Banner 1

Banner 2

Banner 3

Banner 4

Banner 5

Banner 6

Banner 7

Banner 8

Bukit Bangkiray

Statistik

Hit hari ini : 306
Total Hits : 1,100,353
Pengunjung Hari Ini : 111
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 256,916

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

Tarsulan Seni Budaya Suku Kutai






Tarsulan adalah salah satu seni budya suku Kutai yang sampai sekarang masih ada di dalam masyarakatnya. Kalau dilihat dari tujuan digelarnya; tarsulan ini ada dua macam, yaitu:Tarsulan Berkhatam Al Quran dan Tarsulan Perkawinan. Tarsulan Berkhatam/Betamat Al Quranberkaitan dengan tardisi agama, khususnya agama Islam. Sedangkan Tarsulan Perkawinanberkaitan dengan tradisi adat perkawinan suku Kutai. Tradisi tarsulan diawali masuknya agama Islam di daerah Kerajaan Kutai Ing Kertanegara. Seperti kita ketahui agama Islam berasal dari Arab yang masuk ke Nusantara ini melalui para pedagang Gujarat. Maka tidaklah mengherankan bersama masuknya agama Islam, masuk pula seni sastranya yang di antaranya bentuk ’syair’. Dari bentuk syair inilah yang menimbulkan keinginan dari salah seorang bangsawan Kutai untuk menciptakan seni sastra yang dapat dikaitkan dengan adat budaya suku Kutai tersebut. Maka sesuai ’nafas’ Islamnya lahirlah Tarsulan Berkhatam/Betamat Al Quran dan dilanjutkan dengan Tarsulan Perkawinan. Oleh sebab itu tidak heran kalau ada anggapan bahwa seni budaya tarsulan adalah seni budaya milik kaum bangsawan kerajaan Kutai bukan milik masyarakat umum. Namun ternyata tarsulan ini juga memasyarakat dalam suku Kutai, khususnya Tarsulan Berkhatam/Betamat Al Quran.

Menurut hasil penelitian; dahulunya tuturan Tarsulan tersebut disampaikan olehPenerasul dengan cara menghafal. Tetapi dalam perkembangannya karena Penerasul merasa sulit untuk menghafal, maka mereka menggunakan bentuk tertulis (naskah). Dengan demikian pada masa sekarang ini orang yang beterasul diistilahkan dengan membaca terasul ataupembacaan terasul. Walaupun begitu di daerah pedalaman (di sekitar Danau Jempang) masih ada Penerasul yang menyampaikannya dengan menghafal. Penerasul tersebut mengatakan bahwa Beliau belajar ’Berterasul’ tersebut dengan cara dilisankan (pewarisannya secara lisan).

Lomba Seni Tulis dan Baca Tarsul Berpasangan ini diikuti oleh 5 pasangan. Sedangkan untuk hadiah pada perlombaan Festival Seni Tradisi Kutai adalah juara I uang binaan sebesar Rp. 2.000.000,-, juara II uang binaan sebesar Rp.1.500.000,- dan juara III uang binaannya sebesar Rp.1.000.000,-. Lomba Seni Tulis dan Baca Tarsul Berpasangan yang di adakan di Panggung Turap Tepian Mahakan pada Rabu tanggal 24 Agustua 2016 dengan pemenagnya adalah juara I M. Rahmad – Mewani dari Tenggarong, juara II Nazrie – Isna dari Sebulu dan juara III Darjat – Dayang dari Tenggarong.


Folklore Ensemble “ Zhar “ From Bulgaria



Negara Bulgaria dan Lithuania merupakan peserta yang turut memeriahkan  pagelaran Pesta Erau Adat Kutai and International Fokl art Festival ( EIFAF)  di Kutai kartanegara yang berlangsung mulai tanggal  21 Agustus s/d 28 Agustus 2016.

Kedua Group Kesenian yang berbeda Negara ini tampil di Pentas seni Taman ulin Lapangan Pemuda Tenggarong Kutai Kartanegara,  pada sesi pertama Bulgaria menampilkan tarian DZHINOVSKY dan sesi kedua menampikan tarian TRAKISKI SMENSE TANTS.

