Benner Naga

Fashion Street

Bukit Bangkiray

TOPENG KEMINDU

Lapion

Statistik

Hit hari ini : 341
Total Hits : 560,864
Pengunjung Hari Ini : 53
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 134,407

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

Peringatan Hari Tanpa Bayangan

 Kegiatan yang terjadwal di Kalender Event Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, yaitu salah salah satunya kegiatan Memperingati Hari Tanpa Bayangan yang di peringati di Marang Kayu di desa santan ulu yang berlangsung pada tanggal 22 Maret 2015. Acara ini juga diikuti dan di hadiri ratusan warga dan Saka Pariwisata yang telah melaksanakan kegiatan perkemahan selama dua hari di Tugu Equator Marang Kayu.  Acara yang di mulai pada pukul 10.00 pagi hari di awali dengan pelantikan saka pariwisata Marang kayu. Setelah pelantikan saka pariwisata marang kayu, acara berlanjut dengan sambutan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP. Beliau mengucapkan sukur untuk pertama kalinya saka pariwisata dapat hadir untuk melaksanakan detik – detik tanpa bayangan, yang hanya dapat di saksikan di tugu Equator dan hanya dapat disaksikan di lokasi – lokasi dimana lokasi tersebut tercatat sebagai garis lintasan imajiner katulistiwa atau di muka bumi tercatat sebagai garis yang di lalui 0° equator, beliau menyebutkan tidak semua daerah di muka bumi ini berada di titik 0° dan kita bersukur Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya di desa Santan ulu, kecamatan Marang kayu. Pada tanggal 21 – 23 Maret dan 21 – 23 September ini merupakan puncak penomena kulminasi titik ketika matahari berada diatas bumi dan detik – detik menjelang pukul 12. 00. tanggal tersebut tidak terlihat bayangan di lokasi lintasan 0°.

 Untuk menghidupkan menggairahkan semangat kepramukaan di kalangan generasi muda, kemudian yang kedua kita menghidupkan Tugu Equator sebagai salah satu obyek wisata yang unik, menarik, yang bisa merekam peristiwa penomena alam yang ada di belahan bumi. Pada ajang pertemuan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang dapat bisa saling meng informasi, saling bertukar pikiran, tanggapan terhadap kegiatan Saka Pariwisata, maupun pengembangan objek wisata wilayah Tugu Equator yang ada di santan ulu ini. Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa tugu Equator ini tidak sertamerta di bangun tanpa sebuah pebnelitian yang panjang dan saya berusaha menggali informasi bahwa awal mula di temukannya 0° bahwa dari peneliti yang bekerja di perusahaan Kaltim Metanol Industri yang berada di Kota Bontang dan kita mengapresiasi kita bersukur bahwa temuan yang di lakukan oleh peneliti yang berasal dari Jepang yang juga merupakan karyawan perusahaan ini yang kemudian bisa meyakinkan pihak perusahaan dan pada akhirnya di lakukan pengecekan dan setelah di benarkan bahwa lokasi ini adalah lintasan 0° garis imajiner Equator maka daerah ini dapat di bangun Tugu Equator, di ketahui bawa Tugu Equator ini di bangun pada tahun 1993 di resmikan oleh Panglima TNI Bapak Paisal Tanjung, yang atas inisiatif pihak TNI Kodim Bontang dan pada saat itu ada kegiatan Latsitarda dari mahasiswa STPDN. Dan kemudian Tahun 2010 Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. S.Sos. MM., beserta Dandim Bontang, Dandim Tenggarong, dan pihak terkait lainnya, melakukan renopasi kembali untuk Tugu Equator ini. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., Mengharapkan bahwa Tugu Equator ini tentu tidak hanya menjadi bangunan yang tidak memiliki daya tarik tetapi kita ingin  Tugu Equator ini menjadi pusat informasi bagi Santan Ulu tentang peristiwa titik kulminasi baik yang terjadi di Kalimantan Timur Indonesia maupun di negara – negara lainnya.

