Benner Naga

Fashion Street

Bukit Bangkiray

Seni

Lapion

Statistik

Hit hari ini : 320
Total Hits : 303,679
Pengunjung Hari Ini : 91
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 71,368

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

Kreasi Etnik Pesona Nusantara "Lanjong"





Dalam melestarikan seni dan budaya di Kutai Kartanegara maka pada Jumat malam 20 Juni 2014, Yayasan Lanjong Kutai Kartanegara kembali menggelar pertunjukan bertajuk Kreasi Etnik Pesona Nusantara dengan harapan masyarakat, kelompok seni, pelajar lebih mengapresiasi kegiatan seni di Kutai Kartanegara yang berlangsung diLadang Budaya Kelurahan Mangkurawang Tenggarong. Pertunjukan ini dihadiri beberapa kelompok komunitas di antaranya OI Kutai Kartanegara, Adwindo, Tenggarong Kutai Karnival ( TKC ) dan lain-lain.

Dimulai pukul 20.00 Wita penonton disuguhkan dengan Tari Jawa yang ditarikan oleh beberapa anak kecil dengan pakain khas jawa memakai belangkon tari ini menceritakan sekelompok gadis cilik dengan kelincahan dan leah gemulainya dalam menarikan tarian dari beberapa daerah seperti jawa, sumatra dengan wajah yang penuh keceriaan dan semangat mereka untuk melestarikan seni di indonesia, kemudian dilanjut dengan Tari Torauke yaitu tari gabungan dari batak, merauke dan papua. Menggelorakan semangat kebersamaan yang amat erat dalam diri anak-anak dengan penata tari yaitu Silvia Nurma Novianti, Tari baris cina yaitu mencakup unsur tari bali gerakannya pencak silat, Tari Payung Tarian ini menunjukkan rasa kebahagiaan dan kasih sayang dalam sebuah pergaulan yang membawakan payung hias dalam gerakan menari atraktif.









Dian Paramita selaku ketua panitia dalam sambutannya mengatakan “Kegiatan ini adalah bentuk salah satu kegiatan rutin sangrila, bagaimana kita melihat progres dari anggota sangrila. Dan menyiapkan regenerasi para penata tari muda. Kita harus berani untuk meluangkan ide serta inspiratif yang kita dapat dalam sebuah bentuk gerakan. Ucapan terima kasih kepada seluruh anak didik saya dan para guru – guru saya yang selalu memberikan motovasi untuk tetap berkarya serta tak lepas peran orang tua yang mendukung anak mereka berkarya disangrila. Juga kepada motivator yang ada dilingkungan saya, Kalian luar biasa”.


Menjamu Benua





Dalam pelaksanaan Upacara Erau Adat Kutai yaitu empat hari menjelang dilaksanakannya Erau Adat Kutai  dan Pembukaan International Folk Art Festival (EIFAF) Tahun 2014. Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura telah menggelar ritual "Menjamu Benua" di beberapa titik di kota Tenggarong dari kepala benua, tengah benua dan buntut benua. Menjamu Benua dilakukan untuk memberi tahu kepada para gaib serta memberi makan sekaligus memohon keselamatan selama Upacara Erau Adat Kutai dan Event EIFAF berlangsung, keselamatan sultan, kerabat, masyarakat Kutai Kartanegara dan wisatawan yang berkunjung ke Tenggarong.

Makna upacara menjamu benua adalah memberi makan kepada para gaib yang mendiami wilayah Kutai Kartanegara. Sekaligus untuk memohon kepada Tuhan yang Maha Esa agar supaya sultan dan kerabatnya diberikan keselamatan, demikian juga masyarakat Kutai Kartanegara atau orang yang berkunjung ke Tenggarong". "Ritual ini untuk memberi makan gaib yang tinggal di Odah Etam ini, Sekaligus memberitahukan kepada gaib tersebut bahwa erau akan dilaksanakan".

