Benner Naga

Fashion Street

Bukit Bangkiray

TOPENG KEMINDU

Lapion

Statistik

Hit hari ini : 262
Total Hits : 345,042
Pengunjung Hari Ini : 85
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 81,188

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

Ulang Tahun Komunitas Pecinta Astronomi Kutai Kartanegara Di Planetarium Jagad Raya


Rabu, 8 Oktober 2014. Dalam rangka Hari Ulang Tahun Komunitas Pecinta Astronomi Kutai Kartanegara yang ke 1 dan memperingati Hari Astronomi Internasional, KOMPAS mengadakan acara syukuran sekaligus pengamatan Gerhana Bulan Total di halaman parkir Planetarium Jagad Raya Tenggarong. Acara ini berlangsung dari pukul 18.00 sore diisi dengan pengamatan gerhana, sholat Maghrib berjama'ah, dilanjutkan lagi dengan mengamati gerhana.





Disebut juga dengan Gerhana Bulan Merah Darah, gerhana ini dapat dilihat juga secara langsung maupun menggunakan teropong. Peristiwa ini diiringi juga dengan hujan metero yang sangat terang. Fenomena alam ini pernah terjadi pada April 2014 lalu. Komunitas Pecinta Astronomi Kutai Kartanegara mengadakan acara syukuran dan pengamatan gerhana dengan mengundang sejumlah komunitas, seperti Oi (Orang Indonesia), ADWINDO, dan masih banyak lagi. Serta anak - anak sekolah juga ikut memeriahkan acara ini, seperti SMP 2 dan SMU 2.





Tidak ketinggalan para siswa Akademi Kebidanan Kutai Kartanegara juga ikut berpartisipasi dalam acara ini. Masyarakat umum juga tidak mau ketinggalan untuk menyaksikan gerhana bulan ini. Kelompok Penyanyi Jalanan diundang untuk ikut serta memeriahkan acara ini. Acara ini di sponsori oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kutai Kartanegara, Radio SBK, HUMAS Kutai Kartanegara,dan masih banyak lagi.


Gerhana Bulan Total Di Kutai Kartanegara


Gerhana bulan total akan terjadi di Indonesia pada tanggal 8 Oktober 2014, kecuali di Banda Aceh. Di Kutai Kartanegara dapat dilihat mulai dari pukul 17.59 sore. Gerhana bulan terjadi karena saat bulan purnama terbit di ufuk timur di seluruh Indonesia sudah mengalami gerhana. sehingga purnama ini menjadi langka. Bulan diperkirakan akan berwarna lebih gelap di bandingkan purnama - purnama lainnya.







Sehubungan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Komunitas Pecinta Astronomi (KOMPAS) Kutai Kartanegara yang ke 1 dan bertepatan dengan peringatan Hari Astronomi Internasional (HAI), Komunitas Pecinta Astronomi Kutai Kartanegara mengadakan acara pengamatan Gerhana Bulan Total, yang dilaksanakan di halaman parkir Planetarium Jagad Raya Tenggarong.







Acara ini dilaksanakan dari pukul 18.00 sore, dimulai dengan pengamatan gerhana bulan total, dilanjutkan sholat Maghrib berjamaah, syukuran Hari Ulang Tahun Komunitas Pecinta Astronomi Kutai Kartanegara, hingga pengamatan bulan purnama. Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) diundang untuk mengisi hiburan dalam acara ini.


Penayangan Festival Erau Di Explore Indonesia Kompastv

Penayangan Film Exotic acara Explore Indonesia episode Erau di Kompastv, yang akan di tayangkan pada malam ini Rabu Tanggal 8 Oktober 2014, pada pukul 20.00 WITA. Penayangan ini akan di bagi kedalam tiga episode antara lain Pesut mahakam, Festival Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival seta upacara Desa Budaya Mecak Undat.

adapun kru - kru yang terlibat di dalam pembuatan film tersebut ialah Fitri Oktarini sebagai Produser, Devita Adelia sebagai Staf Produksi, Salman Fariz sebagai Kameramen, Dayu Hatmanti sebagai Presenter.