 Terkahir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP., mengucapkan terimaksih atas kerjasamanya yang baik atas pelaksanaan kegiatan peringan hari tanpa bayangan dan para pelaku seni daerah yang turut hadir berpartisifasi dan di harapkan kedepan kita dapat bersama merancang kegiatan ioni lebih semarak lagi.

 Ucapan selamat juga di berikan kepada dewan saka Kecamatan Marang Kayu kami menitipkan objek wisata Tugu Equator ini menjadi tempat berlatih dan beraktifitas saka pariwisata di kecamatan Marang Kayu dan tidak meutup kemungkinan tempat ini juga bisa menjadi . Dra. Sri Wahyuni. MPP., juga menyampaikan dan mengajak untuk menyaksikan yang telah terjadwal di Kalender Event, dengan menginformasikan bahwa di Tenggaropng ada kegiatan pada tanggal 4 April 2015, akan ada peristiwa gerhana bulan total bisa datang ke Planetarium Tenggarong, Tanggal 16 April 2015 ada Lomba Karya Tulis dan Foto Selfie tentang Planetarium yang bertema I Love Planetarium. Dan pada bulan Juni kegiatan besar pesta budaya yang di lakukan di Tenggarong Kutai Kartanegara, Festival Budaya Erau dengan nama Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival, jadi upacara adat erau di dalam keraton dan di luar keraton ada pentas seni, ada lomba olahraga tradisional Kutai, Expo, Pasar rakyat, yang berlangsung tanggal 6 – 14 Juni 2015 dan tahun ini akan di ikuti oleh 17 group dari 16 negara yang akan hadir. Kita akan melihat kesenian kita akan tampil bersama  kesenian yang berasal dari luar.

RAPAT PEMBENTUKAN PANITIA ERAU 2015

 Dalam rangka mensukseskan pelaksanaan International Folk art Festival dalam rangka Erau Adat Kutai tahun 2015 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara hari selasa tanggal 10/3/2015 menggelar rapat Pembentukan Panitia Erau tahun 2015 yang dihadiri seluruh pejabat struktural dilingkungan Disbudpar, yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni .MPP

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP mengatakan  rapat ini merupakan rapat awal di internal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam rangka pembentukan Panitia Erau 2015, supaya ada gambaran yang jelas tentang tupoksi masing-masing seksi sebelum rapat besar dengan melibatkan unsur SKPD yang lain , dan evaluasi pelaksanaan Eifaf tahun lalu sebagai upaya perbaikan untuk pelaksanaan Eifaf yang akan datang

Erau tahun  ini dilaksanakan pada tanggal 6-14 Juni 2015, yang di hadiri 18 Negara peserta dengan jumlah peserta 228 orang, pelaksanaan Eifaf tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya  beberapa agenda kegiatan  seperti  Parade Budaya akan disatukan dengan parade Peserta Eifa, selain itu kegiatan kesenian  ada 3 lokasi kegiatan, yaitu di Expo Stadion Rondong Remang,Taman Ulin Dan Skate Park depan sekretariat gerbang raja, untuk green tenggarong rencana nya akan di laksanakan di Pulau Kumala setelah itu dilanjutkan dengan eksebisi kapal menyusuri sungai Mahakam, sedangkan city Tour dilaksanakan di Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu, yang diisi dengan kegiatan menanam padi, menanam pohon, menangkap ikan dan permainan tradisional peserta Eifaf,   untuk  Logo sama dengan tahun yang lalu sedangkan nama Kepanitian untuk tahun ini adalah International Folk art Festival dalam rangka Erau Adat Kutai tahun 2015

 Ada pun Komposisi Kepanitiaan Erau Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata tahun 2015 adalah sebagai berikut :