Sebelum ritual Menjamu Benua dimulai, para pelaksana yang terdiri dari 7 orang Belian (ahli mantra laki) dan 9 orang Dewa (ahli mantra perempuan) berangkat dari depan keraton diiringi penabuh gamelan dan gendang serta perlengkapan persembahan berupa 21 jenis kue – kue tradisional, Perapen dan pakaian Sultan, rombongan memasang bendera ( panji – panji ) berwarna kuning dengan lima rumbai di sebelah kiri dan bendera hijau bermotif / gambar naga di sebelah kanan menuju rumah sultan,

Pelaksana kegiatan menjamu benua menemui Sultan Kutai Kartanegara Aji Muhammad Salehuddin II dikediamannya untuk meminta restu. Sultan pun memberi restu dengan menghambur beras kuning ke arah pelaksana itu. Sultan juga menyerahkan pakaian sehari-harinya berupa selembar baju, sepotong celana panjang, kopiah untuk dibawa dan disertakan dalam ritual menjamu benua. Setelah dilepas oleh sultan, rombongan yang terdiri dari beberapa Belian dan Dewa dengan diiringi tetabuhan alat musik tradisional bergerak maju ke tiga (3) titik di Kota Tenggarong yaitu Tanah Habang Mangkurawang yang disebut Kepala Benua, kemudian depan Museum Mulawarman yang disebut Tengah Benua, dan terakhir di sebelah hilir Jembatan Kutai Kartanegara disebut sebagai Buntut Benua.






Di setiap tiga lokasi Menjamu Benua disediakan peralatan bernama Juhan yang terbuat dari kayu berbentuk tangga sebanyak 7 anak tangga dengan pada bagian atasnya berbentuk dasar segi empat yang terbuat dari bambu di setiap ujung dasar diberi mahkota terbuat dari janur dan rangkaian janur kuning yang mengelilingi juhan yang diatasnya untuk menaruh sesajian para raja gaib dimana setiap juhan pada saat ritual di ikat seekor ayam hitam yang masih hidup. Telasak tunggal yang berisi sesajian untuk peliharaan gaib para raja yang berisi nasi tambak,usus ayam, bulu ayam, telur dan lilin. Kelongkang Gantong untuk menaruh sesajian para pengikut/prajurit raja yang berisi nasi tambak, ragi, telur dan. Lilin..  Pimpinan Belian ini kemudian membacakan Mantra-mantra sambil sesekali menghamburkan beras kuning kearah Balai Bambu yang berisi 21 macam jajanan tradisional diantaranya ada kue cucur, pulut (ketan), bubur merah,getas,apam, telur rebus, ayam bakar dan aneka kue tradisional lainya.

Setelah semua prosesi Jamu Benua selesai di tiga titik Kepala Benua, Tengah Benua, dan Buntut Benua, maka semua Belian dan Dewa, kembali kerumah Sultan Untuk melaporkan bahwa Jamu Benua telah di laksanakn dengan baik.


Beluluh 2014


 Sebelum pelaksanaan Erau Adat Kutai International Folk Art Festival 2014, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menggelar Upacara Ritual "Beluluh" yang berlangsung dengan tertib dan khidmat pada hari Rabu 11 Juni 2014.

Upacara Ritual Beluluh di hadiri Sultan KutaiKartanegara H. Aji Muhammad Salehuddin II, Aji Pangeran Adipati Prabu Anom Surya Adiningrat, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, S.Sos, MM., wakil Bupati Kutai Kartanegara HM. Ghufron Yusuf, Sekretaris Kabupaten Edi Damansyah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., dan Kerabat Kesultanan.

Prosesi Beluluh ini merupakan ritual yang di lakukan para dewa dan belian terhadap Raja, Sultan, Putra mahkota. dewa dan belian adalah sebutan bagi para tokoh yang melakukan ritual, yang tujuannya untuk membersihakan diri dari unsur - unsur jahat, baik yang berwujud maupun tidak, unsur - unsur jahat ini harus di luluhkan di atas buluh atau bambu. Prosesi beluluh ini juga menjadi penanda awal di mulainya Erau.

Ketika beluluh ini berlangsung Sultan, Raja, atau Putra Mahkota di dudukan sejenak di atas tilam kasturi, Sultan kemudian bangkit dari duduknya lalu berjalan menginjakkan kaki menuju balai atau singgasana dari bambu yang di buat bertingkat tiga lalu di tutupi dengan kain berwarna kuning. sesampainya di depan balai , Sultan akan naik dan duduk di tingkat ke tiga, posisi Sultan persis di bawah hiasan daun beringin. di belakangnya terdapat balai persembahan, sedangkan di sisi kiri dan kanannya di pagari oleh pangkon dalam, tujuh bini dan tujuh laki dan belian. Dan di setiap sudutnya terdapat peduduk yaitu semacam sesaji dalam satu wadah berisi beras, kelapa,kain, benang, jarum, gula merah, pisang moli, lilin, uang, sirih dan pinang.