Kedua Tarian ini berasal dari daerah THRACE, sebuah daerah dengan populasi masyarakat terbesar di Bulgaria. Di THRACE, kami menemukan pencipa lagu-lagu rakyat dengan kualitas yang terbaik. Lagu-lagu untuk tariannya pun tak terhitung  THRACE “ PRAVO HORO “ adalah salah satunya. Orang-orang menari dengan lagu tersebut hingga berjam-jam , untuk mempraktikkannya merekapun berputar-putar di tempat yang sangat luas. Pada Akhirnya, seorang wanita yang tidak pernah lelah bernyayi setelah lagu selesai.




Lithuania

Sedangkan Lithuania pada sesi pertama menampilkan tarian Padukelis (Topi Gila) tarian salam dan selamat datang yang di tarikan oleh anak laki-laki dan perempuan dengan topi.

Sesi kedua menampilkan “PO SODELY” lagu rakyat tradisional Lithuania tentang seorang anak laki-laki yang menawarkan cincin emas kepada anak perempuan dan memintanya untuk menikah, “PERLUTI RYTATO” alat musik pipa di mainkan dengan alat musik Instrumental Lithuania SKUDUCIAL, “ DUOSIU PETRUI” lagu humor tradisional Lithuania tentang Instrument pipa, ditutup dengan tari Paskutine Polka (langkah tari Terakhir). Masing-masing negara mendapat sambutan hangat dari penonton yang hadir  pada acara pentas Seni Taman Ulin, selain Bulgaria dan Lihuania ada juga group kesenian Indonesia dari Kabupaten Gunung Kidul dan Kutai Kartanegara sebagai Tuan Rumah menampikan group kesenian Temengang Lian.



Pada pentas seni taman ulin di hadiri oleh :

-    President Cioff  Of Bulgaria Mr.Emil Pavlov

-    The general Secretary of Cioff Bulgaria Mrs.Stiliyana

-    Kepala Disbudpar Gunung Kidul Bapak Saryanto,ST.

-    Kabid Destinasi Disbudpar Kukar Siswan Hermantoko





Tari Kolosal Sugriwa Subali Kabupaten Bantul






Kabupaten Bantul adalah salah satu Kebupaten yang di Undang untuk ikut menyemarakan agenda Budaya Pesta Erau Adat Kutai and International Fokl art Festival ( EIFAF) 2016 di Tenggarong Kutai Kartanegara.




Kisah Subali Sugriwa yang merupakan bagian dari epos Ramayana Karya Walmiki,berkembang sebagai legenda di Gua Kiskendo. Jatimulyo, Kulonprogo. Kisah tentang dua kakak beradik winara yang diutus  para dewa untuk menyelamatkan Dewi Tara dari cengkraman Mahesasura dan Lembusura, namun berujung pada perselisihan kedua bersaudara, kedua kakak beradik ini berperang dalam mempertahankan harga dirinya dan berebut seorang istri yang bernama Dewi  Tara, perselisihan terus terjadi namun berkat keadilan dari dewa akhirnya subali pun mati di tangan Rama Wijaya.




Pentas  tari Sugriwa Subali  telah diaksanakan hari senin malam tanggal 22 Agustus 2016 di Lapangan Olah Raga Aji Imbut Tenggarong Seberang. Kelompok Kesenian lainnya yang tampil yaitu Kutai Kartanegara Sekar Kedaton, Temengang Madang, dan America Footworks Folk Dance Ensemble, The National Cultural Ensemble Kirmas dan Folk Group Szamotuly yang mampu menghipnotis para penonton yang datang untuk menyaksikannya.



Resepsi Peserta EIFAF, CIOFF Dan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata


 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai penyelenggara Erau Adat Kutai dan 4th International Folk Art Festival (EIFAF) 2016, dengan tujuan menjalin keakraban dan silaturahmi, maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengundang tamu dari 9 Negara anggota CIOFF (Internasio-nal Coincil of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts) yakni, Indonesia, Poland, USA, Estonia, Lithuania, Taiwan, Russia, Bulgaria, Canada, Rumania.  sebagai tamu dan pengisi acara selama kegiatan Erau Adat Kutai dan 4th International Folk Art Festival (EIFAF) 2016.


 Ke sembilan Negara Anggota CIOFF tersebut menghadiri undangan untuk bersilaturahmi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang bertempat di Gedung Serbaguna Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tenggarong. adapun kegiatan dalam acara resepsi tersebut diantaranya bertukar cendramata dan sambutan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP. cendramata yang di berikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP ialah berupa cinderamata boneka berpakaian baju khas kutai bernama kustim, kain batik dan tas terbuat dari ulap doyo kepada perwakilan  sembilan negara yang hadir begitu juga sebaliknya  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP., menerima cinderamata dari sembilan negara berupa sesuatu yang khas dari kesembilan negara tersebut.