Pengarah Kepala Dinas , Penanggung Jawab Sekretaris, Ketua Umum Panitia Kabid Pemasaran, sekretaris Kasi Promosi, Seksi Kesekretariatan Kasubbag Program Dan Kasubbag Umum Kepegawaian, Seksi Acara : Kasi Pemberdayaan Masyarakat Wisata dan Kasi Pengembangan dan Pembinaan Permuseumam,  Seksi Publikasi dan Dokumentasi : Kasi Data dan Informasi, Seksi Transportasi Kasi Pengembangan Destanasi Wisata, Seksi Akomodasi : Kasi Akomodasi dan Usaha Jasa Pariwisata, Seksi Beseprah : Kabid Objek Wisata dan Kabid Kesenian, Seksi Pagelaran dan Seni : Kasi Pengembangan dan Pembinaan  Kesenian, Seksi Lo dan Helper : Kasi Pengelolaan Destinasi Wisata, Seksi Parade opening ceremony : Kasi hiburan umum, seksi Konsumsi : Kasubbag Keuangan, dan seksi kepanitiaan akan dibantu oleh anggota yang diambil  dari masing seksi dilingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

17 NEGARA SIAP BERPARTISIPASI DI EIFAF 2015

 Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata dan CIOFF Indonesia  menggelar rapat persiapan Erau Internasional Folklore & Art Festival.(EIFAF) tahun 2015 pada selasa 24/2/2014 di ruang rapat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang dihadiri seluruh pejabat struktural serta Presiden Cioff Indonesia Said Rachmat beserta Tim

 Kepala Dinas Kebudayaan dan Parwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP mengatakan rapat ini dilaksanakan dalam rangka mengatahui berapa jumlah peserta EIFAF tahun  2015, sehingga panitia pelaksana mempunyai rancangan awal dalam hal penyiapan Akomodasi serta transportasi peserta, serta evaluasi pelaksanaan EIFAF 2014 untuk dilakukan pembenahan dan perbaikan sehingga pelaksanaan EIFAF Tahun 2015 berjalan maksimal sesuai dengan harapan

Semantara itu  Presiden International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF Indonesia) Said Rachmat mengatakan kedatangan tim CIOFF Indonesia selain melakukan rapat koordinasi dengan pihak Dinas Kebudayaan dan Parwisata Kab. Kukar juga melakukan survey tempat-tempat yang akan di gunakan dalam pelaksanaan EIFAF 2015, ia menilai pelaksanaan EIFAF tahun lalu berjalan sukses berdasarkan laporan dari para peserta EIFAF dan ia  mengapresiasi kinerja Panitia, hal ini terbukti pada acara “Culture Appreciation Night” 2015, (malam apresiasi seni budaya ) yang digelar pada 20/2/2015 CIOFF Indonesia memberikan penghargaan khusus kepada Bupati Kutai Kertanegara yang telah berhasil menjadi host festival folklore di Indonesia melalui Erau Internasional Folklore & Art Festival 2014.

 Dalam kesempatan ini juga dijelaskan bahwa pihak CIOFF Indonesia telah memberikan  undangan ke nagara-negara anggota CIOFF, hasilnya ada 17  negara yang siap mengikuti EIFAF 2015, adapun Negara-negara tersebut adalah : Estonia, Turki, Latvia, Slovenia, Jerman, Polandia, Italia, Hawaii, Bulgaria, Korea Selatan, Afrika Selatan, Hungaria, Malaysia, Rusia, Mesir, Venezuela, dan Filipina, selain itu pihak CIOFF Indonesia juga akan mengundang group kesenian yang tergabung dalam UNISCO.

Dibagian akhir rapat Presiden CIOFF Indonesia Said Rachmat mengatakan pihak CIOFF dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menginginkan agar pelaksanaan Festival EIFAF tahun 2015 yang berkualitas dan Festival terbaik Dunia,

Catatan Dari Festival Budaya Sei Mahakam (3) Seminar Budaya Dan Pariwisata Kutai Kartanegara


Selain kekayaan alamnya, budaya dan potensi pariwisata Kutai Kartanegara menjadi daya tarik tersendiri. Guna memenuhi penasaran pengunjung akan hal tersebut, dalam rangkaian Festival Sei Mahakam di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), secara khusus Yayasan Total menggelar Seminar dan Talkshow tentang budaya dan pariwisata Kutai Kartanegara.