Demong mengatur dewa laki melaksanakan Memang dan Dewa Bini menghidupkan prapen. Empat Kerabat Keraton berdiri di empat sudut sisi kanan dan kiri Sultan, membentangkan kain kuning yang di sebut kirab Tuhing, Sultan ditutupi Kirab Tuhing diatas kepala di bawah daun beringin oleh dua orang pembantu di sebelah kanan dan dua orang di sebelah kiri. Kirab Tuhing di balik sebanyak tiga kali dan di jatuhkan beras kuning kebelakang. Sejenak kemudian Dewa Laki dan Dewa Bini bangkit dari duduknya dan berdiri menghadap  Sultan untuk memberi Tepong Tawar dengan air cinderamata dan air kembang di bagian telapak tangan kanan, kiri, lutut,kanan dan kiri dan betis kanan dan kiri dan disekakan kewajah. Setelah itu baru turun dari balai untuk di sapukan mencari salah seorang petinggi setempat guna melaksanakan Ketikai Lepas, beberapa orang terpilih untuk Ketikai Lapas diantaranya Bupatoi Kutai Kartanegara Rita Widyasari, S.Sos. MM, HM. Ghupron Yusuf, dan Sekretaris Kabupaten Kutai Kartanegara Edi Damansyah, Sultan berdoa bersama sambil beristirahat, pembantu dewa bergeser berjalan duduk sambil membawa air bunga dalam wadah untuk tepong tawar sekalian yang hadir dan dalam prosesi ini di ruangan di mainkan musik gamelan salaseh atau marandowo.





Setelah sultan menjalani beluluh, giliran Putra Mahkota Kesultanan Kutai HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat menjalani ritual Beluluh. Apabila sultan telah melakukan Beluluh, maka Sultan tidak boleh menginjakkan kaki di tanah atau Betuhing sampai berakhirnya perayaan erau yang ditandai dengan belimbur.

Bupati Kutai Kartanegara dalam kesempatannya mengatakan dan berharap Erau mampu yang akan terlaksana mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan di Kutai Kartanegara, pendapatan asli daerah meningkat dalam pelaksanaan Erau dari sektor pariwisata.


Rapat Panitia Besar Erau 2014


 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, kembali melakukan Rapat Besar Panitia Erau, dengan tujuan Penyampaian Pokja dan Tanggung Jawab untuk pelaksanaan Erau Adat  Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2014, yang akan dilaksanakan pada 15 - 22 Juni 2014 ini. Panitia Besar Erau mengadakan rapat penyampaian pokja dalam rangka pemantapan persiapan pelaksanaan EIFAF 2014. rapat tersebut di laksanakan di Aula serbaguna Kantor Bupati Kutai Kartanegara.

Koordinasi acara dan kelengkapan persiapan pelaksanan EIFAF 2014 ini hasil dari serangkain rapat yang di laksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata baik secara internal maupun dengan pihak - pihak terkait seperti paguyuban. Rapat di pimpin langsung oleh  Wakil Bupati Kutai Kartanegara, yang di dampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP. Rapat Koordinasi Acara dan Kelengkapan Persiapan Pelaksanaan EIFAF 2014 ini dihadiri oleh Instansi terkait seperti Dinas Cipta Karya, Dinas Kesehatan, Dinas Bina Marga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Humas dan Protokol dan BPMPD, PLN, BPD Kaltim, RSUD AM Parikesit Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra.  Sri Wahyuni, MPP menyampaikan hasil rapat kepanitiaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, mengenai beberapa hal dari mulai datangnya para tamu dari 11 Negara

mengatakan saat rapat berlangsung bahwa Terkait pelaksanaan Erau ini diharapkan kepada semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mendukung dan mengemban tugas dengan baik yang telah ditentukan dalam pokja tentang pembentukan panitia pelaksanaan Erau Adat kutai International Folk Art Festival 2014 agar dalam pelaksanaan nantinya sesuai dengan harapan kita semua.



 di ketahui bersama bahwa EIFAF 2014 menghadirkan 11 negara, Keikutsertaan Negara - Negara yang tergabung dalam CIOFF yang berjumlah 11 Negara ini yang nantinya akan menampilkan kesenian masing – masing dari negarana secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia adapun tempat yang akan digunakan peserta adalah panggung utama yang berada dipinggir turap Mahakam, panggung Budaya di arena kutai kartanegara arts & craft expo, panggung seni di arena festival kuliner di pasar seni dan panggung jalanan di depan kantor Bupati Kutai Kartanegara.