 Dalam sambutannya menjelaskan mengenai Erau, Erau tidak saja dimaksudkan sebuah ungkapan  rasa syukur yang dilaksanakan setiap tahunnya tetapi berdimensi luas sebagai pelestarian pengembangan adat istiadat pariwisata. Erau mengandung makna pembersihan atau tolak bala. Erau adat tradisi di tanah Kutai dan akan menjadi adat yang dipatuhi, dipegang, dan dilaksanakan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. beliau juga menerangkan tempat objek - objek wisata yang ada seperti ikan mamalia Pesut, waduk panji sukarame, planetarium jagad raya tenggarong, dan lain - lain.






 setelah sambutan dari Dra. Sri Wahyuni. MPP., acara dirangkai makan bersama dan diisi dengan  diiringi lagu - lagu khas Kutai. setelah menikmati makanan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni. MPP. mengajak tamu undangan dari kesembilan negara untuk menyanyi bersama, dan acara pun semakin meriah ketika Dra. Sri Wahyuni. MPP. mengajak para tamu untuk menari poco – poco bersama.




 

Local And International Street Performance Di Pulau Kumala


Pulau Kumala Tenggarong semakin Ramai di penuhi pengunjung ketika sore hari, Keramaian ini di karnakan salah satunya karna pada saat Erau, selama sepekan akan tampil setiap sore harinya pada pukul 16.00., akan tampil para delegasi baik dari Indonesia sebagai tuan rumah maupun dari para tamu delegasi 9 negara yang datang ke Kutai Kartanegara.




Penampilan Street Performance mampu menghipnotis para wisatawan yang berkunjung kepulau kumala, yang tadinya menikmati wahana yang ada di pulau kumala dan menikmati suasana sore hari di Pulau Kumala, menjadi berkumpul dan membentuk lingkaran besar di halaman Pulau Kumala untuk menyaksikan para delegasi yang tampil dengan keseniannya masing – masing.








 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Tampil pertama Street Performance ialah group kesenian perwakilan Indonesia sebagai tuan rumah dengan menampilkan tari gantar, bahwa tarian ini yang sengaja di tampilkan oleh para seniman agar para delegasi dan wisatawan yang datang mengetahui tari khas Kutai. Berlanjut dengan penampilan delegasi Rusia dengan grup bernama Crystal yang menampilkan empat tarian sekaligus, pertunjukan ini membuat para penontonn yang hadir tak henti – hentinya memberikan tepuk tangan karna keindahan gerak dan ekspresi yang di bawakan para penari dari Rusia dan di ketahui bahwa grup cristal dari rusia ini telah pernah tampil di lebih dari 50 negara.





Para delegasi group cristal dan delegasi dari Indonesia yang telah usai melakukan pertunjukan dengan menampilkan tariannya, para delegasi ini dengan ramah menyapa masyarakat yang ingin berfoto bersama dengan masyarakat yang berada di Pulau Kumala yang telah menyaksikan Street Performance.





Suguhan Tari Udoq Kiba





Tampilan pentas seni pada tanggal 22 Agustus 2016 di Turapan Mahakam di tampilkan dari Kelempok Tari Bangen Tawai dari Sungai Bawang Kecamatan Muara Badang, Tingeang Madeng dari Kutai Timur, dari Negara Taiwan A, Negara Romania dan dari  Negara Canada (Ukrainian). Undangan yang hadir pada Pentas Seni di Turapan Mahakam ini adalah Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Yogyakarta Ibu DR. Endang Sri Widia Astuti.MPA sedangkan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu Kepala Bidang Pemasaran Wisata Drs. Witontro.