Penayangan film ini akan menceritakan daya tarik Kutai Kartanegara tak hanya pada hasil tambangnya,  tapi juga di pergelaran budaya yang dilaksanakan rutin setiap tahun.  Pergelaran yang digelar marathon 7 hari 7 malam ini tak lepas dari sejarah Kutai Kartanegara yang disebut-sebut sebagai kerajaan tertua di bumi Indonesia. di dalam film ini akan menayangkan rangkaian peristiwa selama Erau berlangsung. seperti beluluh, bepelas, beseprah, street performance, festival dragoon boat, dan lain - lain.

Selama berada di Kutai Kartanegara tim Kompastv juga melakukan peliputan mengenai upacara desa budaya Mecak Undat, Lung Anai Kutai Kartanegara, sebuah desa adat Dayak Kenyah, Penyelenggaraan upacara Mecak Undat untuk mengucap syukur atas hasil panen yang mereka dapat. Upacara Mecak undat dibuka dengan pemukulan gong oleh tamu kehormatan dan penumbukan beras dalam sebuah lesung panjang menggunakan elu atau kayu sepanjang dua meter.  Masyarakat menumbuk beras hingga menjadi tepung. Tepung yang sudah halus kemudian dimasukkan ke dalam bambu muda, lalu dibakar hingga matang. Tepung yang sudah matang itulah yang disebut Undat. Panen raya Mecak Undat dimeriahkan dengan sejumlah pergelaran tari-tarian dan lomba ketangkasan melempar panah.

Explore Indonesia tidak hanya mengikuti perhelatan akbar Festival Erau. Dayu Hatmanti bersama komunitas "Save Pesut Mahakam" juga menyusuri Sungai Mahakam melalui Kota Bangun, bermaksud melihat secara langsung pesut mahakam yang semakin hari jumlahnya semakin sedikit. Saat ini jumlahnya sekitar 97 ekor saja. Pesut berkurang populasinya karena semakin tingginya utilitas Sungai Mahakam, tersangkut jaring nelayan sudah tidak di gunakan lagi oleh nelayan. Pesut mulai sulit bertahan di Sungai Mahakam lantaran ramainya lalu lintas sungai. Tak hanya perahu kayu bermotor tapi juga tug boat pembawa batubara ke laut lepas. Pesut Mahakam mirip dengan lumba-lumba - lumba di laut.

Pemaparan Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Kwarcab Kutai Kartanegara


 Acara saka pariwisata yang di laksanakan di Hotel Grand Fatma Tenggarong Pada hari Rabu 1 Oktober 2014 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kutai Kartanegara, yang di hadiri Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Kalimantan Timur, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cabang Kabupaten Kutai Kartanegara, Sekertaris Daerah beserta Pengurus, Anggota Majelis Saka Pariwisata, Kabupaten Kutai Kartanegara, Acara pada hari ini menjadi sejarah bagi seluruh Pengurus Saka Pariwisata cabang Kutai Kartanegra, karna bertepatan dengan 1 Oktober 2014 yang juga merupakan Hari kesaktian Pancasila yang juga pengukuhan Pengurus Saka Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara.



 Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP. yang juga telah di lantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Kwarcab Kutai Kartanegara, menyampaikan dalam pemaparannya kami sangat bahagia bahwa Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Kalimantan Timur, menjadi awal baru dan langkah yang baik untuk terus memajukan dan meningkatkan pembangunan pariwisata di kutai kartanegara. kami seperti mendapatkan energi baru, agen - agen baru untuk meningkatkan pembangunan kepariwisataan daerah. di ketahui bahwa spirit dari anggota pramuka adalah spirit pengabdian, intuisi dan kerja keras, dan kami sangat memerlukan tenaga seperti ini untuk membangun kepariwisataan daerah. seperti melakukan pemasaran pariwisata, grida penyuluh wisata, grida pemandu wisata, grida kuliner, dan dalam menginternalisasi seni budaya Kutai Kartanegara, maka grida penyuluh wisata ini sangat berarti untuk upaya kita menanamkan kembali, menginternalisasi sebanyak mungkin kepada generasi yang ada di Kutai Kartanegara, agar lebih kenal, menguasai, memahami, mencintai, budaya yang ada di daerahnya. untuk grida kuliner, beliau mengatakan bahwa Kutai Kartanegara juga memiliki potens karna jumlahnya sangat banyak, coraknya sangat beragam, tetapi kita masih belum mampu menumbus pasar nasional, namun jika itu di kemas dengan baik, walaupun hanya dari mulut - kemulut ini bisa menjadi ikon kunjungan ke Kutai Kartanegara.