Dalam rapat persiapan EIFAF 2014 ini membahas beberapa hal penting yang harus disiapkan dan diantisipasi oleh panitia seperti  ketika cuaca hujan, Listrik, toilet, tong sampah, posko kesehatan dan fasilitas penunjang – penunjang lainnya demi kelancaran kegiatan ini, di harapkan pelayanan kita sebagai tuan rumah bisa maksimal dan memberikan kesan yang terbaik bagi ke 11 negara tersebut, di akhir rapat semua pihak berkomitmen untuk selalu berkoordinasi satu sama lain antar instansi terkait dalam mensukseskan EIFAF 2014, karna masing - masing telah memiliki peranan tanggung jawabnya.

semua pihak terkait telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung sukses Erau 2014, seperti PLN yang tidak akan ada pemadaman listrik selama Erau, RSUD AM Parikesit yang menyiapkan tenga kesehatan pada setiap kegiatan.


Rapat Pemantapan Erau Adat Kutai International Folk Art Festival 2014


 DinasKebudayaandanPariwisataKabupatenKutaiKartanegara, kembali melakukan Rapat Erau guna untuk lebih mematangkan persiapan Erau yang akan segera di gelar tanggal 14 Juni 2014, yang akan berlangsung selama satuminggu, Rapat Pemantapan Panitia Erau Adat International Folk Art Festival 2014,rapat tersebut di laksanakan pada hari selasa tanggal 10 juni 2014 bertempat disekretariat EIFAF atau Planetarium Jagat Raya Tenggarong, rapat dimulai pada pukul 09.00 Wita, rapat tersebut di pimpin langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni MPP, rapat tersebut diawali dengan laporan dari masing - masing koordinator kegiatan seperti Seksiacara, Seksi pagelaran seni, Seksi Transportasi, akomodasi, publikasi dan konsumsi. masing - masing koordinator menyempaikan laporan persiapan dimana hampir 90% sudah berjalan dengan lancar.

Tiga bahasan pokok yang di bahas ialah, Mendengar progress record dari masing - masing kordinator tentang persiapan acara, Catatan atau kendala atau kebutuhan yang belum ada solusi dari masing - masing kordinator, Saran yang perlu d i sampaikan kepada semua panitia walaupun tidak terkait dengan bidangnya tetapi perlu di ketahui bidang yang terkait lainnya atau pimpinan dari koordinatornya.

Dra. Sri Wahyuni MPP., mengharapkan kepada seluruh kepanitiaan untuk terus berkoordinasi demi lancarnya kegiatan ini, Dra. Sri Wahyuni MPP yang juga selaku sekretaris panitia tingkat kabupaten. adapun hal – hal yang bersifat mendesak seperti kendala dilapangan faktor – faktor yang tidak bisa dihitungkan seperti cuaca dan lain-lain untuk dapat mengantisipasi dengan baik. Persiapan lainnya juga seperti posko sekretariat erau distadion, permohonan menyurati PDAM, PLN agar  tidak ada pemadaman listrik dan matinya aliran air bersih pada saat Erau berlangsung.





Dalam rapat tersebut juga membahas mengenai persiapan panitia kedatangan peserta folklore  baik dari penjemputan sampai datang di penginapan , Jadwal penampilan di panggung- panggung, konsumsi, posko – posko Keamanan , kesehatan yang tersedia di tempat hotel yang meraka tinggali.

Koordinator seksi acara Drs. Triyatma menyampaikan dalam pembukaan EIFAF 2014 yang dilaksanakan di stadion Rondong Demang dimulai dari acara kirab budaya rute yang dilewati dari jalan kihajar dewantara kemudian selesai di stadion Rondong demang  yang diikuti oleh 6 negara peserta folklore dan tuan rumah Indonesia  seperti kesenian Lanjong, KKBK dan Modang dimana peserta parade akan diiringi drum band. Diberitahukan juga jumlah undangan pembukaan EIFAF 2014  yang disediakan sebanyak 1.200 undangan yang akan dimeriahkan dengan tampilan live musik tingkilan dan sampek diiringi tari masal yang di bawakan oleh sanggar tari dan seni, para pelajar SLTP dan SMK, dan mahasiswa yang ada di Kutai Kartanegara.

Dra. Sri Wahyuni MPP., mengatakan bahwa hasil dari rangkuman dari rapat iniakan di bawa pada saat rapat dengan protokol dan rapat besar di Gedung serbaguna Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara.