Talkshow khusus tentang Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menghadirkan narasumber Sekretaris Keraton HAPM Hariyanto Bahroel. Sementara seminar potensi pariwisata Kutai Kartanegara dengan narasumber Staf Ahli bidang pemerintahan Suriansyah dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kartanegara. Seminar yang  berlangsung di salah satu ruang BBJ ini dihadiri oleh awak media, pengunjung dan pemerhati budaya dan pariwisata nusantara.





Diskusipun mengalir selama seminar. Mulai dari sejarah Kesultanan Kutai, keberadaan buaya muara di pesisir Mahakam dan pengalaman teknis saat pengawetan sepasang buaya muara untuk keperluan edukasi, hingga paparan tentang pola-pola perjalanan wisata berdasarkan lokasi dan atraksi wisata di Kutai Kartanegara.

Selain itu, keberadaan pesut mahakam melalui video drone kompas.com yang juga hadir di Festival Sei Mahakam diperkuat dengan seminar pelestarian Pesut Mahakam dengan narasumber Dr Daniel, Ketua Yayasan RASI (Rare Aquatic Species Indonesia), peneliti ITB, Manajer lingkungan Total E & P dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kukar Sri Wahyuni.





Para peserta talkshow dan seminar sangat antusias dengan informasi yang mereka dapatkan. "Ada banyak hal yang belum saya ketahui sebelumnya tentang Kukar tapi diulas panjang lebar di forum ini" ujar mahasiswa UNDIP yang kebetulan berada di Jakarta dan tertarik mengunjungi festival Sei Mahakam.

Sesuai dengan namanya, Festival Sei Mahakam ini digelar oleh Yayasan Total Indonesia untuk mengenalkan dan mempromosikan kehidupan masyarakat dan seni budaya di kawasan sungai Mahakam, khususnya Kutai Kartanegara. "Pengembangan dan pelestarian budaya adalah komitmen kami. Selain festival ini, bekerjasama dengang Disbudpar Kukar kami juga rutin menyelenggarakan workshop tari kreasi Jepen Kutai dan festival tari kreasi Jepen se-Kaltim. Baru-baru ini kami juga menyokong rekonstruksi drama tradisional Kutai Mamanda" ujar Eddy Mulyadi selaku Ketua Yayasan Total Indonesia.    





Catatan Dari Festival Budaya Sei Mahakam (2) Menghentak Jakarta Dengan Budaya Keraton, Pesisir Dan Pedalaman


Menghentak Jakarta dengan Budaya Keraton, Pesisir dan Pedalaman



Suara gamelan Kesultanan Kutai mengalun syahdu. Di atas pentas terbuka beratapkan langit, lengan-lengan mungil itu memulakan tari Topeng Kemindu. Begitu topeng terpasang di wajahnya, penonton terkesima. Penari mungil itu benar-benar memukau dengan topengnya dan tak ragu-ragu dengan gerakannya menarikan Topeng Kemindu bersama tiga penari dewasa lainnya.



Penampilan tari Topeng Kemindu ini merupakan bagian dari Upacara Perkawinan Adat Kebangsawanan Kutai pada Festival Sei Mahakam di BBJ beberapa waktu lalu atas prakarsa Yayasan Total Indonesia. Pengunjung diperkenalkan serangkaian tradisi adat mulai dari pertemuan mempelai laki-laki dan wanita, hingga prosesi adat di dalam Geta (pelaminan). Sajian upacara adat ini diawali dengan tarian Dewa Memanah. Setelah dibacakan Tarsul dan tari Topeng Kemindu, kedua mempelai menerima ucapan selamat dari para tamu undangan.




Berikutnya upacara adat Kesultanan berlanjut lagi dengan prosesi Tasmiyah Naik Ayun atas kelahiran anak. Upacara ini pun menarik perhatian karena rangkaian prosesi dan perlengkapan upacara adatnya termasuk rupa-rupa makanan dan sajian adat yang menyertainya. Keseluruhan prosesi ini dilakonkan oleh kerabat kesultanan.