 Dra. Sri Wahyuni. MPP, mengatakan bahwa peserta didik yang hadir pada saat ini Saka Pramuka Pariwisata, akan di libatkan dalam penyelenggaraan Festival Kota Raja Tenggarong.yang akan di laksanakan dan di awali dengan Ziarah Makam pada tanggal 28 September 2014, Pemilihan Teruna Dara 11 Oktober 2014, Pentas Seni Nusantara dan Festival Kampoeng Koetai 13 - 19 Oktober 2014, melibatkan seluruh paguyuban di kutai Kartanegara. Rakernas Asita 16 - 18 Oktober 2014, yang untuk pertama kalinya di laksanakan di Kabupaten Tenggarong. Tenggarong Travel Fair 16 - 19 Oktober 2014, Tenggarong Kutai Carnival 18 Oktober 2014, Festival Lampion 18 Oktober 2014 yang akan kembali memecahkan rekor MURI dengan melepas 10.000 lampion, dan Lomba Peduli Kreatif Sapta Pesona. 



 



 


PELANTIKAN PRAMUKA SAKA PARIWISATA KWARTIR CABANG KUTAI KARTANEGARA

 Bertempat di Hotel Grand Fatma Tenggarong Pada hari Rabu 1 Oktober 2014 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kutai Kartanegara melantik serta mengukuhkan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya (Saka) Pariwisata Kwarcab Kukar masa bakti 2014-2017.

Saka yang berada dibawah naungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini merupakan hasil Keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka 2013 yang dilaksanakan pada tanggal 2 – 5 Desember 2013.

Acara yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) HM. Aswin yang sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Provinsi Kaltim ini menetapkan Kepala Dinas Pariwisata Kukar Sri Wahyuni. MPP selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Kwarcab Kukar.

 Dalam Sambutannya, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kukar, Edi Damansyah berharap bahwasanya ada eksistensi dasar yang harus dimaknai dari prosesi ini yaitu majelis pembimbing dan pimpinan saka adalah bagian dari Kwarcab Gerakan Pramuka Kukar yang secara khusus harus saling bergandengan tangan bersama untuk memajukan gerakan pramuka di Kukar. ”Dari Prosesi seremonial tadi bagaimana terbangunnya jiwa sukarela, rela untuk mengabdikan diri dan waktu kita bersama-sama untuk memajukan gerakan pramuka di Kabupaten Kutai Kartanegara,

 Saka Pariwisata sendiri dituntut untuk bersama-sama memajukan pariwisata Kukar, Sejumlah agenda kegiatan sudah disiapkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Kepariwisataan sendiri merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, provinsi hingga ke pemerintah kabupaten yang penyelenggaraannya dilakukan secara terencana, terpadu, berkelanjutan, dan tanggung jawab dengan tetap menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya, memelihara kelestarian alam dan lingkungan hidup serta memberdayakan masyarakat setempat.

Selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Provinsi Kaltim. Aswin mengucapkan selamat kepada Kwarcab Kukar yang sudah mendapatkan tambahan satu saka Saka pariwisata ini merupakan saka yang tidak menjadi beban untuk Kwacab bahkan banyak membantu kwarcab. Saka Pariwisata melakukan kegiatan berdasarkan program sendiri melalui seksi bimbingan masyarakat yang ada di Dinas Pariwisata,

Semantara itu, Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata Kwarcab Kukar yang baru dilanti, Sri Wahyuni. MPP mengungkapkan rasa syukur karena pada hari tersebut menjadi sejarah bari Dinas Pariwisata Kukar karena dikukuhkannya Saka Pariwisata di Kukar bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila.