  


Rapat Koordinasi Acara Dan Kelengkapan Persiapan Pelaksanaan EIFAF 2014


 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, terus melakukan persiapan untuk pelaksanaan Erau Adat  Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2014, yang akan dilaksanakan pada 15 - 22 Juni 2014 ini. Panitia Erau Adat  Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2014, kembali mengadakan rapat koordinasi acara dan kelengkapan persiapan pelaksanan EIFAF 2014 pada tanggal 5 Juni 2014, yang bertempat disekretariat EIFAF atau Planetarium Jagat raya Tenggarong.  Rapat di pimpin langsung oleh  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP.

Rapat Koordinasi Acara dan Kelengkapan Persiapan Pelaksanaan EIFAF 2014 ini dihadiri oleh Instansi terkait seperti Dinas Cipta Karya, Dinas Kesehatan, Dinas Bina Marga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Humas dan Protokol dan BPMPD Kabupaten Kutai Kartanegara.





Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra.  Sri Wahyuni, MPP mengatakan saat rapat berlangsung bahwa Terkait pelaksanaan Erau ini diharapkan kepada semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mendukung dan mengemban tugas dengan baik yang telah ditentukan dalam pokja tentang pembentukan panitia pelaksanaan Erau Adat kutai International Folk Art Festival 2014 agar dalam pelaksanaan nantinya sesuai dengan harapan kita semua.

di ketahui bersama bahwa EIFAF 2014 menghadirkan 11 negara, Keikutsertaan Negara - Negara yang tergabung dalam CIOFF yang berjumlah 11 Negara ini yang nantinya akan menampilkan kesenian masing – masing dari negarana secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia adapun tempat yang akan digunakan peserta adalah panggung utama yang berada dipinggir turap Mahakam, panggung Budaya di arena kutai kartanegara arts & craft expo, panggung seni di arena festival kuliner di pasar seni dan panggung jalanan di depan kantor Bupati Kutai Kartanegara.



 Dalam rapat persiapan EIFAF 2014 ini membahas beberapa hal penting yang harus disiapkan dan diantisipasi oleh panitia seperti  ketika cuaca hujan, Listrik, toilet, tong sampah, posko kesehatan dan fasilitas penunjang – penunjang lainnya demi kelancaran kegiatan ini, di harapkan pelayanan kita sebagai tuan rumah bisa maksimal dan memberikan kesan yang terbaik bagi ke 11 negara tersebut, di akhir rapat semua pihak berkomitmen untuk selalu berkoordinasi satu sama lain antar instansi terkait dalam mensukseskan EIFAF 2014, karna masing - masing telah memiliki peranan tanggung jawabnya.


Rapat Persiapan Erau 2014 Festival Kuliner


  



Dalam memantapkan kesiapan untuk Festival Kuliner, Dinas Kebudayaan mengadakan rapat pematangan persiapan Festival Kuliner 2014 bersama seluruh panitia yang tergabung dalam Panitia Erau Adat Kutai International Folk Art Festival 2014. Festival Kuliner yang menurut jadwal akan diselenggarakan pada tanggal 27 Juni 2014 yang termasuk di dalam rangkaian kegiatan pelaksanaan Erau Adat Kutai International Folk Festival ( EIFAF ) 2014, di halaman parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong. rapat tersebut di hadiri panitia dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan dari BDP Kaltim Cabang Tenggarong, Badan Perlindungan Perempuan  dan Perlindungan anak .

Airin Susanti, SE.,M.Si selaku koordinator pelaksana Festival Kuliner  mengatakan saat rapat tersebut Festival Kuliner ini rutin diselenggarakan panitia pada saat kegiatan Erau adat International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2014 dan diharapkan dapat memperkenalkan keberagaman aneka kuliner yang ada di Kutai Kartanegara yang tidak kalah enaknya dengan masakan dari daerah lain.






Dalam rapat yang diselenggarakan panitia membahas mengenai hal teknis dari tempat sampai menu makanan yang akan dihidangkaan.  Panitia akan menghadirkan lima belas kelompok kuliner yang menyiapkan beragam macam makanan khas kutai baik dari makanan kering ( Kue ) dan makanan basah ( Sayur Mayur ), seperti Gence Ruan, Gangan Keladi, Jajak apam, jajak amparan tetak, dan masih banyak lagi lainnya.