Sepanjang Festival Sei Mahakam, pengunjung dimanjakan dengan pertunjukkan seni di halaman BBJ. Selain budaya keraton, pengunjung juga dikenalkan dengan tarian dan musik tradisional pesisir maupun pedalaman Kutai. Ragam gerak tari kreasi Jepen dengan musik kreasi tingkilan dibawakan dengan hentakan musik dan kelembutan gerak penari ditambah dengan padu gerak properti kipas dan payung yang dibawakan oleh tim kesenian Yayasan Gubang Tenggarong.




Yang unik, kesenian drama tradisional Mamanda juga turut tampil dengan pesan-pesan heroik dalam lakonnya dalam rangka spirit hari Pahlawan, dengan dialog-dialog khas Mamanda yang kocak dan unik.

Sementara tim kesenian Pokan Takaq, selain menampilkan demonstrasi Tenun Ulap Doyo dan Sulam Tumpar, juga secara khusus mempersembahkan ragam gerak tari masyarakat Dayak Benuaq, mulai dari tari lilin, tari seraong hingga tari pengobatan belian yang mendapat sambutan yang meriah dari pengunjung yang hadir.

Selaku manajer BBJ, Dinar menyatakan rasa bangga dan puas atas pertunjukkan seni yang digelar selama Festival Sei Mahakam. “Pertunjukkan seni keraton, pesisir dan pedalaman Kutai ini bener-bener mewarnai suasana petang hingga malam hari di BBJ. Nuansa seni budaya Kutai Kartanegara ini memberikan warna yang berbeda disini dan mendapat antusias pengunjung” ujarnya.






Catatan Dari Festival Budaya Sei Mahakam (1) Menguak Budaya Dan Kehidupan Masyarakat Di Sungai Mahakam


Menguak budaya dan kehidupan Masyarakat di Sungai Mahakam



Ada yang berbeda di Bentara Budaya Jakarta (BBJ) November lalu. Kali ini BBJ menjadi miniatur ragam budaya Kutai Kartanegara yang mengetengahkan budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, budaya pesisir dan budaya pedalaman Kutai Kartanegara melalui Festival Budaya Sei (Sungai) Mahakam yang digagas oleh Yayasan Total Indonesia. Sajian budaya yang tampil di sini selalu dikemas secara eksklusif, mengingat BBJ  menjadi tempat rujukan kegiatan budaya di jakarta.




Selama 10 (sepuluh) hari penuh, pengunjung dimanjakan dengan sajian informasi tentang Kutai Kartanegara melalui pameran yang menyajikan berbagai koleksi Kesultanan Kutai, peralatan tradisional masyarakat Kutai dan para nelayan yang melaut ke Sungai Mahakam termasuk sepasang buaya muara yang diawetkan koleksi Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong yang menjadi perhatian pengunjung.




Sementara di halaman BBJ, terdapat panggung seni dimana budaya Kutai Kartanegara setiap sore dan malam hari memancar disini, baik budaya Kesultanan Kutai Kartanegara, budaya pesisir maupun budaya pedalaman. Pertunjukkan seni budaya ini benar-benar menghangatkan suasana malam di BBJ dibawah taburan bintang di langit Jakarta.




Ketua Yayasan Total Indonesia Eddy Mulyadi mengatakan bahwa Festival Budaya Sei Mahakam ini dimaksudkan untuk memperkenalkan secara luas tentang kebudayaan dan adat istiadat ketiga kelompok masyarakat yang sudah sejak lama tinggal bersama- sama dengan rukun dan harmonis disepanjang Sungai (Sei) Mahakam guna meningkatkan pariwisata di daerah ini.

Sementara Wakil Bupati Kutai Kartanegara HM Gufron Yusuf yang turut hadir saat pembukaan festival menyambut baik dan mengapresiasi Yayasan Total Indonesia atas kegiatan tersebut agar budaya Kutai Kartanegara lebih dikenal oleh masyarakat ibukota Jakarta dan sekitarnya.




Pembukaan Festival Sei Mahakam ini dilakukan oleh Kadisbudpar Provinsi Kaltim mewakili Gubernur, dan dihadiri oleh Direktur Promosi Dalam Negeri Kementerian Pariwisata, Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Putra Mahkota Pangeran Adipati Anom Surya Adiningrat beserta kerabat, Presiden & General Manager Total E & P Indonesie Hardy Pramono, Vice CEO Kompas Gramedia Liliek Oetama dan undangan lainnya.