Tampilan disuguhkan dari sanggar tari Bangen Tawai yang menampilkan Tari Udoq Kiba. Tari Udoq Kiba adalah sebuah tarian yang menceritakan tentang pelaksanaan sebuah ritual adat suku dayak kenyah pada zaman dahulu yang bertujuan untuk mengusir roh – roh jahat, penyakit kutukan dan menolak bala dari pemukiman suku dayak kenyah. Semua penari udoq kiba adalah gadis belia yang harus bersih dan suci pikiran lahir dan bathin. Dalam penyajian ritual adat ini ternyata salah satu dari penari udoq kiba yang menari bersama teman – temannya menyimpan dendam dan iri hati kepada teman – temannya, sehingga jiwanya dirusak oleh roh kegelapan yang membuat dia menjadi udok kiba yang jahat dan ganas dan bahkan menjadi pengganggu. Melihat kondisi ini sangat memprihatinkan, teman – teman udok kiba yang lain melakukan ritual untuk memanggil dewa Bangun malan yang merupakan dewa pujaan suku dayak kenyah. Mendengar panggilan dari penari udok kiba yang baik, yang disampaikan melalui ritual, maka turunlah sang dewa Bangun malan dari langit untuk mengusir udok kiba yang jahat dan ganas ini dari muka bumi, ia pun menjadi katakutan dan lari dari bumi sehinggar bumi pun menjadi tentram, aman dan damai.





Kemudia gruop Yitzy Folk Dance Theater dari Negara Taiwan A yang menampilkan beberapa tarian.  Negara Taiwan merupakan sebuah Negara pecahan dari Repoblik Rakyat Tiongko (china) dan Taiwan juga dijuluki macan indutri dunia baru. Tarian yang di tampilkan dari Taiwan A  tarian pertama menceritakan seorang putri turun dari surge, para penari itu mengguncangkan warna warni halus dari pita yang menggambarkan ribuan bunga dan daun yang berjatuhan menaburi langit. Mereka menari dan berdoa untuk kedamaian semua makhluk yang hidup. Tarian kedua mencritakan tahun baru adalah liburan yang paling berharga bagi komonitas China di Taiwan. Legenda kuno yang kami pernah memberi tahu kami seekor binatang buas keluar sebelum malam tahun baru, dan ikut merayakannya. Orang yang membuat suara dengan membakar bamboo dan menempelkan ketras merah dipintu mereka untuk menakuti dan membuat binatang bias itu pergi. Suguhan berikutnya adalah Taiwan sebuah tanah yang dipenuhi dengan bunga yang cantik, kerena cuaca di Taiwan, kumpulan bunga – bunga yang berbeda di semua musim, mereka bilang bunga bertaburan karena dewi datang di setiap musim yang berbeda, dan menghiasi bumi dengan warna yang berbeda.





Tampilan berikutnya dari Negara Romania dari goup Martisorul from House of Culture of Stludens from Cluj-Napoca, mereka juga menampilan beberapa tarian yaitu tarian Moldova berasal dari Timur Utara, tarian ini ditarikan setelah pulang dari gereja di hari minggu, tarian ini sering di suguhkan pada acara pernikahan dan acara tertentu. Kemudia tarian Crihalma, tarian ini berasal dari pusat Rumania dan biasa ditarikan oleh perempuan yang ingin menunjukkan kepada laki – laki bahwa mereka bisa menari. Tampilan terakhir meraka yaitu tarian Fecioresc, tarian ini berasal dari Transil Uania. Ditarikan hanya oleh laki – laki. Mereka ingin menunjukkan siapa penari terhebat.





Sandratari Kesetiaan Sang Abdi Kabupaten Sleman










Dipimpin oleh DR.Endah Sri Widia Astuti,.MPA Sekretatis  DISBUDPAR Kabupaten Sleman Prov.DIY ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan EIFAF 2016, sebanyak 16 seniman  menampilkan pertunjukan Sendratari “  KESETIAAN SANG ABDI ’’

Kabupaten Sleman dalam kesempatan kali ini menampilkkan cerita rakyat dengan lakon “Kesetiaan Sang Abdi” keikutsertaan Kontingan Sleman untuk memeriahkan Event Pesta Adat Erau Internasional Folk Art Festifal (EIFAF) yang di selengarakan di Pentas seni Lapangan Basket Turapan Sungai Mahakam, penari tampil dengan balutan kostum Khas Jawa ,penampilan yang sangat indah dan cerita yang menarik untuk di saksikan membuat penonton antisias menyaksikan pertujukan dari Kabupaten Sleman ini.

Sendratari ini mengambil cerita rakyat Sleman. Kabupaten Sleman adalah salah satu kabupaten dari Provinsi DIY. Cerita ini berlokasi di pesanggrahan ambarketawang yang merupakan asal muasal berdirinya keraton kesultanan Ngayongyakarta.