Rapat Persiapan Erau 2014 Green Tenggarong





Untuk menyemarakkan Panitia Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2014, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara bekerjasama dengan BPD Kaltim Cabang Tenggarong  kembali mengadakan kegiatan yang bertema Green Tenggarong, yang akan di laksanakan pada saat pelaksanaan Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2014, yaitu  pada tanggal 20 juni 2014 bertempat di Waduk Panji Sukarame Tenggarong. Kegiatan Green Tenggarong ini di rencanakan akan di ikuti oleh seluruh unsur Muspida Kabupaten Kutai Kartanegara, seluruh peserta Folklore dari 11 Negara, komunitas pecinta alam yang ada ditenggarong diantaranya Komunitas Pecinta Alam Semesta ( Kompas ), Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ), dan OI.



 Rapat persiapan Green Tenggarong ini juga melibatkan Instansi lainnya seperti Dinas Perkebunan dan Kehutanan, dalam rapat tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni, MPP mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan dan menjaga keseimbangan lingkungan dimana nanti disetiap pohon yang ditanam akan di beri plang nama agar selain untuk memberikan kenangan juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan. Ketika melihat plang nama tersebut, maka setiap yang melihat akan berfikir kalau orang luar negeri mau menanam pohon kenapa kita tidak. Dari hasil rapat tersebut maka di jadwalkan Kegiatan Green Tenggarong akan diselenggarakan pada tanggal 20 Juni 2014, pada pukul 07.30 Wita, dimulai dengan Senam Jepen Bersama Kemudian di lanjutkan pada acara inti yaitu penanaman pohon sebanyak 500 bibit pohon asli Kalimantan yang telah disiapkan, adapun jenis pohon yang lainnya.





Rapat Persiapan Erau 2014 Dalam Pelaksanaan Kirab Budaya


 Planetarium Jagad Raya Tenggarong yang menjadi sekretariat Erau, juga menjadi tempat dilaksanakannya Rapat bersama dengan seluruh Paguyuban atau kelompok seni yang ada di Tenggarong dengan membahas mengenai pelaksanaan Pawai atau Kirab Budaya, yang di laksanakan di Planetarium jagad raya Tenggarong, menghadirkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., dan Kepala Seksi Pengembangan dan Pembinaan Permuseuman Drs. Triyatma, acara tersebut telah di laksanakan pada tanggal 03 Juni 2014.

Dra. Sri Wahyuni. MPP selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, mengharapkan agar Kirab Budaya dapat berjalan baik, tertib, dan tepat waktu saat tampil nanti, beliau mengatakan dengan menyaksikan kirab budaya ini mereka sangat beruntung karna dapat menyaksikan Indonesia mini di Kutai Kartanegara.





Karna adat erau adalah moment international, maka saat tamu dari dari 11 negara datang pertama kali akan menuju Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. dan kita mengenalkan Indonesia mini melalui Kirab Budaya, mengenal Kutai Kartanegara saat Erau berlangsung, dan bagaimana nanti kita menampilkan yang terbaik saat kirab budaya, ini menunjukkan bahwa kita memiliki kekayaan budaya yang sangat banyak, maka kita harus explor melaui kirab budaya ini agar tamu dari 11 negara mengetahui akan banyaknya dan indahnya kebudayaan yang kita miliki.



 Drs. Triyatma, selaku Kepala Seksi Pengembangan dan Pembinaan Permuseuman menyampaikan kepada seluruh peserta paguyuban agar setiap tahunnya selalu ada perubahan baik dari kostumnya, gerakannya, supaya tidak monoton yang di tampilkan setiap tahunnya hanya seperti itu saja atau sama dengan tahun - tahun yang lalu, karna pada saat kirab budaya nanti sudah kedatangan tamu dari dua negara yaitu Australia dan filifina, dengan paguyuban di Kutai Kartanegara ini para tamu dari mancanegara mengagumi dan mengetahui kalau di Kutai Kartanegara bukan hanya kebudayaan Kutai saja tapi ada berbagai kebudayaan yang ada di Kutai Kartanegara, seperti Jawa, Sulawesi, Sumatra, Bali, dan lain - lain dan Drs. Triyatma juga mengharapkan agar kirab budaya yang sudah di rencanakan pada tanggal 14 Juni 2014 dapat berjalan sesuai rencana.

Pembahasan berlanjut mengenai hal - hal yang berkaitan saat pelaksanaan Kirab Budaya, secara teknis kirab budaya di laksanakan tanggal 14 Juni 2014, pukul 13. 30 WITA. sudah di mulai, maka di harapkan kepada seluruh peserta Kirab Budaya untuk hadir sebulum waktu yang di tetapkan, di halaman masjid agung tenggarong.       

