFAF berada di Kutai Kartanegara apa saja yang di lakukan, seperti pembagian waktu tampil di panggung hiburan yang terbagi di tiga tempat yang berbeda, Street Perpormance yang gelar di depan kantor Bupati Kutai Kartanegara, keikut sertaan dalam lomba olahraga tradisional, kunjungan Ke Sultan dan ke Dinas Kebudayaan dan pariwisata, mengunjungi objek wisata atau desa wisata seperti mengunjungi kebun buah elai batuah di Kutai Kartanegara. Adapun para tamu dari 11 Negara anggota CIOFF yang akan datang di Kutai Kartanegara ialah Bangladesh, Belanda, Columbia, Croasia, Fhilipinas, Hungarian, Italia, Korea Selatan, Latvia, mesir dan Rusia.

Pembahasan berlanjut mengenai siapa yang akan membuka secara resmi setiap acara atau event kegiatan yang berlangsung, dan siapa yang menjadi Koordinator setiap kegiatan, waktu pada setiap kegiatan, mengenai konsumsi, mengenai pembinaan terhadap LO, persiapan terhadap tenda, kursi, panggung, soundsistem, mc panggung dan mc street performance, list undangan dan tentang kerjasama dengan instansi atau Dinas, perusahaan terkait diantaranya seperti bagian umum perlengkapan, Protokol, Dinas Perhubungan, Kepolisian, TNI, Bank Kaltim cabang Tenggarong, dan lainnya.

Diketahui bahwa yang akan membuka acara saat Upacara Erau di Stadion Rondong Demang Tenggarong ialah Menteri, dan di lanjutkan dengan peninjauan pameran.

Pembahasan mengenai acara pembukaan upacara Erau yang akan di tampilkan seperti pagelaran drama tari, konser musik tradisional, tarian pembuka, dan saat menunggu para tamu undangan hadir tetap di mainkannya tingkilan, tarsul, panggung penari, pemusik, tarian pembuka, Panggung parade.  Dan mengenai sound system, kursi undangan, dan blower yang di gunakan saat pembukaan ERAU akan di pinjam melalui bagian umum Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

mengenai tamu undangan yang akan mengikuti parade dari group Indonesia diantaranya seperti sanggar – sanggar kesenian ataupun kelompok seni yang ada di Kutai Kartanegara seperti adila, kamentaka, dan lainnya, yang tidak hanya tampil saat parade saja tapi akan tampil di panggung – panggung hiburan.

Berlanjut pembahasan mengenai tamu undangan yang akan di hadiri sekitar seribu undangan di Stadion Rondong Demang Tenggarong, lalu bekerjasama dengan semua pihak yang terkait seperti Dinas Perhubungan Kutai Kartanegara untuk mengatur transportasi atau parkir penempatan mobil dan bus tamu undangan.

Pembahasan mengenai Beseprah, yang akan melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) maupun perusahaan yang berada di Kutai Kartanegara, seperti pemetaan tempatnya, siapa saja yang berada pada bagian VIP, dan pukul berapa di mulainya Beseprah tersebut.

Untuk acara adat di kedaton Kesultanan Ing Martadipura akan menghadirkan sebagai tamu saat prosesi adat tersebut, semua peserta dari sebelas negra anggota CIOFF secara beragantian, pada setiap harinya.

Terakhir pembahasan mengenai sekertariat EIFAF yang akan segera di buka dan di tempatkan di Panetarium Jagat Raya Tenggarong, Baleho dan umbul – umbul juga akan segera di pasang untuk menyemarakkan dan sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa EIFAF akan segera di laksanakan.

Terakhir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP., mengaharapkan agar semua pihak dapat bekerjasama dalam mensukseskan pagelaran EIFAF ( Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ).    


WORKSHOP I TENGGARONG KUTAI CARNIVAL 2014


Hari ini (19/5) 2014, bertempat di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara, dilaksanakan Kegiatan Pembukaan sekaligus Workshop I Tenggarong Kutai Carnival III (2014). Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata beserta jajarannya, para Panitia TKC dan para Talent TKC yang lama maupun yang baru.









Ibu Nur Fajri selaku Ketua TKC dalam laporannya menyampaikan bahwa tahun ini TKC diikuti oleh 200 orang peserta yang berasal dari Tenggarong maupun luar Tenggarong. 48 orang merupakan talent lama, 125 orang talent baru dan tahun ini hal yang baru adalah adanya 30 orang Talent Cilik yang nantinya juga akan berpartisipasi dalam carnaval. sama seperti talent dewasa, para talent cilik ini juga akan mengikuti Workshop sebanyak 2 (dua) kali. Tema dari TKC tahun ini adalah mangrove, burung enggang dan purun. Seperti dua tahun sebelumnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tetap menggandeng Jember fashion carnival (JFC) untuk menjadi konsultan TKC.