Perjanjian Giyanti Th. 1755 melahirkan babak baru kerajaan Kasultanan Ngayogyakarta. Pangeran Mangkubumi saat dinobatkan menjadi raja belum memiliki bangunan keraton sebagai pusat kerajaan. Untuk membangun sebuah keraton memerlukan material diantaranya adalah batu Gamping. Berkaitan dengan hal itu diperintahkanlah Abdi Wirosuto untuk memimpin penambangan batu gamping bersama pengikutnya.







Penambangan Batu Gamping ternyata tidak mudah karena wilayah gunung gamping dikuasasi oleh mahluk halus Jim bernama Poleng. Merasa wilayahnya dirusak dirusak oleh Wirosuto beserta pengikutnya, Jin Poleng murka. Para penambang selalu di ganggu setiap mengambil batu gamping, bahkan menimbulkan korban. Wirosuto dan istrinya segera menemui Jim Poleng dan mereka beradu kesaktian, namun Jim Poleng terlalu sakti sehingga tewaslah Abdi Wirosuto.







Pangeran Mangkubumi sangat berduka atas peristiwa tersebut ,kemudian dibuatlah sesaji berupa sepasang boneka laki-laki dan perempuan (bekakak) sebagai penggganti ataupelengkap sarana dalam pengembangan batu gamping, agar seluruh pekerja batu gamping beserta masyarakat disekitar gunung Gamping mendapatkan keselamatan.

Semenjak diselenggarakannya upacara sesaji Bekakak yang jatuh pada hari Jum’at di antara 10 s/d 20 bulan Sapar (Kalender Jawa), keadaan menjadi aman dan tidak ada korban lagi. Upacara tradisi tersebut rutin dilaksanakan oleh masyarakat Ambarketawang dengan nama upacara sarapan Bekakak. Pada tahun ini upacara tradisi ini akan di laksanakan pada tanggal 18 Nopember 2016.





Tampilan Sanggar Tari Tingeang Kutim


 Pegelaran Seni yang disuguhkan dari Sanggar Tari Tingeang Madeng dari Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur asuhan Drs. Haldin Katung. Sanggar Tari ini menampilkan tarian Pejo Kenap (Hati Yang Tulus), taria ini mencerritakan Suku Dayak Kayan selalu menunjukkan ketulusan hati dalam menghadapai segala pekerjaan, baik berladang, berburu, terlebih lebih dalam pekerjaan bergotong royong. Suku Dayak Kayan bekerja sling bah-membahu dalam kehidupan mereka, sehingga terjalin persaudaraan yang sangat mendalam. Itulah gambaran kehidupan Suku Dayak Kayak yang bermukim di Desa Milau Baru. selain dari gruop tari Tingeang Madeng ditampilkanjuga dari gruop - gruop yang lain seperti gruop kesenian seraong, gruop Negara Taiwan A, Negara Bulgaria dan Negara Canada (Ukrainian).



 Tampilan dari gruop tari kukar menampilkan dari sanggar tari Seraong asuhan dari H. Erwin Junaidi, judul tariannya yaitu Jepen Rantau Panjang. Tari Jepen Panjang adalah perpaduan antara dua gaya jepen yaitu Jepen Ayun Kembang dan Jepen Pantai, tarian ini menceritakan suana hati yang riang dalam pergaulan muda - mudi dalam masyarakat melayu kutai, yang mengisi kehidupan dengan rasa gembir, optimismedan seling menghormati satu sama lainnya. Serta tetap menjaga adat istiadat dan sopan santun yang mereka miliki.



 Penampilan selanjutnya dari negara Bulgaria. Tariannya menceritakan Zhenski Shoski Tanc and Shopska berasal dari daerah Shoppi di mana populasinyatersebar di ibukota Bulgaria, Shofia. Seluruh warga Bulgaria dengan bangga menyambut namanya Shopi. Mereka dikenal dengan selera humor, lagu, musik dan tarian rakyat yang unik. Severyatsi berasal dari Bulgaria Utara. Daerah ini di antara pulau-pulau yang mengarah ke Sungai Danube ke Utara dan gunung bahkan ke Selatan. Bulgaria Utara memiliki lagu dan musik lawas yang bagus.Selanjutnya penampilan dari Sanggar Tari Seraong di bawah asuhan H. Erwin Junaidi, Mereka menampilkan tari Jepen Rantau Panjang. Tari Rantau Panjang adalah perpaduan antara dua gaya jepen yaitu Jepen Ayun Kembang dan Jepen Pantai, tarian ini menceritakan suasana hati yang riang dalam pergaulan muda-mudi msyarakat Melayu Kutai, Yang mengisi kehidupan dengan rasa gembira, optimisme dan saling menghormati satu sama lainnya. Serta tetap menjaga adat-istiadat dan sopan santun yang mereka miliki.