Grafis kegiatan Festival Budaya Sei Mahakam di BBJ

No.    Kegiatan

1.    Pameran koleksi Museum Mulawarman, Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong dan koleksi Galeri Yayasan Total Indonesia

2.    Demo pembuatan perahu ketinting

3.    Demo pembuatan tenun Ulap Doyo, sulam tumpar dan anyaman masyarakat pedalaman

4.    Pemutaran Film tentang Pesut Mahakam & Sentra Pembuatan Ketinting dan Kehidupan Masyarakat Sepanjang Sungai Mahakam

5.    Penayangan 360° Virtual Tour tentang Kabupaten Kutai Kartanegara (Museum Mulawarman, Kedaton, Danau Semayang, Bukit Bengkirai dll).

6.    Pementasan Tari pedalaman dan tari pesisir

7.    Pementasan tari & upacara adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

8.    Pementasan Teater Rakyat “Mamanda”

9.    Peragaan busana adat Dayak dan adat Kutai & peragaan busana modern dengan sentuhan desain motif Dayak oleh rumah mode “Batik Chick”.

10.    Demo memasak kuliner Dayak dan kuliner Kutai didampingi oleh “Majalah Saji”.

11.    Mengajarkan tarian pedalaman kepada para siswa yang datang berkunjung

12.    Seminar/talkshow mengenai kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pariwisata di Kukar, pelestarian Pesut Mahakam dan buaya muara

13.    Acara temu pengrajin (meet the maker) dengan para pengrajin anyaman, ulap doyo, sulam tumpar dan perahu ketinting.




PENAYANGAN FILM ERAU KOTA RAJA


Pada hari senin tanggal 5 Januari 2014 di XXI Epicwalk Kompleks Epicentrum Jakarta, telah di lakukan gala premier " Film Erau Kota Raja ", dan penayangan serentak pada bioskop XXI dan studio 21 di seluruh Indonesia mulai kamis tanggal 8 Januari 2015. Film Erau Kota Raja produksi East Cinema Picture ini disutradarai Bambang Drias, dengan pameran utama dan artis antara lain Nadine Chandrawinata, Denny Sumargo, Ray Sahetapy, Jajang C Noer dan Donnie Sibarani.





    Film ini mengisahkan tentang seorang jurnalis bernama kirana, diperankan Nadine Chandrawinata yang bertugas meliput Festival Erau di Tenggarong. Selama bertugas sebagai jurnalis, kirana bertemu reza yang di perankan Denny Sumargo seorang penduduk lokal yang mendampingi dan membantu selama peliputan hingga menjadi tambatan hati.





    Kisah cinta jurnalis ini menjadi salah satu alur cerita dengan latar belakang event tahunan Festival Erau dengan maksud mempromosikan pesta rakyat yang menyajikan beragam seni, tradisi, keindahan alam dan budaya Kabupaten Kutai Kartanegara.

    "Film ini benar - benar mempromosikan Kebudayaan Kutai Katanegara". Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. S. Sos. MM. Phd., beharap Film Erau Kota Raja bisa memberitahukan kepada seluruh dunia bahwa Kutai Kartanegara merupakan daerah eksotis yang kaya seni budaya ... Nah, film ini sebagai sarana promosi agar banyak investor yang datang sekaligus menjadikan Kutai Kartanegara pilihan destinasi wisata. Rita Widyasari. S. Sos. MM. Phd., berharap " Film ini menularkan adat dan budaya Erau ke daerah lain, sekaligus cemin refleksi sejauh mana batas - batas dan ikatan kearifan lokal di lebur pada era modern".  

    Sutradara film Erau Kota Raja, Bambang Drias mengatakan "film ini kami ingin memperkenalkan acara festival Erau yang sudah di laksanakan setiap tahun di Kutai Kartanegara. Meski Erau ini acara besar, tapi gaungnya belum banyak orang yang tahu. Padahal acara ini sudah di hadiri beberapa negara". Lebih lanjut Bambang mengungkapkan bahwa "film ini sebagai hadiah karya perfilman di Kutai Kartanegara".  