 ”Pada hari yang sama ini kita telah dikukuhkan menjadi pengurus Saka Pariwisata Kaupaten Kutai Kartanegara. Mudah-mudahan dihari yang bersejarah ini, ketika Saka Pariwisata dikukuhkan di Kukar ini menjadi langkah yang baru dan awalan yang baik bagi kita sekalian untuk terus meningkatkan dan memajukan pembangunan pariwisata di Kukar,

Dengan terbentuknya Saka Pariwisata ini, akan  mendapatkan energi dan agen-agen baru untuk mengembangkan pembangunan kepariwisataan di daerah karena spirit dari anggota pramuka adalah Spirit pengabdian, disiplin dan kerja keras. Juga dikatakan dalam sektor Pariwisata sangat membutuhkan tenaga-tenaga seperti ini dalam melakukan pembangunan-pembangunan pariwisata di daerah.

FESTIVAL KOTA RAJA 2014


Workshop Pengemasan Produk Wisata Tahun 2014

 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur telah bekerjasam dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara dalam melaksanakan Workshop yang bertema Melalui kegiatan pelaksanaan workshop pengemasan produk wisata kita wujudkan citra dan image positif Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Indonesia menuju Kaltim Bangkit 2018, yang di laksanakan di gedung Pondok Jajak Tenggarong pada hari selasa tanggal 30 September 2014.

Acara Workshop Pengemasan Produk Wisata tersebut di hadiri oleh seluruh pengrajin yang ada di Tenggarong, ibu rumah tangga, dan masyarakat. Hadir sebagai tamu undangan diantaranya Kepala Dinas Kebudayan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni, MPP., Asisten. IV Kabupaten Kutai Kartanegara H. Bachroel, S.Sos., MM., Kepala Seksi Produk Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur Hj. Nurul Hayani, SE., Kepala Seksi Obyek Wisata Drs. Ashari, M. Sidan seluruh eselon III dan IV Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara.

Acara Workshop Pengemasan Produk Wisata ini di awali dengan menyayikan lagu Nasional Indonesia Raya dan di buka secara resmi oleh Asisten IV Kabupaten Kutai Kartanegara H. Bachroel.S.Sos. MM. Melalui kegiatan pelaksanaan workshop "Pengemasan Produk Wisata" mari kita wujudkan citra dan image positive Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Indonesia menuju bangkit bersama "Kaltim Bangkit 2018". beliau berharap dengan kegiatan Workshop ini dapat terwud peningkatan kemampuan, pemahaman dan wawasan masyarakat tentang bagaimana pengemasan produk wisata yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam pemaparannya Drs. Achmad Herwansyah, M.Si., yang juga Kepala Bidang Bina Pengembangan Destinasi Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Untuk mendorong dan memotivasi dalam pengembangan sumber daya manusia, maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan pengembangan pengrajin kepada masyarakat setempat melalui workshop "Pengemasan Produk Wisata" yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara. Adapun maksud dari pelaksanaan workshop ini  untuk mendukung pembangunan di bidang pariwisata khususnya Kalimantan Timur, selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produk yang akan dikemas untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produk - produk  yang akan dikemas, mendukung peningkatan perekonomian masyarakat tentang produkwisata, dan memberikan motivasi kepada masyarakat tentang produk yang dikemas.

FINALIS TERUNA DARA 2014, MEMASUKI TAHAP PRA KARANTINA

Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, kembali melaksanakan Pemilihan Teruna Dara tahun 2014, setelah melakukan seleksi yang ketat maka terpilih lah 20 Finalis yang terdiri dari 10 orang Teruna dan 10 orang Dara, 20 orang Finalis tersebut akan mengikuti Pra Karantina selama 3 hari, di mulai dari tanggal 25-27 September 2014 yang dilaksanakan di Pendopo Wakil Bupati.

 Selama 3 (tiga) hari mengikuti Pra Karantina para Finalis Teruna Dara mendapatkan pembekalan materi dari para Narasumber, untuk hari pertama para Finalis diberikan pengatahuan tentang tata rias Modern dengan Pemateri dari La Tulief, dan tata rias Kutai serta tata cara membuat sanggul dengan pemateri dari Harpe Melati.