 Penampilan Pentas Seni ini diadakan Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang, selain di Turapan Sungai Mahakam dan Taman Ulin Tenggarong. Hadir pada acara pentas seni di Stadion Aji Imbut ini adalah Kabid Pengelolaan Obyek dan Sarana Kepariwisataan Drs. Siswan Hermatoko dan Kasi Permusiuman Drs. Triyatma serta masyarakat setempat. Tampilan Pentas Seni ini dimulai pada hari minggu, pukul 19.30 sampai selesai setiap harinya selama Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival Tahun 2016.



Kemeriahan Tari Jaipong Turap Sungai Mahakam





Pentas Seni Dalam rangka pegelaran Erau Adat Kutai  Internasional Folk Art Festival (EIFAF) 2016 di mulai dari minggu malam pada jam 19.30 wita yang bertempat di pentas seni lapangan basket Turapan Mahakam, hadir pada acara ini yaitu Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara Ibu Sri Wahyuni.,MPP, Presiden CIOFF  Syaid Rachmad.

Sanggar Komstrad Kab.Bandung

Partisipan Sanggar Komstrad yang berasal dari Kab.Bandung merupan kelompok kesenian ketiga yang tampil setelan Estonian dengan menampilkan Tari Jaipong “ Kembang Tanjung “ Pada sesi Pertama Penampilannya. Tarian Kembang Tanjung menggambarkan keindahan kota Bandung dan lingkungannya serta budaya-nya yang di gambarkkan melalui tarian yang di tarikan oleh mojang-mojang bandung dengan keramahannya, kecantikkannya dan keanggunannya ditarikan secara lemah gemulai dan dinamis.

Penari : Hardyanti Pratiwi

Pemain Biola : Yoyon Darsono

Pemain Kecapi : Ujang Suganda

Juru Kawih : Lilis

Pada Sesi Kedua Penampilan Sanggar Tari Komstrad membawakan Tari Jaipong “ Mojang Bandung “ Tarian “Mojang Pariangan” menggambarkan keindahan, kecantikan dan keceriaan Mojang atau gadis bandung dengan ciri khasnya memakai kebaya sebagai salah satu khas orang sunda. Mojang Paringan di gambarkan melalui tarian dengan gerakkan yang lincah, dinamis dan energik. Penari : Restu Puji Rahayu Santosa, Maulida Rahmani, Yulianda Astidar Putri.  Selain tampilan dari grup kesenian Bandung ada beberapa tampilan dari kesenian lain seperti Yayasan Gubang, dari Negara Estonia, Negara Idaho-USA dan Negara Lithuania.


 Penampilan Negara Estonia

Sesi tarian pertama menampilkan  “TANTSIME AISSA” Tarian ini menceritakan tentang tarian selamat datang untuk menyambut tamu, pada acara-acara tertentu. Sesi kedua Tarian SANGASTE JUSSI ARMULUGU yang menceritakan tentang cinta anak muda yang penuh keceriaan. Sesi ketiga KOLGARANNA TANTS merupakan tarian tentang perjuangan para nelayan Estonia  Sesi keempat KORSAARIDE TANTS tarian yang menceritakan kebosanan para pelaut Estonia yang bosan berlayar dengan jangka waktu yang lama. Di sesi kelima menampilkan tarian KUHAAMUSKA yaitu tentang tarian tradisional penduduk Estonia.