Untuk Rute Kirab Budaya ialah dari depan Kedaton Kutai Kartanegara, sampai ke arah utara menuju gunung pendidik, terus ke timur, dan berbalik lagi ke arah selatan yaitu menuju panggung kehormatan di Planetarium Tenggarong dan finish di depan pasar seni tenggarong.

Untuk penampilan di depan panggung kehormatan, setiap kelompok atau setiap regu di beri waktu maksimal lima menit untuk menampilkan kesenian atau kebudayaannnya di depan panggung kehormatan.

Untuk kostum agar menunjukkan dan mencerminkan daerahnya masing - masing, untuk sinopsis yang menceritakan atau penjelasan tentang penampilan tari yang akan d atraksikan pada panggung kehormatan di serahkan ke pada panitia pada tanggal 12 Juni 2014, dan terakhir membahas nomor urut peserta kirab akan di tentukan oleh panitia dan di umumkan saat menyerahkan sinopsis.


LOMBA FOTO BEAUTIFUL ERAU 2014

 Kabar gembira bagi seluruh penggemar dan pecinta fotografi. Anda dapat menyaksikan wisata budaya sekaligus menyalurkan hobby untuk memotret dan menunjukkan kemampuan hasil karya, dengan mengikuti Lomba Foto Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) tahun 2014.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, Sri Wahyuni mengatakan bahwa “ Penyelenggaraan Lomba Foto  Pariwisata  adalah bentuk dari kepedulian dan pembinaan industri kreatif ( Bidang industri video, film  dan fotografi ) yang dilakukan Pemerintah. Selain menjadi ajang kreatifitas bagi pecinta dan komunitas fotografi juga melalui lomba foto diharapkan dapat memberikan informasi daya tarik wisata budaya kepada wisatawan dan lebih mengenalkan atau memperluas publikasi Potensi Wisata Budaya ini dengan Event Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) ’’.  Lomba foto tahun ini akan berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya. “ Salah satu penilaian pemenang foto favorit  akan ditentukan oleh banyaknya polling masyarakat yang mendukung foto peserta. Hal ini dimaksudkan untuk lebih mendorong partisipasi dan menumbuhkan minat para komunitas maupun masyarakat dalam memajukan bidang fotografi di Kabupaten Kutai Kartanegara ’’.

Penyelenggara Lomba Foto Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) tahun 2014 yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara bekerjasama dengan Bank Kaltim Cabang Tenggarong dengan menggandeng komunitas – komunitas fotografi yang ada di Kutai Kartanegara seperti Insta Kukar, Miniwalk Borneo, Rana Smansa dan Lensa Kukar.

Lomba Foto Beautiful Erau 2014

Ketentuan Lomba :

1.    Lomba foto ini terbuka untuk umum.

2.    Foto di ambil pada saat kegiatan EIFAF dari tanggal 14 Juni sampai dengan  23 Juni  2014.

3.    Peserta boleh mengirimkan hasil karya foto maksimal 5 foto dengan ukuran sisi panjang  1.500 pixel ( foto horizontal ) dan 1.000 pixel ( foto vertical ) atau maksimal 1 Mb. Format file dalam bentuk JPEG dengan resolusi 300 dpi. Penulisan nama file sebagai berikut :     Nama peserta_Judul foto_HP Peserta.JPG.

contoh: fandi_belimbur_085250000.   

4.    Pengiriman  Foto melalui email   lombafotoeifaf@gmail.com

5.    Peserta lomba tidak di perkenankan mengirim foto karya orang lain.

6.    Peserta di larang mengirim foto dengan menggunakan nama atau alamat orang lain.

7.    Keputusan Dewan Juri adalah mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat. Panitia tidak  melayani segala bentuk korespondensi dengan peserta perihal keputusan dewan juri.

8.    Jadwal Lomba:

      a.    Pemasukan foto             : 24 Juni s/d 8 Juli 2014

      b.    Penentuan Nominasi       : 9 Juli s/d 15 Juli 2014

      c.    Pemasukan polling Foto Favorit : 15 Juli s/d 15 Agustus 2014

      d.    Penjurian                      : 18 Agustus s/d 23 Agustus 2014

      e.    Pengumuman                : 25 Agustus 2014

      f.    Penyerahan hadiah         : 28 September 2014

9.    Nominasi  foto  dan pemenang lomba foto akan diberitahukan melalui email peserta, dan ditayangkan dalam  website www.visitingkutaikartanegara.com dan Facebook Visiting Kutai Kartanegara.