Di hari yang kedua para Finalis di beri pembekalan tentang Kepariwisataan dengan menghadirkan dua orang pemateri yaitu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., dan Dosen Politeknik Samarinda M. Fauzan Noor, dalam sesi ini dijelaskan tentang pengertian Pariwisata, serta potensi objek wisata yang ada di Kutai Kartanegara, para Finalis antusias mengikuti acara ini dengan diselingi Tanya jawab dengan para pemateri,

Pada hari yang sama para Finalis Teruna dan Dara diberikan materi Catwalk untuk persiapan malam Grand Final nantinya, yang di pandu oleh para senior mereka yang tergabung dalam Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO). Untuk hari yang ketiga para Finalis melakukan sesi Pemotretan yang dilaksanakan di Kedaton Kutai Kartanegara dengan menggunakan busana batik khas Kutai Melayu

Menurut ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Teruna Dara tahun 2014. Airin Susanti. SE.,MM yang juga menjabat Kasi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, mengatakan bahwa kegiatan Pra Karantina baru pertama dilaksanakan, untuk tahun sebelumnya para Finalis langsung masuk Karantina untuk diberi materi / Pembekalan. Para Finalis Teruna Dara 2014, akan memasuki masa Karantina mulai 9 Oktober mendatang di hotel Grand Elty Singgana, untuk mempersiapkan pada malam Grand Final yang dilaksanakan pada 11 Okober 2014 di halaman Kedaton Kutai Kartanegara.

Finalis Teruna Dara 2014

NO   NAMA TERUNA              NO  NAMA DARA

1.    M. Taufik As’arie           2.  Diah Saraswati

3.    Ari Anggara                  4.  Windi Alisha Agustine

5.    Eko Susanto                 6.  Desya Shalfira Rizkyani

7.    M. Arie Pratama            8.  Tiara Verdiana Putri

9.    Ageng Rinda Barra        10. Yuli Winda Sari

11.  M. Noor Kholik              12. Herliyanoor Pebriyanti

13.  Wildanu Mukholadun     14. Ersa Rahmawati.

15.  Afif Nur Azhari               16  Hayyu Susani Putri

17.  M. Rahmat                   18. Norbaiti

19.  Sudirman                     20. Farah Yiuzzunisa Rahayu

RAPAT PARIPURNA ISTIMEWA, DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT KE 232 KOTA TENGGARONG

 Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara dan DPRD Kutai Kartanegara, Senin 29 September 2014 mendengarkan Pidato Bupati Kutai Kartanegara pada HUT Kota Tenggarong yang ke 232

Rapat paripurna Istimewa dipimpin oleh Ketua Semantara DPRD Kutai Kartanegara H. Salehuddin.diisi dengan penyampaian Pidato Bupati Kutai Kartanegara yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Edi Damansyah. Terkait dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Tenggarong yang ke 323.

Bupati Dalam Pidatonya  mengatakan, setiap tanggal 28 September Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara, selalu memperingati hari jadi Kota Tenggarong, peringatan ini penting untuk mengenang jasa-jasa para pendahulu .

 Dalam pidatonya yang dibacakan Sekkab Kutai Kartanegara Edi Damansyah bupati Kukar mengucapan selamat hari jadi Kota Tenggarong yang ke 232, “ semoga momentum ini menjadi pemacu semangat dan Motivasi guna mewujudkan keberhasilan Pembangunan secara menyeluruh di Kukar,

Dalam peringatan Hut Kota Tenggarong ini juga merupakan momentum yang sangat penting untuk introspeksi  dan perencanaan kedepannya yang lebih baik, dengan telah diselenggarakannya agenda demokrasi Pileng pada 9 April 2014 dan Pilpres 9 Juli yang lalu, yang berjalan aman dan damai dan “sebagai kepala daerah Bupati Kutai Kartanegara mengharapkan dukungan dan kerjasama pada seluruh anggota DPRD Kukar dan segenap komponen Masyarakat yang ada di Kutai Kartanegara.