 Partisipan dari America Footworks Folk Dance Ensemble

Group Kesenian  America Footworks Folk Dance Ensemble yang berasal dari Negara IDAHO-USA Menampilkan tiga tarian dengan tema yang berbeda. Group Kesenian ini tampil diurutan ke 4 di panggung yang sama yaitu Pentas seni lapangan basket turapan Mahakam. Sesi pertama Group kesenian ini menampilkan “ Ranning Set “ Sepanjang Abad ke-19, orang-orang yang terisolasi yang tinggal di pegunungan Kentacky mengadaptasi tarian populer “ persegi “ menjadi tarian yang cepat. Tarian ini mencerminkan espresi muda yang bersangkutan dalam persetujuan dan kesenangan. Sesi kedua “ Clogdown “ Adalah tarian yang menunjukkan perkembangan penyumbatan kelompok pada akhir abad ke-19 footwork perkusi improvisasi ditambahkan ke tarian tokoh kelompok populer. Akhirnya, penari akan mengkoordinasikan pola gerak kaki. Dan sesi ketiga “ Pioneer “ Di pertengahan abad ke-19, pengungsi yang mencari kebebasan politik, Ekonomi, dan Agama meninggalkan Amerika Serikat bagian timur dan memelopori ke daerah yang belum di petakan di bagian barat Amerika Serikat. Mereka tiba di negara bagian Utah dan mendirikan sebuah komonitas di sana. Tarian ini menceritakkan tentang perjalanan mereka.


 Lithuania

Di urutan kelima penghujung Acara Gruop Kesenian dari Negara Lithuania ini menampilakan tarian  Piemenulsdaigos ( Sang Pengembala) pada sesi pertama Menceritakan tetang kehidupan sebuah negara di mana para pengembala remaja laki-laki dan perempuan besenang-senang bersama. Pasiutploke  (Langkah Tari yang menggila) sesi kedua

Tarian yang lucu dan cepat dari langkah tari oleh anak laki-laki dan perempuan. Gailingis (Tarian Bunyi )sesi ketiga Menari dengan Lonceng Sapi dan sesi keempat Gaidys ( Ayam Jantan ) Tarian Jenaka tentang Ayam Jantan yang berpengalaman  yang mengajari anak ayam dan seekor anak ayam yang sedang menjadi nakal, tarian ini ditarikan disetiap musim semi.


 Penampilan Group Kesenian dari Kukar yang di wakili oleh Yayasan Gubang Kutai Kartanegara membawakan Tari Jepen Rempak Rebana. Berhukum dengan syariatnya bersyara dengan agamanya Bersendi dengan nilai keIslamannya Mengvisualisasikan keberadaan serta kehidupan masyarakat kutai melayu bernuansa religi yang energik rempak dinamis dan tetap bersinergi pada akar kearifan budaya lokal. Yayasan Gubang merupakan kelompok Seni Cukup Ternama di Kutai Kartanegara, berbagai Event dalam dan Luar Daerah telah di ikuti oleh Kelompok Seni Yayasan Gubang. Koreografer Ancha Hariyansah dengan Para Penari, Dini Safutri, Rina Ayu Marcella, Merlina Suharjita, Randa Zunardy Pamengko, Encek Shandy pratama, Zulkifly. 

 

RITUAL BEPELAS ERAU ADAT KUTAI 2016


 Ritual Bepelas  di mulai pada minggu malam 21 Agustus 2016, yang dilaksanakan pada pukul 20.00 sampai dengan selesai  di Keraton Kukar /Museum Mulawarman. Hadir dalam upacara Bepelas ini diantaranya dihadiri Sultan Kutai Kartanegara ing martadipura, Putra Mahkota A.P.A.P Praboe Anum Surya Adiningrat, kerabat sultan, Ptl. Sekda Ir. H. Marli.M.,Si, dan perwakilan peserta folklore dari Negara Rumania. Dan undangan yang hadir turut serta juga dalam tarian Kenjar Laki dan Kenjar Bini bergantian setelah prosesi bepelas tersebut berlangsung.


 Ritual Bepelas didahului dengan ritual Merangin oleh Dewa dan Belian di Serapo Belian. Usai Merangin, Dewa dan Belian menuju ke keraton dan berputar sebanyak tujuh kali di area Bepelas, kemudian duduk bersila berjajar, Dewa di sebelah kanan dan Belian di sebelah kiri dengan dipimpin oleh Pawang menghaturkan sembah hormat. Ritual dilanjutkan dengan sajian Tari Selendang oleh Dewa dengan diiringi gamelan sambil mengelilingi area Bepelas sebanyak satu kali. Pada saat yang sama Pemangkon Dalam menyalakan lilin di empat sudut. Selanjutnya ditampilkan Tari Kipas dan Tari Jung Njuluk yang dibawakan oleh Dewa. Para penari mengelilingi area Bepelas sebanyak satu kali. Pawang Dewa melakukan Memang di belakang Tiang Ayu diiringi alunan seruling. Memang bertujuan untuk mengundang Dewa Karang dan Pangeran Sri Ganjur untuk menjaga Pohon Ayu dari gangguan roh-roh jahat selama ritual Bepelas berlangsung. Ritual berikutnya adalah penampilan Tari Memuja Panah dengan menggunakan anak panah yang ujungnya dibelah menjadi tujuh mata api. Penari berputar satu kali di area Bepelas, kemudian pada putaran kedua melepaskan busur ke empat penjuru untuk menghilangkan gangguan selama ritual Bepelas berlangsung.