10.  Pengiriman dukungan atau poling foto favorit dilakukan dengan menyatakan tanda suka pada foto finalis melalui facebook Visiting Kutai Kartanegara .  

11.  Foto finalis dan pemenang lomba menjadi milik panitia.

12.  Pemenang mendapatkan hadiah uang tunai :

       a.    Juara I  Rp. 7.000.000,-

       b.    Juara II Rp. 6.000.000,-

       c.    Juara III Rp. 4.000.000,-

       d.    Foto terfavorit Rp. 2.000.000.-

       e.    Foto paling unik  Rp. 2.000.000,-

13.    Penjurian akan dilakukan oleh fotografer profesional dan juga pendiri Kamera Lubang Jarum Indonesia Ray Bahtiar Dradjad, Bank Kaltim Cabang Tenggarong  dan  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

14.    Informasi lomba foto Beautiful Erau 2014 dapat diperoleh di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, Jl. Wolter mongunsidi Komplek Perkantoran Bupati Gedung B Lantai 3, Cq. Seksi Data dan Informasi,  Sekretariat EIFAF/TIC Jl. Diponegoro / Planetarium Jagad Raya Tenggarong CP. Baldi Hp (085250132223), Erwin Komunitas Lensa Kukar  HP (082154227074), Aditya Komunitas InstaKukar HP ( 081350000108 ), Syamsu Alam Komunitas Miniwalk Borneo HP ( 085652228938 ), Gilang Prabu Komunitas Rana Smansa HP ( 082357978476 ).

  Untuk diketahui bahwa  Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2014 segera digelar pada tanggal 15 Juni sampai dengan  22 Juni 2014,  yang  akan  dimeriahkan dengan menghadirkan dari 11 peserta negara anggota CIOFF yaitu NETHERLANDS dengan nama group Folkloristische Dansgroep Twentsche Leu, EGYPT dengan nama group  AL Minya Folk Art, ITALY dengan nama group Accademia Tradizioni Popolari Città di Tempio, BANGLADESH dengan nama group Nitto Rong Org, HUNGARY dengan nama group Hajdú Folk Dance Ensemble of Debrecen, COLOMBIA dengan nama group DÉJAME SER, SOUTH KOREA dengan nama group GOSEONG OGANGDAE, LATVIA dengan nama group  ZELTA SIETINS, PHILIPPINES dengan nama group  GINTONG ANI - CLSU / NEUST FOLKLORIC GROUP, CROATIA dengan nama group TENA FOLK ENSEMBLE, TATARSTAN-RUSSIA dengan nama group HAPPY CHILDHOOD.

Fokus pengambilan gambar atau lomba foto pada  Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2014, yaitu sehari sebelum pembukaan akan di laksanakan Kirab Budaya yang di ikuti oleh 30 paguyuban atau kelompok seni yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara, yang bertempat di kedaton Kutai Kartanegara. Welcome party di laksanakan di halaman Kantor Bupati kutai Kartanegara. Seremoni Pembukaan Erau di laksanakan tanggal 15 Juni 2014 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Mendirikan Tiang Ayu di Keraton Kutai Kartanegara, Eksebisi Permainan Tradisional dan  Pameran di lapangan parkir stadion Rondong Demang, Jamuan Makan Siang di Pendopo Odah Etam, Beluluh di Keraton Kutai Kartanegara, Bepelas I – VII di Keraton Kutai Kartanegara, dan Pagelaran Seni di Panggung utama depan skretariat gerbang raja, pentas pameran dan taman ulin, Permainan olahraga tradisional di tepi turap mahakam, Resepsi ke sultan di Kedaton Kutai Kartanegara, Resepsi ke Bupati Kutai Kartanegara di Pendopo Odah Etam, Festival Kuliner di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang, Countries Night di Lapangan Futsal Hotel Grand Fatma, Festival Adat Anak Kutai di Kedaton, Festival Jepen Tingkat Pelajar, Festival ngapeh dan lomba tulis baca tarsul di Panggung utama depan gerbang raja, Pembukaan Mahakam International Dragon Boat di tepi turap mahakam, upacara adat dayak kenyah dan benuaq, Farewell Party di pondok jajak Indah, merebahkan tiang ayu di Keraton Kutai Kartanegara.