PRESENTASI AKHIR PENYUSUNAN RAPERDA RIPARDA KUTAI KARTANEGARA 2015-2025

 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara menggelar  presentasi akhir dalam rangka penyusunan Rancangan Peraturan Daerah ( RAPERDA) Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPPARDA) Kutai Kartanegara bertempat dipendopo wakil bupati Kukar, yang dihadiri perwakilan SKPD dan Kecamatan, , para Tokoh Masyarakat, Budayawan dan Seniman serta Komunitas

Kepala dinas kebudayaan dan Pariwisata Kukar Dra. Sri Wahyuni mengatakan bahwa dalam penyusunan Draf RAPERDA RIPARDA, Disbudpar Kukar bekerja sama dengan Tim Politeknik Negeri Samarinda, dan pada saat ini akan memaparkan presentasi laporan akhir, dan dari laporan itu nantinya diharapkan  kepada peserta diskusi untuk bisa memberikan masukan nya , Riparda ini akan berlaku mulai tahun 2015 – 2025, dimana selama 10 tahun nantinya Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara akan mempunyai pedoman dalam pengembangan Pariwisata Daerah, dari kawasan dan potensi wisata yang ada di kukar, tim akan  merekomendasikan objek mana saja yang dikembangkan yang memiliki potensi secara sosial dan ekonomis.

 Semantara itu tim dari Politeknik Negeri Samarinda M. Fauzan Nur dalam pemaparannya meyampaikan dalam pembangunan destinasi wisata di Kukar meliputi wilayah pesisir,sungai, dan perkotaan dengan arah pengembangan meliputi daya tarik wisata,aksebilitas, prasarana fasilitas wisata

Dibagian akhir diskusi Kepala Dinas Kebudayan Dan Pariwisata kab. Kukar  mengatakan ada 4 hal yang menjadi amanat RIPPARNAS (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional) yaitu 1. pembangunan Destinasi objek, 2.Atraksi,3. Pemasaran Periwisata, 4 Pembagunan kelembagaan pariwisata, sehingga RIPARDA  yang disusun tidak jauh berbeda dari  dari konsep RIPPARNAS diatas , hanya objek wisata yang strategis dan potensial saja yang dimasukan dalam RIPPARDA sebagai contoh dalam RIPPARNAS hanya 16 kawasan strategis yang masuk dari 33 provinsi, sehingga Riparda yang terbentuk bisa menjadi patokan Pemda  dalam pengembangan Pariwisata,

PRESENTASI AKHIR RANCANGAN PERBUB TENTANG TANDA DAFTAR USAHA PARIWISATA

Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara bekerjasama dengan Tim dari Politeknik Negeri Samarinda menggelar Diskusi Publik untuk membahas rancangan Draf Peraturan Bupati Kutai Kartanegara tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata, acara yang berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara dengan mengundang pihak SKPD terkait dan Camat serta para pelaku usaha pariwisata ,

 

 Said Keliwar salah satu tim Politeknik Negeri Samarinda mengatakan bahwa dasar hukum Tanda Daftar Usaha Pariwisata adalah Undang-Undang No 10 tahun 2009 Pasal 15 tentang kepariwisataan mengenai kewajiban pengusaha pariwisata untuk mendaftarkan usahanya kepada pemerintah dan pemerintah daerah, Perbub yang dibuat untuk mengatur secara teknis tentang tata cara pendaftaran Tanda Daftar Usaha Pariwisata tersebut, dimana para Pelaku dapat langsung mendaftarkan usahanya di Tanda Daftar Usaha Pariwisata  dan Peraturan Bupati tersebut mengatur pula prosedur dan tata cara pendaftaran usaha pariwisata di kutai kartanegara  sesuai dengan peraturan perundang-undangan.