Ibu Sri Wahyuni dalam sambutannya menyampaikan tahun ini para talent diberi waktu yang lebih panjang untuk merancang kostum mereka, yaitu (lima) bulan. dengan waktu yang lebih panjang maka diharapkan hasilnya akan lebih maksimal dan lebih bagus. Sri Wahyuni juga menyampaikan bahwa AKARI (Asosiasi Karnaval Indonesia) telah dibentuk dan Tenggarong Kutai Carnival telah menjadi member AKARI dan akan berpartisipasi di acara Wonderfull Archipelago Indonesia di Jember pada bulan Agustus mendatang.






Kemudian dalam acara ini untuk memperkenalkan tema dari Tenggarong Kutai Carnival tahun ini, JFC menampilkan prototype dari tema Enggang, Mangrove dan Purun. tiga orang talent JFC tampil memukau para talent TKC yang dengan antusias menyaksikan penampilan mereka. Mereka mengenakan kostum dengan ketiga tema tersebut, sebagai gambaran bagi para talent TKC untuk merancang desain kostum mereka nantinya.


Pengumuman Pemenang Lomba Desain Logo EIFAF, TKC Dan FKR 2014


PENGUMUMAN

Berdasarkan hasil keputusan tim penilai sayembara desain logo EIFA, FKR dan TKC yang dilaksanakan pada tanggal 28 April 2014, maka ditetapkan sebagai berikut :

1.    Pemenang Sayembara Desain Logo EIFAF adalah SYAHRIAL SURYADANA








2.    Pemenang Sayembara Desain Logo TKC adalah SYAHRIAL SURYADANA








3.    Pemenang Sayembara Desain Logo FKR dinyatakan tidak ada

Pemenang sayembara mendapatkan hadiah masing – masing sebesar Rp. 3.000.000,- rupiah (dipotong pajak) hadiah pemenang dapat diambil di Sekretariat Panitia Sayembara yang beralamatkan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara Seksi Promosi mulai Tanggal 30 April 2014 pada Jam Kerja dengan menyertakan identitas diri.  

Panitia menyampaikan apresiasi sebesarnya-besarnya kepada seluruh peserta yang telah mengirimkan karya desainnya.



Di Tetapkan di    : Tenggarong

Tanggal        :  29 April 2014



Tertanda





PANITIA


Pembekalan LO Dan Helper EIFAF Dan Mahakam International Dragon Boat Tournament 2014


Pembekalan bagi Liaisons Oficer (LO) dan Helper EIFAF dan Mahakam International Dragon Boat Tournament telah dilaksanakan kemarin (28/04) bertempat di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Tenggarong pada Pukul 08.00 Wita s/d 17.00 Wita. Dengan nara sumber yaitu Ibu Nora Suzuki Mokodompit, Amar Afirzal dari CIOFF Jakarta serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dra. Sri Wahyuni.,MPP.




Bapak Aji Ali Husni selaku Koordinator LO dan Helper menyampaikan dalam laporannya bahwa Jumlah LO untuk kegiatan EIFAF tahun ini adalah 25 orang dan Helper 25 orang, serta 10 orang LO untuk kegiatan Mahakam International Dragon Boat Tournament. Dengan jumlah negara yang memastikan akan hadir adalah 11 negara. 11 negara tersebut adalah Bangladesh, Italy, Tatarstan Rusia, Hungary, Philipine, Korea Selatan, Mesir, Colombia, Latvia dan Belanda. Sedangkan untuk kegiatan Mahakam International Dragonm Boat, negara-negara yang memastikan akan hadir adalah Malaysia, Singapora, Thailand dan Hongkong.







Dalam Sambutannya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ibu Dra. Sri Wahyuni, MPP menyampaikan bahwa pembekalan kepariwisataan bagi LO dan Helper ini merupakan salah satu persiapan dalam menghadapi EIFAF 2014. Tahun ini adalah tahun kedua pelaksanaan EIFAF, oleh karena itu persiapan harus dilakukan secara matang. Dan maksud dari pembekalan ini adalah agar LO dan Helper mempunyai visi dan misi yang sama serta pemahaman yang setara mengenai EIFAF. Juga perlunya sharing informasi bagi LO yang sudah berpengalaman di tahun lalu dengan yang baru memulai di tahun ini.