 Pawang Dewa kembali melakukan Memang untuk mengundang Pangeran Sri Ganjur dengan iringan seruling dan dewa meletakkan empat buah ikat kepala dan empat buah gada yang ditempatkan pada dua buah baki. Bersamaan dengan itu, muncul empat orang laki-laki, dua di kiri dan dua di kanan, untuk menarikan Tari Ganjur. Penari memasangkan ikat kepala dan memegang gada sambil menari sekali putaran di keempat sudut ruangan dengan iringan irama Ganjur. Pada putaran kedua, tampil tujuh orang Dewa menari sambil membawa kipas dan diikuti oleh dua orang penari Ganjur untuk berputar sekali putaran. Pawang Dewa Laki dan Bini, Pangkon Laki dan Bini, peniup seruling, dan pembawa perapen bangkit dari duduknya dan menjemput Sultan di ruang salin busana kebesaran. Seruling terus menerus ditiupkan hingga terdengar sayup dan tak lama kemudian rombongan atau utusan ini kembali lagi ke area Bepelas bersama Sultan.


 Sultan duduk di kursi, Pawang melakukan Memang, dan Sultan bangkit dari duduk kemudian menuju ke Tiang Ayu. Sementara itu, dua orang kerabat memegang tali Juwita dan Kain Cinde sebagai pijakan Sultan meniti dan menginjak Batu Tijakan. Ketika kaki sultan memijak Batu Tijakan terdengar bunyi menggelegar (dentuman meriam) satu kali sebagai tanda bahwa Bepelas pada malam pertama (Bepelas diadakan selama 7 malam) sedang berlangsung. Pada saat bersamaan, di luar keraton dihelat ritual Dewa Mengoyak Rendu dengan iringan alunan seruling. Ritual ini dimulai ketika Dewa naik ke atas Balai Tiang 16 sambil mengoyak Rendu dan melakukan Memang untuk mengundang atau memanggil air. Sementara itu, utusan Dewa dan Belian turun ke tepi sungai Mahakam untuk mengambil air dan dicampurkan dengan Air Kutai Lama sehingga menjadi Air Tuli. Sementara itu, di dalam keraton ditampilkan Tari Saong Manok yang dilakukan oleh dua orang penari yang berperan sebagai dua ekor ayam jago yang sedang bertarung, hingga salah satu di antaranya kalah yang ditandai oleh patokan di kepala dan berputar beberapa kali. Dilanjutkan dengan penampilan Tari Kanjar Loa Niung oleh tujuh orang Dewa dan Tari Kanjar Katore yang masing-masing dilakukan sebanyak satu kali putaran. Sultan kembali ke tengah area Bepelas didampingi oleh putra dan kerabat, sedangkan sebagai pengiring dilakukan Tari Kanjar Bini berbusana Taqwo.




 Usai Tari Kanjar Bini dimainkan, Dewa menyerahkan sehelai Selendang Kuning kepada putra atau kerabat sebagai pemimpin atau kepala penari yang kemudian diikuti oleh kerabat untuk menarikan Tari Kanjar Buah Kamal. Pangkon Dalam Bini menyalakan lilin kecil di empat sudut sambil berdiri hingga tarian sebanyak dua putaran selesai dilakukan.Demong melaporkan kepada Sultan bahwa ritual Bepelas malam pertama telah selesai dilakukan. Sultan kemudian kembali ke tempat peristirahatan, sementara itu alunan gamelan penutup dibunyikan dan lilin dimatikan.   Bepelas dilaksanakan selama tujuh malam. Setiap malam dilakukan ledakan (suara dentuman meriam) sebanyak jumlah malam yang dilaksanakan. Malam pertama hingga keenam dilakukan ledakan sesuai dengan jumlah malam, sedangkan pada malam ke tujuh hanya dilakukan satu kali ledakan. 







Even Tahunan

Even

Unduh Gratis