Semantara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Parwisata Kab. Kukar Dra. Sri Wahyuni. MPP mengatakan  maksud pembuatan Perbub Tanda Daftar Usaha Pariwisata adalah memberikan pedoman bagi petugas pelaksana (BP2T) dalam memberikan pelayanan pendaftaran usaha dan bagi masyarakat dalam menyelenggarakan usaha pariwisata, dengan tujuan memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan usaha pariwisata, mengendalikan penyelenggaraan usaha pariwisata dan menyediakan sumber informasi mengenai penyelenggaraan usaha pariwisata, dan dalam pembuatan TDUP tidak dipungut biaya (gratis)



 Setelah pemaparan dari Narasumber dilanjutkan dengan sesi dialog sebab salah satu tujuan dari diskusi ini adalah mendengarkan masukan-masukan dari para peserta pelaku usaha wisata untuk perbaikan draf rancangan Perbub TDUP , adapun masukan dari para peserta diantaranya dalam pengurusan TDUP agar menyertakan Laik sehat sebagai salah satu persyaratan untuk kenyamanan pengunjung, disamping itu petunjuk operasional diperlukan oleh pihak Kecamatan yang melaksanakan kewenangan menerbitkan Tanda Daftar Usaha Pariwisata sesuai ketentuan usaha pariwisata yang ditentukan.

SOSIALISASI TATA CARA PENYUSUNAN SASARAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL

 Bertempat di Pendopo Wakil Bupati Kab. Kutai Kartanegara, dilaksanakan Sosialisasi tata cara penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) bagi seluruh PNS dilingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab Kutai Kartanegara, yang di fasilitasi oleh Badan Kepegawaian Daerah Kukar beserta Tim mentor

 Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP mengatakan bahwa pertemuan kali ini sebagai sosialisasi dan simulasi dalam penyusunan SKP yang dilakukan oleh BKD dan Tim sebab mulai akhir tahun 2014 SKP sudah diberlakukann sebagai pengganti dari DP3, format SKP jauh berbeda dngan DP3  sebab SKP sistem penilaiannya bersifat objektif apa adanya dan sesuai dengan apa yang dilakukan seorang PNS dalam menjalankan tugasnya, dan mudahan dengan tahu cara penyusunan SKP akan mudah dalam penerapannya

Semantara itu menurut Hj. Noor Lenny, SE., MM Kabid Pembinaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah bahwa pada hari ini dilaksanakan sosialisai penyusunan SKP, dan sosialisasi telah dilakukan sejak tahun 2012 yang lalu dan juga telah disampaikan Juknis tentang penyusunan SKP kepada seluruh SKPD dan sesuai dengan Perka BKN No 1 tahun 2013 bahwa penysunan SKP dilakukan pertanggal 1 januari 2014 dan dinilai per 1 januari 2015,berdasarkan aturan PP 53 tahun 2010 dalam aturan tersebut sudah tergambar tentang SKP yang mana apabila seorang PNS tidak membut SKP maka akan dikenakan sangsi, dan apabila target kerja di bawah 50% maka seorang PNS akan dikenakan sangsi sedang, dan bagi PNS yang naik pangkat per april 2015 maka wajib untuk membuat SKP tahun 2014 dan DP3 tahun 2013. Bagi PNS yang mutasi ke instansi lain maka wajib untuk membuat 2 SKP yaitu SKP di instansi lama dan SKP instansi baru, dan dalam penyusunan SKP ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu, Jelas, dapat diukur, relavan, dapat dicapai, memiliki target waktu dan biaya, yang mengacu pada Tupoksi PNS masing-masing, dalam penilaian prestasi kerja PNS 40% perilaku kerja pegawai dan 60% standar kerja pegawai.

 Setelah itu dilanjutkan dengan simulasi pengisian form SKP yang telah dibagikan kepada peserta, yang dipandu oleh BKD dan tim mentor, Joko salah satu tim mentor mengatakan bahwa form SKP ini berupa aplikasi jadi penyusunannya tidak lah sulit, pertama yang disiapkan adalah Tupoksi masing – masing PNS, Kuantitas pekerjaan, target kualitas dan waktu pelaksanaan, beberapa point tersebut dimasukan dalam form SKP maka secara otomatis lembar berikut nya akan terisi