Ibu Sri Wahyuni juga menekankan bahwa Pembekalan ini bukan satu-satunya wadah untuk berkomunikasi bagi LO, Helper dan Panitia, nantinya akan ada simulkasi dan briefing antara LO, Helper dan Panitia. Dan diharapkan bahwa agar LO selalu mencari informasi mengenai perkembangan kegiatan EIFAf maupun  kepariwisataan di Kutai Kartanegara.

Setelah acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dilanjutkan dengan pemaparan dari Ibu Nora Suzuki Mokodompit mengenai Etika Komunikasi dan dilanjutkan dengan Bapak Amar Afrizal dari CIOFF serta pemaparan terakhir dari Ibu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwasata mengenai Kepariwisataan Kutai Kartanegara.




Workshop Jepen


Workshop Jepen Kreasi Di  Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara bekerja sama dengan Yayasan Total Indonesia dengan pemateri Arianto Catur dari Institute Kesenian Jakarta ( IKJ ) dipandu oleh Bang Mus Dan Bang Udin, diikuti oleh beberapa sanggar tari yang ada di tenggarong misalnya sanggar tari Karya Budi, Kumala, Serai Wangi, YSBK Samarinda, Sekolah Dari Muara Badak, Marangkayu Dan Tenggarong.

Dalam Sambutan Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara “ kegiatan ini merupakan yang ke tiga kalinya dilaksanakan, dengan harapan agar dapat lebih mengembangkan kesenian tari khususnya tari jepen yang ada di kutai kartanegara harapannya dengan diadakan workhsop ini para penari dapat mengartikan inti dari seni tari jepen tersebut baik dari segi gerakan, mimik muka, kostume dan musik yang lebih menarik dan menghibur, dapat membuat seakan  penonton ikut menari”.  Yayasan Total Indonesia yang diwakili oleh Bapak Suroto Nurwahid menambahkan “ kami akan selalu bekerja sama untuk meningkatkan pelestarian kesenian dan budaya agar dapat meningkatkan sektor pariwisata yang ada di kutai kartanegara “.

Workshop  ini dimulai dari  penyempurnaan gerakan dasar tari jepen asli kutai dibantu oleh penari jepen senior asal kutai yaitu bang mus dan bang udin  adapun  gerakannya antara lain Salam Pembuka, Step, Gelombang, Ayun Anak, Putar Setengah Kenjak, Langkah Ketam, Langkah Belau, Tahtim Penutup dan Hormat Terakhir, dimana gerakan ini masih dinilai mirip dengan gerakan tari jepen dari sumatra.

Bang Anto panggilan akrab pemateri menantang kepada seluruh penggiat sanggar seni jepen yang ada dikutai kartanegara agar dapat mengembangkan dan mengemas tari jepen lebih menarik untuk ditonton dengan beberapa kreasi dari gerakan dasar tari jepen asli kutai yang akan di lombakan pada saat Erau Pelas Benua dan IFAF pada bulan juni  tahun 2014 nanti.

Ditambahkan pula dalam acara ini  pihak panitia membentuk saksi khusus salah satunya wiwin dari peserta workshop untuk mengawasi  dewan juri agar lebih independen dalam penilaian perlombaan.


PENGUMUMAN PERPANJANGAN WAKTU DESAIN LOGO

Panitia Sayembara Desain Logo EIFAF, FKR dan TKC

Kabupaten Kutai Kartanegara

PENGUMUMAN



 Berdasarkan hasil musyawarah tim penilai sayembara Desain logo EIFAF, FKR dan TKC  pada Tanggal  20 April 2014 , dari desain logo yang diterima oleh panitia belum memenuhi kreteria  sebagai berikut :

Belum memunculkan unsur filosofis yang menjadi ciri khas logo

Desain logo cenderung masih rumit untuk di aplikasikan



     Berdasarka rekomendasi tim penilai maka panitia menetapkan hal- hal sebagai berikut :

1.Sayembara desain logo EIFAF, FKR dan TKC diperpanjang sampai dengan Tanggal 27 April 2014 dikirim melalui alamat email syabilawwalsyakirin@gmail.com dan budparkukar@gmail.comdengan format JPG atau TIF

2.Adapun penilaian akan dilaksanakan pada Tanggal 28 April 2014 dan Pemenang akan dimumkan pada Tanggal 29 April 2014di www. visitingkutaikartanegara.com serta di media cetak lokal.

3.Khusus  Sayembara Desain Logo EIFAFkreterianya disederhanakan sebagai berikut :

   -Meniadakan lambang naga ERAU pada desain logo EIFAF

   -Hanya menyertakan tulisan EIFAF (Erau  International Folklore and Art Festival)

4.Bagi peserta yang telah mengirimkan Desain logo dapat mengirimkan desain logo yang baru dengan memperhatikan ketentuan diatas.



Tenggarong, 20 April 2014



PANITIA