 Hari Ulang Tahun Kota Tenggarong yang ke 232, tahun ini mengambil tema “ Wujudkan Kualitas Kehidupan Masyarakat Yang berbudaya dan Produktif  menuju Kutai Kartanegara yang Sejahtera dan berkeadilan, tema ini menurut Bupati berkenaan dengan Visi Kukar 2010-2015 yaitu mendorong Pemkab dan Dunia Usaha dan Masyarakat untuk mengarahkan Potensi yang dimiliki,

Di akhir pidatonya Bupati Kutai Kartanegara mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan dan mewujudkan visi dan Misi Pembangunan Gerbang Raja, “ Insya Allah apa yang kita cita-citakan akan tercapai yakni untuk kemajuan, Kesejahteraan, dan Kejayaan Kutai Kartanegara,” Pungkasnya

Hari Ulang Tahun Tenggarong (HUT ) Diawali Dengan Ziarah Kemakam Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

 Peringatan Hari Ulang Tahun ( HUT )  Tenggarong  yang ke – 232 telah berlangsung pada tangal 28 September  2014, kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke -15, Aji imbut bergelar Aji Muhammad Muslihuddin kemudian makam A.M. Parikesit, AM. Salehuddin , Sayid M Bin Sayit saleh, Aji. Mohd Sulaiman. yang juga sebagai pendiri Kota Tenggarong.

 Ziarah   dilaksanakan dikompleks pemakaman Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang terletak di sebelah Museum Mulawarman, Tenggarong. Ziarah tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara ( Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara ), dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah, M.Si Bersama Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H. Aji Muhammad Salehuddin II beserta seluruh Kerabat Kesultanan.

 Kegitan berlangsung dengan mengawali pembacaan riwayat singkat berdirinya kota Tenggarong oleh Camat Tenggarong Mulyadi, yang di lanjutkan dengan pembacaan Doa. dan sambutan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, S.Sos. MM, yang di wakilkan oleh Sekretaris Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah, M.Si., beliau mengatakan, bahwa 232 tahun silam Aji Imbut telah memindahkan Ibu Kota Kesultanan Kutai dari Pamerangan ke Tepian Pandan kemudian disebut Tangga Arung atau rumah para raja. Hal tersebut menjadi perjalanan sejarah  panjang Kota Raja. Tangga Arung tumbuh dan berkembang  seiring perjalanan sejarah sehingga penduduknya  hidup dan berkarya di Kota yang Kini bernama Tenggarong.

Beliau juga mengatakan bahwa ziarah itu untuk menghargai dan mendoakan para pemimpin terdahulu yang telah mengawali pembangunan di Kutai dan juga mengingatkan terhadap kebesaran dan kejayaan Kerajaan Kutai  Kartanegara Ing Martadipura. ‘’ Kebesaran Kesultanan Kutai Kartanegara hendaknya tetap dipertahankan pada saat ini dan yang akan datang, yaitu dalam bentuk pembangunan yang tentunya melibatkan masyarakat,’’ . sementara itu Tenggarong sangat terbuka bagi pendatang, sehingga beragam etnis hidup berdampingan, kebersamaan ini harus kita jaga dan pelihara sebagai dasar pembangunan.

 Sultan H.Aji Muhammad Salehuddin II menyampaikan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Mentri Sekretaris Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Gondo Prawiro, mengapresiasi Kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atas perhatiannya terhadap kebudayaan asli, sehingga pesta adat seni dan Budaya Erau Tetap terjaga dan terkenal di mancanegara.

setelah pembacaan doa dan sambutan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kesultanan Ing Martadipura, seluruh peserta yang menghadiri bersama - sama menuju makam Sultan dengan mulai mengucur dan menabur bunga di atas Makam Aji Imbut olehSekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah, M.Si dan Sultan HAM Salehuddin II beserta kerabat Kesultanan Ing Martadipura, yang di lanjutkan dengan makam sultan - sultan lainnya yang berada di kompleks pemakaman tersebut.

kegiatan ziarah dilanjutkan pembacaan doa haul Jamak bagi para Sultan Kutai yang dilaksanakan dibalai Agung Panca Persada Kedaton Kesultanan yang berada di belakang Museum Mulawarman Tenggarong  dengan mengundang beberapa pondok pesantren yang ada di Tenggarong dan warga, serta tamu undangan lainnya.